RANGKUMAN MATERI SENI MUSIK KELAS XI

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat rahmat dan  karunia-Nya kami dapat menyelesaikan materi pembelajaran khusus seni budaya tentang Batik dan Sasirangan. Penulis juga bersyukur atas berkat rezeki dan kesehatan yang diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat mengumpulkan bahan–bahan materi pembelajaran ini dari beberapa buku dan internet. Penulis telah berusaha dengan segenap kemampuan untuk mengumpulkan berbagai macam bahan tentang Kesenian Batik dan Sasirangan Daerah Nuasantara.

Pada dasarnya, pelajaran seni rupa untuk kelas XI adalah lanjutan materi di kelas X. Soal–soal serta materi yang akan dibuat sebenarnya adalah “percampuran” dari Pelajaran kelas X dan XI.

Penulis sadar bahwa materi yang penulis buat ini masih jauh dari sempurna, karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun untuk menyempurnakan materi ini menjadi lebih baik lagi kedepannya. Oleh karena itu penulis mohon bantuan dari para pembaca,

Demikianlah materi ini penulis buat, apabila ada kesalahan dalam penulisan, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya dan sebelumnya penulis mengucapkan terima kasih.

Penulis,

TUJUAN PENGAJARAN

Musik tersusun dalam bentuk kerja-kerja transakional yang dikemas dalam pengalaman musik praktis dalam kehidupan sehari-hari. Pengemasan secara praktis ini tentunya tetap mengacu pada tujuan umum pengajaran musik, antara lain:

  1. Murid memiliki pengetahuan tentang irama, merasakan irama melalui pengalaman dan penghayatan musik, mempunyai bayangan penginderaan gerak irama, membuat pola-pola irama sederhana, dan membaca notasi pola irama dengan benar.
  2. Murid memiliki pengetahuan tentang melodi, merasakan melodi melalui pengalaman musik dan penghayatan musik. Mempunyai bayangan penginderaan gerak melodi (bayangan nada), membuat pola-pola melodi sederhana dan membaca notasi melodi dengan benar.
  3. Murid memiliki pengetahuan tentang harmoni, merasakan harmoni melalui pengalaman dan penghayatan musik, mempunyai bayangan penginderaan gerak harmoni, mengiringi lagu-lagu sederhana dengan alat musik harmoni secara benar.
  4. Murid memiliki pengetahuan tentang bentuk/ struktur lagu, merasakan bentuk lagu melalui pengalaman dan penghayatan musik. Mempunyai bayangan penginderaan bentuk/ struktur lagu dan mengarang lagu sederhana.
  5. Murid memiliki pengetahuan tentang ekspresi, merasakan ekspresi melalui pengalaman dan penghayatan musik, mempunyai bayangan penginderaanmacam-macam tingkat ekspresi, menyanyikan atau memainkan lagu dengan tingkat ekspresi yang tinggi.
BAB I

MUSIK MENURUT PANDANGAN ISLAM

Dalam pembahasan redaksional hadits seni musik, penyusun tidak melakukan langkah penelitian sanad. Penilaian validitas sanad dan matan hadits-hadits tentang seni musik dilakuakn penilaian para ulama yang didasarkan pada sumber-sumber baik berdasarkan hadits nabi maupun Al-Qur’an.[1]

Bunyi teks tentang seni musik terklasifikasi menjadi dua. Pertama hadits-hadits tentang musik dan yang Kedua hadits-hadits tentang nyanyian. Keduanya tidak dapat dipisahkan karena merupakan unsur yang paling penting mendasar dalam seni musik.

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan di antara manusia (ada) yang mempergunakan lahwul hadits untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu bahan olok-olokan.” (QS: Luqman:6)

Sebagian besar mufassir berkomentar, yang dimaksud dengan lahwul hadits dalam ayat tersebut adalah nyanyian.

Selain itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda: “Kelak akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras dan musik.” (HR.Bukhari dan Abu Daud).

Dengan kata lain, akan datang suatu masa dimana beberapa golongan dari umat Islam mempercayai bahwa zina (sekarang sudah banyak zina halal atas nama suka sama suka), memakai sutera asli (bagi laki-laki), minum-minuman keras dan musik (sekarang lebih parah pake musik atas nama islam seperti maulidan, burdahan ,musik islami) hukumnya halal, padahal semua itu adalah haram.

Adapun yang dimaksud dengan musik di sini adalah segala sesuatu yang menghasilkan bunyi dan suara yang indah serta menyenangkan. Seperti kecapi, gendang, rebana, seruling, serta berbagai alat musik modern yang kini sangat banyak dan beragam. Bahkan termasuk di dalamnya jaros (lonceng, bel, klentengan)

Berdasarkan ayat dan hadits-hadits tersebut di atas Para Imam Mazhab Empat telah sepakat mengharamkan semua alat-alat muzik, dengan beberapa pengecualian (rebana dalam majlis-majlis perkahwinan dan dua hari raya dan lain-lain yang sifatnya mengagugkan Allah SWT dan Rasul-Nya)

BAB II

EKSPRESI KARYA SENI MUSIK

DALAM SENI BUDAYA

  1. EKSPRESI KARYA SENI MUSIK

Ekspresi Karya Seni Musik adalah pernyataan isi hati manusia yang diungkapkan dalam bentuk bunyi yang teratur dengan melodi dan ritme serta harmoni yang indah. Dengan kata lain, Ekspesi karya seni musik adalah ungkapan gagasan yang diwujudkan melalui musik. Perwujudan musik dilakukan dengan cara mencipta/memainkan/mengubah nada-nada yang sudah ada dalam musik. Sedangkan seni musik yaitu seni penyusunan suara dan bunyi.

  1. SENI DALAM BERMUSIK

Seni rupa berbeda dengan seni, “Seni” adalah hasil kreasi dan getaran dalam jiwa manusia yang dapat menimbulkan suatu perasaan suka ataupun tidak suka. Musik adalah salah satu jenis seni yang sudah ada sejak sebelum tarikh Masehi.

Seni musik adalah suatu wujud karya dalam bentuk nada/bunyi dan memiliki tempo yang dapat diikuti oleh penikmatnya dan musik itu terlahir dari aliran nada yang disertai ekspresi jiwa.

Seni sering diidentifikasi sebagai kreasi, bentuk dan symbol dari perasaan manusia. Secara umum Seni dapat diartikan sebagai suatu bentuk karya yang dibuat berdasarkan keahlian, dan pengerjaannya berdasar pada kehalusan, dan keindahan. Hasil karya seni terujud dalam bentuk lukisan, patung, relief, musik, tari, teater, film, dan sebagainya.

Dalam hal ini Karya Musik adalah seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, tempo, ritme dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi suara yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan. Ada beberapa pendapat para ahli yang memberikan penafsiran tenang seni yaitu:

  • Menurut Kontjaraningrat, musik adalah bagian dari kesenian dan kesenian adalah salah satu unsur kebudayaan.
  • Menurut Jamalus (1988), Musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk dan struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan.
  • Menurut Rina (2003), Musik merupakan salah satu cabang kesenian yang pengungkapannya dilakukan melalui suara atau bunyi-bunyian.
  1. FUNGSI MUSIK

Ada banyak hal yang berkenaan dengan fungsi musik. Diantara fungsi musik tersebut adalah digunakan sebagai:

  • Sebagai kritik social
  • Sebagai alat melaksanakan ibadah
  • Sebagai terapi
  1. RAGAM MUSIK

Seni musik mempunyai banyak ragam permunculannya, ada musik yang berwujud musik anak-anak, musik orang dewasa, musik nasional, musik perjuangan, musik keagamaan, musik opera, musik orchestra, musik simfoni, musik sonata, dan lain-lain. Masing-masing musik tesebut dituagkan dalam bentuknya yang khas.[2]

Untuk cara penyajian itu sendiri terdapat variasi-variasi dan kombinasi yang tidak terhitung ragamnya, dari yang bersifat tunggal atau solo, sampai yang berbentuk rombungan bahkan ratusan penyanyi dan atau pemain. Keanekaragaman aneka bentuk permuculan musik itu bertambah lagi seperti musik daerah setempat, yakni lagu-lagu daerah, musik klasik, tradisional dan modern/kontemporer.

  1. KREASI MUSIK

Ada banyak hal yang berkenaan dengan kreasi musik. Salah satu kreasi seni dalam bermusik tersebut adalah mengaransemen lagu/musik.

  1. Pengertian Aransemen

Seseorang yang akan membuat sebuah karya musik, dalam hal ini lagu di dahului dengan adanya gagasan/ide. Gagasan tersebut didukung dengan apresiasi, mempunyai bakat, pengetahuan musik, pengetahuan olah vocal, cara memegang dan memainkan musik serta keberanian berkarya. Berkaya merupakan salah satu bentuk dari ekspresi musik. Salah satu contoh tersebut adalah kegiatan mengaransir musik/lagu. “Mengaransir” lagu adalah menggubah atau memasukkan nada-nada untuk memperindah lagu/musik.

Aransemen berasal dari bahasa belanda arrangement, yang artinya menyesuaian komposisi musik dengan nomor suara penyanyi atau instrumen musik yang didasarkan atas sebuah komposisi yang telah ada sehingga esensi musiknya tidak berubah.

Setiap orang dapat menyusun aransemen lagu sesuai dengan selera masing-masing. Orang yang melakukan aransemen lagu  dikenal dengan aranger atau pengaransemen. Modal dasar yang harus dimiliki oleh seorang aranger adalah menguasai  pengetahuan tentang harmoni.

Didalam memasukkan nada, ada beberapa teknik atau cara yang digunakan dalam mengaransir lagu, yaitu:

  • Secara tertulis, yakni penambahan notasi secara terlengkap samapai bagian terkecil.
  • Secara tidak tertulis, yakni memberi hiasan lagu secara spontan, pribadi, bebas bersifat sesaat.

Selain tenik tersebut di atas, ada tiga jenis aransemen yang bias dilakukan oleh seorang arranger, yaitu:

  • Aransemen vocal

Vocal adalah musik yang dibunyikan oleh suara manusia, didalamnya termasuk bersiul dan bersenandung. Vocal dibagi menjadi 3 jenis suara, antara lain:

  • Jenis suara wanita

Terbagi atas jenis suara wanita tinggi (sopran), suara wanita sedang (mezzo sopran), dan jenis suara wanita rendah (alto).

  • Jenis suara pria

Terbagi atas suara pria tinggi (tenor), suara pria sedang (bariton) dan suara pria rendah (bass)

  • Jenis suara anak – anak

Terbagi atas suara anak–anak tinggi dan suara anak–anak rendah

Cara penyajian musik yang menggunakan suara manusia disebut musik vokal (nyanyian). Setiap lagu dapat disusun aransemen khusus vokal, yaitu dalam dua suara, tiga suara, atau empat suara, untuk menyusun aransemen vokal, yang paling mudah adalah menyusun aransemen lagu dalam dua suara. Untuk menyusun aransemen lagu dalam tiga atau empat suara ada banyak persyaratan yang harus diperhatikan.

Untuk memperoleh hasil yang lebih baik dan memuaskan, setelah disusun aransemen lagunya kemudian dicoba untuk menyanyikan secara bersama-sama, apabila dirasa masih kurang baik/memuaskan maka dapat dicoba lagi untuk menyusun aransemen lagu tesebut hingga pada akhirnya diperoleh hasil yang baik dan memuaskan.

  • Aransemen instrument

Cara penyajian musik Dengan menggunakan alat-alat/instrumen disebut musik instrumental. Adapun media atau alat yang digunakan dalam mengaransir lagu yaitu, alat musik, naskah lagu asli/buku-buku musik, bakat, kreativitas, pengetahuan sifat suara manusia, serta imajinas.

Dalam menyusun aransemen instrumen sangat berbeda dengan menyusun aransemen vokal. Untuk menyusun aransemen instrumen kita harus menyesuikan dengan alat-alat musik yang dipergunakan. Semakin lengkap alat musik yang kita pergunakan, semakin banyak pula kemungkinan variasi yang dapat dicipkatakan. Untuk menyusun aransemen instrumen , kita harus berpedoman pada pengetahuan ilmu harmoni dan akor.

Bagian dari suatu aransemen musik dikenal dengan istilah partituur (belanda), partitura (italia), part (inggris), parte (francis). Dan dalam aransemen instrumen, kebanyakan partitur bermain bergantian tugas, sedangkan dalam aransemen vokal pada pada umumnya semua partitur semuanya berbunyi bersamaan.

  • Aransemen campuran

Yang dimaksud aransemen campuran adalah campuran aransemen vokal dan aransemen instrumen. Teknik yang dilakukan adalah menggabungkan dua jenis aransemen yang telah ada. Dalam aransemen campuran pada umumnya yang ditonjolkan adalah vokalnya, sedangkan instrumennya berfungsi untuk mengiring dan memeriahkan sehingga bertujuan yang disajikan bertambah sempurna. Untuk mengendalikan keseimbangan dalam menampilkan aransemen yang telah disusun diperlukan adanya seorang pemimpin yaitu seorang dirigen atau konduktor.

  1. KLASIFIKASI ALAT MUSIK MENURUT CURT SUCHS DAN HORNBOSTEL :

 

1. Aerophone : Udara atau satuan udara yang berada dalam alat musik itu sebagai penyebab bunyi
Contoh : recorder, seruling, saxsophone
2. Membranophone : Kulit atau selaput tipis yang ditegangkan sebagai penyebab bunyi
Contoh : gendang, conga, drum
3. Idiophone : Badan alat musik itu sendiri yang menghasilkan bunyi
Contoh : triangle, cabaza, marakas
4. Chordophone : Senar (dawai) yang ditegangkan sebagai penyebab bunyi
Contoh : piano, gitar, mandolin
5. Electrophone : Alat musik yang ragam bunyi atau bunyinya dibantu atau disebabkan adanya daya listrik
Contoh : Keyboard

 

  1. ISTILAH-ISTILAH DALAM MUSIK

Istilah musik dapat di artikan sebagai elemen-elemen yang terdapat dalam musik.

  1. Sound (Suara)

Musik adalah seni pendengaran, oleh kerena itu hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah suara. Adapun unsur-unsur suara adalah:

  • Pitch : tinggi rendahnya nada (suara yang mempunyai frekuensi tertentu dan mutlak) dalam musik Tone master adalah nada a1 =   442 Hz . Dalam sebuah tampilan musik ketepatan nada mutlak diperlukan.
  • Tone Colour: warna suara, didalam musik dikenal istilah warna suara yang berarti karakter suara diantaranya adalah :
  • Mello : suara lembut mendayu-dayu
  • Bright : suara jernih dan cemerlang (tigas)
  • Intonasion: Cara menentukan ketepatan tinggi rendah nada, setelah tone benar-benar dikuasai oleh pemain
  • Notasi Balok

Not berarti menjelaskan panjang pendeknya bunyi not tersebut saat dimainkan. Ada dua macam not, yaitu not balok dan not angka. Not angka, sesuai namanya dilambangkan dengan angka-angka. Sedangkan not balok dilambangkan dengan bulatan-bulatan, baik bertangkai ataupun tidak yang diletakkan di dalam garis-garis paranada.

Notasi balok adalah Sistem penulisan lagu atau karya musik lainnya yang dituangkan dalam bentuk gambar. Gambar-gambar yang melambangkan bunyi tersebut dituliskan dalam Not balok sesuai dengan tinggi-rendah dan sifat bunyi yang dilambangkan.

Dalam materi not balok kita mengenal beberapa istilah yang terdapat didalam materi-materi not balok, seperti paranada, tanda kunci, birama, garis birama, bar, dan garis penutup. Perhatikan gambar berikut.

Istilah dalam not balok

Keterangan gambar :

  1. Paranada adalah lima garis lurus yang berjajar mendatar dan berjarak sama. Paranada digunakan untuk menuliskan lambang-lambang bunyi sesuai dengan sifat nada yang dilambangkan.
  2. Tanda kunci adalah tanda untuk menetapkan letak salah satu nada dalam Not-balok. Untuk menulis partiur gitar digunakan tanda kunci G, artinya dalam not balok tersebut nada G terletak pada garis ke-2.
  3. Birama adalah gerak melody yang teratur dalam sebuah lagu atau karya musik lainnya. dalam contoh diatas dituliskan birama 3/4 artinya dalam setiap ruas birama bernilai tiga ketuk dengan satuannya adalah not 1/4.
  4. Garis birama adalah garis yang dituliskan secara tegak lurus dengan paranada yang berfungsi untuk membatasi antar ruas birama yang satu dengan ruas birama yang lainnya.
  5. Bar (ruas birama) adalah ruas yang terdapat diantara dua garis birama. bar berfungsi untuk menuliskan not sesuai denga birama yang dipergunakan. nilai not dalam suatu bar selalu sama. mungkin sobat sering menjumpai nilai not yang terdapat pada bar pertama dan bar terakhir berbeda dengan bar-bar lainnya. tetapi apabila nilai not yang terdapat pada kedua bar tersebut sobat jumlahkan, maka akan sama dengan bar-bar lainnya.
  6. Garis penutup adalah dua buah garis tebal tipis yang dituliskan tegak lurus dengan paranada yang berfungsi sebagai petunjuk  berakhirnya sebuah lagu atau karya musik lainnya.

Not balok ditulis di atas sekumpulan 5 garis dan 4 spasi yang biasa disebut dengan “garis paranada“, dalam istilah musik biasa disebut staff, seperti gambar ini :

Angka-angka di samping staff nantinya tidak ditulis. Angka-angka itu hanya menunjukkan kalau penghitungan garis dan spasi dimulai dari bawah. Jadi garis pertama adalah garis paling bawah, dan garis kelima adalah garis paling atas. Di dalam staff ini nantinya akan ditaruh notasi dan tanda diam.

Di setiap awal staff selalu ditulis yang disebut dengan clef. Clef dikurikulum sekolah biasa disebut dengan “tanda kunci“. Lazimnya di pelajaran sekolah dikenal kunci/clef G, F, dan C, tapi yang umum dipakai adalah kunci G dan kunci F. Banyak juga yang bilang kalau Kunci G biasa disebut “Treble“, kunci F disebut “Bass“, dan kunci C disebut “Tenor“.

Kunci G/Treble dan letak nada urutan selengkapnya:

Kunci F/Bass dan letak nada urutan selengkapnya:

Kunci C/Tenor dan letak nada urutan selengkapnya:

Di partitur piano, dipakai gabungan treble dan bass, biasa disebut grand staff.
Gambarnya :

Bisa dilihat di atas, nada C yang ditengah itu dan E yg paling kiri seakan-akan berada di luar staff. Untuk penulisan di atas/bawah staff digunakan garis bantu atau leger line. Penggunaan garis bantu ini bisa 3-5 garis di atas/bawah staff, tergantung komposisi lagunya

Kamu juga bisa tau kan kalo nada C di garis bantu pertama (bawah) pada kunci G, dengan nada C di garis bantu pertama (atas) pada kunci F itu nadanya sama.

Di partitur organ kadang-kadang ditambahkan bass dibawahnya lagi. Salah kaprah yang sering terjadi adalah dengan menyebutkan treble untuk tangan kanan, dan bass untuk tangan kiri.

Nah, saya mau kasih sedikit tips nih, buat teman-teman yang pengen menghapal urutan nada-nada baik itu di clef G atau F, liat gambar di bawah ini :

Cara di atas juga biasa digunakan guru sekolah musik buat murid-muridnya.

KEYBOARD/PIANO/PIANIKA/ORGAN

Jarak nada terlihat lebih jelas pada instrument yang berbentuk Piano/Keyboard. Jika diantara 2 buah nada ditengahnya terdapat tuts hitam artinya keduanya berjarak 1. Jika ditengahnya tidak terdapat tuts hitam artinya keduanya berjarak setengah.

Gambar tuts piano:

Seperti di staff yang letak notnya mutlak, begitu juga dengan di piano, letak notnya mutlak, seperti ini :

Posisi nada-nada di atas gak akan berubah, yang C tetap C, begitu juga yang lainnya. Salah kaprah yang sering terjadi, terutama sering dilakukan guru-guru musik di SD dan SMP adalah bukan menulis C, D, E, F dst tapi menulis do, re, mi, dst. Jadi yang di keyboard/pianika/piano/organnya ditulisin doremi, segeralah dihapus, kalau masih perlu guide, ganti dengan C D E dst.

  • Durasi Not

Jika dilihat staff di atas bisa dilihat di situ ada not . Not tersebut disebut not penuh (1). Setelah not penuh ada not setengah (1/2), not seperempat (1/4), not seperdelapan (1/8), , dst sampai 1/64.

Kalau digambarkan akan jadi seperti ini :

Not penuh       :

Not 1/2            :

Not 1/4            :

Not 1/8            :

Di not 1/8 ada benderanya, jika bendera dihilangkan akan menjadi not 1/4. Jadi kalau benderanya satu, berarti not 1/8 => , kalau benderanya dua, berarti not 1/16 => . Untuk 2 not sejenis bila berurutan dapat digabungkan penulisannya. Misal ada 2 not 1/8 berurutan , dapat ditulis =>

  • Tanda Diam

Selain notasi, juga ada tanda istirahat, yang kalau di notasi angka ditulis dengan angka 0 (nol). Sama seperti notasi, penamaan tanda diam juga dinamakan tanda diam penuh, setengah, seperempat dst.

Tanda diam penuh :

Tanda diam setengah (1/2) :

(N.B : Menulis tanda diam penuh atau setengah, di spasi ke tiga)

Tanda diam seperempat (1/4) :

Tanda diam seperdelapan (1/8) :

Tanda diam seperenambelas (1/16) :

Lihat diagram di bawah :

Not penuh       :

Not 1/2            :

Not 1/4            :

Not 1/8            :

Notasi dan tanda diam juga bisa ditambahkan titik untuk menambah durasinya setengah. Jadi misalnya not 1/4 dihitung satu ketuk ditambah titik => Menghitung durasinya 1 + (1/2*1) = 1 1/2. Kalau dibuat rumus matematika not bertitik = n + 1/2n. berarti kalau misal not 1/2 dihitung sebagai 2 ketuk, jika ditambah titik menjadi => 2 + (1/2 * 2) = 3 ketuk.

Salah kaprah yang masih sering terjadi adalah mengidentikkan not/tanda diam penuh = 4 ketuk, not 1/2 = 2 ketuk, not 1/4 = 1 ketuk, dst. Padahal not 1/2 bisa menjadi 1 ketuk, begitu juga dengan not 1/8. Itu semua tergantung birama yang digunakan.

Untuk mengetahui birama apa yang digunakan dalam sebuah lagu bisa kita lihat di awal musik. Berisi dua angka dimana angka yang satu diletakkan sebelum angka yang lainnya. Pengertian tanda birama adalah tanda yang menunjukkan banyaknya nilai ketukan dalam satu birama.

  • Tanda Birama

Tanda birama atau disebut juga time signature adalah tanda untuk menentukan jumlah hitungan dan nilai setiap hitungan pada setiap birama.Tanda birama ditempatkan pada awal musik, berisi dua angka dimana angka yang satu diletakkan sebelum angka yang lainnya.

Angka yang di atas menunjukkan jumlah ketukan pada setiap ruas birama. Angka yang di bawah merupakan satuan nilai not yang dijadikan patokan tempo, misalnya tanda birama 4/4 dapat kita artikan bahwa dalam satu birama terdapat 4 not 1/4. Untuk tanda birama 2/4 dapat kita artikan bahwa dalam satu birama terdapat 2 not seperempat dst.

Berikut ini beberapa contoh dan penjelasan tentang Tanda Birama

Contoh Tanda Birama

  • Birama 4/4

Tanda Birama 4/4 adalah yang paling umum digunakan di hampir setiap genre musik. Ini berarti, setiap birama ada empat hitungan dan setiap hitungan bernilai seperempat atau empat not seperempat dalam setiap birama.

  • Birama 3/4

Tanda birama 3/4 ( kadang disebut juga tempo waltz ) berarti setiap birama ada tiga hitungan dan setiap hitungan bernilai seperempat atau ada tiga not seperempat dalam setiap birama. Jika Anda menulis sepotong musik untuk terdengar seperti waltz, maka gunakan tanda birama 3 / 4

  • Birama 6/8

Tanda birama 6/8 berarti setiap birama ada enam hitungan dan setiap hitungan bernilai seperdelapan atau ada 6 not 1/8 yang menjadi patokan tempo.

  • Birama 2/4

Tandabirama 2/4  berarti setiap birama ada dua hitungan dan setiap hitungan bernilai seperempat atau ada dua not seperempat dalam setiap birama.

  • Tanda Dinamik Dan Tempo Dalam Musik

Yang dimaksud dengan “dinamika” adalah keras lembutnya nada saat dimainkan/dikeluarkan, dinamik sangat menentukan interpretasi lagu yang dimainkan, sehingga pesan dan makna lagu dapat disampaikan dengan baik.

Sedangkan “tempo” dalam seni musik adalah cepat dan lambatnya sebuah musik dimainkan. Kalau dalam pesawat radio atau televisi yang digunakan untuk mengatur keras lembutnya suara adalah tombol volume suara.

Tanda dinamik adalah tanda yang digunakan untuk menunjukan bagian mana yang akan dinyanyikan sesuai tanda dinamik yang tertulis. Jadi tanda dinamik adalah tanda untuk menunjukan keras lembutnya suara.

Ada beberapa macam tanda dinamik, yaitu :

  • Tanda Dinamik Lembut:
  • p (piano) = lembut
  • pp (pianissimo) = sangat lembut
  • ppp (pianississimo) = sangat lembut sekali
  • Tanda Dinamik Sedang
  • mp (mezzo piano) = agak setengah lembut
  • mf (mezzo forte) = agak keras
  • Tanda Dinamik Keras
  • f (forte) = keras
  • ff (fortissimo) = sangat keras
  • fff (fortississimo) = sangat keras sekali

Selain tanda dinamik diatas, ada juga tanda perubahan dinamik, yaitu:

  • Diminuendo (dim) : melembut
  • Poco a poco : sedikit demi sedikit / lambat laun
  • Cresscendo : semakin lama semakin keras
  • Decrsescendo : semakin lama semakin lembut

Selain tanda dinamik dan perubahan dinamik, dalam musik juga terdapat berbagai macam tanda tempo. Tanda tempo adalah tanda yang digunakan untuk menunjukan cepat atau lambatnya sebuah lagu yang harus dinyanyikan.Contoh Tanda Tempo :

  1. Allegro : cepat
  2. Allegratto : agak cepat
  3. Presto : cepat sekali
  4. Vivace : cepat dan girang
  5. Moderato : sedang
  6. Andante : perlahan-lahan
  7. Largo : lambat
  8. Adagio : sangat lambat penuh perasaan
  9. Grave : sangat lambat sedih
  10. Lento : sangat lambat berhubung-hubungan
  1. KESIMPULAN

Dari beberapa uraian yang telah dikemukakan di atas, kesimpulan yang dapat kita petik adalah, bahwa pembelajaran musik adalah kegiatan aktif dalam pengalaman musik. Pembahasan unsur-unsur musik disampaikan bersamaan dengan kegiatan pengalaman musik dengan cara alamiah bernyanyi, bermain, bergerak, dan analisis lagu model jika kajian teoritis.

Nama                  :

Kelas                   :

Hari/Tanggal       :

Waktu                :

a.    Irama, naskah lagu, alat musik, dll

b.    3 macam

c.    Penambahan notasi secara lengkap sampai bagian terkecil

d.    Memberi hiasan secara spontan, bebas, pribadi bersifat sementara

e.    Cepat, sedang, lambat

f.     Sarana untuk mengekspresikan sesuatu baik melalui bahan mapun alat musik itu sendiri

g.    Orang yang melakukan aransemen musik/lagu

h.    Mendengarkan rekaman musik dan memainkan alat musik itu sendiri

i.      Naskah lagu, kreativitas dan imajinasi

j.      Kegiatan menata, menambah dan memperindah karya musik

k.    ketukan

l.      Untuk menentukan jumlah hitungan dan nilai setiap hitungan pada setiap birama

m. Gendang, gitar, keyboard, dll

n.    Alat musik yang dimainkan dalam bermusik

o.    Kecepatan ketukan yang dimainkan dalam sebuah musik/lagu

p.    10 macam

q.    Tanda untuk menyatakan keras lembutnya nada yang dimainkan

r.     4 macam

s.     1 ketukan

t.     Menjelaskan panjang pendeknya bunyi not tersebut jika dimainkan

u.    Suara manusia dan alat musik.

  1. Apa yang dimaksud arranger …
  2. Apa yang dimaksud arransir musik/lagu …
  3. Apa saja yang bisa di aransir oleh seorang arranger dalam bermusik …
  4. Salah satu langkah dalam mengaransir musik sebaiknya kita mengadakan apresiasi seperti …
  5. Teknik mengaransir musik dengan cara tertulis artinya …
  6. Teknik mengaransir musik dengan cara tidak tertulis artinya …
  7. Apa yang dimaksud dengan instrumen musik …
  8. Apa yang dimaksud dengan media musik …
  9. Beberapa contoh dari bahan yang digunakan dalam mengaransir musik adalah ..
  10. Beberapa contoh dari alat yang digunakan dalam mengaransir musik adalah …
  11. Apa yang dimaksud dengan tempo …
  12. Secara umum tempo ada berapa macam …
  13. Apa yang dimaksud dengan dinamika …
  14. Secaraumum dinamik ada berapa macam …
  15. Apa yang dimaksud dengan birama …
  16. Secara umum ada berapa macamkan tanda birama …
  17. Apa yang dimaksud dengan not …
  18. Bentuk not mempunyai nilai berapa …
  19. Sedangkan bentuk not mempunyai nilai berapa …
  • Allegro, moderato,largo merupakan istilah tempo yang ditulis dalam bahasa Italia yang mempunyai arti …

Kunci Jawaban

1.     G

2.    J

3.    A

4.    H

5.    C

6.    D

7.    N

8.    G

9.    I

10. M

11.  O

12. P

13. Q

14. B

15. L

16. R

17. T

18. K

19. S

20.E

DAFTAR PUSTAKA

[1] Muhammad Abd al-Rauf al-Manawi, faid al-Qadir Syarh al-Jami al-Shagir, (Beirut: Dar al-Fikr, 1972), jilid IV, hlm. 44

[2] B. Sitompul, Musik dan Seni, (Jakarta: Wijaya, 1984 ), Cet. Ke 2, hlm. 29

About BAHYUDIN NOR, S.Pd.I

Easy Going and Friendly.

Posted on 17 November 2015, in Seni Budaya. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: