Tidak Ada Guru Yang Tidak Mampu Mengajar

Peraturan Pemerintah (Permen) No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, guru di Indonesia diharapkan mempunyai empat kompetensi dalam menjalankan profesinya, yaitu Kompetensi Pedagogi, Kompetensi Keperibadian, Kompetensi Profesionalisme, dan Kompetensi Sosial.

Kompetensi Pedagogi adalah kemampuan mengelola pebelajaran siswa meliputi pemahaman terhadap siswa, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan siswa untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki. Lebih terprinci, kompetensi pedagogi diuraikan sebagai berikut:

  • Memahami karakteristik siswa.
  • Memahami karakteristik siswa dengan kelainan fisik, sosial-emosional, dan intelektual yang membutuhkan penanganan khusus.
  • Memahami latar belakang keluarga siswa dan masyarakat untuk menerapkan kebutuhan belajar siswa dalam konteks budaya yang beragam.
  • Memahami cara dan kesulitan belajar siswa.
  • Mampu mengembangkan potensi siswa.
  •  Menguasai prinsip-prinsip dasar belajar-mengajar yang mendidik.
  • Mengembangkan kurikulum yang mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
  •  Merancang aktivitas belajar-mengajar yang mendidik.
  • Melaksanakan aktivitas belajar-mengajar yang mendidik.
  • Penilaian proses dan hasil pembelajaran yang mengacu pada tujuan utuh pendidikan.

Kompetensi Keperibadian adalah kemampuan keperibadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, yang  akan menjadi tauladan bagi peserta didik, serta berakhlak mulia.

Kompetensi Profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam sehingga guru dapat membmbing siswa memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. Kompetensi ini meliputi:

  • Menguasai secara luas dan mendalam substansi dan metodologi dasar keilmuan.
  • Menguasai materi ajar dalam kurikulum.
  • Mampu mengembangkan kurikulum dan aktivitas belajar-mengajar secara kreatif dan inovatif.
  • Menguasai dasar-dasar materi kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan siswa.
  • Mampu menilai dan memperbaiki pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas (PTK).

Sementara itum yang dimaksud dengan Kompetensi Sosial adalah kemampuan mendidik sebagai sebagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif diantara peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Target kompetensi untuk seorang guru sudah tersusun rapi dalam peraturan perundang-undangan. Namun tentunya, hal yang harus dilakukan setelah itu adalah menentukan cara merealisasikan dan mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran.

Dalam sebuah pelatihan guru, saya pernah mendengar dan melihat pembagian daftar perincian setiap kompetensi yang harus dikuasai oleh guru. Para guru diminta memberikan tanda centang pada kompetensi yang sudah dikuasai oleh guru dan harus jujur (dalam sebuah survey pendidik dan kependidikan). Hasilnya sungguh fantastis, ternyata tak ada yang terisi penuh 100%.

Dengan demikian, saya beranggapan bahwa apapun kondisi yang dihadapi, pemerintah dan terutama setiap guru tidak boleh berhenti membangun progran-program peningkatan kualitas (mutu) guru. Hal yang terpenting dalam program peningkatan mutu adalah niat dan kemauan guru untuk kreatif dan bertanggung jawab terhadap keberhasilan pekerjaannya.

Dalam karangan Munif Chatif (Gurunya Manusia), saya mengutip pidato Miriam Kronish, seorang Kepala Sekolah SD John Eliot 1988-2002, Needham, Massachusetts, Amerika Serikat (Sekolah Terbaik di Amerika):

“Masa depan pendidikan di Amerika di tentukan oleh sebuah kekuatan. Jika saja kami mempunyai kekuatan, kekuatan tersebut adalah program utama disekolah kami, yaitu Pelatihan Guru. Guru tidak hanya cukup membaca metode-metode belajar-mengajar terbaru. Guru harus dilatih, seperti hanya aktor atau penyair yang perlu dilatih. Setelah itu, guru baru bisa mengajarkannya kepada orang lain. Guru profesional adalah gelombang masa depan Amerika…”

Hal tersebut dapat kita artikan bahwa, guru harus belajar. guru bukanlah sufi yang khusus mendapat ilmu laduni. Saat bekerja, guru harus punya waktu untuk terus belajar. Perhatikan pidato Miriam Kronis tersebut, kemajuan sebuah bangsa serta-merta ditentukan oleh aktivitas Pelatihan Guru. Rupanya, pemikiran bahwa guru adalah penentu kemajuan bangsa dianut pula oleh Kaisar Hirohito saat Hiroshima dan Nagasaki Hancur pada 1945. Saai itu, dia langsung menanyakan banyaknya guru yang masih hidup setelah peristiwa pengeboman terjadi.

Ahmad Rizal, seorang pemerhati pendidikan, dalam bukunya yang berjudul “Dari Guru Konvensional Menuju Guru Profesional (Grasindo, 2009) mengatakan bahwa ternyata, ada guru yang secara mental tidak siap dilatih, bahkan jumlahnya cukup besar. Guru model demikian menurut Ahmad Rizal adalah guru yang tidak mempunyai kemampuan apa-apa. Persis seperti robot, baru bekerja setelah ada perintah dan selalu menuntut hak terlebih dahulu sebelum menunaikan kewajiban dengan baik. Namun, sedikit sekali guru yang berkonsentrasi untuk belajar dan mengajar dengan baik. Sehari-hari, waktu bekerja guru jenis ini hanya fokus pada menentukan cara agar ilmu yang diajarkan dapat diterima dengan mudah oleh setiap siswa.

Saya sangat setuju dengan pendapat Ahmad Rizal tersebut. Hal ini saya buktikan ketika merancang Sekolahnya Manusia yang mengharuskan setiap guru punya dan menerima empat rapor. Seluruh rapor tersebut saya dapat disusun dalam bentuk piramida sebagai berikut.

Ternyata, tidak semua guru mau dan ikhlas menerimanya. Hal ini membuktikan bahwa tidak semua guru punya mentalitas yang sama untuk mengajar dengan baik. Bahkan, ada guru yang protes dengan keberadaan rapor tersebut. Mereka yang protes mengatakan bahwa hanya siswa yang punya rapor, bukan guru; meskipun, selanjutnya mereka kebingungan, ketika seseorang menanyakan soal cara manajemen dan Kepala Sekolah menukur kinerja mereka. Lebih lanjut, sebagian dari mereka menentang mereka untuk memberikan data real tentang kualitas kerja mereka. Oleh karena pekerjaan mereka telah disahkan menjadi profesi guru, berarti mereka harus profesional sehinggan harus punya standar ukur kinerja.

Sebagai seseorang yang mendalami manajemen sekolah, saya tetap konsisten mempraktikkan keberadaan empat rapor guru tersebut, meskipun pelaksanaannya bertahap. Akhirnya saya menemukan sebuah kondisi yang luar biasa. Apabila Management Quality Control terhadap profesi guru diterapkan, empat rapor guru tersebut bak mesin penyaring yang luar biasa andal. Guru yang akan lolos dari mesin filter ini adalah yang saya sebut the real teacher, guru sejati. Sebaliknya, yang tidak lolos adalah mereka yang dalam bekerja, ketika mengajar, tidak diikuti rasa cinta dan bahagia. Mungkin, mereka hanya terpaksa mengajar atau ada alasan lain. Data yang dikumpulkan oleh Munif Chatib setiap tahun pada masa perekrutan guru baru menyatakan bahwa yang pada tahun mendatang termasuk the real teacher hanya sekitar 10% (sungguh sangat mengharukan).

Saya selalu membesarkan hati teman-teman yang bekerja pada manajemen sekolah dibawah saya bahwa kita tidak akan mudah atau secara instan mendapatkan guru-guru profesional. Untuk mendapatkannya, kita harus menggunakan “Mesin Penyaring”. Artinya, setiap tahun tidak boleh berhenti bekerja untuk menghasilkan guru-guru profesional yang sering banyak orang sebut multiple intelligences teachers. Semua elemen sekolah harus menyadari bahwa pekerjaan membangun dan melahirkan guru-guru profesional adalah pekerjaan manajemen sumber daya manusia tingkat tinggi.

  • Menurut Munif Chatib, membagi jenjang kompetensi guru yaitu:
  1.  Probation Perio, guru masa percobaan;
  2. Medium Period, guru yang memunyai moto just tell; 
  3. Good Teacher, guru yang memunyai moto explain;
  4.  Execellent Teacher, guru yang memunyai moto demonstrate; 
  5. Great Teacher, guru yang memunyai moto inspire;

Kenaikan setiap jenjang kompetensi tersebut terjadi apabila seorang guru telah lulus dari empat rapor yang diberikan kepadanya.

Dalam sebuah reuni SMA yang baru diadakan setelah enam tahun tahun, saya mengamati bahwa beberapa teman yang berprofesi guru merasa minder melihat “keberhasilan” rekan-rekan seangkatan lainnya yang menjadi pengusaha, manajer perusahaan asing, pegawai PAMA/Adaro, ahli dalam membuat program komputer, doktor, dan ahli pajak dan lain sebagainya. Saya berusaha meyakinkan teman-teman guru tersebut bahwa hanya profesi gurulah yang masuk kedalam wilayah manajemen tingkat tinggi, yaitu manajemen sumber daya manusia (SDA). Semua profesi yang ada, secara garis besar akan berhasil apabila mereka juga berhasil menempuh pendidikan, sedangkan keberhasilan pendidikan tentunya akan bergantung pada profesionalisme  seorang guru. Alhamdulillah, pandangan tersebut minimal dapat mengurangi rasa minder mereka.

Di kutip dari Karangan Munif Chatib, “Gurunya Manusia”.

Selanjutnya bagi para pembaca, mohon saran dan masukan kalau masih merasa kurang, komentar saja dikolom komentar. Terimakasih!!!

– See more at: http://bahyudinnor17.blogspot.co.id/2012_07_01_archive.html#sthash.maFsgoq1.dpuf

About BAHYUDIN NOR, S.Pd.I

Easy Going and Friendly.

Posted on 2 November 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. KISAH NYATA PNS

    Bpk BAMBANG HARI SAMASTO,SH No Hp
    0813.4354.5355

    3 Kali Gagal di Seleksi CPNS Membuatku Semakin Termotivasi dan Akhirnya Berhasil
    Sampai sekarang PNS adalah profesi yang sangat diidam-idamkan oleh kebanyakan orang di Indonesia. Terbukti, setiap kali pemerintah membuka pendaftaran CPNS, peserta yang mendaftar selalu membludag.
    Menjadi PNS memang nikmat sekali rasanya. Wajar jika ribuan orang rela berdesak-desakan demi mendapatkan kursi PNS.
    Saya Akan Berbagi Cerita Nyata Dengan Kalian Semua.
    Mohon maaf mengganggu waktu dan rutinitas ibu/bapak,saya cuma bisa menyampaikan melalui KOMENTAR ini dan semoga bermanfaat, saya seorang honorer baru saja lulus jadi PNS tahun 2015 yang lalu, dan Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di SMU Negeri 1 BATURAJA, Sudah 13 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, namun hasilnya nol bahkan saya sempat putus asah, namun teman saya memberikan no tlp Bpk BAMBANG HARI SAMASTO,SH beliau selaku (Direktur status dan kedudukan kepegawaian)di BKN PUSAT. saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau yang sudah mau membantu saya, itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya anda bisa,Hubungi Bpk BAMBANG HARI SAMASTO no HP Beliau: 0813-4354-5355 siapa tahu beliau masih bisa membantu anda untuk mewujudkan impian anda menjadi PNS.
    Sedikit Tambahan Bahwa tanggal 02 Desember 2015 kemarin saya melakukan komunikasi pembiciraan kepada beliau untuk bisa meluluskan adik saya sebagai CPNS ke PNS.
    Memang Pemerintahan Sudah mengeluarkan kebijakan mengejutkan, yakni melakukan moratorium penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Selama 5 Tahun & Masalah Ini Sudah Saya Sampaikan Kepada Bpk BAMBANG HARI SAMASTO,SH Beliau Hanya menyampaikan kepada saya selama kita masih berusaha maka di situ pasti ada jalan.,wassalam

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: