MERENCANAKAN USAHA KECIL / MIKRO

Standar Kompetensi: mengelola usaha kecil/mikro

Materi untuk semester 1 SMK  adalah:

Kompetensi dasar :

3.   MERENCANAKAN USAHA KECIL DAN MIKRO3.1       Menganalisis peluang usaha

3.2       Menganalisis aspek-aspek perencanaan usaha

3.2.1       Aspek organisasi usaha

3.2.2       Aspek produksi

3.2.3       Administrasi usaha

Materi untuk semester 2 SMK adalah:

3.2.4      Aspek pemasaran

3.2.5      Aspek keuangan dan pembiayaan

3.3       Menyusun proposal usaha

  1. 1.     Pengertian Wirausaha

Pengertian dari Kewirausahaan menurut Hisrich-Peters (1995) dalam buku Entreprenuership adalah entrepreneurship is the process of creating something different with value by devoting the necessary time and effort, assuming the accompanying financial, psychic, and social risks, and receiving the resulting rewards of monetary and personal satisfaction and independence. (artinya Kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang baru (kreatif), yang lain dari yang lainnya (inovatif) dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi).

2. Peluang Usaha

Peluang usaha dapat digali melalui berbagai usaha dan cara, diantaranya:

a. Membuka mata dan telinga untuk mengumpulkan berbagai informasi terbaru dari lingkungan.

b. Pengembangan ide-ide dan gagasan baru berdasarkan kondisi yang ada.

3. Menciptakan peluang usaha baru berdasarkan informasi dari lingkungan

c. Sumber-sumber potensial peluang

1) Menciptakan produk baru dan berbeda.

2) Mengamati pintu peluang.

3) Analisis produk dan proses produksi secara mendalam.

4) Menaksir biaya awal

5) Memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi.

Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Peggy Lambing ada dua pendekatan utama yang digunakan oleh wirausaha untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru, yaitu:

1) Pendekatan “Inside-out “ atau disebut dengan “ Idea Generation “

2) Pendekatan “ The Out-Side In “ atau disebut juga “ Opportunity recognition“

d. Pemanfaatan peluang usaha yang ada secara Kreatif dan Inovatif

Dalam hal ini, menurut Zimmerer dalam tulisan Suryana (2006: 25) ada tujuh langkah proses Kreatif  yaitu:

1) Persiapan (Preparation)

2) Penyidikan (Investigation)

3) Transformasi (Transformation)

4) Penetasan (Incubation)

5) Penerangan (Illumination)

6) Pengujian (Verification)

7) Implementasi (Implementation)

1. Faktor-faktor Pemicu Keberhasilan dan Kegagalan dalam Berwirausaha

a. Faktor-faktor Keberhasilan wirausaha.

Menurut Murphy and Peck dalam buku kewirausahaan karya Buchari Alma (2000: 83), ada delapan ciri yang harus dimiliki seorang wirausaha yang juga merupakan kunci keberhasilan, yaitu:

1)   Mau Bekerja Keras.

2)   Bekerjasama Dengan Orang Lain .

3)   Penampilan Yang Baik.

4)   Yakin.

5)   Pandai Membuat Keputusan.

6)   Mau Menambah Ilmu Pengetahuan

7)   Berambisi Untuk Maju.

8)   Pandai Berkomunikasi.

Menurut Suryana (2006: 67), kunci keberhasilan dalam wirausaha adalah:

1)   Kemampuan dan Kemauan.

2)   Tekad yang kuat dan kerja keras.

3)   Mengenal peluang dan berusaha meraihnya.

b. Faktor-faktor penyebab kegagalan usaha

1)   Tidak kompeten dalam hal manajerial.

2)   Kurang berpengalaman.

3)   Kurang dapat mengendalikan keuangan.

4)   Gagal dalam perencanaan.

5)   Salah memilih lokasi.

6)   Kurangnya pengawasan peralatan.

7)   Sikap yang tidak sungguh-sungguh dalam berusaha.

8)   Ketidakmampuan dalam melakukan transisi kewirausahaan.

Selain beberapa hal tersebut di atas, ada beberapa hal yang sangat berpotensi bagi seorang wirausaha mundur dalam menjalankan usahanya, yaitu:

1) Pendapatan yang tidak menentu.

2) Kerugian akibat hilangnya modal investasi.

3) Perlu kerja keras dan waktu yang lama.

4) Lambatnya perubahan kualitas kehidupan.

2. Resiko Usaha

Berbagai resiko tersebut dapat dikurangi dengan menerapkan prosedur dalam menganalisis resiko, yaitu menetapkan terlebih dahulu beberapa langkah berikut:

a. Tujuan dan sasaran usaha.

b. Meneliti alternatif resiko.

c. Merencanakan dan melaksanakan sebuah alternatif.

Taksiran resiko usaha

 MENGANALISIS ASPEK-ASPEK PENGELOLAAN USAHA

1. Perencanaan Usaha Baru

Dalam dunia bisnis seperti sekarang ini, pada umumnya kita mengenal tiga cara untuk memasuki suatu usaha atau bisnis, yaitu:

  1. Merintis Usaha baru sejak awal
  2. Membeli usaha yang sudah ada.
  3. Kerjasama manajemen atau waralaba (Franchising)
  4. 2.  Tujuan dan Sasaran Usaha

a. Tujuan Usaha

Dalam beberapa buku kewirausahaan dan ekonomi, tujuan usaha dapat dirumuskan sebagai berikut:

1) Mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

2) Meningkatkan dan mengembangkan usaha.

3) Menjaga eksistensi usaha yang dijalankan.

4) Membuka lapangan pekerjaan.

5) Kemandirian

6) Usaha mencapai keberhasilan usaha.

7) Mengatur dan membentuk kerjasama dengan perusahaan lain.

8) Usaha menggabungkan orang-orang yang mempunyai keahlian untuk bekerjasama dalam satu perusahaan.

b. Sasaran Usaha

Sasaran utama dalam usaha secara umum meliputi:

a.)    Kelangsungan hidup usaha.

b.)    Tingkat keuntungan yang dihasilkan untuk perluasan.

c.)    Tingkat keuntungan yang menjamin adanya pertumbuhan usaha.

d.)    Kestabilan usaha.

e.)    Penguasaan pasar dan persaingan.

  1. 3.     Bentuk-bentuk badan usaha
  2. Bentuk badan usaha dilihat dari segi pemiliknya.

1)   Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

2)   Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)

3)   Badan Usaha Campuran

4)   Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)

  1. Bentuk badan usaha dilihat dari segi legalitas hukumnya.

1)   Badan usaha Perseorangan

2)   Persekutuan firma

3)   Persekutuan Komanditer (CV)

4)   Perseroan Terbatas (PT)

5)   Koperasi

6)   Yayasan

  1. Bentuk badan usaha dilihat dari segi sistem pengelolaannya.

1)    Badan Usaha Industri

2)   Badan Usaha Perniagaan

3)   Badan Usaha Agraris

4)   Badan Usaha Ekstraktif

5)   Badan Usaha Jasa

  1. Badan usaha berdasarkan penggunaan tenaga kerja dan dana

1)   Badan usaha padat modal

2)   Badan usaha padat karya

Struktur Organisasi Usaha

Fungsi Organisasi

Penyusunan organisasi memiliki beberapa fungsi yang ingin dicapai, beberapa fungsi tersebut adalah:

a) Menentukan pedoman kerja dan alur kerja

b) Mengatur cara bekerja dan bekerjasama

c) Mencegah kerumitan dalam bekerja

d) Efektifitas komunikasi dan perintah

e) Mencegah kelambatan-kelambatan dan kesulitan dalam bekerja.

Tujuan Organisasi

Tujuan penggunaan organisasi dalam menjalankan usaha adalah untuk:

a) Pembagian kerja (Job Description)

b) Spesialisasi (Right man in the Right Place)

c) Koordinasi

d) Pertanggungjawaban

e) Mempermudah pengawasan

f)  Mempermudah evaluasi

MENGANALISIS ASPEK-ASPEK PENGELOLAAN USAHA

1. Produk

  1. Pengertian Produk

Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau di konsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. Secara umum produk dapat berupa barang atau jasa, Jadi, produk bisa berupa manfaat tangible(berujud atau benda langsung) maupun intangible (tidak berujud atau bukan benda langsung) yang dapat memuaskan pelanggan.

  1. Tingkatan Produk Secara Umum

1)      Produk utama/inti (core benefit), yaitu manfaat yang sebenarnya dibutuhkan dan akan di konsumsi oleh pelanggan dari setiap produk.

2)      Produk generik, yaitu produk dasar yang mampu memenuhi fungsi produk yang paling dasar (rancangan produk minimal agar dapat berfungsi).

3)       Produk harapan (expected product)

4)      Produk pelengkap (augmented product), yakni berbagai atribut produk

5)      Produk potensial

  1. Klasifikasi Produk

1)      Barang

a)    Barang Tidak Tahan Lama (Nondurable Goods)

b)    Barang Tahan Lama (Durable Goods)

2)      Jasa (Services)

  1. Proses Perencanaan Strategi Produk

1)      Analisis Situasi

2)      Penentuan Tujuan Produk

3)      Penentuan Sasaran Pasar

4)      Penentuan Anggaran

5)      Penetapan Strategi Produk

6)      Evaluasi Pelaksanaan Strategi

  1. Siklus Hidup Produk

Cycle (PLC), yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat suatu produk Siklus hidup produk biasa dikenal dengan istilah Product Life

  1. Pengembangan produk

Tiga bagian fungsi produk

a)    Lapisan inti produk yaitu manfaat atau nilai lebih dari produk yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan.

b)    Lapisan kedua produk yaitu bentuk formal dari produk, misalkan merek, warna, model dan lain-lain.

c)    Lapisan ketiga yaitu kelengkapan produk, misalkan suku cadang, garansi, kemudahan pembayaran dan lain-lain.

  1. Komoditi yang diproduksi dan dipasarkan

1)      Barang konsumsi

a)    Convenience goods

b)    Shooping goods

c)    Specialty goods

d)    Intense goods

e)    Bulk goods

2)      Barang hasil bumi

3)      Barang industri

4)      Jasa

  1. 2.     Pengelolaan persediaan
    1. Untuk menjaga persediaan produk.
    2. Untuk menjamin agar konsumen tidak kecewa dengan kekosongan produk.
    3. Untuk mengendalikan kuantitas produk agar tidak berlebihan dalam persediaan.

Dalam pengelolaan persediaan terdapat dua sistem pencatatan yang sering digunakan dalam dunia usaha, yaitu:

  1. Pencatatan dengan sistem terus-menerus (Perpetual)
  2. Pencatatan secara periodik (phisik)
  3. Metode Pencatatan

1)      First In-First Out (FIFO)

2)      Last In-First Out (LIFO)

3)      Average

MENGANALISIS ASPEK-ASPEK PENGELOLAAN USAHA

1. Perizinan Usaha

Macam-macam perizinan:

  • Izin prinsip
  • Izin hak guna dan hak pakai
  • Izin mendirikan bangunan (IMB)
  • Surat izin tempat usaha (SITU)
  • Surat izin usaha perdagangan (SIUP)

2. Surat Menyurat dalam Dunia Usaha

Fungsi surat sebagai berikut:

1)   Sebagai bukti tertulis.

2)   Sebagai pengingat pesan.

3)   Sebagai acuan untuk melaksanakan tugas.

4)   Sebagai wakil dari pengirim baik secara pribadi maupun organisasi.

5)   Sebagai dokumen resmi.

6)   Sebagai alat promosi dan iklan.

Macam-Macam Surat dalam Bisnis

1)   Surat perkenalan

2)   Surat penawaran

3)   Surat pesanan

4)   Surat penerimaan pesanan

5)   Surat penolakan pesanan

6)   Surat pengiriman pesanan

7)   Faktur

8)   Surat tagihan

8. Pencatatan transaksi

Bentuk-bentuk laporan tersebut adalah:

a. Laporan Laba-Rugi

b. Laporan perubahan modal

c. Neraca

MENGANALISIS ASPEK-ASPEK PENGELOLAAN USAHA

9. Pajak

a. Pengertian pajak

Pajak adalah iuran wajib dari rakyat yang harus dibayarkan kepada negara, dapat dipaksakan karena berdasarkan undang-undang dan peraturan pemerintah. Bentuk balas jasa dari pembayaran pajak tidak dapat diberikan secara langsung, tetapi sesuai dengan kebijakan pemerintah, salah satunya adalah melalui pelayanan umum, pertahanan dan keamanan dan lain-lain.

b. Pajak penghasilan

Pajak penghasilan adalah pajak yang harus dibayarkan oleh wajib pajak karena memiliki penghasilan tertentu yang masuk dalam kewajiban pajak.

Pembahasan lebih lanjut tentang pajak klik disini

About BAHYUDIN NOR, S.Pd.I

Easy Going and Friendly.

Posted on 10 November 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: