PERSIAPAN PENDIRIAN USAHA

TUJUAN PEMBELAJARAN :

  1. Mengetahui prosedur pengurusan izin usaha baru pada pihak yang berwenang.
  2. Membuat system pengelolaan keuangan pada usaha yang telah dibentuk.
  3. Menentukan dan mengurus tempat usaha
  4. Mengetahui dan mampu mengadakan fasilitas dan bahan baku produksi.
  5. Merekrut dan menempatkan SDM (Sumber Daya Manusia ) yang diperlukan sesuai kegiatan usaha.
  6. Mempersiapkan administrasi usaha yang diperlukan.
  1. Perizinan Usaha

Perizinan usaha adalah alat atau instrumen untuk membina, mengarahkan, mengawasi, dan menerbitkan penerbitan usaha. Mengenai persiapan pendirian usaha berdasarkan proposal usaha ada 6 hal yang perlu dipersiapkan dalam mempersiapkan pendirian usaha, yaitu pengurusan izin usaha, penentuan tempat atau lokasi usaha, pengadaan fasilitas produksi dan bahan baku produksi, perekrutan dan penepatan SDM ( Sumber Daya Manusia ), dan persiapan administrasi usaha.

1.1.   Prosedur Pengurusan Izin Usaha

Prosedur atau langkah-langkah dalam mendirikan usaha berbadan hukum, antara lain membuat SITU ( Surat Izin Tempat Usaha ) , membuat SIUP ( Surat Izin Usaha Perdagangan) , membuat NPWP ( Nomor Pokok Wajib Pajak), membuat TDP (Tanda Daftar Perusahaan), membuat nomor rekening bank atas nama perusahaan, membuat ANDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

  1. Membuat Surat Izin Tempat Usaha (SITU)

Surat Izin Tempat Usaha (SITU) merupakan pemberian izin tempat usaha kepada seseorang atau badan usaha yang tidak menimbulkan gangguan atau kerusakan lingkungan di lokasi tertentu. Surat Izin Tempat Usaha (SITU) harus diperpanjang atau didaftarkan setiap lima tahun sekali.

Langkah-langkah untuk mendapatkan Surat Izin Tempat Usaha (SITU), yaitu sebagai berikut:

  1. Membuat Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Gangguan (HO).

Salah satu langkah perlindungan agar usahanya aman dan lancar, adalah dengan mendaftarkan ke pemerintah setempat dan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Untuk tujuan itulah para wirausaha perlu membuat Surat Izin Tempat Usaha dan Surat Izin Gangguan (HO).

  1. Pengurusan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Gangguan (HO)
  • Surat Izin Tempat Usaha (SITU) merupakan pemberian izin tempat usaha kepada seseorang atau badan usaha yang tidak menimbulkan gangguan atau kerusakan lingkungan.
  • Surat Izin Gangguan (HO) adalah pemberian izin tempat usaha kepada perusahaan atau badan dilokasi tertentu yang dapat menimbulkan bahaya, gangguan, atau kerusakan lingkungan.
  • Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Gangguan (HO/Hinder Ordonantie) dikeluarkan oleh pemerintah daerah tingkat II (kotamadya/kabupaten).
  • Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Gangguan (HO/Hinder Ordonantie) harus diperpanjang dan didaftar ulang setiap lima tahun sekali.
  • Biaya yang dibutuhkan untuk pengurusan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Gangguan (HO/Hinder Ordonantie) berbeda-beda di setiap wilayah dan biasanya dihitung berdasarkan.
  1. Prosedur mendapatkan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Gangguan (HO/Hinder Ordonantie)
  • Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mendapatkan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Gangguan (HO/Hinder Ordonantie):
  1. Membuat surat izin tetangga

Membuat surat pernyataan tidak keberatan dari tetangga terdekat kiri, kanan, depan, dan belakang, kemudian diketahui RT/RW setempat, diteruskan ke kelurahan, kecamatan sampai kota madya/kabupaten.

  1. Membuat surat keterangan domisili perusahaan

Lokasi, tempat, atu kantor, harus didaftarkan ke lingkungan setempat untuk proses, pembuatan surat izin usaha.

Caranya adalah meminta formulir ke kantor RT dilingkungan lokasi usaha berada, mengisi formulir tersebut, kemudian meminta pengesahan ke RT, RW, kelurahan, dan kecamatan.

  1. Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Gangguan (HO/Hinder Ordonantie):
  2. Fotokopi KTP pemohon
  3. Foto pemohon ukuran 3 x 4 cm sebanyak 2 buah
  4. Formulir isian lengkap dan sudah ditandatangani
  5. Fotokopi peluanasan PBB tahun berjalan
  6. Fotokopi IMB (Izin Mendirikan Bangunan)
  7. Fotokopi sertifikat tanah/akta tanah
  8. Denah lokasi tempat usaha
  9. Surat pernyataan tidak keberatan dari tetangga (izin tetangga) yang diketahui RT/RW stempat
  10. Izin sewa/kontrakk
  11. Surat keterangan domisili perusahaan
  12. Fotokopi akta pendirian perusahaan dari notaries
  13. Berita acara pemerikasaan lapangan.
  1. Membuat Nomor Rekening Perusahaan

Sebelum membuat akta pendirian perusahaan, notaries, akan menanyakan berapa prosentase saham masing-masing pemilik.

Oleh sebab itu anda harus melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Membuat nomor rekening atas nama perusahaan yang akan digunakan sebagai alamat penyetoran modal awal dan transaksi hasil usaha.
  2. Melakukan setoran modal sesuai proporsi masing-masing saham pemilik.
  3. Menyerahkan bukti setoran tersebut ke pihak notaries untuk disahkan sebagai bukti penyetoran modal awal.
  4. Membuat Nama Logo dan Merek Perusahaan

Sebelum akta pendirian perusahaan dibuat, anda harus merancang dan mendesain identitas dari usaha anda terlebih dahulu, yaitu meliputi :

  1. Nama perusahaan
  2. Logo perusahaan
  3. Alamat perusahaan
  4. Kartu nama dan tag line (slogan) dari usaha anda
  5. Kop surat dan dokumen-dokumen lainnya
  6. Stempel perusahaan
  7. Maksud dan tujuan usaha
  8. Jumlah modal usaha
  9. Susunan direksi dan komisaris (khusus untuk PT)
  1. Membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Sudah menjadi ketetapan pemerintah bahwa setiap wajib pajak baik individu atau pemilik perusahaan harus mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  • Untuk memperoleh NPWP, setiap wajib pajak mendaftarkan diri ke kantor pelayanan pajak yang sesuai dengan domisili wajib pajak.
  • Wajib pajak kemudian mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan persyaratan administrasi.
  • Selain mendatangi Kantor Pelayanan Pajak, para wajib pajak dapat juga mendaftarkan diri secara online melalui e-registration di website Direktorat Jenderal Pajak, yaitu pajak.go.id.
  • Apabila omzet penjualan mulai berkembang dan terus meningkat dalam jumlah tertentu, diwajibkan mendaftarkan perusahaan anda sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan akan diberikan Nomor Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (NPPKP).
  • Wajib pajak yang tidak mendaftarkan diri ke Kantor Pelayanan Pajak akan dikenakan sanksi pidana sesuai pasal 39 Undang-Undang No 16 Tahun 2000 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.
  1. Membuat Akta Pendirian Perusahaan
  • Baik dalam usaha berbentuk Firma, CV (persekutuan komanditer) maupun PT, perlu membuat kesepakatan tertulis dengan mitra usaha.
  • Akta tersebut dituangkan dalam akta pendirian perusahaan yang dibuat dihadapan notaris. Hal ini bertujuan untuk:
  1. Menghindari terjadinya perselisihan dikemudian hari mengenai pembagian keuntungan atau proporsi kerugian.
  2. Memberikan kejelasan status kepemilikan perusahaan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti perselisihan ketika saham akan dijual ke partner anda atau ke orang lain serta proses penilaian pembelian sahamnya.
  3. Mencantumkan nilai saham (persentase kepemilikan) dan jumlah lemnar saham di akta sehingga anda dapat mengetahui nilai asset anda.
  4. Mengetahui besarnya modal yang harus disetor sesuai proporsi saham, baik saat mengawali usaha, menerima keuntungan, maupun saat dilakukan perhitungan untuk menutup kerugian perusahaan.
  • Akta harus dibuat di notaries, surat perjanjian yang hanya ditandatangani di atas materi oleh RT/RW dianggap kurang sah di hadapan hokum.
  • Untuk membuat akta pendirian perusahaan diperlukan dokumen-dokumen berikut :
  1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) para pendiri, minimal dua orang.
  2. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) penanggung jawab/direktur.
  3. Fotokopi NPWP penanggung jawab.
  4. Fotokopi penanggungjawab perusahaan ukuran 3 x 4, sebanyak 2 lembar berwarna.
  5. Fotokopi lunas PBB tahun terakhir sesuai domisili perusahaan.
  6. Fotokopi surat kontrak/sewa kantor atau bukti kepemilikan tempat usaha.
  7. Surat keterangan domisili dari pengelola gedung jika berlokasi di gedung perkantoran.
  8. Surat keterangan domisili dari RT/RW (untuk perusahaan yang berdomisili di lingkungan perumahan).
  9. Foto kantor tampak depan, tampak dalam (ruangan berisi meja, kursi, dan computer). Foto-foto ini digunakan untuk mempermudah survey lokasi untuk mendapatkan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan).
  • Setelah mendapatkan akta pendirian perusahaan, kemudian harus mendaftarkan dan mengesahkan perusahaan ke kementrian terkait, yaitu:
  1. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk mengesahkan akta pendirian perusahaan dan mendaftarkan nama perusahaan agar tercantum di departemen ini, sehingga tidak bisa ditiru atau disalah gunakan oleh orang lain.
  2. Kementerian Tenaga Kerja, untuk mengurus masalah ketenagakerjaan, misalnya Jamsostek (Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja).
  3. Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, bila usahanya di bidang perdagangan.
  4. Kementerian Pekerjaan Umum, apabila membuka usaha konstruksi. Selain itu, perlu menngurus SIUJK (Surat Izin Jalan Konstruksi) yang berguna untuk ikut serta dalam tender-tender pemerintah dan swasta.
  5. Membuat Surat Izin Usah Perdagangan (SIUP)
  • Berdasarkan peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 36/M-DAG/PER/9/2007 tentang penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan, SIUP adalah surat izin untuk dapat melakukan kegiatan usaha perdagangan yang dikeluarkan instansi pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan sesuai dengan tempat/domisili perusahaan.
  • SIUP diberikan untuk melaksanakan kegiatan usaha di bidang perdagangan dan jasa.
  • SIUP dapat diberikan kepada para wirausaha baik perseorangan, CV, PT, BUMN, firma, atau pun koperasi.
  • Masa berlaku SIUP perusahaan kecil dan menengah tidak terbatas, yaitu selama perusahaan masih melakukan kegiatan usaha
  • Masa berlaku SIUP perusahaan besar yaitu lima tahun, dan setelah itu didaftar ulang kembali.
  1. Pengklasifikasian SIUP

SIUP dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. SIUP kecil, yaitu SIUP yang diterbitkan untuk perusahaan yang menyetor modal dan memiliki kekayaan bersih sampai dengan Rp200 juta, diluar nilai tanah dan tempat usaha.
  2. SIUP menengah, yaitu SIUP yang diterbitkan untuk perusahaan yang menyetor modal atau memiliki kekayaan bersih RP200 juta-Rp500 juta, diluar tanah dan bangunan tempat usaha.
  3. SIUP besar, yaitu SIUP yang diterbitkan untuk perusahaan yang menyetor modal dan memiliki kekayaan bersih di atas Rp500 juta, diluar nilai tanah dan bangunan tempat usaha.
  4. Prosedur Permohonan SIUP
  5. Permohonan SIUP menengah dan SIUP kecil, perusahaan dapat mengambil formulir di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota/Kabupaaten sesuai dengan domisili perusahaan, kemudian mengisi dan mengajukan permohonan SIUP beserta persyaratannya.

SIUP perusahaan menengah dan kecil dikeluarkan dan ditandatangani oleh Kepala kantor wilayah perdagangan daerah tingkat II (kota/kabupaten) atas nama menteri.

  1. Permohonan SIUP besar diajukan melalui Kanwil Perindustrian dan Perdagangan daerah tingkat I (kota/provinsi) atas nama menteri sesuai dengan domisili perusahaan.
  2. Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mengurus Surat Izin Tempat Usaha (SIUP)
  • Perusahaan baik PT, CV, Koperasi maupun perseorangan harus membawa dokumen yang lengkap beserta kopinya untuk pengurusan SIUP ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota/kabupaten.
  • Dokumen yang diperlukan:
  • Fotokopi akta notaries pendirian perusahaan (perusahaan perseorangan tidak perlu).
  • Fotokopi SK Pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (untuk CV, Koperasi, firma, perusahaan perseorangan tidak perlu.
  • Fotokopi NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) perusahaan.
  • Fotokopi KTP pemilik/direktur utama/penenggungjawab perusahaan dan pemegang saham.
  • Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari pemda setempat.
  • Fotokopi KK (Kartu Keluarga) jika pimpinan/penanggungjawab perusahaan adalah perempuan.
  • Fotokopi surat keterangan domisili perusahaan.
  • Fotokopi surat kontrak/sewa tempat usaha/surat keterangan dari pemilik gedung.
  • Foto direktur utama/pimpinan perusahaan ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar.
  • Neraca perusahaan.
  1. Membuat Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
  • Tanda Daftar Perusahaan (TDP) adalah daftar catatan resmi sebagai bukti bahwa perusahaan/badan usaha telah melakukan wajib daftar perusahaan sesuai dengan Ketentuan Undang-Undang Nomor 3 tahun 1982 tentang wajib daftar.
  • Tanda Daftar Perusahaan diterbitkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan tingkat kota/kabupaten dan wajib dimiliki oleh perusahaan/badan usaha baik PT (PMA atau non PMA), CV, firma, koperasi, atau perusahaan perseorangan.
  • Berdasarkan pasal 38 KUHD (Kitab Undang-Undang Hukum dan Dagang), akta pendirian perusahaan yang memuat anggaran dasar yang sudah mendapat pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, harus didaftarkan di Panitera Pengadilan Negeri sesuai domisili perusahaan, kemudian diumumkan melalui Berita Negara.
  • Pendafataran akta pendirian perusahaan dan akta-akta perubahan harus dilakukan peling lambat 30 hari setelah pengesahan dan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
  1. Hal-hal yang perlu diperhatikan
  • Akta pendirian perusahaan dan surat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
  • Akta perubahan anggaran dasar dan laporan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
  • Akta perubahan anggaran dasar dan surat perjanjian Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
  1. Prosedur permohonan Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
  • Pemohon Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang berupa PT dan yayasan harus mendapatkan pengesahan dan persetujuan akta pendirian perusahaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia terlebih dahulu. Apabila pemohon TDP adalah perusahaan berbentuk CV, harus mendaftarkan akta pendirian perusahaan ke pengadilan negeri setempat sesuai domisili perusahaan.
  • Perusahaan mengambil formulir permohonan TDP di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota/kabupaten, kemudian mengisi dan menandatangani formulir tersebut.
  • Perusahaan membayar biaya administrasi pendaftaran TDP sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perdagangan No.286/Kep/II/85.
  • Petugas kantor pendaftaran perusahaan kemudian memeriksa dan meneliti seluruh kelengkapan persyaratan apabila telah memenuhi syarat wajib dafta perusahaan, sesuai sertifikat Tanda Daftar Perusahaan (TDP) akan diterbitkan.
  1. Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mengurus Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
  2. Untuk Perseroan Terbatas (PT), Persekutuan Komanditer (CV)/Firma (fa) dan koperasi adalah:
  3. Formulir isian (diisi lengkap).
  4. Fotokopi akta pendirian perusahaan.
  5. Fotokopi pengesahan akta dari pengadilan negeri setempat untuk (PT tidak perlu).
  6. Asli dan fotokopi pengesahan akta pendirian/perubahan dari Deprteman Hukum dan Hak Asasi Manusia (untuk CV, firma, dan koperasi tidak perlu).
  7. Fotokopi surat keterangan domisili perusahaan.
  8. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU).
  9. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  10. Fotokopi SIUP
  11. Fotokopi KTP penanggungjawab dan sekutu komanditer lainnya.
  12. Fotokopi akta pendirian dan pengesahan dari Kanwil Kandep Koperasi (khusus koperasi)
  13. Fotokopi KTP penanggungjawab koperasi.
  14. Bukti setor biaya administrasi.
  15. Fotokopi paspor jika pengurus dan pemegang saham warga Negara asing.
  16. Perusahaan Perseorangan (PO)
  17. Formulir isian (diisi lengkap)
  18. Fotokopi surat keterangan domisili perusahaan.
  19. Fotokopi SIUP.
  20. Fotokopi penanggung jawab/paspor.
  21. Foto kopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  22. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari pemda setempat.
  23. Membuat AMDAL (Analisi Mengenai Dampak Lingkungan)
  • Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah hasil kajian mengenai dampak besar dan penting dari suatu kegiatan usaha yang direncanakan terhadap lingkungan hidup yang digunakan untuk proses pengambilan keputusan mengenai penyelenggaraan kegiatan usaha di Indonesia.
  • AMDAL dibuat ketika perencanaan sebuah proyek dianggap akan mempengaruhi lingkungan hidup disekitarnya. Lingkungan hidup tersebut meliputi aspek fisika, kimia, ekologi, social, ekonomi, budaya, dan kesehatan masyarakat.
  1. Fungsi AMDAL
  2. Memberika masukan terhadap penyusunan rencana pengelolaan dan pemantapan lingkungan hidup.
  3. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang dampak yang muncul dari suatu rencana atau kegiatan.
  4. Bahan informasi bagi pembangunan wilayah.
  5. Membantu proses pengambilan keputusan mengenai kelayakan lingkungan hidup dari suatu rencana usaha atau kegiatan.
  6. Memberikan masukan terhadap penyusunan desain rinci teknis dan rencana usaha kegiatan.
  7. Dasar hokum AMDAL
  8. Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.
  9. Undang-undang No. 4 Tahun 1982 mengenai Ketentuan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
  10. Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 1990 mengenai pengendalian Pencemaran Air.
  11. Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 1993 tentang AMDAL.
  12. Undang-undang No. 5 tahun 1990 mengenai Konversi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.
  13. Surat Menteri Lingkungan Hidup No. B. 2335/MENLH/12/93, No. B. 2347/MENLH/12/93 mengenai kegiatan usaha wajib AMDAL.
  14. Undang-undang No. 24 tahun 1992 mengenai tata ruang.
  15. Pedoman pelaksanaan AMDAL
  16. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 08 Tahun 2006 mengenai penyusunan AMDAL harus menggunakan pedoman Penyusunan AMDAL.
  17. Peraturan Negara Menteri Lingkungan Hidup Nomor II Tahun 2006 tentang daftar kegiatan wajib AMDAL.
  18. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 86 Tahun 2002, apabila kegiatan tidak tercantum dalam peraturan tersebut, maka wajib menyusun UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan-Upaya Pemantauan Lingkungan).
  19. Kewenangan Penilaian dIdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 2000 tentang pedoman tata kerja komisi penilai AMDAL.
  20. Dokumen-dokumen yang diperlukan dalam pengurusan AMDAL
  21. Fotokopi NPWP
  22. Fotokopi TDP
  23. Fotokopi KTP wirausaha/pemilik perusahaan
  24. Fotokopi akta pendirian perusahaan
  25. Fotokopi SITU
  26. Denah lingkungan yang dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan.
  • Buatlah kelompok yang terdiri dari 4 anggota, carilah informasi terkini tentang prosedur pengurusan SIUP dan persyaratan dokumennya ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan di wilayah tempat tinggal masing-masing.

1.2.   PENENTUAN PERMODALAN USAHA

Ketika membangun sebuah badan usaha selain membutuhkan aspek legalitas dan perizinan usaha, juga membutuhkan sejumlah modal untuk memuai kegiatan usaha. Untuk dapat mencapai tujuan usaha, salah satunya perlu membuat perencanaan keuangan secara matang, yaitu mengenai permodalan dan investasi. Modal dibagi menjadi 2, yaitu modal aktif dan modal pasif. Modal aktif adalah berupa tanah, gedung, mesin-mesin, perkakas, bahan baku, bahan penunjang produksi, dan modal uang ( kas, wesel tagih, dan piutang). Modal pasif berupa saham-saham atau hak-hak para pemilik dan pemberi utang yang dinyatakan dalam uang.

  1. Permodalan Koperasi

Untuk menjalankan kegiatan usahanya, koperasi membutuhkan modal usaha yang bersumber dari modal sendiri dan modal pinjaman. Berdasarkan Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, modal koperasi terdiri dari :

  1. a) Modal Sendiri

Modal sendiri adalah sumber modal koperasi yang dapat diperoleh dari :

  1. Simpanan pokok, yaitu sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi ketika masuk menjadi anggota.
  2. Simpanan wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang tidak sama yang wajib dabayar oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu.
  3. Dana cadangan, yaitu sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha, yang berfungsi untuk pemupukan modal sendiri, pembagian dana kepada anggota yang keluar dari keanggotaan koperasi, dan untuk menutup biaya apabila koperasi mengalami kerugian.
  4. Hibah, yaitu sejumlah uang atau barang modal ayang dapat dinilai dengan uang yang diterima dari pihak lain yang bersifat hibah atau pemberian dan tidak mengikat.
  5. b) Modal Pinjaman

Modal pinjaman adalah sumber modal koperasi yang berasal dari :

  1. Anggota dan calon anggota koperasi.
  2. Koperasi lainnya atau anggota koperasi lain yang didasari perjanjian kerja  antar koperasi.
  3. Bank dan lembaga keuangan non-bank yang dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
  4. Penerbitan obligsi dan surat hutang.
  5. Sumber-sumber lain yang sah.
  6. Permodalan Perseroan Terbatas (PT) dan Persekutuan Komanditer (CV)

PT adalah badan usaha yang kepemilikannya dimiliki oleh satu orang, sedangkan CV adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang di dirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya.

Ada 2 sumber permodalan bagi Perseroan Terbatas (PT) dan Persekutuan Komanditer (CV) untuk menjalankan kegiatan usahanya, yaitu dana intern dan ekstern.

  1. Sumber Dana Intern

Sumber dana intern adalah sumber dana yang diperoleh dari dalam perusahaan, yaitu :

  1. laba ditahan, yaitu dana yang diperoleh dari sisa laba yang tidak diambil oleh pemilik perusahaan.
  2. Tabungan pribadi pemilik perusahaan.
  3. Sumber Dana Ekstern

Sumber dana eksetern adalah sumber dana yang di peroleh dari luar perusahaan, antara lain dari bank, lembaga keuangan, non-bank, dan modal vebtura.

  1. Bank

saat ini pemerintah melalui bank, sebagai lembaga kecil dalam memperoleh modal usaha dengan cara memberikan fasilitas kredit. Kredit modal usaha yang disediakan tersebut, antara lain Kredit Investasi Kecil (KIK) dan Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP).

  Kredit Investasi Kecil (KIK)

Kredit Investasi Kecil (KIK) adalah kredit yang diberikan oleh bank untuk penambahan modal dalam rangka rehabilitasi usaha, perluasan usaha, atau membangun usaha baru. Syarat yang harus di penuhi untuk mendapatkan kredit ini adalah :

  1. Memiliki izin resmi, yaitu SITU, SIUP, NPWP, dan TDP
  2. Usaha telah berjalan minimal 2 tahun
  3. Membuat proposal pengajuan kredit
  4. Berbentuk badan usaha
  5. Memiliki jaminan

  Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP)

Kredit Modal Kerja Permanen adalah kredit produksi atau eksploitasi yang digunakan untuk menutup biaya produksi perusahaan, seperti biaya pembelian bahan baku, pembelian bahan penunjang, biaya iklan dan promosi, biaya pengemasan produk, biaya distribusi, atau pembayaran gaji karyawan. KMKP merupakan kredit jangka pendek (umumnya satu tahun).

Untuk mendapatkan Kredit Investasi Kecil (KIK) dan Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP) ini, Anda perlu datang ke kantor cabang bank terdekat dan mengisi formulir yang telah disediakan serta membawa persyaratan dokumen yang di perlukan, beserta fotocopynya. Dokumen yang diperlukan, antara lain :

  1. Isian lengkap dan ditandatangani.
  2. Formulir Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) permohon (suami-istri)
  3. Fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  4. Fotocopy Izin Tempat Usaha (SITU)
  5. Fotocopy Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  6. Fotocopy Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
  7. Foto ukuran 4 x 6 cm sebanyak 2 lembar (suami-istri)
  8. Sertifikat Hak Milik ( SHM ) tanah milik atau bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) sebagai agunan apabila diperlukan.
  9. Fotocopy Kartu Keluarga (KK).
  10. Neraca perusahaan dan perincian laba atau rugi.

Setelah Anda mengisi formulir dan menyerahkan dokumen lengkap, anda tinggal menunggu permohonan pinjaman anda disetujui oleh bank, Bank kemudian akan melakukan proses kredit selanjutnya, antara lain sebagai berikut :

  Meneliti

Bank kemudian meneliti kelengkapan dokumen, apakah pemohon memenuhi persyaratan atau tidak, apakah sektor usahanya yang akan diberikan kredit bagus dan dapat dibiayai oleh bank, apakah permohon dapat dipercaya, dan apakah pemohon pernah bermasalah dalam kredit macet.

  Survei Ke Tempat Usaha

Bank akan meninjau langsung ketempat usaha anda dan melihat kegiatan usaha Anda.

  Interview atau Wawancara

Bank akan melakukan wawancara terhadap pemohon kredit, Biasanya yang ditanyakan ketika wawancarai adalah tentang tujuan penggunaan kredit dan rencana pengambilan kredit.

  Analisis Permohinan Kredit

Setelah tiga tahap diatas dilalui, terakhir bank akan melakukan penilian terhadap kredibilitas pemohon kredit, Penilaian tersebut meliputi kemampuan pemohon kredit melunasi kredit dan bunganya, modal dan kekayaan perusahan apakah sudah cukup menjalankan usaha, karakter pemohon apakah jujur dan sungguh-sungguh, jaminan atau agunan ( yang dapat berupa tanah, gedung, atau kendaraan), kondisi perusahaan apakah berkembang bila diberi kredit bank .

  1. Lembaga-Lembaga Keuangan Nonbank

Pengajuan kredit ke lembaga-lembaga keuangan nonbank pada dasarnya sama dengan pengajuan kredit ke bank. Tetap ada prosedur, peraturan, maupun persyaratannya, hanya saja pengajuan kredit ke lembaga keuangan lebih mudah.

  1. Dasar Hukum

Pada tahun 1973, pemerintah membuat lembaga keuangan nonbank berdasarkan surat keputusan Menteri Keuangan No. kep. 38/MK/1972, pasal 2 yang berisi, antara lain :

  1. Lembaga keuangan nonbank dapat menghimpun sejumlah dana dengan jalan mengeluarkan kertas berharga.
  2. Lembaga keuangan nonbank dapat memberikan kredit utama jangka waktu jangka menengah kepada perusahaan-perusahaan pemerintah atau swasta .
  3. Lembaga keuangan nonbank dapat memberikan penyertaan modal sementara didalam perusahaan atau proyek, sampai sahamnya dapat diperjual belikan di pasar modal.
  4. Lembaga keuangan nonbank dapat bertindak sebagai perantara dari perusahaan di Indonesia dan badan-badan hukum pemerintah untuk mendapatkan sumber permodalan berupa pinjaman dan pernyertaan modal dari dalam dan luar negeri.
  5. Lembaga keuangan nonbank dapat bertindak sebagai perantara dalam melakukan joint venture didalam dan diluar negeri.
  6. Lembaga keuangan nonbank dapat bertindak sebagai perantara dalam mendapatkan tenaga kerja ahli dan memberikan nasihat keahlian.
  7. Lembaga keuangan nonbank dapat melakukan usaha lain dibidang keuangan setelah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan.
  8. b) Jenis-Jenis Lembaga Keuangan

Jenis-jenis lembaga keuangan nonbank tersebut, antara lain :

  1. Lembaga perantara penerbit dan perdagangan surat berharga (Investment Finance Corporation).
  2. Lembaga ini berperan sebagai perantara dan penjamin dalam hal jual beli dan penerbitan surat berharga seperti saham dan obligasi.
  3. Lembaga pembiayaan pembangunan (Development Finace Corporation)
  4. Lembaga ini bertugas menghimpun dana-dana dengan cara menerbitkan kertas-kertas berharga untuk disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang memerlukan dana untuk membiayai investasi jangka menengah dan panjang.
  5. Lembaga keuangan lain, seperti perusahaan asuransi
  6. Modal Venture

Modal venture adalah suatu investasi bentuk penyertaan modal yang bersifat sementara kepada perusahaan pasangan usaha (investee company) yang ingin mengembangkan usahanya, tetapi mengalami kesulitan dalam permodalan. Biasanya dana venture ini berasal dari sekelompok investor yang mapan keuangannya, asuransi, dana pension atau reksa dana, bank ivestasi, dan institusi keuangan lainnya yang melakukan pengumpulan dana ataupun kemitraan untuk tujuan investasi tersebut.

  1. Kriteria Perusahaan

Kriteria perusahaan yang mendapatkan modal venture, antara lain :

  1. Perusahaan yang telah mempunyai pangsa pasar mapan, tetapi perlu mengembangkan fasilitas produksi untuk peningkatan kualitas produk.
  2. Perusahaan yang memiliki pasar yang sedang tumbuh atau memiliki potensi untuk berkembang pesat dimasa depan .
  3. Perusahaan yang akan tetapi melakukan ekspansi usaha, tetapi mengalami kesulitan dana.
  4. Dasar Hukum

Berdasarkan keputusan menteri Republik Indonesia nomor.1251/1988, perusahaan modal ventura dapat memberikan bantuan teknis yang di perlukan oleh wirausaha.

  1. Fungsi Modal Ventura

Fungsi modal ventura, antara lain:

  1. Untuk mengembangkan suatu pengembangan suatu penemuan baru.
  2. Untuk mengembangkan perusahaan yang mengalami kesulitan dana pada tahap awal usaha.
  3. Membantu perusahaan yang sedang berkembang
  4. Membantu perusahaan yang mengalami kemunduran usaha.
  5. Untuk mengembangkan proyek penelitian dan rekayasa.
  6. Untuk mengembangkan berbagai penggunaan teknologi baru atau alih teknologi dalam negeri maupun luar negeri.
  7. Jenis Pembiayaan Modal Ventura

Jenis pembiayaan modal ventura antara lain :

  1. Penyertaan saham

Jenis pembiayaan ini memberikan saham secara langsung kepada calon perusahaan pasangan usaha yang berbentuk perseroan terbatas (PT). perusahaan modal ventura dalam manajemen perusahan pasangan usaha dan mendapatkan imbalan berupa deviden atau capital gain.

  1. Membeli obligasi konversi

Pada jenis pembiayaan ini, calon perusahaan pasangan usaha dari perusahaan modal ventura mengeluarkan surat obligasi atau surat utang kepada perusahaan modal ventura, dengan perjanjian akan dikonversikan atau ditukar menjadi saham atau penyertaan modal pada waktu yang telah disepakati bersama.

  1. Pola bagi hasil

Pembiayaan pada pola bagi hasil perusahaan pasangan usaha memberikan presentase tertentu dari keuntungan kepada perusahaan modal ventura. Pola bagi hasil yang dapat dilakukan, antara lain berdasarkan pendapatan yang diperoleh (revenue sharing), berdasarkan keuntungan bersih (net profit sharing), dan berdasarkan perjanjian.

  1. Sumber Modal Venture

Sumber modal venture, antara lain :

  1. Investor perseorangan
  2. Investor institusi
  3. Perusahaan asuransi
  4. Reksadana atau dana pension
  5. Lembaga keuangan internasional

1.3.   PENENTUAN DAN PENGURUSAN TEMPAT USAHA

Pada saat anda membuka usaha, salah satu faktor yang paling penting adalah lokasi usaha. Tempat usaha yang tepat dan strategis akan menentukan kesuksesan usaha anda, dengan demikian sebagai wirausaha harus mampu memilih tempat yang mampu memberikan profit (keuntungan) terhadapat usahanya.

  1. Lokasi pertokoan

Ada beberapa pertimbangan dalam memilih lokasi pertokoan yaitu, sebagai berikut :

      Tingkat kepadatan penduduk

      Tingkat pendapatan masyarakat calon konsumen

      Banyaknya usaha lain ditempat tersebut

      Pertimbangan ekonomis

      Traffic (lalu lintas)

      Tingkat persaingan

      Keamanan dan akses parker

  1. Lokasi Perusahaan

Ada dua hal yang berhubungan dengan penentuan lokasi perusahaan. Pertama, lokasi lokasi perkantoran yang disebut dengan tempat kedudukan . Kedua, lokasi perusahaan yang disebut dengan kediaman.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menentukan tempat usaha kedudukan dan tempat kediaman, antara lain yaitu :

      Badan usaha yang memiliki beberapa perusahaan harus memilih tempat yang berlainan untuk masing-masing perusahaan tersebut.

      Pemilihan tempat kediaman perusahaan seringkali tergantung pada rentabilitas yang diharapkan .

  1. Lokasi pabrik

Hal-hal yang mempengaruhi penentuan lokasi pabrik, antara lain :

      Kedekatan Dengan Sumber Bahan Produksi

      Kedekatan Dengan Konsumen

      Ketersediaan atau Kemudahan Untuk Mendapatkan Tenaga Kerja

      Kemudahan Fasilitas Pengangkutan Dan Transportasi

      Sikap Masyarakat Sekitar Serta Peraturan Pemerintah

1.4.   PENGADAAN FASILITAS DAN BAHAN BAKU PRODUKSI

  1. Pengadaan Fasilitas

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan fasilitas adalah :

         Perencanaan pekerjaan harus dilakukan dengan matang agar tidak ada mesin yang tidak terpakai sehingga peralatan serta mesin-mesin dapat digunakan dengan efektif dan efisien.

         Pemeliharaan dan servis rutin peralatan, agar peralatan bisa digunakan secara maksimal tanpa kendala kerusakan yang akan menghambat produksi.

         Jaminan keamanan dan keselamatan kerja. Kesehatan, kebersihan dan penerangan di tempat kerja

         Apabila dalam membuat produk membutuhkan lebih banyak dari satu mesin, perlu ada pembagian porsi pekerjaan yang tepat agar tidak ada mesin yang tidak terpakai atau pekerja yang tidak lancar.

         Pembagian ruang dan penetapan mesin (layout) dalam ruang usaha yang tepat sesuai urutan kerja untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan usaha

  1. Penentuan Mesin Dan Peralatan

Penentuan mesin dan peralatan berkaitan dengan penentuan jenis teknologi, penentuan mesin produk relatif mudah, namun tetap harus dilakukan dengan teliti. Dalam menentukan mesin dan peralatan, selain mempertimbangkan faktor teknologi juga mempertimbangkan faktor nonteknologi, antara lain :

         Tenaga ahli yang akan menggunakan mesin dan peralatan tesebut

         Fasilitas pemeliharaan dan perbaikan mesin serta peralatan dilokasi usaha.

         Infrastruktur seperti sarana dan fasilitas pengangkutan untuk membawa mesin sampai ke lokasi usaha.

Ada pula yang membuat daftar tentang mesin dan peralatan apa saja yang dibutuhkan dalam kegiatan usaha. Mesin dan peralatan dikelompokan sebagai berikut :

         Peralatan angkutan

         Peralatan elektronik

         Peralatan mekanik

         Mesin pabrik

         Peralatan lain

  1. Penentuan Gedung Dan Bangunan Lain

Biaya yang diperlukan untuk membangun gedung dan bangunan lain dikelompokan menjadi tiga kelompok biaya yaitu :

         Biaya pembangunan gedung

         Biaya pembangunan jalan

          Biaya pengurusan tanah.

  1. Pengadaan Bahan Baku Produksi

Apabila bahan baku produksi harus diimpor dari luar negeri anda perlu mengetahui berbagai faktor yang dapat mendukung kelancaran pelaksanaan impor, antara lain :

  1. Perkembangan harga produk tersebut, total harga pembeliannya sampai dengan dilokasi perusahaan, apakah produk tersebut bebas dari pajak impor
  2. Bahan baku tersebut dapat di impor dari Negara mana dan bagaimana hubungan dagang kita dengan Negara tersebut .

1.5.   PEREKRUTAN DAN PENETAPAN SDM (SUMBER DAYA MANUSIA)

Karyawan merupakan faktor yang sangat penting bagi wirausaha untuk mencapai tujuan usahanya, dengan demikian, seorang wirausaha harus dapat memilih dan menentukan jumlah karyawan yang diperlukan untuk suatu kegitan usaha,. Karyawan yang mempunyai motivasi kerja, keterampilan kerja, loyalitas, tanggung jawab yang tinggi, serta menangani bidang kerja yang tepat (the right man on the right place).

Hal-hal yang berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia,antara lain:

  1. Proses manajemen sumber daya manusia yang terdiri dari perencanaan sumber daya manusia.
  2. Tata usaha atau administrasi kepegawaian ( surat-menyurat dan berkas yang berhubungan dengan karyawan.
  3. Kompensasi dan kesejahteraan karyawan meliputi penghitungan besar upah atau gaji
  4. Jaminan perlindungan terhadap kecelakaan kerja dan pengawasan keselamatan kerja .

Perencanaan Sumber Daya Manusia

Analisis jabatan diperlukan untuk membuat deskripsi pekerjaan (job description) dan spesifikasi pekerjaan (job specification). Untuk membuat analisis jabatan diperlukan data-data antara lain :

  1. Nama pekerjaan
  2. Kegiatan yang harus dikerjakan pada suatu jabatan
  3. Peralatan atau mesin yang akan digunakan
  4. Bahan yang digunakan
  5. Wewenang dan tanggung jawab karyawan
  6. Pendidikan dan pelatihan
  7. Kondisi pekerjaan
  8. Risiko atau bahaya

Dalam menentukan kualifikasi karyawan ada hal-hal yang perlu diperhatikan, antara lain :

  1. Pendidikan
  2. Pengalaman kerja
  3. Keahlian fisik dan komunikasi
  4. Tanggung jawab
  5. Karakter tenaga kerja
  6. Usia
  7. Jenis kelamin
  8. Keadaan fisik
  9. Temperamen
  10. Bakat

Perekrutan atau Rekrutmen

Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat karyawan , buruh, manajer, atau tenaga kerja baru, untuk memperoleh tenaga kerja yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan organisasi , perusahaan dapat melakukan perekrutan secara internal dan eksternal.

Seleksi

Sosialisasi Dan Orientasi

Pelatihan ( Training ) Dan Pengembangan

Penilaian Prestasi Kerja

Promosi, Rotasi, Demosi, Dan Phk

1.6.   PERSIAPAN ADMINISTRASI USAHA

Kegagalan sebuah usaha dapat diawali dari tidak adanya sistem administasi yang teratur, akurat, detail, dan rapi untuk dijadikan sebuah alat dalam melakukan analisa kinerja perusahaan dan bagian-bagiannya (departemen, fungsional, dan divisional)

  1. Administrasi

Kata administrasi berasal dari kata bahasa latin, yaitu ad yang artinya intensif, dan ministare yang artinya adalah melayani, membatu, melengkapi, dan memenuhi. Kata administrasi yang sering digunakan dalam bahasa indonesia berasal dari bahasa belanda yaitu “ administratie” yang dalam bahasa inggris adalah “administration”. Menurut pendapat jhon M. P. Fiffer, administrasi adalah digunakan untuk sistem pencatatan, pengorganisasian , pengelompokan, dan penataan data dari sumber-sumber manusia untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

  1. Maksud Dan Tujuan Administrasi

Maksud dan tujuan dari diterapakan administrasi yang baik dan rapi adalah membantu kelancaran usaha dan pengelolaan perusahaan, khususnya dalam pencatatan dan pelaporan hasil usaha. Tujuan penting diterapkan administrsi yang baik adalah sebagai berikut :

  1. Mendapatkan informasi atas kegiatan usaha yang telah dilakukan oleh perusahaan.
  2. Mendapatkan data yang akurat dalam tujuan mengambil keputusan strategis (strategic decision making process) seperti keputusan pemodalan, keputusan investasi, keputusan efisien, dan keputasan penetapan harga .
  3. Penyusun program dalam rencana pengembangan usaha seperti waralaba (franchise) atau lisensi
  4. Mengetahui kinerja perusahaan dulu dan sekarang.
  5. Memperlancar proses-proses antar bagi dalam menjalakan pekerjaannya.

Adapun kegunaan utama dari catatan administrasi perusahaan adalah sebagai berikut :

  1. Administrasi digunakan sebagai alat bukti (catatanya)
  2. Administrasi digunakan sebagai alat manajemen (laporanya)
  3. Administrasi dibutuhkan sebagai penilian ( catatan dan laporannya)
  4. kegiatan administrasi

Kegiatan administrasi atau tata usaha meliputi seluruh pekerjaan pencatatan yang perlu dilakukan dalam perusahaan, antara lain :

  1. Menyelenggarakan pembukuan
  2. Membuat daftar gaji karyawan
  3. Mencatat penyenggaraan produksi
  4. Melakukan surat-menyurat kedalam dan keluar perusahaan
  5. Mencatatan pesanan-pesanan
  6. Melakukan pengarsipan dokumen
  7. Menyusun rencana anggaran perusahaan
  8. Jenis Pencatatan Dalam Administrasi

Sistem pencatatan administrasi harus disesuaikan dengan jenis usahanya, administrasi untuk berskala produksi dimulai proses permintaan dan penawaran bahan baku bunga proses pendistribusian, sedangkan untuk usaha yang tidak berskala produksi seperti usaha jasa, perdagangan dan kolsutan tidak ada pencatatan proses produksi. Sistem pencatatan dan administrasi untuk usaha yang berbasis produksi dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. Pada Bagian Pembelian

Sistem administrasi dan pencatan yang harus diperhatikan pada bagian pembelian antara lain:

  Surat-menyurat (komersial)

  Letter of credit (latauc)

  Buku pembelian dan laporan pembelian

  Buku pengiriman barang dari pemasok (delivery order) dan tanda terima barang.

  Order pembelian (purchasenorder)

  Catatan transaksi pembelian

  1. Pada Bagian Proses Produksi

Sistem administrasi yang harus diperhatikan oleh bagian produksi antara lain :

  Semua kegiatan selama proses produksi

  Pencatatan mutu hasil produksi

  Pembuatan surat jalan

  Pencatatan biaya-biaya selama produksi berlangsung.

  1. Pada Bagian Pemasaran Dan Penjualan

Sistem administrasi dan pencatatan yang dilakukan bagian pemasaran dan penjualan, antara lain :

  Hasil dari kegiatan pemasaran dan penjualan

  Data penjualan dicatat dalam buku piutang

  Catatan dari seluruh proses pemasaran dan penjualan yang nantinya di catat kembali oleh akutansi untuk dihitung pendapatan

  1. Pada Bagian Keuangan

sistem pencatatan yang sering digunakan dalam manajemen keuangan biasanya terdiri dari dua jenis, antara lain :

  Sistem pencatatan secara continue ( terus-menerus)

  Sistem pencatatan secara periodic.

  1. Persiapan Surat-Menyurat

Sebagai media komunikasi dan informasi, surat memiliki beberapa fungsi, antara lain :

  Sebagai alat pengingat

  Sebagai pedoman

  Sebagi duta organisasi

  Sebagai alat bukti tertulis

  Sebagai sarana promosi

  Pengarsipan Dokumen

Kegiatan kearsipan merupakan salah satu kegiatan administrasi kantor yang sangat penting untuk dilakukan dalam sebuah usaha. Menurut George R. Terry, Ph.D dalam buku office managemenent and control, kearsipan adalah penetapan kertas-kertas dalam tempat-tempat penyimpanan yang baik, sesuai dengan aturan yang telah ditentukan terlebih dahulu . dengan demikian, semua dokumen perusahaan perlu disortir, dicatat, dan disimpan.

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pengarsipan dokumen, yaitu:

  1. Pemeriksaan atau penyortiran dokumen
  2. Pengkodean dokumen
  3. Penyimpan dokumen
  4. Pencarian dokumen
  5. Penemuan kembali dokumen.
  6. Menginventariskan Kekayan Perusahaan

Menginventariskan kekayaan perusahaan adalah mencatat apa saja harta yang dimilki perusahaan, baik yang berwujud maupun tidak berwujud. Kekayaan perlu dijaga dengan sebaik-baiknya.

Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam memelihara investaris, antara lain :

         Menyediakan ruang penyimpan khusus

         Menyiapkan peralatan sesuai dengan tempatnya

         Membuat kartu untuk perawatan

         Menepatkan tenaga terampil dalam penanganan dan pemeliharaan, serta perawatan peralatan

         Mengadakan pemeriksaan secara teratur

         Menjaga kebersihan dan keamanan

         Mengatur penerangan dan suhu ruangan

         Membuat gudang yang baik untuk  menyimpan barang

         Membuat pembukuan keuangan.

———————————————————————————————————–

PROSEDUR PENGURUSAN

SURAT IZIN

Merencanakan jenis usaha adalah merencanakan kegiatan yang dijalankan oleh setiap perusahaan, baik besar maupun kecil untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Kegagalan merencanakan jenis usaha bisa disebabkan :

Kurangnya pengalaman di dalam bidang usaha

Tidak ada perencanaan yang tepat

Kurangnya dana untuk modal kerja usaha

Tidak cocoknya minat atau interes terhadap bidang usaha

Seorang pengelola usaha baru dalam merencanakan usaha harus mencakup :

Penelitian di dalam menetapkan jenis usaha

Pencarian informasi tentang jenis usaha yang cocok

Pembuatan pedoman tentang pelaksanaan kegiatan usaha

Pembuatan program kegiatan usaha

Pembuatan anggaran untuk melaksanakan kegiatan jenis usaha yang diinginkan.

  1.  Mengurus Izin Usaha

Izin usaha adalah alat untuk membina, mengarahkan, mengawasi dan melindungi pengelolaan usaha.

Surat Izin Usaha, antara lain :

Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Izin HO (Lingkungan)

SITU/HO umumnya dikeluarkan oleh Pemda Tk 1 dan T 2 sepanjang ketentuan-ketentuan undang-undang gangguan (HO) mewajibkannya.

Prosedur pengurusan surat izin tempat usaha atau izin HO, antara lain :

Meminta izin tertulis dari tetangga

Setelah diketahu RT dibawa ke Kelurahan dan Kecamatan

Selanjutnya dibawa ke kota/kabupaten untuk memperoleh SITU/HO

Membayar biaya izin dan heregistrasi.

Kelengkapan persyaratan SITU

Permohonan yang telah disediakan

Foto copy KTP

Foto copy akta tanah

Foto copy pembayaran PBB

Surat persetujuan dari masyarakat diketahu Kades dan Camat

Rekomedasi dari Camat

Foto copy IPPL dari Dinas Tata Ruang

Izin lokasi dari BPN

Foto copy IMB

Surat dari BKPM/BKPMD

SITU/IUUG

Foto copy NPWP

Foto copy retribusi

Foto copy akta pendirian perusahaan yang berbadan hokum

Surat pelimpahan penggunaan tanah

  1. Penetapan Besarnya Retribusi
  2. Ketentuan tata cara perhitungan retribusi SITU, adalah

Luas ruang usaha x angka indeks lokasi x angka indeks gangguan x tarif

Tarif luas ruang usaha

Indeks lokasi

Klasifikasi indek gangguan

Ketentuan tata cara perhitungan retribusi heregistrasi.

  1.   Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

SIUP adalah surat izin yang diberikan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk mkepada pengusaha untuk melaksanakan usaha dibidang perdagangan dan jasa.

Beberapa keuntungan dengan memiliki SIUP adalah

Mendapat jaminan perlindungan hokum untuk kelangsungan dan kepastian usaha

Mempermudah dalam proses pengajuan kredit kepada perbankan/lembaga keuangan

Bukti memiliki dan menjalankan usaha bila akan melakukan kerjasama dengan pihak ketiga

Mendapat prioritas pembinaan dari instansi pemerintah yang menangani pembinaan usaha kecil.

Tata cara memperoleh SIUP adalah :

Datang ke Bag. Urusan Perizinan, Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah TK 1 atau TK 2

Mengisi dan mengajukan Surat Pengajuan Izin (SPI) dengan melampirkan syarat :

Foto copy akta notaries tentang pendirian usaha

Foto copy dari pemilik perusahaan

Pas poto dari pemilik perusahaan 4 lembar, ukuran 3 x 4 cm

Menyerakan kembali formulir danpersyaratan lainnya kepada petugas bagian perizinan.

Jika permohonan memenuhi syarat, maka pemohon akan menerima Surat Perintah Membayar (SPM) untuk membayar uang jaminan dan Biaya Administrasi Perusahaan (BAP) pada bank yang ditunjuk.

Jika permohonan diterima, pemohon mendapat SPM untuk :

Membayar uang jaminan sebesar Rp 5.000,- dan BAP sebesar Rp 10.000,-

Menyerahkan bukti pembayaran uang jaminan danBAP ke bagian urusan perizinan kantor  Deparindag.

Beberapa hal yang harus dilakukan bila seorang pengusaha menerima SIUP

SIUP asli atau foto copy dipajang ditempat usaha

Cantumkan nomor SIUP pada kop surat, faktur, papan nama perusahaan, dll.

Laporkan perkembangan usaha secara tertulis dan berkala pada pejabat terkait

Berikan informasi atau data kepada pejabat terkait yang membutuhkan.

Segera melapor pada kantor Deparindag, apabila :

SIUP hilang, dengan dilampiri Surat Keterangan Kehilangan

SIUP rusak

Ada gangguan pemilik atau penanggung jawab perusahaan

Pindah alamat usaha

Pergantian golongan usaha, dari perusahaan kecil menjadi menengah atau besar

Menghentikan kegiatan usaha atau tutup.

Dalam menjalankan perusahaan, pemilik wajib mentaati syarat sebagai berikut :

Keamanan

Kesehatan

Ketertiban

Syarat-syarat lain

  1. Pengurusan Pajak
  2. Pengajuan NPWP

Pada umunnya yang diwajibkan di daftar dan mendapatkan NPWP adalah :

Badan yang memiliki subyek pajak penghasilan yaitu PT, CV, Firma, BUMN/BUMD

Orang perorangan/pribadi wajib pajak yang mempunyai penghasilan netto di atas penghasilan tidak kena pajak (PTKP)

  1. Fungsi Pajak
  2. Untuk mengetahui identitas wajib pajak
  3. Untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak
  4. Sebagai sarana pengawasan administrasi perpajakan.
  5. Pencantuman NPWP
  6. Formulir pajak yang digunakan wajib pajak
  7. Surat menyurat dalam hubungan perpajakan
  8. Dalam hubungan dengan instansi tertentu yang mewajibkan mengisi NPWP.
  9. Pendaftaran NPWP

Dokumen-dokumen yang harus disiapkan adalah  :

Foto copy akta pendirian atau akta perubahan yang terakhir

Foto copy SITU atau surat keterangan dari instansi yang berwenang

Foto copy KTP/Kartu Keluarga/Paspor pengurus

Foto copy kartu NPWP Kantor Pusat/Cabang

Surat Kuasa bagi yang mewakilinya.

Penghapusan NPWP

Wajib pajak meninggal untuk perseorangan, bubar untuk badan usaha

Wajib pajak wanita kawin dan tidak pisah harta

Warisan telah selesai dibagi

  1. Membuka Rekening Bank

Prosedur untuk membuka rekening bank adalah dengan  mendaftarkan diri di bank dan mengisi formulir pendaftaran yang berisi :

Pemilik kegiatan usaha

Alamat

Nama pengurus

Alamat dan pengenal pengurus

Tanggal mulainya usaha

Nama referensi

  1. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Tanda Daftar Perusahaan (TDP)/Nomor Registrasi Perusahaan (NRP). Setelah memiliki SIUP dan NPWP, wirausaha bisa mendaftarkan perusahaannya ke Deparindag setempat dengan prosedur sebagai berikut :

Mengisi formulir pendaftaran

Melampirkan  foto copy KTP, NPWP, SIUP dan Akta Pendirian

Membayar biaya administrasi ke Bank BNI 1946 setempat

Dengan menunjukkan bukti pembayaran, wirausaha dapat mengambil tanda daftar perusahaannya.

  1. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

AMDAL adalah studi mengenai akibat pada lingkungan sebagai akibat aktivitas kegiatan usaha.

Jenis usaha yang diperkirakan mempunyai pengaruh besar terhadap keseimbangan ekosistem diantaranya

Jenis usaha pengolahan lahan dan bentang alam

Jenis usaha eksploitasi daya alam baik yang terbaru maupun yang tidak

Jenis usaha yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan social dan budaya

Jenis usaha yang hasilnya dapat mempengaruhi pelestarian kawasan konservasi sumber daya alam dan atau lingkungan cagar budaya

Jenis usaha proses dan kegiatan yang pemanfaatanya secara potensial dapat menimbulkan pemborosan, kerusakan dan kemerosotan sumber daya alam

Jenis usaha introduksi jenis tumbuh-tumbuhan, jenis hewa dan jasa renik

Jenis usaha pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non hayati

Jenis usaha penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk memengaruhi lingkungan

Jenis usaha yang mempunyai resiko tinggi, dan mempengaruhi pertahanan Negara.

Dokumen yang perlu dipersiapkan dalam mengurus AMDAL adalah :

Foto copy KTP/SIM dari penanggung jawab/pemilik

Foto copy akta pendirian perusahaan

Foto copy SITU

Foto copy NPWP

Foto copy NRP

Foto copy denah, gambar, lokasi perusahaan yang menimbulkan dampat terhadap lingkungan

PERSIAPAN MENDIRIKAN USAHA

  1. PERMODALAN

Kebutuhan modal usaha yang perlu dikaji adalah kebutuhan modal awal agar kegiatan usaha tersebut dapat berjalan.

  1. Jenis-jenis modal usaha

Modal awal diperlukan untuk membayar berbagai pembiayaan, misalnya pembelian tanah dan gedung, perabot dan peralatan, iklan dan promosi sebelum memulai usaha, pembelian mesin, penyediaan barang dan inventaris, biaya mengurus sertifikat dan izin usaha, honorarium tenaga professional serta listrik dan telepon, pengeluaran-pengeluaran investasi dan modal kerja.

Modal investasi adalah biaya untuk pembelian barang yang bersifat investasi.

Macam-macam Investasi

Investasi Baru, artinya pembelian berbagai barang modal untuk jangka waktu tertentu sebagai tambahan persediaan barang-barang modal yang telah ada

Investasi Ulang, artinya nilai dari barang-barang modal yang dipergunakan untuk mengganti barang modal yang telah tua.

Investasi tidak langsung adalah investasi yang terjadi secara tidak langsung sebagai akibat tambahan permintaan yang mula-mula ditujukan pada barang konsumsi.

Investasi bebas, artinya investasi yang tidak tergantung pada besarnya pendapatan.

Modal kerja adalah sejumlah dana yang tertanam aktiva lancer, aktiva lancar adalah harta kegiatan usaha yang dapat dijadikan uang tunai dalam kurun waktu satu tahun atau kurang.

Wirausahawan akan memerlukan modal kerja untuk membiayai  pengeluaran-pengeluaran  sebagai berikut :

Membeli persediaan bahan baku dan barang jadi

Promosi

Gaji karyawan

Sewa

Asuransi dan biaya-biaya lain.

Dalam hal menggunakan modal untuk belanja perusahaan dibedakan menjadi 2 (dua)  macam, yaitu  :

  1. Pembelanjaan Parsial

Adalah perusahaan melihat masing-masing aktiva secara individu, artinya untuk masing-masing aktiva diperlukan dana tersendiri sesuai dengan cara dan lamanya dana berputar.

  1. Pembelanjaan Total

Adalah perusahaan melihat dana yang ditanamkan secara menyeluruh. Untuk modal permanent memakai modal kontan yang diambil dari modal sendiri atau jangka panjang, sedangkan untuk modal yang berubah-ubah diambil dari kredit jangka pendek.

Aliran Dana Dalam Perusahaan

  1. Dana Kas Masuk (Cash in flow)

Adalah dana yang bersifat terus menerus, yang berupa hasil penjualan dan penerimaan dari piutang.

  1. Dana Kas Keluar (Cash out flow)

Adalah dana yang bersifat terus menerus, misalnya pajak, gaji, membeli bahan baku.

Perhitungan Modal Kerja

Modal kerja terdiri atas komponen-komponen sebagai berikut :

  1.  Persediaan bahan baku dan barang-barang jadi

Perusahaan manufaktur memerlukan bahan baku untuk memproduksi barang, perusahaan jasa memerlukan bahan dan pedagang eceran serta grosir memerlukan persediaan barang jadi untuk dijual.

  1.  Promosi, gaji, sewa tempat

Masalah promosi harus diperhatikan dan kebutuhan modal promosi harus dianggarkan,

juga dengan gaji para karyawan, biaya operasional serta untuk sewa gedung.

  1. Asuransi

Polis asuransi harus dibayar ketika usaha dimulai, karena itu perlu modal awal untuk membayar semua asuransi tersebut, yang tidak kalah penting listrik, telepon,alat tulis kantor, transportasi dan perizinan, dsb.

Cara Perhitungan Modal Kerja

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perhitungan modal kerja, yaitu :

  1. Kebutuhan uang tunai satu hari, dan
  2. Jangka waktu keterikatan modal

Contoh :

Bapak Darmawan membuka koperasi yang menjual kebutuhan pokok/toserba disebuah kantor, dimana pekerjanya menerima gaji per minggu. Setiap hari ia belanja untuk keperluan uasaha sebesar Rp 5.000.000,-. Berapa modal kerja yang dibutuhkan dan berapa jangka waktu keterikatan dana ?

Jawab :

  1. Modal kerja yang diperlukan Rp 5.000.000,-
  2. Jangka waktu keterikatan dana selama 7 hari

Sumber Dana

Beberapa sumber dana untuk  mendapat dana, yaitu :

  1. Meminjam uang dari teman atau saudara
  2. Kredit dari supplier
  3. Meminjam uang dari bank atau lembaga keuangan

Pada dasarnya sumber dana untuk kegiatan usaha berasal dari dua sumber, yaitu :

  1.  Sumber dana dari kegiatan itu sendiri (intern)

adalah sumber dana untuk kegiatan usaha yang berasal dari aktivitas kegiatan usaha itu sendiri.

Sumber dana intern berasal dari dua sumber, yaitu :

Laba yang ditahan (returned earning), adalah hasil usaha pada perhitungan rugi/laba  tahun yang sudah berlalu yang tidak diambil atau tidak dibagikan.

Akumulasi penyusutan, yaitu kumpulan dari biaya penyusutan untuk aktiva tetap, misalnya mobil, mesin, peralatan, dsb.

  1. Sumber dana dari luar kegiatan usaha (ekstern)

adalah sumber dana yang berasal dari luar kegiatan usaha atau tidak berasal dari aktivitas usaha sebelumnya.

Sumber dana ekstern dapat berasal dari :

Pemilik

Penjualan saham baru

Pinjaman :

Pinjaman dari investor, dapat berupa penerbitan obligasi

Pinjaman dari bank, dengan mengajukan permohonan kredit ke bank.

Untuk menanamkan kepercayaan, baik pada investor maupun bank untuk memberikan kredit ada 5 (lima) masalah pokok yang harus dijaga, yaitu :

Character (watak), yaitu menyangkut watak atau tabiat pemilik atau pengelola usaha

Capacity (kemampuan), yaitu menyangkut kemampuan pemilik atau pengelola usaha, baik  dalam bidang manajemen maupun keuangan

Capital (modal), yaitu keseluruhan kekayaan yang dimiliki kegiatan usaha

Colleteral (jaminan), yaitu asset yang dapat dijual oleh pemberi kredit, bila saat pengembalian yang dijanjikan tidak memenuhi kewajiban.

Condition (keadaa), yaitu situasi ekonomi dan politik pada waktu pemberian kredit.

Secara skematis sumber-sumber dana kegiatan usaha adalah :

Pinjaman

Kredit dan Cara Perolehannya

Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara pihak bank dengan  pihak lain/peminjam, yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi kewajibannya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan atau pembagian keuntungan.

Kredit akan terjadi bila memenuhi syarat berikut ini :

Adanya peminjam dan pemberi pinjaman

Adanya uang atau produk yang dapat dinyatakan dalam bentuk uang

Adanya kesepakatan diantara keduanyam, mengenai :

Nilai uang/produk

Bunga atau imbalan

Jangka waktu pengembalian

Sanksi terhadap pelanggaran perjanjian pinjaman

Macam-macam Jenis Kredit

Dilihat dari jangka waktu pengembalian kredit dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu :

Kredit  jangka pendek, adalah kredit dengan jangka waktu pengembalian selama-lamanya satu tahun, contoh : tanaman musiman

Kredit jangka menengah, adalah kredit dengan jangka waktu pengembalian antara satu sampai tiga tahun

Kredit jangka panjang, adalah kredit dengan jangka waktu pengembalian lebih dari tiga tahun, contoh : kredit untuk modal kerja

Dilihat dari penggunaan dana pinjaman kredit dapat dibagi menjadi 5 (lima), yaitu :

Kredit investasi, yaitu kredit yang digunakan untuk membiayai barang modal, contoh tanah, mesin, bangunan, dll.

Kredit modal kerja, yaitu kredit yang digunaan untuk membiayai modal kerja, contoh : pembelian bahan baku, persediaan barang, piutang dagang, dll.

Kredit off share, adalah kredit yang diberikan kepada nasabah dalam negeri dalam bentuk valuta asing

Kredit on share, adalah yang diberikan kepada nasabah dalam negeri dalam bentuk valuta asing, contoh kredit investasi dalam bentuk dollar Amerika.

Kredit konsumsi, adalah kredit yang diberikan untuk konsumsi peminjam, contoh membeli kendaraan, pembelian rumah, peralatan elektronika

Dilihat dari penerima kredit dibagi menjadi 2 (dua), yaitu :

Manusia pribadi, adalah penerima kredit perorangan atau pribadi

Badan Hukum, adalah penerima kredit berbentuk badan hokum

Dilihat dari perhitungan pendapatan bunga, kredit dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu :

Sinding rate (bunga berbunga), adalah perhitungan beban bunga yang semakin lama semakin menurun dari periode  ke periode.

Flate rata (bunga tetap), adalah perhitungan bunga tetap meskipun nilai pokok pinjaman menurun sebagai akibat pembayaran pokok pinjaman

Floating rate (berdasarkan bunga di pasar uang), adalah perhitungan bunga yang didasarkan perhitungan bunga di pasar uang dalam negeri maupun pasar uang internasional.

Penentuan dan Mengurus Tempat Usaha

Alasan pemilihan lokasi kegiatan usaha, yaitu :

Lokasi kegiatan usaha karena terkait dengan alam

Contoh : Usaha pertambangan

Lokasi kegiatan usaha berdasarkan sejarah

Contoh : Usaha batik pekalongan, usaha ukiran dari Jepara

Lokasi kegiatan usaha berdasarkan ketentuan pemerintah

Contoh : Kawasan industri di Cilegon. Kawasan industry di Pulo Gadung

Lokasi kegiatan usaha karena factor-faktor ekonomi

Dekat dengan bahan baku

Contoh : Pabrik baja Krakatau Stell

Dekat dengan konsumen

Contoh : Rumah Makan Padang di pusat Keramaian

Dekat dengan tenaga kerja

Contoh : Pabrik Rokok di Kudus

Dekat dengan sumber energy

Contoh : PLTA di dekat air terjun

Mendapatkan kebijakan dari pemerintah

Contoh : Kebijakan mobil nasional

Lokasi Usaha yang ideal adalah :

Letaknya yang strategis

Dekat dengan bahan-bahan dasar

Dekat dengan pasar

Tenaga kerja mudah di dapat

Biaya transportasi yang murah

Dekat dengan para konsumen

Sarana angkutan mudah dan banyak

Fasilitas pemerintah sangat menunjang

Fasilitas tenaga penggerak/energy mudah di dapat

Sosial ekonomi konsumen sangat baik

Fasilitas dan Bahan Baku

Bahan baku, sesuatu yang sangat penting. Kegiatan proses produksi tidak mungkin dapat dilaksanakan manakala bahan yang akan diproses belum/tidak tersedia/ Mengadakan bahan baku hendaknya dipersilahkan dengan sebaik-baiknya agar dalam proses produksi tidak mengalami gangguan dan hambatan.

Untuk masalah tersebut dapat dikatakan persediaan barang (inventories) digunakan untuk barang-barang atau bahan-bahan sbb :

Barang dagangan yang disimpan untuk dijual kembali sesuai perputaran normal suatu usaha dagang

Bahan-bahan baku dan barang dalam proses produksi

Bahan atau barang yang disimpan untuk dipakai

SUMBER DAYA MANUSIA DAN

ADMIINISTRASI USAHA

Sumber Daya Manusia (SDM)

Sumber daya yang diperlukan untuk  menjalankan kegiatan usaha adalah sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya modal, sumber daya manajerial dan teknologi.

Sumber daya manusia, adalah tenaga kerja yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan usaha, terbagi menjadi :

Tenaga kerja terlatih, menempati posisi yang memerlukan keterampilan teknis

Contoh : mengebor, mengelas, dan memperbaiki instalasi listrik

Tenaga kerja terdidik, menempati posisi yang membutuhkan daya analisa dan pemikiran

Contoh : bagian keuangan, bagian TI (Teknologi Informasi), bagian olah data

Tenaga kerja tidak terlatih dan tidak terdidik, menempati posisi  yang tidak vital di perusahaan dan tidak memerlukan keterampilan dan keahlian tinggi

Contoh : cleaning service, penjaga ruangan

Sumber daya alam, adalah factor alam yang dibutuhkan untuk kepentingan produksi, terbagi menjadi :

Sumber daya alam yang dapat diperbaharui (Renewable)

Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (Non Renewable)

Sumber daya modal, adalah sumber daya keuangan, mencari sumber dana untuk modal usaha dan mengelola  asset financial merupakan faktor penting bagi kelancaran usaha.

Sumber daya manajerial, adalah bagian dari sumber daya manusia, yaitu tenaga kerja harus memiliki kemampuan mengelola dan mengorganisir seluruh sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan perusahaan.

Teknologi, adalah katalisator  bagi peningkatan efisiensi produksi.

Karyawan, sebagai sumber daya manusia yang dimiliki merupakan bagian terpenting bagi perusahaan, karena karyawan merupakan sumber daya aktif yang mengolah sumber daya lainnya.

Proses Pengadaan Karyawan

Tahap Perekrutan

Memasang iklan di media masa

Bekerja sama dengan lembaga pendidikan

Bekerja sama dengan bahan penyalur tenaga kerja

Menarik karyawan dari perusahaan lain

Departemen tenaga kerja

Tahap Seleksi

Ujian saringan, baik tertulis (psikotes, tes potensi akademik), maupun lisan (wawancara)

Pertanyaan2  yang diajukan adalah :

Pengalaman yang terdahulu

Kelebihan dan kekurangan yang dimiliki calon karyawan

Bukti keterampilan yang dimiliki

Referensi dari pihak ketiga

Tahap Penempatan Karyawan

“The right man in the right place”

Harus dihendari unsure subyektivitas dalam penempatan karyawan hanya karena atasan mereka tidak suka, karyawan yang memiliki kualitas ditempatkan pada posisi yang tidak seharusnya, sehingga menurunkan efisien karja karyawan tersebut.

Tahap Pembinaan Karyawan

Penempatan karyawan dapat dilakukan melalui pelatihan. Pelatihan dapat dilakukan secara internal (pihak perusahaan yang mengadakan) atau eksternal (pihak perusahaan bekerja sama dengan  lembaga lain).

Beberapa hal  yang harus diperhatikan dalam pelatihan, yaitu :

Sasaran pelatihan dan kebutuhan perusahaan

Latar belakang karyawan

Indikator keberhasilan setelah mengikuti pelatihan

Manfaat pelatihan bagi karyawan berkaitan dengan penempatan yang dilakukan.

Administasi Usaha

Administrasi, manajemen dan kepemimpinan adalah tiga serangkai yang tidak dapat dipisahkan, sebab satu sama dengan lainnya  mempunyai keterkaitan kegiatan usaha  dalam  rangka kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Administrasi dapat dikatakan sebagai kulit daripada manajemen, dan manajemen intisari daripada administrasi , sedangkan kepemimpinan intisari dari manajemen.

Fungsi-fungsi Administrasi

Mencatat alat-alat perlengkapan organisasi dan kegiatan-kegiatannya ke dalam buku administrasi

Memelihara buku-buku administrasi

Menyediakan, melengkapi dan mengelola buku-buku administrasi

Mengerjakan buku-buku administrasi sesuaim dengan ketentuan yang berlaku

Maksud dan Tujuan Administrasi

Pengelola usaha dapat memonitoring kegiatan administrasi perusahaannya

Pengelola usaha dapat mengevaluasi kegiatan pengorganisasian perusahaan.

Pengelola usaha dapat menyusun program pengembangan usaha dan kegiatan pengorganisasian

Pengelola usaha dapat mengamankan kegiatan usaha dan organisasi perusahaan.

Kegunaan Administrasi

Alat manajemen bagi seorang pengelola usaha

Alat penelitian bagi seorang pengelola usaha

Alat bukti tentang pertanggung jawaban seorang pengusaha usaha di dalam manajemen kegiatan usaha

Cara Mencatat Barang-barang milik perusahaan

Sistem pencatatan terus menerus, semua kekayaan milik perusahaan dicatat secara kontinu

Sistem pencatatan secara berkala, setiap ada transaksi penjualan hanya penerimaan uang atau piutanglah yang diadministrasikan

ANALISIS ASPEK KEUANGAN

Analisis aspek keuangan dapat dimulai dengan menghitung kebutuhan modal dan sumber pendanaannya.Kebutuhan modal usaha adalah kebutuhan modal awal agar kegiatan usaha dapat berjalan, dapat dibagi menjadi :

Kebutuhan modal untuk harta tetap atau barang investasi

Kebutuhan modal untuk membiayai kegiatan operasional

Kebutuhan modal kerja, yaitu modal yang harus selalu ada di perusahaan untuk menjaga agar kegiatan usaha dapat berjalan dengan lancar.

Dalam kegitan produksi, kebutuhan modal kerjadihitung dari komponen-komponen berikut ini :

Biaya untuk stock bahan baku

Biaya untuk produk jadi

Biaya untuk produk yang masih dalam proses

Biaya untuk produk jadi yang telah dikirim ke pembeli

Uang kas yang harus disediakan untuk gaji karyawa

Kebutuhan modal kerja dapat dihitung dengan cara :

Menentukan kebutuhan modal kerja tiap hari, contoh : Y Rupiah

Menghitung berapa hari modal keja tertanam pada barang, contoh : X hari

Perhitungan modal kerja usaha adalah : Y x X

ANALISIS ASPEK POTENSI PASAR

Analisis pasar diarahkan pada

Kondisi pemasaran

Perkembangan jumlah penawaran dan permintaan produk yang akan dihasilkan

Perkembangan harga produk selama ini

Siapa saja produsen utama produk tersebut

Jalur pemasaran produk tersebut

Mengestimasi pemasaran di masa yang akan datang

Proyeksi jumlah permintaan dan penawaran produk yang akan dihasilkan

Proyeksi jumlah produk yang akan dipasarkan

Kebijakan pemesanan produk yang akan dihasilkan

–       Tingkat berapa produk akan di jual

–       Mutu produk apa saja yang akan dijual

–       Kepada siapa produk akan dijual

–       Jalur pemasaran yang bagaimana yang digunakan

ANALISA ASPEK PRODUK

William J. Stanton, produk adalah seperangkat atribut baik berwujud maupun tidak berwujud termasuk di dalamnya masalah pembungkusan, warna, harga, nama baik perusahaan, nama baik pengecer serta pelayanan perusahaan dan pengecer yang diterima oleh  pembeli guna memuaskan keinginannya.

Drs, Basu Swastha, DH, MBA, produk adalah suatu sifat yang komplek baik dapat diraba atau tidak dapat dirabam termasuk bungkus, warna, harga prestise perusahaan dan pengecer, pelayan an perusahaan dan pengecer yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.

Atribut Produk

Merek dagang

Adalah sebuah nama, istilah, tanda, symbol atau desain atau kombinasi dari semuanya dimaksudkan untuk mengidentifikasikan produk atau jasa dari seseorang penjual atau kelompok penjual . Nama Merek : Sunsilk, Honda, Chevrolet

Tanda Merek      :  Singa untuk perusahaan Film, Kuda Laut untuk Pertamina, Gajah untuk sarung.

Merek Dagang  :  merek yang mendapat perlindungan hukum

Hak Cipta           :  hak sah untuk memproduksi, menerbitkan dan menjual bahan, bentuk tulisan, musik dan karya seni

Syarat-syarat Brand/Cap/Merek

Mudah diingat

Menimbulkan kesan positif

Tempat untuk promosi

Memilih ciri khas sendiri

Didaftarkan dan dilindungi hak paten

Kemasan         : seluruh kegiatan merancang dan memproduksi bungkus atau kemasan suatu produk.

Label               : suatu bagian dari sebuah produk yang membawa informasi verbal tentang produk atau tentang penjualannya.

Harga              : jumlah uang untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta

pelayanannya.

Tingkatan/siklus pelayanan adalah :

Atraksi, adalah segala pelayanan yang bertujuan menarik perhatian pembeli agar mau berbelanja di toko

Service, adalah pelayanan yang langsung dirasakan diterima oleh konsumen pada saat berkunjung ke took

Comfort, adalah pelayanan yang menanamkan rasa kenikmatan dan suasana santai bagi konsumen sehingga ia merasa betah selama berada dalam lingkungan took

Buying service, adalah pelayanan bertujuan memperlancar proses jual beli dengan cara mempermudah konsumen dalam memilih kebutuhannya.

Jaminan

Adakah salah satu unsur produk yang ditawarkan produsen untuk memberikan rasa aman kepada konsumen atas produk yang dibelinya.

Pelanggan

Harapan yang dibutuhkan pelanggan adalah :

Sikap bersahabat

Hormat dan ramah

Mengetahui informasi/masalah yang diinginkan pelanggan

Perhatian

Pelayanan yang cepat dan tepat

Rasa aman dan nyaman

Pesaing

Persaingan dapat dibedakan :

Persaingan murni

Yaitu persaingan  barang yang diperdagangkan homogeny

Persaingan tidak sempurna

Yaitu persaingan yang disebabkan harga lebih tinggi dari harga barang sejenis dengan merk lain

Persaingan monopolistik

Yaitu persaingan yang terdapat jumlah besar penjul benda khusus

Oligopoli

Yaitu persaingan yang memiliki beberapa penjual menguasai pasar.

PENGELOLAAN USAHA KECIL

Mengelola Fasilitas dan Bahan Baku

Fasilitas adalah semua kemudahan yang diperlukan  oleh perusahaan baik berupa barang-barang bergerak maupun barang-barang yang tidak bergerak yang digunakan untuk menunjang kegiatan operasional.

Ada dua macam barang bergerak, yaitu barang yang habis pakai dan barang yang tidak habis pakai. Barang habis pakai adalah barang-barang yang volumenya makin lama makin menyusut dan akhirnya habis karena digunakan untuk kegiatan operasional. Sedangkan barang yang tidak habis pakai adalah barang yang dapat dipakai secara terus menerus dan mengalami penyusunan volume yang dapat dipakai dalam jangka waktu panjang.

Untuk keperluan tersebut diperlukan hal-hal berikut :

Tempat Produksi/Lokasi

Merupakan faktor penting dalam kegiatan usaha, oleh karena itu perlu diperhatikan dimana lokasi kegiatan usaha akan dilaksanakan agar daya guna dan hasil guna dapat tercapai.

Sistem Produksi

Dalam menentukan kegiatan produksi, perlu diperhatikan mengenai system yang digunakan dalam system produksi, apakah prosesnya paralel berurutan atau hanya produksi hanya bagian tertentu dari barang

Sistem Distribusi

Kegiatan produksi dan hasilnya harus ditunjang oleh system distribusi yang tepat, biaya murah, keamanan terjamin dan tepat sasaran.

Tata Ruang Kegiatan Usaha

Tata ruang kegiatan usaha adalah susunan peralatan, mesin-mesin, perabot, hiasan bahan baku dan bahan jadi secara teratur dan menarik hingga mendukung keberhasilan kegiatan usahanya.Tata ruang dibagi menjadi 4 (empat) bagian, yaitu :

Tata ruang berdasarkan proses/lay out fungsional

Tata ruang berdasarkan produk/lay out garis

Tata ruang kelompok/lay out group

Tata ruang posisi tetap

Pengelolaan Persediaan Bahan Baku

Persediaan adalah cadang bahan baku yang belum digunakan.

Antara lain :

Bahan mentah

Komponen rakitan

Bahan pembantu/penolong

Barang dalam proses

Barang jadi

Fungsi Persediaan

Decoupting, yaitu memungkinkan memberikan kebebasan terhadap berbagai operasi perusahaan internal maupun eksternal

Economic lot size, yaitu untuk penghematan dengan mengurangi biaya-biaya per unit .

Antisipasi, yaitu fluktuasi permintaan diperkirakan keadaan atas pengalaman masa lalu

Biaya Persediaan

Biaya penyimpanan  (holding cost), yaitu biaya-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan, misalnya : biaya asuransi, biaya pajak, biaya pemeliharaan, dll

Biaya pemesanan/pembelian (order cost), yaitu biaya-biaya yang timbul dari kegiatan proses pembelian, misalnya : biaya pengepakan, biaya pemeriksaan, biaya pengiriman, dll.

Biaya penyiapan (set up cost), yaitu biaya yang tidak dibeli tapi diproduksi sendiri, misalnya biaya mesin, biaya penjadwalan, biaya ekspedisi, dll

Biaya kehabisan/kekurangan bahan (hortage cost), yaitu biaya yang muncul akibat persediaan tidak mencukupi jumlah permintaan, misalnya : biaya ekspedisi, biaya selisih harga, biaya pemesanan khusus, dll.

Proses pengelolaan bahan baku terdiri dari dua proses, yaitu :

Proses pemesanan

Proses penyimpanan

Pengoperasian Peralatan

Pengeoperasian pesawat telepon

Mengoperasikan alat catat dan alat hitung

Mengelola Sumber Daya Manusia

Peran personal dalam pengelolaan usaha

Langkah-langkah atau kegiatan-kegiatan sumber daya manusia, yaitu :

Perencanaan (organisasi, tenaga kerja, informasi pegawai, analisa pekerja)

Penilaian prestasi (pelaksanaan pekerja, penilaian manajemen, penilaian kecakapan)

Seleksi (penerimaan, penarikan, wawancara, tes, pengawasan, penempatan)

Pengembangan dan latihan (upah, latihan, lat pengawas, pengembangan manajemen, program pendidikan dan beasiswa)

Administrasi gaji dan upah (penilaian pekerjaan, system pembayaran, hadiah dan perangsang, imbalan jasa)

Lingkungan kerja (program keamanan, pelayana medis, kondisi kerja, keamanan pabrik)

Pengawasan pelaksananaan  pekerja (proses disiplin pegawai, penyuluhan pegawai, kenaikan pangkat pegawai, pemindahan pegawai, memberhentikan pegawai)

Hubungan perburuhan (kegiatan organisasi perusahaan, perjanjian kerja, keluhan, usaha perantara)

Kesejahteraan social (hari libur, hari raya, cuti, asuransi, rencana pension, rekreasi, kegiatan social, bantuan keuangan dan hokum, perumahan, pemindahan dan pengangkutan, fasilitas makanan)

Penilaian dan riset (laporan, dokumentasi dan inventarisasi, pengumpulan fakta)

Pengadaan Karyawan

Langkah-langkah pengadaan personal

Memasang iklan

Membuat daftar nama yang akan di wawancarai

Memeriksa persyaratan para pelamar

Mewawancarai pegawai yang sudah terdaftar

Menentukan tes/ujian

Memilih pelamar yang cocok

Poster surat edaran

Keluarga dan para tetangga

Sumber-sumber tenaga kerja

Teman pegawai perusahaan

Badan penempatan tenaga kerja

Lembaga pendidikan

Advertensi

Sumber lainnya

Mengelola Proses Produksi

Proses produksi adalah cara dan teknik bagaimana sesungguhny kegiatan yang didukung oleh tenaga kerja, mesin, bahan baku dan dana mempunyai tujuan.

Perencanaan proses produksi, seorang pengelola harus memperhatikan :

Manfaat produk bagi konsumen

Permintaan pasar terhadap produk

Potensi perusahaan untuk memperoleh keuntungan

Fasilitas untuk proses produksi

Kekuatan persaingan dari perusahaan lainnya

Kemampuan distribusi

Pengembangan produksi di masa yang akan datang

Tujuan dalam merencanakan proses produksi, yaitu :

Mengubah bahan baku menjadi bahan jadi atau baru

Mencapai tujuan keuntungan

Mengutamakan fasilitas produksi

Menguasai pasar tertentu

Melaksanakan kerja secara efektif dan efisien

Langkah-langkah perencanaan produksi

Produk apa yang akan diproses

Kapan kegiatan proses produksi akan dimulai

Berapa jumlah barang yang akan diproduksi

Berapa jumlah dana yang akan dibutuhkan

Berapa banyak tenaga kerja yang diperlukan

Peralatan apa yang diperlukan

Berapa tingkat persediaan bahan baku yang diperlukan

Syarat-syarat perencanaan dalam proses produksia

Rencana harus disesuaikan atas dasar tujuan usaha

Rencana harus sederhana dan mudah dilaksanakan

Rencana harus dapat memberikan analisis dan klasifikasi tentang kegiatan produksi

Beberapa jenis dan sifat produk yang perlu diperhatikan

Apakah barang yang akan diproduksi tahan lama atau tidak

Apakah mutu barang yang akan diproduksi bergantung pada biaya per unit

Apakah barang yang akan diproduksi mempunyai sifat permintaan musiman atau tidak

Apakah barang yang akan diproduksi adalah barang konsumsi atau barang produksi

Mengelola Keuangan

Administrasi keuangan perusahaan adalah salah satu fungsi dari organisasi perusahaan yang bertanggung jawab dalam proses dan operaso pekerjaan administrasi keuangan.

Administrasi keuangan dilakukan untuk :

Pencatatan dan penataan

–       Pembelian, penjualan dan pengarsipan faktur

–       Pencatatan pelaksanaan pembayaran produk

–       Pencatatan pengurusan dan pengaturan retur dan klaim

–       Pembuatan dan pencatatan nota atau faktur penjualan

Mengatur peralatan dan perlengkapan serta menyiapkan

–       Buku kas

–       Buku penjualan

–       Buku produksi

–       Buku piutang

–       Buku voucher

–       Buku persediaan barang

Seorang pengelola usaha mengadministrasikan keuangan perusahaan, yaitu :

Menerima. menyiapkan uang serta melaksanakan administrasikan

Menyiapkan bukti-bukti lengkap penerimaan dan pengeluaran keuangan sesuai dengan peraturan

Menyusun laporan saldo kas

Meneliti kelengkapan dan kebenaran bukti-bukti pembukuan keuangan

Menyimpan dan memelihara semua dokumen pembukuan secara teratur

Menata dan mengatur administrasi keuangan sesuai dengan prosedur yang berlaku

Menyiapkan dan menata data-data keuangan berupa neraca dan perhitungan rugi/lba lengkap dengan penjelasa dan lampirannya

Catatan yang berhubungan dengan administrasi keuangan perusahaan, yaitu :

Buku jurnal

Jurnal penjualan

Jurnal pembelian

Jurnal penerimaan kas

Jurnal pengeluaran kas

Jurnal umum

Buku besar

Buku piutang

Buku utang

Mengelola Administrasi Pembukuan

Penyelenggara pembukuan (manajemen pembukuan) yang baik, meliputi :

Jumlah laba yang diperoleh di dalam periode tertentu

Posisi harta, utang dan modal perusahaan setiap saat

Kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan, misalnya penjualan, pembelian, utang piutang dan persediaan

Informasi kepada pihak luar, misalnya pihak pemerintah, laporan untuk pajak, laporan penghasilan karyawan

Kegiatan-kegiatan Pembukuan

Sistem pembukuan yang layak

Klasifikasi rekening, misalnya neraca dan rugi/laba

Buku besar dan buku pembantu

Jurnal/buku harian

Dokumen-dokumen

Sistem penjualan dan penerimaan uang

Penjualan, pengiriman dan pembukuan faktur

Perincian penjualan

Piutang

Penerimaan kas, dan

Pengeluaran kas

Sistem pembelian dan pengeluaran uang

Pembelian dan laporan penerimaan

Pembelian dan ongkos-ongkos

Pembayaran per kas

Sistem pencatatan waktu dan penggajian

Penempatan pegawai

Pencatatan waktu

Penggajian ,dan

Perincian upah karyawan

Sistem produksi dan biaya

Order produksi

Pengawasan persediaan

Akuntansi biaya

Pemasaran Barang dan Jasa

Charles E. Philip Ph.D dan Delbert J. Duncan, Ph.D

Pemasaran adalah segala kegiatan untuk menyampaikan barang-barang ke tangan konsumen industri

Maynard dan Barkman

Pemasaran adalah segala usaha yang meliputi penyaluran barang dan jasa dari sektor produksi ke sektor konsumen

Paul D. Converse dan Fred M. Jones

Pemasaran adalah pekerjaan memindahkan barang-barang ke tangan konsumen.

William J. Shult

Pemasaran adalah usaha kegiatan menjalankan  barang dan jasa dari konsumen ke produsen.

Raybun Ph.D

Pemasaran adalah segala usaha mempengaruhi pemindahan barang dan jasa termasuk disribusinya.

Fungsi Pemasaran

Kegiatan pembelian dan penjualan

Penggerakan arus barang  (distribusi) dan

Pelaksanaan pemasaran.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pembelian

Merencanakan pembelian

Menentukan jumlah pembelian sesuai kebutuhan

Menentukan pemasok

Menentukan harga dan syarat-syarat pembayaran

Menentukan jadwal pembelian

Menentukan syarat minimal kualitas produk yang dibeli

Mengevaluasikan

Faktor dari dalam kegiatas bisnis, yaitu :

Perencanaan penjualan

Biaya produksi dan keuntungan yang diharapkan

Syarat-syarat penjualan

Biaya penjualan

Promosi penjualan

Target penjualan

Pelaksanaan penjualan

Evaluasi penjualan

Faktor dari luar dilihat dari dua sisi, yaitu sisi pribadi pembeli (objek penjualan) dan masyarakat (community), pada objek pembeli yang perlu diperhatikan adalah

Siapa yang menjadi pendorong minat pembeli

Siapa yang mempengaruhi proses pembelian

Siapa yang membuat keputusan untuk membeli

Siapa yang melakukan pembelian, dan

Siapa yang menjadi pemakai produk

Kendala distribusi dari dalam, yaitu :

Volume penjualan

Karakteristik produk yang dijual

Biaya-biaya  distribusi

Fasilitas distribusi yang dimiliki

Sumber daya yang tersedia

Kendala distribusi dari luar, yaitu :

Struktur persaingan

Saluran pemasaran yang digunakan

Sarana dan prasarana distribusi

Dinamika pasar

Peraturan pemerintah, dsb.

Proses pelaksanaan pemasaran, adalah :

Riset atau penelitian pasar

Melengkapi kebijakan

Membuat struktur organisasi

Penentu target dan daya yang diperlukan

Memprediksi/memperkirakan resiko yang mungkin timbul dan cara mengatasinya

Evaluasi dan perencanaan tahap berikutnya.

Pendekatan dalam pemasaran, adalah :

Pendekatan melalui lembaga

Grosir,

Pedagang eceran (Retailer)

Agen

Makelar

Komisioner

Pendekatan fungsi

Merchandising

Buying (pembelian)

Transportation

Storage

Standardizing

Communication

Risk bearing

Pendekatan produk

Produk barang dan produk

Produk dari alam dan  produk olahan manusia

Produk keperluan umum dan produk keperluan khusus

Produk keras dan produk lunak

Produk berbentuk serbuk dan produk berbentuk balok

Produk konsumsi dan produk produksi

Langkah-langkah dalam perencanaan pemasaran barang dan jasa, adalah :

Seorang pengelola usaha harus merencanakan pemasaran barang dan jasa

Mempunyai gambaran konsumen mana yang akan dituju

Berapa banyak produk yang dibutuhkan konsumen

Berapa harga jual produk di pasaran

Ukuran, bentuk, macam, warna yang bagaimana yang diinginkan para konsumen

Mutu produk yang bagaimana yang diinginkan para konsumen

Manfaat produk apa yang diinginkan para konsumen

Bungkus bagaimana yang disenangi para konsumen

Bagaimana anggapan konsumen terhadap produk yang dipasarkan

Menciptakan penyaluran distribusi yang bagaimana, agar produk dan jasa cepat sampai ke tangan para konsumen

Disalurkan langsung ke tangan para konsumen

Disalurkan tidak langsung, misalnya warung, took

Disalurkan secara semi langsung

Bagaimana cara pengawasan pemasaran produk dan cara mengendalikannya

Pemasaran barang dan jasa itu akan diawasi/dikendalikan sendiri aau menyukuruh orang lain

Buatlah catatan hasil pengawasan/pengendalian dari pemasaran barang dan jasa itu.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh seorang pengelola usaha di dalam perencanaan pemasaran barang dan jasa, adalah :

Melakukan analisis situasi

Menetapkan sasaran

Mengembangkan strategi dan program pemasaran

Menyediakan alat koordinasi

Pengendalian

Perencanaan pemasaran barang dan jasa yang baik, adalah :

Menetapkan pembeli sasaran

Perkiraan jumlah pembelian

Kombinasi kebijakan pemasaran barang dan jasa

Kebijakan produk (product mix)              c. Kebijakan distribusi (place mix)

Kebijakan harga (price mix)                                  d. Kebijakan promosi (promotion mix)

MENGEVALUASI HASIL USAHA

(MENGHITUNG RASIO KEUANGAN)

Pihak-pihak  yang berkepentingan terhadap analisis kegiatan usaha, yaitu :

Pemilik dan Pemegang Saham, analisis diperlukan untuk :

Mengevaluasi hasil kerja manajemen

Menilai berapa pendapatan yang akan diperoleh dari aktivitas usaha

Menentukan pengembangan usaha di masa yang akan datang

Manajemen, analisis diperlukan untuk :

Menilai pelaksanaan kerja pada masa yang akan datang

Pedoman perencanaan dan pengawasan kerja

Merumuskan kebijakan yang akan diambil pada masa mendatang

Investor, analisis diperlukan untuk :

Menilai layak tidaknya penanaman modal pada kegiatan usaha tersebut

Menghitung berapa hasil yang diperoleh terutama investasi yang dilakukan dengan system bagi hasil (sharing)

Pemerintah, analisis diperlukan untuk :

Menentukan kebijakan dalam bidang ekonomi dan perpajakan

Menilai perkembangan dunia usaha

Menentukan berapa pajak yang harus dibayar oleh kegiatan usaha

Pekerja atau Serikat Kerja, analisis diperlukan untuk :

Menilai layak tidaknya kompensasi (upah) yang diberikan kegiatan usaha

Menilai layak tidaknya keputusan dalam bidang ketenagakerjaan yang dikeluarkan kegiatan usaha.

Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah daftar yang disusun pada akhir periode pembukuan yang dapat menggambarkan hasil kegiatan selama suatu periode pembukuan serta posisi keuangan pada akhir periode akuntansi.

Laporan keuangan terdiri dari

Neraca (Balance Sheet)

Laporan Rugi/Laba (Income Statement)

Laporan Perubahan Modal

  1. Neraca (Balance Sheet)

adalah daftar yang disusun secara sistematis untuk menyataan posisi keuangan pada saat tertentu dengan menginformasikan posisi harta (aktiva), utang dan modal.

Syarat-syarat suatu Neraca

Mencantumkan nama, bidang usaha dan tanggal neraca dibuat

Menyusun neraca secara sistematis menurut klasifikasinya : Aktiva, Utang dan Modal

Aktiva tetap dicantumkan berdasarkan nilai buku dan akumulasi

Hanya piutang tertagih saja yang dicantumkan dalam neraca

Disusun berdasarkan keseimbangan harta = utang + modal

Contoh :

  1. RIZEMA UTAMA

NERACA

Per 31 Desember 2010

(Dalam ribuan rupiah)

AKTIVA                                                                                                                                PASSIVA

Aktiva Utang dan Modal
Aktiva Lancar : Kas                                                         115.000
Piutang                                                   104.000
Persediaan                                              146.000
Jumlah  Aktiva Lancar                   365.000

Aktiva Tetap :
Mesin                                                       80.000
Bangunan                                                 30.000
Jumlah Aktiva Tetap                       110.000

Jumlah Aktiva                                      475,000

Utang Lancar : Utang lancar                                           45.000
Utang wesel                                            21.000
Utang lancar lain                                    39.000
Jumlah                                         105.000

Utang Jangka Panjang :
Utang jangka panjang                          115.000

Modal Sendiri                                      255.000

Jumlah Passiva                          475.000

Harta   (475.000)         = Utang (220.000) + Modal (255.000)

Utang  (220.000)         = Harta (475.000) – Modal (255.000)

Modal (255.000)         = Harta (475.000) – Utang (220.000)

  1. Laporan perhitungan Rugi/Laba (Income Statement)

Perhitungan rugi/laba adalah perhitungan yang secara sistematis menghitung hasil kegiatan usaha pada saat tertentu. Isi perhitungan rugi/laba dapat menggambarkan berapa pendapatan, pengeluaran (beban) dan rugi atau laba. Perhitungan rugi/laba secara garis besar diperoleh dari seluruh pendapatan usaha dikurangi dengan beban-beban yang dikeluarkan.

Ada 3 (tiga) hal yang tercantum dalam perhitungan rugi/laba :

Pendapatan (Income)

Yaitu jumlah aktiva yang timbul dari hasil penjualan produk atau aktivitas lain dalam kegiatan usaha.

Pengeluaran (Beban/Expence)

Yaitu pengorbanan langsung dan tidak langsung yang secara ekonomis telah dimanfaatkan dalam kegiatan usaha untuk memperoleh keuntungan.

Rugi/Laba

Contoh : Bentuk Single Step

  1. RIZEMA UTAMA

PERHITUNGAN RUGI/LABA

Per 31 Desember 2010

(Dalam ribuan rupiah)

Pendapatan usaha                                                                                           105.000

Pendapatan di luar usaha                                                                                  25.000

Jumlah Pendapatan                                                                                         130.000

Beban usaha                                                                                                      50.000

Pajak penghasilan                                                                                                6.000

Jumlah beban                                                                                                    56.000

LABA BERSIH                                                                                              74.000

Contoh : Bentuk Multiple Step

  1. RIZEMA UTAMA

PERHITUNGAN RUGI/LABA

Per 31 Desember 2010

(Dalam ribuan rupiah)

Pendapatan Usaha
Jasa Setting Jasa Printing
Jasa lainnya
Jumlah Pendapatan
                                      70.000 40.000
15.000

125.000

Beban Usaha
Gaji Kertas
Tonner
Perlengkapan
Jumlah Beban Usaha
Laba Usaha

Hak diluar usaha
Jasa service computer
Bunga di bank
Total hak diluar usaha

                                     7.000 4.500
5.000
25.000

15.000
 4.500

41.000
84.000

19.500

Beban di luar usaha
Perbaikan computer Jml beban diluar usaha
Laba sebelum pajak
Pajak penghasilan
                                     3.000  16.500
100.500
6.000
Laba Bersih                                 94.500

3.Laporan Perubahan Modal

Adalah berupa perubahan modal akibat aktivitas kegiatan usaha, penambahan investasi atau pengambilan dana.

Ada tiga factor yang menyebabkan perubahan modal, adalah :

Hasil kegiatan usaha, bila kegiatan usaha mengalami keuntungan secara otomatis modal bertambah, demikian pula sebaliknya

Penambahan investasi, penambahan investasi otomasi akan menambah modal

Pengambilan dana oleh pemilik atau pemegang saham, serara otomatis akan mengurangi modal usaha.

Contoh :

Modal Awal                                                                            Rp   5.000

Investasi penyetoran modal                                                    Rp   2.000

Jumlah modal                                                                                      Rp 7.000

Laba tahun berjalan                                                                                         Rp 1.000

Pengambilan/laba yang dibagikan                                                                   Rp 8.000

Kenaikan/Penurunan modal                                                                            Rp 2.500

Modal Akhir                                                                                                  Rp 6.500

Evaluasi Usaha

Cara untuk mengetahui kondisi suatu perusahaan, dengan menghitung melalui rumusan, yaitu :

Likuiditas

Aced test ratio

Solvabilitas

Rentabilitas

Tingkat perputaran aktiva lancar

Keterangan

Likuiditas

Adalah kemampuan kegiatan usaha untuk membayar utang lancarnya. Utang lancar adalah utang yag masa pengembaliannya satu tahun atau kurang. Analisis likuiditas dilakukan dengan menghitung current ratio dan quick ratio, rumusnya adalah :

Current ratio             = Aktiva Lancar  x  100%

Utang Lancar

Quick ratio                 = Aktiva Lancar – Persediaan  x 100%

Utang Lancar

Aced test ratio

Adalah suatu penilaian terhadap kemampuan perusahaan untuk membayar utang-utang jangka pendek tepat pada waktunya, tetapi hanya menggunakan unsure-unsur aktiva lancar yang berupa uang atau segera dapat diuangkan.

Rumusnya :

Aced test ratio            = Kas + Bank + Piutang + Efek  x 100%

Jumlah utang lancar

Solvabilitas

Adalah suatu penilaian kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh uangnya (jangka pendek dan jangka panjang) dengan menggunakan seluruh aktivitasnya.

Rumusnya :

Solvabilitas                 = Jumlah Aktiva  x 100%

Jumlah Utang

Rentabilitas

Adalah suatu penilaian terhadap kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan berdasarkan modal yang dimiliki.

Rumusnya :

Rentabilitas                = Laba Usaha  x 100%

Modal usaha

Tingkat perputaran aktiva lancar

Adalah untuk menilai/mengukur efektivitaas penggunaan atau pemanfaatan atau perputaran aktiva, terutama persediaan barang dagangan dan piutang.

Contoh :

  1. RIZEMA UTAMA

NERACA

Per 31 Desember 2010

(Dalam ribuan rupiah)

AKTIVA                                                                                                                                PASSIVA

Aktiva Utang dan Modal
Aktiva Lancar : Kas                                                         115.000
Piutang                                                   104.000
Persediaan                                              146.000
Jumlah  Aktiva Lancar                   365.000

Aktiva Tetap :
Mesin                                                       80.000
Bangunan                                                 30.000
Jumlah Aktiva Tetap                       110.000

Jumlah Aktiva                                      475.000

Utang Lancar : Utang lancar                                           45.000
Utang wesel                                            21.000
Utang lancar lain                                    39.000
Jumlah                                         105.000

Utang Jangka Panjang :
Utang jangka panjang                          115.000

Modal Sendiri                                      255.000

Jumlah Passiva                          475.000

  1. RIZEMA UTAMA

PERHITUNGAN RUGI/LABA

Per 31 Desember 2010

(Dalam ribuan rupiah)

Pendapatan usaha                                                                                           105.000

Pendapatan di luar usaha                                                                                  25.000

Jumlah Pendapatan                                                                                         130.000

Beban usaha                                                                                                      50.000

Pajak penghasilan                                                                                                6.000

Jumlah beban                                                                                                    56.000

LABA BERSIH                                                                                              74.000

Contoh Perhitungan :

  1. Current ratio       = Aktiva Lancar x  100%

Utang Lancar

= 365.000 x 100%

105.000

= 347,62%

  1. Quick ratio           = Aktiva Lancar – Persediaan x 100%

Utang Lancar

= 365.000 -146.000  x 100%

105.000

= 219.000  x 100%

105.000

= 208,57%

  1. Aced test ratio      = Kas + Bank + Piutang + Efek x 100%

Jumlah utang lancar

= 115.000 + 104.000  x 100%

105.000

= 219.000  x 100%

105.000

= 208,57%

  1. Solvabilitas           = Jumlah Aktiva x 100%

Jumlah Utang

= 475.000  x 100%

120.000

= 395,83%

  1. Rentabilitas          = Laba Usaha x 100%

Modal usaha

=   74.000  x 100%

105.000

= 70%

Menyusun Laporan Pengelolaan Usaha

Adalah kegiatan yang berhubungan dengan setiap kejadian, lancar tidaknya kegiatan usaha, apakah ada kemajuan atau kemunduran. Seorang pimpinan perusahaan akan mengetahui semua kejadian dalam perusahaannya atau pimpinan dapat mengendalikan jalanna perusahaan dengan pola penyusunan pelaporan dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Fungsi dan tujuan laporan kegiatan usaha

Pentingnya laporan kegiatan usaha adalah memberitahukan persoalan kegiatan usaha secara detail  dan obyektif serta memberi keterangan atau informasi yang singkat tentang kegiatan usaha.

Adapun kewajiban seorang pengelola usaha atas pembuatan laporan kegiatan usaha, adalah :

Harus memahami akan arti pentingnya laporan

Harus dapat mendistribusikan laporan, baik yang bersifat umum maupun khusus

Harus menyiapkan sarana, data-data dan teknisnya serta latihan-latihan penyusunan sebuah laporan kegiatan usaha.

Teknik pembuatan laporan kegiatan usaha

Laporan pribadi

Laporan umum

Laporan perusahaan

Laporan departemen

Laporan terbatas

Laporan tidak terbatas

Laporan teknis

Laporan non teknis

Dalam pengelolaan usaha, ada tiga macam laporan yang perlu dijalankan oleh pimpinan perusahaan, adalah :

Laporan pimpinan pelaksana

Neraca

Rugi/Laba

Anggaran/Budget

Laporan tahunan

Laporan bagai pemilik saham

Laporan periodik

Laporan kegiatan usaha secara periodic

Laporan bulanan tentang pekerjaan kegiatan usaha

Laporan catatan pelaksanaan pekerjaan bagian/departemen

Laporan kredit bulanan

Laporan hasil pemasaran produk

Laporan khusus

Adalah laporan yang harus diperhatikan oleh pimpinan perusahaan. Laporan kegiatan usaha adalah sarana yang sangat penting dan dapat menentukan keberhasilan jalur penyampaian informasi formal sebuah laporan.

Prinsip dalam penyusunan laporan, yaitu :

Laporan harus tepat waktu

Laporan harus teliti, benar dan dipercaya

Laporan harus berjalan dan sederhana

Laporan harus ada standarisasi

Laporan harus mempunyai nilai atau manfaat

Jawablah pertanyaan dibawah ini

Jelaskan kesimpulan yang dapat diambil dari analisis :

Rentabilitas

Solvabilitas

Likuiditas

Neraca

Persediaan

Utang jangka panjang

Laporan berkala

Laporan pimpinan

Jelaskan pengertian :

Sebutkan jenis-jenis laporan kegiatan usaha

Jelaskan sistematika teknik pembuatan laporan kegiatan usaha

Apa yang dimaksud dengan :

PENGEMBANGAN USAHA

Pengembangan usaha dapat berupa :

Penambahan mesin, peralatan dan modal

Membuka cabang baru

Membuka usaha pendukung kegiatan usaha sebelumnya

Mengubah bentuk hukum badan usaha

Reorganisasi manajemen

Membuka usaha lain yang berbedan dengan usaha sebelumnya

Masalah-masalah yang dihadapi dalam pengembangan usaha

Kekurangan modal

Kemajuan teknologi yang terlalu pesat tidak diimbangi dengan kemampuan sumber daya manusia

Sulitnya mendapatkan pegawai yang dapat dipercaya

Ketidakpastian hukum sebagai akibat peraturan pemerintah

Perubahan selera dan gaya hidup masyarakat

Cara menghindarinya adalah :

Meminjam uang di bank atau bekerja sama denga  pihak lain

Selalu mengikuti perkembangan teknologi dan memberikan  kesempatan karyawan untuk belajar lagi, jika diperlukan

Membuat system pengawasan yang tepat untuk memudahkan penyeleksian antar pegawai

Ketidakpastian hukum diatasi dengan membuka kegiatan yang mempunyai risiko perubahan kecil

Selalu mengikuti perubahan selera dan gaya hidup masyarakat

Teknik Pengembangan Usaha

Mengembangkan dan mempertahankan kegiatan usaha dapat dilakukan dengan cara kemitraan. Kemitraan, adalah melakukan kerjasama usaha antara usaha kecil dengan menengah atau usaha besar disertai pembinaan dan pengembangan oleh usaha menengah atau usaha besar dengan memperhatikan prinsip-prinsip saling memerlukan, saling memperkuat dan saling menguntungan.

Salah satu bentuk kemitraan yang dilakukan oleh kegiatan usaha kecil untuk mengembangkan usaha adalah pola subkontrak. Subkontrak adalah hubungan kemitraan antara usaha kecil dengan menengah atau usaha besar, dimana pengusaha kecil memproduksi komponen yang diperlukan oleh usaha menengah atau usaha besar sebagai bagian dari produksinya.

Manfaat kemitraan dalam bisnis

Memperbaiki kinerja bisnis jangka panjang

Membuka saluran-saluran penjualan

Mengendalikan biaya penjualan

Meningkatkan kesadaran pelanggan

Menjalin hubungan jangka panjang

Prinsip-prinsip bermitra usaha

Saling memerlukan

Saling memperkuat

Saling menguntungan

Bentuk-bentuk sub kontrak

Pembuatan komponen (produsen)

Pengadaan barang (supplier)

Jasa pelayanan (service)

Perantaraan (keagenan)

About BAHYUDIN NOR, S.Pd.I

Easy Going and Friendly.

Posted on 11 November 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: