Monthly Archives: November 2015

Gebyar SMKN 1 Pugaan 2015

0086b-contoh2bspanduk2b4x2Dalam rangka memeriahkan Gebyar SMKN 1 Pugaan 2015 yang terletak di wilayah paling Selatan (Kec. Pugaan) menggelar sebuah Acara yang di laksanakan selama 4 hari dari tanggal 19 s/d 22 Oktober 2015. Acara Gebyar dimeriahkan dengan menghadirkan banyak kegiatan lomba dan pertandingan-pertandingan olahraga.


Selain itu acara hiburan dimeriahkan oleh Siswa Siswi SMKN 1 Pugaan itu Sendiri dengan mengadakan Pentas Seni Berupa Tarian Daerah Traditional Kalsel dan Dance Serta Musik Panting.Yang Mana sebelum Kegiatan tersebut itu di buka langsung oleh Bupati Tabalong H. Anang Syakhfiani dan dilanjutkan dengan pemotongan Nasi Tumpeng. “Peserta lomba selain dari Sekolah Tingkat SMK dan sederajat, juga dari sekolah SD, MI, MTs/SMP sewilayah Banua Lawas, Pugaan, Kelua dan Muara Harus.

Kegiatan yang diadakan berupa Lomba Habsy Putera dan Puteri Tingkat, SMP/MTs, Pertandingan Voley Tingkat SMP/MTs, Lomba Menyanyi Tingkat SD, SMP, SMK/SMA dan MAN, Lomba Rangking 1 Tingkat SD/MI, dan Kegiatan akhir di tutup dengan jalan santai. Selain dari Lomba dan Pertandingan Tersebut, Juga adanya Layanan Servis Gratis Sepeda Motor Honda Untuk Seluruh Masyarakat dan Siswa serta adanya PenjualanBarang/Kredit dari FIF Group.

Selain itu Siswa SMK juga Mengadakan Bakti Sosial bersih-bersih Mushola/Mesjid sekitar wilayah SMKN 1 Pugaan.

Suksesnya acara tersebut tidak dari kerja keras seluruh siswa/siswi dan guru-guru SMKN 1 Pugaan dan Masyarakat Setempat  seperti Camat Pugaan, Pemdes Sei Rukam, Bp. H. Hasbi, Bp. H Syaiful Yazan, Bp. H. Supiani Serta adanya dukungan dari beberapa perusahaan seperti Pertamina Tanjung, Safa Marwah Motor Kelua, Yamaha, Bank BPD Kal-Sel, Wong Solo, PT. MSW (PLTU), FIF Group, XL Axiata, Indosat, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dll.

Sambutan Kepala Sekolah (Aris Dwi Kuswandi)
Sambutan Bupati Tabalong (H. Anang Syakhfiani)
Pemotongan Nasi Tumpeng
Makan Bersama
Duduk Bersama
Peserta Lomba Habsy
Musik Panting
Foto Bersama Dewan Guru dan Siswa/i
Jalan Santai
Jalan Santai
Hadiah Jalan Santai
Penyerahan Hadiah Oleh Wakasek Prasaranan
Penyerahan Hadiah Oleh Kapolsek Pugaan
Penyerahan Hadiah Oleh Kepala Sekolah SMKN 1 Pugaan
Penyerahan Hadiah Oleh Perwakilan Puskesmas Pugaan
Penyerahan Hadiah Oleh Wakasek WMM
Foto Bersama Pemenang Lomba
Baliho Gebyar 2×2 M

Tidak Ada Guru Yang Tidak Mampu Mengajar

Peraturan Pemerintah (Permen) No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, guru di Indonesia diharapkan mempunyai empat kompetensi dalam menjalankan profesinya, yaitu Kompetensi Pedagogi, Kompetensi Keperibadian, Kompetensi Profesionalisme, dan Kompetensi Sosial.

Kompetensi Pedagogi adalah kemampuan mengelola pebelajaran siswa meliputi pemahaman terhadap siswa, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan siswa untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki. Lebih terprinci, kompetensi pedagogi diuraikan sebagai berikut:

  • Memahami karakteristik siswa.
  • Memahami karakteristik siswa dengan kelainan fisik, sosial-emosional, dan intelektual yang membutuhkan penanganan khusus.
  • Memahami latar belakang keluarga siswa dan masyarakat untuk menerapkan kebutuhan belajar siswa dalam konteks budaya yang beragam.
  • Memahami cara dan kesulitan belajar siswa.
  • Mampu mengembangkan potensi siswa.
  •  Menguasai prinsip-prinsip dasar belajar-mengajar yang mendidik.
  • Mengembangkan kurikulum yang mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
  •  Merancang aktivitas belajar-mengajar yang mendidik.
  • Melaksanakan aktivitas belajar-mengajar yang mendidik.
  • Penilaian proses dan hasil pembelajaran yang mengacu pada tujuan utuh pendidikan.

Kompetensi Keperibadian adalah kemampuan keperibadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, yang  akan menjadi tauladan bagi peserta didik, serta berakhlak mulia.

Kompetensi Profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam sehingga guru dapat membmbing siswa memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. Kompetensi ini meliputi:

  • Menguasai secara luas dan mendalam substansi dan metodologi dasar keilmuan.
  • Menguasai materi ajar dalam kurikulum.
  • Mampu mengembangkan kurikulum dan aktivitas belajar-mengajar secara kreatif dan inovatif.
  • Menguasai dasar-dasar materi kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan siswa.
  • Mampu menilai dan memperbaiki pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas (PTK).

Sementara itum yang dimaksud dengan Kompetensi Sosial adalah kemampuan mendidik sebagai sebagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif diantara peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Target kompetensi untuk seorang guru sudah tersusun rapi dalam peraturan perundang-undangan. Namun tentunya, hal yang harus dilakukan setelah itu adalah menentukan cara merealisasikan dan mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran.

Dalam sebuah pelatihan guru, saya pernah mendengar dan melihat pembagian daftar perincian setiap kompetensi yang harus dikuasai oleh guru. Para guru diminta memberikan tanda centang pada kompetensi yang sudah dikuasai oleh guru dan harus jujur (dalam sebuah survey pendidik dan kependidikan). Hasilnya sungguh fantastis, ternyata tak ada yang terisi penuh 100%.

Dengan demikian, saya beranggapan bahwa apapun kondisi yang dihadapi, pemerintah dan terutama setiap guru tidak boleh berhenti membangun progran-program peningkatan kualitas (mutu) guru. Hal yang terpenting dalam program peningkatan mutu adalah niat dan kemauan guru untuk kreatif dan bertanggung jawab terhadap keberhasilan pekerjaannya.

Dalam karangan Munif Chatif (Gurunya Manusia), saya mengutip pidato Miriam Kronish, seorang Kepala Sekolah SD John Eliot 1988-2002, Needham, Massachusetts, Amerika Serikat (Sekolah Terbaik di Amerika):

“Masa depan pendidikan di Amerika di tentukan oleh sebuah kekuatan. Jika saja kami mempunyai kekuatan, kekuatan tersebut adalah program utama disekolah kami, yaitu Pelatihan Guru. Guru tidak hanya cukup membaca metode-metode belajar-mengajar terbaru. Guru harus dilatih, seperti hanya aktor atau penyair yang perlu dilatih. Setelah itu, guru baru bisa mengajarkannya kepada orang lain. Guru profesional adalah gelombang masa depan Amerika…”

Hal tersebut dapat kita artikan bahwa, guru harus belajar. guru bukanlah sufi yang khusus mendapat ilmu laduni. Saat bekerja, guru harus punya waktu untuk terus belajar. Perhatikan pidato Miriam Kronis tersebut, kemajuan sebuah bangsa serta-merta ditentukan oleh aktivitas Pelatihan Guru. Rupanya, pemikiran bahwa guru adalah penentu kemajuan bangsa dianut pula oleh Kaisar Hirohito saat Hiroshima dan Nagasaki Hancur pada 1945. Saai itu, dia langsung menanyakan banyaknya guru yang masih hidup setelah peristiwa pengeboman terjadi.

Ahmad Rizal, seorang pemerhati pendidikan, dalam bukunya yang berjudul “Dari Guru Konvensional Menuju Guru Profesional (Grasindo, 2009) mengatakan bahwa ternyata, ada guru yang secara mental tidak siap dilatih, bahkan jumlahnya cukup besar. Guru model demikian menurut Ahmad Rizal adalah guru yang tidak mempunyai kemampuan apa-apa. Persis seperti robot, baru bekerja setelah ada perintah dan selalu menuntut hak terlebih dahulu sebelum menunaikan kewajiban dengan baik. Namun, sedikit sekali guru yang berkonsentrasi untuk belajar dan mengajar dengan baik. Sehari-hari, waktu bekerja guru jenis ini hanya fokus pada menentukan cara agar ilmu yang diajarkan dapat diterima dengan mudah oleh setiap siswa.

Saya sangat setuju dengan pendapat Ahmad Rizal tersebut. Hal ini saya buktikan ketika merancang Sekolahnya Manusia yang mengharuskan setiap guru punya dan menerima empat rapor. Seluruh rapor tersebut saya dapat disusun dalam bentuk piramida sebagai berikut.

Ternyata, tidak semua guru mau dan ikhlas menerimanya. Hal ini membuktikan bahwa tidak semua guru punya mentalitas yang sama untuk mengajar dengan baik. Bahkan, ada guru yang protes dengan keberadaan rapor tersebut. Mereka yang protes mengatakan bahwa hanya siswa yang punya rapor, bukan guru; meskipun, selanjutnya mereka kebingungan, ketika seseorang menanyakan soal cara manajemen dan Kepala Sekolah menukur kinerja mereka. Lebih lanjut, sebagian dari mereka menentang mereka untuk memberikan data real tentang kualitas kerja mereka. Oleh karena pekerjaan mereka telah disahkan menjadi profesi guru, berarti mereka harus profesional sehinggan harus punya standar ukur kinerja.

Sebagai seseorang yang mendalami manajemen sekolah, saya tetap konsisten mempraktikkan keberadaan empat rapor guru tersebut, meskipun pelaksanaannya bertahap. Akhirnya saya menemukan sebuah kondisi yang luar biasa. Apabila Management Quality Control terhadap profesi guru diterapkan, empat rapor guru tersebut bak mesin penyaring yang luar biasa andal. Guru yang akan lolos dari mesin filter ini adalah yang saya sebut the real teacher, guru sejati. Sebaliknya, yang tidak lolos adalah mereka yang dalam bekerja, ketika mengajar, tidak diikuti rasa cinta dan bahagia. Mungkin, mereka hanya terpaksa mengajar atau ada alasan lain. Data yang dikumpulkan oleh Munif Chatib setiap tahun pada masa perekrutan guru baru menyatakan bahwa yang pada tahun mendatang termasuk the real teacher hanya sekitar 10% (sungguh sangat mengharukan).

Saya selalu membesarkan hati teman-teman yang bekerja pada manajemen sekolah dibawah saya bahwa kita tidak akan mudah atau secara instan mendapatkan guru-guru profesional. Untuk mendapatkannya, kita harus menggunakan “Mesin Penyaring”. Artinya, setiap tahun tidak boleh berhenti bekerja untuk menghasilkan guru-guru profesional yang sering banyak orang sebut multiple intelligences teachers. Semua elemen sekolah harus menyadari bahwa pekerjaan membangun dan melahirkan guru-guru profesional adalah pekerjaan manajemen sumber daya manusia tingkat tinggi.

  • Menurut Munif Chatib, membagi jenjang kompetensi guru yaitu:
  1.  Probation Perio, guru masa percobaan;
  2. Medium Period, guru yang memunyai moto just tell; 
  3. Good Teacher, guru yang memunyai moto explain;
  4.  Execellent Teacher, guru yang memunyai moto demonstrate; 
  5. Great Teacher, guru yang memunyai moto inspire;

Kenaikan setiap jenjang kompetensi tersebut terjadi apabila seorang guru telah lulus dari empat rapor yang diberikan kepadanya.

Dalam sebuah reuni SMA yang baru diadakan setelah enam tahun tahun, saya mengamati bahwa beberapa teman yang berprofesi guru merasa minder melihat “keberhasilan” rekan-rekan seangkatan lainnya yang menjadi pengusaha, manajer perusahaan asing, pegawai PAMA/Adaro, ahli dalam membuat program komputer, doktor, dan ahli pajak dan lain sebagainya. Saya berusaha meyakinkan teman-teman guru tersebut bahwa hanya profesi gurulah yang masuk kedalam wilayah manajemen tingkat tinggi, yaitu manajemen sumber daya manusia (SDA). Semua profesi yang ada, secara garis besar akan berhasil apabila mereka juga berhasil menempuh pendidikan, sedangkan keberhasilan pendidikan tentunya akan bergantung pada profesionalisme  seorang guru. Alhamdulillah, pandangan tersebut minimal dapat mengurangi rasa minder mereka.

Di kutip dari Karangan Munif Chatib, “Gurunya Manusia”.

Selanjutnya bagi para pembaca, mohon saran dan masukan kalau masih merasa kurang, komentar saja dikolom komentar. Terimakasih!!!

– See more at: http://bahyudinnor17.blogspot.co.id/2012_07_01_archive.html#sthash.maFsgoq1.dpuf

9 Buku Motivasi Terbaik 2015

Kekuatan dalam Memulai Hal Bodoh

Oleh Richie Norton

  • Ukuran : 14 x 21 cm
  • Tebal : 304 halaman
  • Terbit : Februari 2014
  • Cover : Softcover
  • ISBN : 978-602-03-0145-7
  • No Produk : 20401140013
  • Harga : Rp. 68.000,-

Sinopsis

Kita adalah penguasa atas takdir kita, bukan korban situasi di sekeliling kita. Karena itu, kita harus proaktif, menggunakan sumber daya dan inisiatif kita untuk menjadi pemenang. Kekuatan dalam Memulai Hal Bodoh dengan indah menangkap ruh dari prinsip yang memberi energi itu dan mengajak kita untuk mengubah kelemahan menjadi kekuatan kreatif, untuk mengoptimalisasikan kemungkinan-kemungkinan yang terkadang bahkan tak terlihat, dan untuk (berani) melakukan hal bodoh—dengan cara yang cerdas—demi mencapai kesuksesan.

Namun upaya kita itu hendaknya diimbangi juga dengan integritas terhadap nilai-nilai yang kita pegang. Dan pertama-tama, kita harus memeriksa motif kita. Motif itu harus didorong oleh niat kita untuk memberi manfaat bagi orang lain.

“Saya sangat menyukai buku ini. Saya suka perasaan yang dibangkitkan buku ini. Buku ini menggugah semangat saya, menginspirasi saya, dan memberi saya kepercayaan diri. Buku ini mengingatkan masing-masing kita bahwa segala hal mungkin…. Buku ini mendobrak pemikiran konvensional—dengan cara yang cerdas.â€
—STEPHEN M.R. COVEY; Penulis buku terlaris versi New York Times dan #1 Wall Street Journal: The Speed of Trust dan rekan penulis Smart Trust, buku terlaris #1 Amazon

“Jarang sekali seorang penulis baru muncul membawa gebrakan, menyalakan api semangat kita. Richie Norton adalah percikan bara api langka itu…. Bertindaklah cerdas: bacalah buku ini.â€
—JACK CANFIELD; Penulis buku terlaris versi New York Times: The Success Principles dan rekan pencipta buku seri Chicken Soup for the Soul

belajar kilat

Bacakilat for Students

Oleh Juni Anton , Agus Setiawan

  • Ukuran : 14 x 21 cm
  • Tebal : 260 halaman
  • Terbit : Januari 2014
  • Cover : Softcover
  • ISBN : 978-602-03-0089-4
  • No Produk : 20401140006
  • Harga : Rp. 78.000,-

Sinopsis

Ingin bisa belajar dengan santai dan tetap berprestasi?

Hai Students, apa yang muncul di kepalamu saat kamu disuruh belajar? Males, Bosan, Bete, Ngantuk, Nggak suka. Jawaban itu mirip dengan jawaban hampir setiap pelajar yang saya temui. Bagaimana jika kamu bisa belajar dengan mudah, santai, dan berprestasi? Bacakilat For Students adalah cara belajar yang terbukti efektif membantu kalian, para pelajar, untuk memahami pelajaran dengan mudah.

Buku ini berisi hampir seluruh materi 2 Hari Workshop Bacakilat For Students. Baca bukunya, Nonton DVD-nya, praktikkan ilmunya, maka belajar & berprestasi menjadi hal yang mudah.

“Kak, keren BANGET! Nilai UAS saya ampir semua di atas 9, kecuali bahasa 8,2. Semua itu berkat SISTEM BACAKILAT yang saya lakukan. Terima kasih, Kak udah ngajarin BACAKILAT.â€
— Michelle (Pelajar SMP)

“Well, I’ve never been like this. In every subject that has been examinated I never fail. Aku Lolos SBMTPN 2013, Pend. Dokter UNS. Nilai UN 54,3 dengan fisika 10. Terima kasih banyak ya Kak buat ilmu Bacakilatnya.â€
— M. Musthafa H (Pelajar SMA)

“Terima kasih. Ian telah mempraktikkan BACAKILAT dan dia meraih NILAI TERBAIK di kelasnya. Nilai final tes bahasa Inggrisnya: WRITING 80 dan LISTENING 90.â€
— Linda Herawati (Orangtua Ian)

jendela hati

 Jendela Hati

Oleh Wijayanto Samirin

  • Ukuran : 13.5 x 20 cm
  • Tebal : 192 halaman
  • Terbit : Desember 2013
  • Cover : Softcover
  • ISBN : 978-602-03-0026-9
  • No Produk : 20401140001
  • Harga : Rp. 60.000,-

Sinopsis

Kejadian keseharian kita sesungguhnya menyembunyikan banyak hikmah dan makna, bila hati dan pikiran kita terbuka untuk menerima penyingkapannya. Jendela Hati adalah refleksi mendalam dari realitas keseharian yang penuh pembelajaran.

Kita tak akan pernah lelah jika hati, pikiran dan perbuatan sejalan. Semangat harus selalu dibangkitkan dan keikhlasan harus selalu ditumbuhkan, supaya karya kita menjadi berkah bagi semesta. Buku ini adalah referensi berharga untuk mewujudkannya.
—M. Jusuf Kalla, Negawaran, Ketua Umum PMI & DMI

Hidup adalah proses pembelajaran tanpa henti. Banyak individu yang sudah “menjalani” tapi tidak “mengalami”, karena ia tidak mencari pelajaran dari yang dijalani. Buku ini mengingatkan kita untuk selalu belajar di mana pun dan kapan pun. Selalu ada pelajaran, ada hikmah yang memperkaya hidup kita.
—Anies Baswedan, Pendidik, Rektor Universitas Paramadina

Ketika kehidupan sosial politik terasa sempit dan pengab, lapangkanlah hati dan pikiran, sehingga dunia menjadi lapang dan indah untuk ditanami pohon kebajikan.

—Komarudin Hidayat, Pendidik, Rektor UIN Jakarta

Memiliki beginner’s mind adalah kunci untuk sukses. Karya ini mengajak kita untuk selalu memiliki beginner’s mind, yaitu mindset yang mau belajar tentang apa saja dan dari siapa saja sepanjang hidup kita.
—Sudhamek AWS, Pengusaha

Makna keberadaan manusia diukur dari apa yang telah ia perbuat bagi sekitar. Melalui kumpulan tulisan ini, penulis menginspirasi kita agar selalu memperbaiki diri untuk menjadi kontributor positif bagi dunia.
—Victor Hartono, Pengusaha

mama mia

Mamma Mia! Bangkit dari Keterpurukan

Oleh Monica Anggen

  • Ukuran : 13.5 x 20 cm
  • Tebal : 164 halaman
  • Terbit : Januari 2014
  • Cover : Softcover
  • ISBN : 978-602-03-0109-9
  • No Produk : 20401140009
  • Harga : Rp. 38.000,-

Sinopsis

Saat hidup menyodorkan cobaan, kita kadang lupa bahwa hikmah dari kejadian itu lebih berharga dibandingkan “pengorbanan†kita.

Menjalani hidup ibarat mengarungi lautan. Ada kalanya laut begitu tenang sehingga kita merasa nyaman berada di atas kapal kehidupan. Semua tersedia, membahagiakan, dan membuat kita merasa inilah hidup yang sebenarnya.

Tapi pada lain waktu, angin bertiup kencang sehingga mendatangkan gelombang besar atau badai. Kapal kehidupan kita pun terombangambing tak menentu, dipermainkan gelombang ke segala arah. Pada saat seperti inilah hidup terasa menyedihkan dan menyesakkan. Seolah kapal kita nyaris karam.

Satu yang tak bisa dimungkiri: kegagalan, kehilangan, penyakit, atau musibah kehidupan lainnya akan selalu datang silih berganti; tidak mungkin kita hindari. Jadi, apa yang harus kita lakukan? Terpuruk dan meratapi nasib? Berjuang untuk segera bangkit dan melanjutkan perjalanan? Mamma Mia! Bangkit dari Keterpurukan menghadirkan 15 kisah inspiratif tentang orang-orang biasa yang menjadi luar biasa justru setelah mengalami cobaan dahsyat. Dari mereka kita bisa belajar bagaimana bersikap agar mampu bertahan dalam badai dan terus bersemangat mengarungi hidup dengan layar terkembang.

siomay pink

Siomay Pink

Sebuah Perjalanan untuk Menemukan Cinta

Oleh Nidya Febriani Utami

  • Ukuran : 20 x 20 cm
  • Tebal : 112 halaman
  • Terbit : Desember 2013
  • Cover : Softcover
  • ISBN : 978-602-03-0087-0
  • No Produk : 20401140007
  • Harga : Rp. 58.000,-

Sinopsis

Sebuah kisah nyata tentang seorang laki-laki yang mengalami keterpurukan karena usahanya yang bangkrut. Istrinya meninggalkannya. Dan yang lebih menyakitkan, ia harus rela berpisah dengan anak-anak yang sangat dicintainya.

Selama bertahun-tahun, ia tak tahu di mana anak-anaknya berada. Keputusaasaan hampir menyebabkan ia mengakhiri hidupnya. Namun, rasa cinta berbalut rindu memunculkan semangat luar biasa dari dalam dirinya untuk bangkit dan memulai hidupnya kembali. Siomay Pink adalah karunia dan sekaligus jalan Tuhan baginya.

Lantas, mengapa bisa ada Siomay Pink? Dan apakah ia berhasil bangkit dan bertemu dengan anak-anaknya?

to be interesting

How to Be Interesting

“Cara Menjadi Menarik dalam 10 Langkah Sederhana”

Oleh Jessica Hagy

  • Ukuran : 13 x 18 cm
  • Tebal : 272 halaman
  • Terbit : November 2013
  • Cover : Softcover
  • ISBN : 978-979-22-9975-5
  • No Produk : 20401130105
  • Harga : Rp. 65.000,-

Sinopsis

Bagaimana Hidup di Titik Pertemuan Antara Kagum, Takjub, dan Penasaran

1. Ayo Mengeksplorasi
2. Bagikan yang Anda Temukan
3. Kerjakan Sesuatu. Apa Saja
4. Manfaatkan Keunikan Anda
5. Miliki Sebuah Alasan
6. Kurangi Kesombongan
7. Coba Sajalah!
8. Jangan Ikut-ikutan
9. Jadilah Pemberani
10. Abaikan Celaan Orang

Bosan dengan diri Anda sendiri? Atau banyak orang menilai Anda tidak menarik? Jessica Hagy memberikan banyak ide untuk membuat Anda kembali menjadi orang yang menarik. Kami percaya setelah menerapkan 10 langkah sederhana di buku ini Anda kembali merasakan bahwa hidup ternyata seru banget! Dan Anda akan lebih disukai banyak orang.

warna-warni dunia remaja

La Taias for Students

“Warna-Warni Dunia Remaja”

Oleh Ina Inong

  • Ukuran : 13.5 x 20 cm
  • Tebal : 216 halaman
  • Terbit : September 2013
  • Cover : Softcover
  • ISBN : 978-979-22-9223-7
  • No Produk : 41101130007
  • Harga : Rp. 45.000,-

Sinopsis

Dunia pelajar, dunia penuh warna! Dari remaja beranjak dewasa, begitu banyak cerita yang mewarnai kehidupan pelajar. Berjuta kesenangan pun terbentang. Namun jika tidak berhati-hati atau kurang pintar memilih jalan, kesenangan itu dapat menjerumuskan remaja ke jurang paling kelam.

La Taias for Students: Warna-Warni Dunia Remaja menceritakan dua puluh lima kisah yang terinspirasi kejadian nyata. Mulai dari gejolak cinta, keriaan dan canda tawa, sampai tantangan-tantangan berupa tidak adanya rasa percaya diri, jerat pergaulan bebas, geng bermasalah, menjadi korban penganiayaan atau objek pelecehan, terbawa arus konsumtif, dan kehilangan orang tersayang.

Kisah-kisah ini sengaja dihadirkan sebagai penyemangat dan sumber inspirasi agar remaja selalu bersemangat menjalani hidup, berani mengambil sikap terbaik dalam menyelesaikan masalah, dan teguh menghindari hal-hal yang mencelakakan.

Dengan kepala tegak dan iman di dada, masa depan cerah pasti bisa diwujudkan!

muslimah

Role Juggling: Perempuan Sebagai Muslimah, Ibu, dan Istri

Oleh Andi Sri Suriati Amal

  • Ukuran : 13.5 x 20 cm
  • Tebal : 168 halaman
  • Terbit : September 2013
  • Cover : Softcover
  • ISBN : 978-979-22-9804-8
  • No Produk : 41101130024
  • Harga : Rp. 45.000,-

Sinopsis

“Sebaik-baik perhiasan dunia adalah perempuan salihah”. (HR. Muslim)

Begitu besar penghargaan Islam terhadap perempuan. Peran dan kedudukannya diatur dengan jelas dalam Al-Qur’an dan hadits agar bersama kaum lelaki, keduanya bisa saling bantu dan mengisi. Sayang, baru sedikit yang menyadari hal ini. Alhasil banyak yang lebih suka menjadi wanita karier daripada menjadi perempuan sesuai tuntunan Islam.

Role Juggling merupakan kumpulan jawaban yang patut diketahui perempuan dalam menjalankan perannya yang beragam. Menghadirkan ulasan-ulasan penting nan menggelitik mengenai:

– Perempuan sebagai individu
apa kata Al-Qur’an dan hadits mengenai keutamaan kaum perempuan dalam
beribadah dan berkarya

– Perempuan sebagai istri
merujuk biografi istri Rasulullah saw. sebagai model istri salihah

– Perempuan sebagai ibu
memaparkan berbagai kisah nyata sehari-hari dalam mengasuh dan membimbing
anak-anak yang semuanya makin menegaskan bahwa dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan hadits, perempuan justru dimudahkan menjalani semua peran dengan baik dan ringan, serta mampu bersinar sempurna sebagai individu, istri, juga ibu.

“Coretan inspiratif! Role Juggling merupakan suatu kenyataan hidup dunia untuk kenikmatan akhirat dengan pedoman Al-Qur’an dan hadits Nabawi.†—Mimi Fitriana Zaini. Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Malaysia

“Penulis berhasil membeberkan berbagai peran perempuan dalam satu buku. Sangat layak dibaca, bukan saja karena gaya penuturannya populer dengan referensi Al-Qur’an dan hadits, tapi juga karena didasarkan pada pengalaman pribadi Penulis tinggal di luar negeri. Berbeda dengan buku-buku fikih atau agama, Role Juggling terasa lebih intim dan mengena karena ditulis dari perspektif perempuan, termasuk di dalamnya isu punya banyak anak dan poligami.†—Vita Sarasi. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung

janjo paling romantis

Janji Paling Romantis

Oleh Irna Permanasari

  • Ukuran : 13.5 x 20 cm
  • Tebal : 154 halaman
  • Terbit : Mei 2013
  • Cover : Softcover
  • ISBN : 978-979-22-9647-1
  • No Produk : 20401130058
  • Harga : Rp. 43.000,-

Sinopsis

“Kak Yosi, aku pulang. Nanti kalau sudah besar, aku akan ke rumah Kak Yosi. Kak Yosi cantik. Salamku.â€

Pandangan mataku terasa kabur. Inilah janji paling romantis yang pernah diberikan seseorang padaku. Seorang anak laki-l aki kecil yang luar biasa, proaktif, dan amat mandiri. Surat ini kusimpan hingga sekarang.

Ada banyak kisah inspiratif, mengharukan, dan menyentuh, yang didapat dari pelatihan yang diadakan Yayasan Putera Bahagia Jaya bagi anak-anak SD, SMP, SMA prasejahtera di Jakarta. Diceritakan dengan gaya sederhana, lucu, dan memikat, pengalaman mereka yang menarik dan membangkitkan semangat dapat memberikan pelajaran berharga bagi siapa pun yang membaca, khususnya anak-anak.

Kisah-kisah nyata tersebut memberi kita gambaran seadanya dan pemahaman utuh mengenai anak-anak prasejahtera yang tinggal di permukiman kumuh kota metropolitan.

Semua kisahnya akan membuat kita tersadar dan tergugah untuk lebih mensyukuri nikmat dalam hidup. Hidup ini sangat indah dan layak diperjuangkan guna menggapai masa depan yang lebih cermerlang.

Sumber: http://www.totalserve.biz/2014/02/9-buku-motivasi-terbaik-2014.html

RINGKASAN MATA PELAJARAN IPS KELAS XI

STRUKTUR SOSIAL, PENYEBAB KONFLIK SOSIAL, DAN MOBILITAS SOSIAL

1. Pengertian Struktur Sosial
Anak yang baru lahir, secara otomatislangsung memiliki status sosial yang melekat pada orang tuanya. Tidak ada orang yang dapat menolak status sosial orang tuanya.
Status sosial biasanya juga dilihat dari ekonomi, yaitu kaya atau miskin. Masih ada pula yang membedakan status sosial seseorang atas dasar kasta, misalnya di Bali masih kenal sistem kasta, yaitu kasta brahmana (pendeta), kasta ksatria (penguasa), kasta waisya (pengusaha), dan kasta sudra (rakyat biasa).
Berbicara tentang struktur sosial, maka tidak terlepas dari pembahasan perilaku masyarakat secara individu, maupun kelompok sesuai peran dan status mereka. Seseorang menjalankan peran manakala ia menjalankan hak dan kewajiban yang menjadi statusnya.

2. Peran dan Status
a. Pengertian peran
Jika seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan statusnya maka, ia telah menjalankan peran. Kesimpulannya adalah “peran melekat pada kedudukannya”.
Seseorang dapat menyesuaikan diri dengan perilaku teman-teman kelompoknya. Hubungan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat merupakan hubungan antara peran-peran individu dalam masyarakat. Peran yang melekat pada seseorang lebih menekankan pada fungsi menyesuaikan diri, sedangkan status lebih bersifat statis/tetap. Misalnya status sebagai lurah berperan memimpin warga kelurahan, status sebagai dokter berperan mengobati pasien.
b. Pengertian status
Status adalah keadaan atau kedudukan seseorang dalam hubungannya dengan masyarakat di sekitarnya.

Pada umumnya di lingkungan masyarakat dikembangkan tiga macam status yaitu :
1) Ascribed status
Yaitu kedudukan seseorang dalam masyarakat, tanpa memperhatikan perbedaan-perbedaan rohaniyah dan kemampuan. Kedudukan ini secara otomatis diperoleh karena keturunannya. Status ini pula ddiperoleh dengan sendirinya tanpa melakukan perjuangan dan bersifat alamiah dalam kehidupan masyarakat.
2) Achieved status
Yaitu kedudukan yang diperoleh seseorang dengan melalui perjuangan dan pengorbanan. Status ini diperoleh bukan sejak lahir, tetapi terbuka secara umum bagi siapa saja yang dapat mencapainya.
3) Assigned status
Yaitu kedudukan yang diberikan oleh suatu kelompok kepada seseorang karena jasa-jasanya dalam hal-hal tertentu, baik berjasa kepada organisasi, masyarakat atau kepada negara.

c. Konflik Status
Pertentangan antara individu dengan statusnya dapat mengakibatkan kesalahan dalam mengambil suatu keputusan. Konflik satus memang sering sulit dihindari karena kepentingan individu tidak selamanya sama dengan kepentingan masyarakat maupun organisasinya.

1. Pengertian Konflik Sosial
Konflik sosial merupakan proses sosial yang terjadi pada individu atau kelompok. Masing-maisng pihak berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai ancaman atau kekerasan.

2. Faktor Penyebab Terjadinya Konflik Sosial
a. Adanya perbedaan pendapat
Perbedaan pendapat, pandangan, pendirian dan perbedaan perasaan akan melahirkan bentrokan antara individu atau kelompok.
b. Adanya perbedaan budaya
Kepribadian individudengan individu lainnya sangat tergantung dari pola-pola kebudayaan dari kelompoknya, keadaan tersebut dapat menyebabkan pertentangan antara mereka.
c. Adanya perbedaaan kepentingan
Perbedaan kepentingan antarindividu maupun kelompok merupakan salah satu sumber pertentangan. Kepentingan tersebut antara lain; kepentingan ekonomi, politik, dsb.
d. Adanya perubahan sosial
Perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat, mempengaruhi atau mengubah nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat.

3. Nilai Positif Konflik Sosial
Konflik sosial merupakan proses disasosiatif yang agak tajam, tetapi sebagai proses sosial juga memiliki fungsi positif bagi masyarakat.konflik dalam bentuk lunak dan dapat dikendalikan. Konflik digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu dan menunjukkan sikap demokratis. Perbedaan pendapat sering terjadi dan sengaja dibahas dan dipertahankan oleh kelompok-kelompok tertentu dengan tujuan mencari alternative terbaik dan untuk menemukan kesamaan pendapat melalui musyawarah mufakat atau pengambilan pendapat secara mayoritas melalui “voting”

4. Bentuk-Bentuk Khusus Konflik
a. Konflik Pribadi
Yaitu suatu pertentangan yang terjadi antara individu dengan individu lainnya.
b. Konflik antar kelas-kelas sosial
Yaitu pertentangan yang terjadi antara kelompok kelas sosial tertentu denagn seseorang atau kelompok kelas sosial yang lain. Biasanya hal itu terjadi antara kelas sosial rendah dengan kelas sosial yang lebih tinggi.
c. Konflik politik
Yaitu pertentangan yang terjadi disebabkan adanya suatu keputusan politik baik di dalam satu kelompok politik maupun antar kelompok politik. Sedangkan konflik politik eksternal yaitu pertentangan yang terjadi antarpartai politik atau antara kelompok penguasa dengan partai politik pesaingnya.
d. Konflik rasional
Yaitu pertentangan yang terjadi antara rasa atau suku tertentu yang dengan rasa tau suku yang lain.
e. Konflik kelompok agama
Yaitu pertentangan yang terjadi yang disebabkan oleh suatu keyakinan, kepercayaan dan ajaran agama.

5. Dampak Akibat Konflik Sosial
a. Timbulnya solidaritas dalam kelompok
Jika terjadi pertentangan suatu kelompok denagn kelompok lain, maka solidaritas antar warga dalam suatu kelompok biasanya akan tambah erat, mereka bersedia berkorban demi keutuhan dan eksistensi kelompoknya.
b. Retaknya persatuan
Apabila pertentangan terjadi dalam suatu kelompok, maka akan berakibat retaknya persatuan dan kesatuan dalam kelompok.
c. Perubahan kepribadian para individu
Pertentangan yang terjadi dalam suatu kelompok atau antar kelompok dapat menimbulkan terjadinya perubahan kepribadian seseorang.
d. Hancurnya harta benda dan korban manusia
Akibat adanya pertentangan memungkinkan terjadinya suatu kehancuran fisik, harta benda dan korban manusia.
e. Timbulnya akomodasi dan dominasi
Jika kekuatan pihak-pihak yang bertentangan seimbang, maka dimungkinkan timbulnya akomodasi. Namun jika pertentangan tidak seimbang, maka menyebabkan akomodasi oleh pihak yang menang terhadap lawannya.

HUBUNGAN ANTARA STRUKTUR SOSIAL DENGAN MOBILITAS SOSIAL
1. Pengertian Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial dapar diartikan sebagai perpindahan dari suatu struktur sosial ke arah struktur sosial yang lainnya. Perpindahan itu mengakibatkan naik turunnya kondisi status sosial seseorang atau kelompok.

2. Jenis-Jenis Mobilitas Sosial
a. Mobilitas sosial vertikal
Yaitu mobilitas sosial yang berakibat naik atau turunnya status sosial. Contoh mobilitas sosial vertikal yang menunjukkan perubahan naik, yaitu seorang penjual es menjadi kepala desa, semula menjadi satpam dan kemudian menjadi anggota DPRD. Contoh mobilitas sosial vertikal menurun yaitu semula menjadi kepala dinas, pindah menjadi staf dipropinsi terpencil.
b. Mobilitas sosial horizontal
Yaitu mobilitas atau perpindahan yang tidak mengubah status.
Mobilitas sosial dapat terjadi pada individu, kelompok maupun masyarakat. Mobilitas sosial individu yaitu perpindahan atau perubahan status sosial seseorang yang dialami secara individu. Mobilitas sosial kelompok yaitu perubahan status sosial yang dialami oleh suatu kelompok.
Mobilitas sosial masyarakat yaitu perubahan status sosial masyarakat secara bersamaan.

3. Proses Terjadinya Mobilitas Sosial
Proses mobilitas sosial dapat terjadinya karena berbagai faktor antara lain:

a. Keadaan alam/geografis
Keadaan alam yang sudah tidak dapat mendukung dapat mendorong seseorang untuk melakukan mobilitas sosial.
b. Ekonomi
Faktor utama pendorong mobilitas sosial yaitu ekonomi. Setiap manusia berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya. Mereka bekerja dan berusaha untuk dapat mengubah kondisi yang dialami.
c. Pendidikan
Pada umumnya setiap orang memiliki cita-cita untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi. Orang tua pada umumnya menginginkan anaknya memiliki pengetahuan dan keterampilan yang melebihi dirinya.
d. Persaingan
Persaingan yang terjadi baik antar individu maupun antar kelompok mendorong pula terjadinya mobilitas sosial. Setiap individu atau kelompok berkeinginan unutk dapat melebihi kedudukan/status dari individu atau kelompok lainnya.

4. Dampak Mobilitas Sosial
a. Dampak positif mobilitas naik
Apabila harapan-harapan seseorang kelompok dapat terpenuhi, maka ia merasa bahagia, di samping itu ia merasa puas, karena kebutuhannya terpenuhi dan penghasilannya meningkat. Berdasarkan perasaan kepuasan di atas maka dapat dikatakan dampak positif dari mobilitas sosial naik adalah sebagai berikut:
1) Adanya perasaan kepuasaan dan kebahagiaan
2) Adanya peningkatan penghasilan dan pemenuhan kebutuhan
3) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan
4) Peningkatan status sosial
b. Dampak negatif mobilitas naik
Dampak negatifnya yaitu: rasa kecemburuan dan timbulnya ketidak harmonisan hubungan karena perubahan sikap.
c. Dampak positif mobilitas turun
Yaitu kesadaran atas segala kekurangan dirinya dan berusaha untuk merubahnya, memperoleh pengalaman untuk bekal sehingga lebih berhati-hati, dan mengingatkan bahwa manusia memiliki keterbatasan oleh karena itu perlu meningkatkan dan pendekatan diri kepada Sang Maha Pencipta.
d. Dampak negatif mobilitas turun
Yaitu: adanya perasaan tidak puas, kecewa dan kurang bahagia, adanya perasaan kecemburuan, rasa rendah diri dan kurang percaya diri, memungkinkan timbulnya sikap putus asa dan tidak bersemangat.

5. Hubungan Struktur Sosial dengan Mobilitas Sosial
Terdapat hubungan antara struktur sosial dengan mobilitas sosial. Semakin tinggi struktur sosial masyarakat, maka semakin naik mobilitas sosialnya, sebaliknya semakin rendah struktur sosial seseorang, maka mobilitasnya semakin menurun.

Catatan IPS BAB II SMK kelas XI semester I
KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL

1. Kelompok-Kelompok Sosial
a. Pengertian kelompok sosial
Pergaulan dapat diartikan sebagai kumpulan kepentingan peorangan, pengaturan sikap orang yang satu terhadap orang yang lain dan pemusatan orang-orang dalam kelompok-kelompok tertentu untuk kepentingan bersama.
Kelompok sosial merupakan perwujudan dari pergaulan hidup atau kehidupan bersama.
b. Kriteria kelompok sosial
Soerjono Soekanto, mengatakan bahwa kumpulan manusia dapat disebut sebagai kelompok sosial apabila memenuhi persyaratan tertentu, yaitu;
a. Setiap anggota kelompok harus sadar bahwa ia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan,
b. Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota lainnya.
c. Ada faktor yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok itu, sehingga hubungan antara mereka bertambah erat. Faktor tadi dapat merupakan nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideology politik yang sama, dsb.
d. Berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku.
2. Bentuk-Bentuk Kelompok Sosial
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, kelompok sosial merupakan perwujudan dari kehidupan bersama pergaulan hidup yang sangat beraneka ragam. Selanjutnya dinyatakan bahwa diantaranya yang penting adalah keluarga, organisasi diberbagai lapangan kehidupan (ekonomi, politik, kesenian, keagamaan) dan masyarakat-masyarakat setempat (ketetanggaan, desa, kota, dsb).
Masyarakat adalah salah satu tipe kelompok yang dikembangkan oleh manusia. Society adalah kelompok fungsional yang menempati suatu daerah geografis yang jelas. Society merupakan sekelompok orang yang telah menjadi satu kesatuan wilayah, fungsional, dan kultural, artinya bahwa disamping sebagai suatu kesatuan sosial yang menempati suatu daerah geografis yang dapat ditentukan, juga sebagai suatu kesatuan sosial yang para anggotanya diikat oleh ikatan-ikatan ketergantungan satu sama lain, society juga merupakan kelompok yang para anggotanya sama-sama mempunyai wariasn kebudayaan yang jelas, yang secara unik menjadi kepunyaan mereka.
a. Kelompok primer
Menurut Soerjono Soekanto “kelompok primer adalah kelompok-kelompok yang ditandai ciri-ciri kenal mengenal antara anggota-anggotanya, serta kerja sama erat yang bersifat pribadi.
Syarat-syarat yang sangat penting adanya suatu kelompok primer yaitu;
1) Anggotanya kelompok tersebut secara fisik berdekatan satu dengan yang lainnya,
2) Kelompok tersebut adalah kecil,
3) Adanya suatu kelanggengan hubungan antar anggota kelompok yang bersangkutan.

Terjadinya hubungan akrab, individu-individu yang bersangkutan mau tak mau secara fisik harus saling mengenal. Kenal-mengenal secara fisik memberi kemungkinan terbentuknya kelompok primer, akan tetapi hal itu tergantung dari kemungkinan yang ditentukan oleh kebudayaan masyarakat yang bersangkutan.

Kelompok sosial mempunyai norma-norma yang mengatur hubungan fisik antar anggotanya. Hubungan antara pria dan wanita yang dibatasi oleh norma-norma. Kecilnya kelompok juga merupakan salah satu syarat penting, oleh karena tidak mungkin seseorang pada waktu tertentu berhubungan dengan sekian banyak orang sekaligus.
Keakraban hubungan antar individu, sebetulnya tergantung dari seringnya individu-individu bersangkutan berhubungan dan mendalami hubungan tadi. Semakin lama mereka berhubungan satu sama lain, semakin akrab pula hubungan tersebut.
Persamaan tujuan dapat mempunyai dua arti. Pertama= bahwa individu yang bersangkutan mempunyai keinginan dan sikap yang sama, sehingga mereka berusaha untuk mencapai tujuan yang sama pula. Kedua= adalah bahwa salah satu pihak bersedia untuk berkorban demi kepentingan pihak lain.
Hubungan-hubungan primer mempunyai kecenderungan kearah tujuan yang sama. Secara ideal, hubungan primer dianggap sebagai tujuan atau sebagai suatu nilai sosial yang harus dicapai. Artinya bahwa hubungan tersebut harus bersaifat sukarela, di mana pihak-pihak yang bersangkutan benar-benar merasakan adanya suatu kebebasan dalma pelaksanaannya.
Hubungan primer bersifat pribadi dalam arti bahwa hubungan tersebut melekat pada kepribadian seseorang dan tak dapat diganti oleh orang lain.
Suatu hal yang tampak adalah bahwa tidak selalu kelompok-kelompok kecil tersebut hidup secara harmonis; bahkan ada yang ditandai oleh rasa benci membenci dan konflik. Bahwa didalam kehidupan sosial tak ada kelompok primer yang memenuhi persyaratan secara sempurna dapat terlihat dari kenyataan bahwa dalam setiap masyarakat terdapat norma dan nilai-nilai sosial yang sedikit banyaknya bersifat memaksa, yang mengatur pergaulan hidup manusia. Hubungan primer murni masih dapat dijumpai pada masyarakat yang sederhana organisasinya, misalnya di desa.

b. Kelompok sekunder
Kelompok sekunder yaitu kelompok-kelompok besar yang terdiri banyak orang. Bagaimana hubungannya tak perlu berdasarkan kenal-mengenal secara pribadi, dan sifatnya juga tidak begitu langgeng.
Suatu bangsa merupakan kelompok sekunder, akan tetapi memiliki pula beberapa ciri kelompok primer yaitu faktor tujuan yang sama dan derajat kelanggengan yang tertentu.
Hubungan-hubungan antar manusia tak mungkin semata-mata didasarkan atas kontrak. Pasti harus ada rasa kesetiaan dan pengabdian terhadap kelompok serta pola perilaku yang berlaku dalam kelompok. Rasa kesetiaan dan pengabdian tadi, tak mungkin timbul dengan sendirinya, akan tetapi merupakan hasil dari hubungan antar manusia yang akrab.
Oleh sebab itu adanya kelompok primer merupakan syarat mutlak terbentuknya kelompok sekunder. Dalam kelompok primer individu mengidentiikasikan dirinya dengan orang lain, memperoleh kebebasan, merasakan cinta dan keadilan. Tanpa semua itu, kelmpok sekunder seolah-olah merupakan pohon tanpa akar yang sewaktu-waktu dapat tumbang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa syarat-syarat dan sifat-sifat kelompok primer dan kelompok sekunder saling isi mengisi dan dalam kenyataan tak dapat dipisah-pisahkan secara mutlak.

Perkembangan Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural
1. Masyarakat Setempat (community)
a. Pengertian masyarakat setempat
Suatu kelompok, baik kelompok besar maupun kecil, hidup bersama sedemikian rupa sehingga merasakan bahwa kelompok tersebut dapat memenuhi kepentingan-kepentingan hidup utama, maka kelompok tadi disebut masyarakat setempat atau community.
b. Kriteria suatu masyarakat setempat
Kriteria utama adanya suatu masyarakat setempat yaitu adanya social relationship antara anggota suatu kelompok. Mereka bertempat tinggal di suatu wilayah geografis dengan batas-batas tertentu dan dia antara mereka terjadi interaksi yang lebih besar dibandingkan dengan penduduk di luar batas wilayahnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masyarakat yaitu suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai adanya hubungan sosial yang lebih mendalam dan memiliki perasaan saling memerlukan, senasib dan sepenanggungan (community sentiment).

2. Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota
a. Masyarakat Desa
Masyarakat desa memiliki hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam dibandingkan masyarakat kota.
Kepala desa, tokoh masyarakat dan golongan kaum tua lebih dominan berpengaruh dan memegang peranan penting serta menjadi tokoh panutan bagi warga setempat dan keputusan-keputusannya sangat mengikat bahkan telah dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi adat setempat.
Rasa persatuan sangat kuat dan menimbulkan saling kenal mengenal dan saling tolong-menolong atau gotong royong dalam segala hal.

b. Masyarakat Kota
Kehidupan masyarakat kota, cenderung mengarah individual dan kurang mengenal antara warga yang satu dengan yang lainnya meskipun tempat tinggalnya berdekatan. Rasa persatuan tolong-menolong dan gotong royong mulai pudar dan kepedulian sosial cenderung berkurang.

c. Perbedaan masyarakat desa dan masyarakat kota
1) Masyarakat kota memiliki ciri-ciri sbb;
a. Terdapat spesialisasi dari variasi pekerjaan,
b. Penduduknya padat dan bersifat heterogen,
c. Norma-norma yang berlaku tidak terlalu mengikat, dan
d. Kurangnya kontrol sosial dari masyarakat karena sifat gotong royong mulai menurun.
2) Masyarakat desa memiliki ciri-ciri sbb:
a. Jumlah penduduk tidak terlalu padat dan bersifat lebih homogeny,
b. Kontrol sosial masih tinggi,
c. Sifat gotong royong masih kuat,
d. Sifat kekeluargaannya masih ada.

3. Perubahan Masyarakat Desa menjadi Masyarakat Kota
Perubahan masyarakat desa menjadi masyarakat kota disebabkan adanya perubahan ekonomi secara menyeluruh di lingkungannya yang mempengaruhi masyarakat desa tersebut dan perubahan dalam kegiatan manusia.

Aneka Ragam Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural
1. Paguyuban dan Patembayan
a. Paguyuban (Gemeinschaft)
Yaitu merupakan bentuk kehidupan bersama yang anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta bersifat kekal. Dasar hubungannya yaitu rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang memang dikodratkan. Kehidupan tersebut juga bersifat nyata dan organis, sebagaimana dapat diumpamakan dengan organ tubuh manusia. Bentuk paguyuban terutama akan dapat dijumpai di dalam keluarga, kelompok kerabat, rukun tetangga.
a. Patembayan (Gesellschaft)
Yaitu merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek, bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka. Strukturnya bersifat mekanis sebagaimana dapat diumpamakan dengan sebuah mesin. Bentuk gesellschaft terutama terdapat di dalam hubungan perjanjian yang berdasarkan ikatan timbal balik, misalnya ikatan antara pedagang, organisasi dalam suatu pabrik atau industri dsb.

2. Formal Group dan Informal Group
Formal Group adalah kelompok-kelompok yang mempunyai peraturan-peraturan yang tegas dan dengan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya untuk mengatur hubungan antara anggota-anggotanya.
Informal Group merupakan kebalikan dari formal group. Dan informal group tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu yang pasti.

3. Membership Group dan Reference Group
Menurut Robert K. Merton: Membership Group merupakan kelompok di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut.
Reference Group adalah kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang (bukan anggota kelompok) untuk membentuk pribadi dan perilakunya. Dengan kata lain, seseorang yang bukan anggota kelompok sosial bersangkutan mengidentifikasi dirinya dengan kelompok tadi.
Antara Reference Group dan Membership Group agak sulit dipisahkan. Misalnya: seorang anggota partai politik yang kebetulan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat. DPR merupakan membership group baginya, akan tetapi jiwa dan jalan pikirannya tetap terikat pada reference group-nya yaitu partainya. Hal ini kadang-kadang menampakkan segi-segi negatif karena anggota dewan yang terhormat tadi terlampau berpegang pada prinsip-prinsip reference group.

4. Kelompok-kelompok Sosial yang Tidak Teratur
Kelompok-kelompok sosial yang secara relatif tidak teratur. Bentuk kelompok sosial yang tidak teratur, antara lain:
a. Kerumunan
Kerumunan adalah kehadiran orang-orang secara fisik.
Bentuk-bentuk umum kerumunan yaitu:
1) Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur sosial.
Fungsinya yaitu sebagai penyalur ketegangan-keteganggan yang dialami orang karena pekerjaan sehari-hari, misalnya: orang yang berpesta, berdansa, dsb.
2) Kerumunan yang bersifat sementara
Kumpulan yang kurang menyenangkan, misalnya orang-orang yang antri karcis, orang-orang yang menunggu bis, dsb.
Kerumunan orang-orang yang sedang dalam keadaan panik, yaitu orang-orang yang bersama-sama berusaha menyelamatkan diri dari suatu bahaya.
3) Kerumunan yang berlawanan dengan norma-norma hukum
Kerumunan yang berstindak emosional, kerumunan yang bersifat immoral.
b. Kepanikan
Adalah suatu kondisi emosi yang diwarnai oleh keputusasaan, ketakutan yang tidak terkendali.
c. Perilaku massa
Massa berbeda dengan kerumunan. Para penonton pertandingan sepakbola merupakan kerumunan. Sedangkan orang yang menonton melalui televisi merupakan massa.
Massa yaitu sejumlah orang yang relatif berjumlah besar dan tidak dikenal dan yang memberi reaksi terhadap satu arah atau lebih rangsangan tetapi secara sendiri-sendiri memperhatikan satu sama lainnya.
Perilaku massa yaitu bentuk perilaku kelompok yang dilakukan secara individual, yang tidak terorganisir, tidak terstruktur dan tidak terkoordinasi. Misalnya: massa pengunjung pasar malam, massa peserta kampanye pemilihan umum. Jika tidak dapat dikendalikan. Maka berdampak negatif misalnya: kerusuhan, pengrusakan, dsb.
d. Desas-desus
Yaitu berita yang menyebar secara cepat dan tidak berlandaskan fakta. Desas-desus merupakan bentuk perilaku msyarakat yang menarik perhatian tentang sesuatu keadaan atau kejadian yang belum tentu kebenarannya.
e. Gerakan sosial
Gerakan sosial merupakan salah satu bentuk utama dari perilaku masyarakat. Gerakan sosial adalah suatu kolektivitas yang melakukan kegiatan dengan kadar kesinambungan tertentu untuk menunjang atau menolak perubahan. Gerakan sosial bukan sebagai suatu wujud perasaan tidak puas terhadap keadaan.

5. Dinamika Kelompok Sosial dan Perubahan Sosial Budaya
a. Kelompok sosial
Kelompok sosial merupakan kelompok dinamis dan setiap saat mungkin saja mengalami perkembangan atau perubahan.
Misalnya: kelompok kelompok sosial yang mengalami perubahan karena pengaruh dari luar, keadaan yang tidak stabil dalam kelompok sosial terjadi karena adanya konflik/persaingan, dsb.
b. Perubahan sosial budaya
Perubahan-perubahan sosial budaya terjadi karena adanya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, latar belakang geografis, tuntutan ekonomi, biologis, dan faktor lainnya. Perubahan tersebut juga termasuk perubahan di bidang budaya, adat, nilai-nilai, norma-norma yang dianut oleh kelompok masyarakat tertentu.
Penyebab perubahan di antaranya dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi, komunikasi, transportasi maupun urbanisasi.
Perubahan masyarakat dalam arti luas diarahkan sebagai perubahan dalam arti positif dan negatif.

Sumber : https://santigustiani.wordpress.com/2012/09/20/ringkasan-materi-smk-kelas-xi/

RINGKASAN MATA PELAJARAN IPS KELAS X

MATERI IPS SMK KELAS X

BAB I

INTERAKSI SEBAGAI PROSES SOSIAL

  1. PROSES SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL
    kehdupan bersama manusia dapat dilihat dr segi statis (struktur msyrkt) & segi dinamis(proses sosial). dan interaksi sosial menyebabkan adanya proses sosial suatu msyrkt. hasrat itu muncul scra alami dr dlm dri mnusia.
    1.pengertian interaksi sosial .
    secara etimologis, interaksi berasal kata inter, artinya (berblas-blasan) & aksi (artinya tindakan).
    dalam interaksi tsb terjadi hubngn timbal balik antar ke2nya.
  • young &raymond w.nack   mengartikan bahwa interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yg dinamis yg mnyngkut hubungan antar individu, antra individu & klmpok
  • menurut soerjono soekanto(1990:67). hal ini terjadi karena mereka sadar akan adanya pihak lain yg menimbulkan perubahan pikiran & perasaan.. dlm intraksi sos, indivdu/kelompok dpt bekerja sama atau berkonflik.
    cth hubngn kerja sama adala dlm sebuah pertandingan, sedangkan contoh hub konflik adl debat calon gubernur..
    contoh hubungan formal adlh pemberian teguran oleh atasan kpd bwahan.
    contoh hubngn informal adl perbincangan mengenai kampung halaman 2org brsahabat yg lama tdk brtemu.
  • mnrut charles p.loomis, ciri”interaksi  sos adl sbg berikut
    a. jmlh pelak lbih dr seorang
    b.komnikasi antar pelaku menggunakan  simbol dan lambang
    c.ada dimensi waktu masa lalu,masa kini, dan masa mendatangd.

d.ada 7an yg hendak dicapai

2.Syarat terjadinya interaksi sosial
mnurut SoerjonoSoekanto (1994:71), interaksi sos trjdi krn trpenuhinya2 syarat yaitu

kontak sosial dan komunikasi.
a.kontak sosial
dlm sosiologi, kontak sosial dpt trjdidg atau tnpa hubngn fsik, misalnya menepuk bahu orang

yg kita sapa. kontak sossial tnpa hubngn fsik,misalnya:komunikasi dgn tlepon,surat elektronik,dll.
~menurut pelakunya, kontak sosial dpt dbedakan mjd:
1) kontak sosial antar individu. contoh seorang anak berbincang dg ibunya.
2)kontak sosial antara individu dg kelompok.cth,seorang narasumber berbicara didpn pserta

seminar.
3)kontak sosial antar kelompok. contohnya,s perusahaan memberi order pekerjaan kpd

perusahaan lain.

~sifat” kontak sosial sbb:
a)besifat positif jika menghasilkan kerja sma & brsifat negatif jika mengasilkn konflik.
b) brsifat primer jika pelaku interaksi brtmeu langsung, contoh  gru mengajar di kls.

brsifat sekunder jika melalui perantara, contoh percakapan melalui telpon.kontak sosial sekunder langsung, contoh kpla skolah memanggil gru. kontak sosial skunder tdk langsung, contoh kpla skolah memanggil gru melalui pesuruh kantor.
b.komunikasi
komunikasi memuat komponen” sbb:
komunikator yaitu seseorang/seklompok orang yg pesan,perasaan,pendpt,gagasan/pkok2 pikiran

kpd orang/klpom lain
komunikan : seseorang/seklmpok orang yg menerima pesan,perasaan,pendpt/pkok2 dr pihak lain

pesan : sgala sesuatu yg disampaikan oleh komunikator.Bisa informasi,instruksi,pikiran, perasaan.

media, yaitu sarana u/ menyampaikn pesan. media komunikasi dpt lisan,tulisan,gambar dll

efek, yaitu perubahan yg trjadi pd komunikan setelah mendapat pesan dr komunikator.

Adanya komunikasi menimbulkan kontak social..Tapi kontak social tidak selalu diikuti komunikasi. Misal  percakapan turis berbahasa inggris. Dengan ukang becak yg td mengerti bhs inggris.terjadi kontak social tp td terjadikomunikasi karena komunikan tidk memahami pesan yg disampaikan komunikator.

  1. FAKTOR FAKTOR PENDORONG INTERAKSI SOSIAL

Interaksi social dilandasi dari :

  1. factor dari dalam diri manusia yang meliputi :
  2. dorongan kodrati sebagai akhluk social
  3. dorongan untuk memenuhi kebutuhan
  4. dorongan utk mengembangkan diri&mempengaruhi orang imitasi,sugesti,identifikasi,simpati&empati

imitasi           :   Adalah tindakan meniru sikap,cara bicara,perilaku atau penampilan seseorang.Misal : potongan rambut ala david beckham dll

sugesti          :   tindakan seseorang untuk mempengaruhiorang lain agar mau menerima pandangan atau sikap yang dianutnya.Umumnya bersumber dari orang yang berwibawa,karismatik,berpengaruh (orang tua,uama dll).Bisa juga dari kelompok mayoritas kepada kelompok mnoritas.Misal orang yang berubah pendapat krn terpengaruh suara orang banyak.

Identifikasi   :   Adala kecenderungan orang untuk menjadikan dirinya sama sepeti orang lain.misal : adik yang mengidentifikasikan diri dengan akaknya yg  lulus dari ITB dengan predikat cum laude

Simpati         :  terjadi ketika seseorang merasa tertarik kpd oranglain shg didorong  oleh keinginan untuk memahami perasaan & pikiran orang lain.Misal ikut sedih dan berusaha membant teman yg rumahnya kebanjiran.

empati          :  Perasaan ketertarikan yg mendalam pada orang lain melebihi simpati.Misal ibu yg  sangat sedih melihat anaknya sakit sehingga ikut jatuh sakit karena selalu membayangkan penyakit dan penderitaan anaknya.

factor dari luar  manusia adalah dorongan rasa ingin tahu

  1. STATUS DAN PERANAN INDIVIDU DALAM INTERAKSI SOSIAL
    status dan peranan seseorang mempengaruhi cara/bentuk interaksi sosialnya. Perbedaan status mempengeruhi cra bersikap seseorang dlm proses sosial. cara bicara seorang director  akan berbeda dg cara bicara seorang sopir bus. pebedaan cara bersikap seorang menunjukkan adanya perbedaan status orang yg bersangkutan.status seseorang perannya, peran sorang menentukan perilaku.
    1) kedudukan (status soaial)
    status sosial adl posisi seseorang dlm klmpok msyrakat secara umum sehubungan dg  keberadaan orang lain di sekitarnya. status sosial meliputi lingkungan pergaulan ,prestise  (harga diri),hak & kewajiban. seseorang dpt memenuhi beberapa status atau kedudukan   krn ikut serta dlm berbagai pola kehidupan.

Misalnya status pak efendy dr Cibubur, Jakarta Tomur, mrpakan kombinasi dr sluruh  statusnya sbg ketua komisi DPR,ketua partai politik.suami wulandari ayah donny&ketua RW

 suami wulandari
anggota DPR/MPR
Ketua RW
Efendi
ketua komisi DPR
        ayah Donny
ketua partai politik

Menurut Ralph Linton dalam soekamo (1994:261)dilihat dari proses terjadinya,status social

dibagi menjadi 3 bagian:
       a.ascribed status

Status ini di peroleh langsung secara otomatis melalui Kelahiran/turunan tanpa melalui suatu bentuk  usaha tertentu. bresifat tertutup, hnya terdpt pd org” tertentu.

Misalnya: Kedudukan sebagai putra mahkota

Kasta pada masyarakat hindu dan lain-lain.

  1. achieved status
    Status ini di peroleh melalui usaha-usaha yg di lakukan sendiri. Semua orang dpt mencapainya

asalkan memenuhi syarat-syarat Tertentu. Misalnya: Guru, Dokter, Jaksa, dll.

        c.assigned status
Status ini merupakan pemberian dari orang lain , status ini umumnya di berikan kepada orang-orang yg

berjasa memperjuangkan sesuatu baga masyarakat.

Misalnya: Pemberian gelar “bpk koperasi”, kpd Drs MOH HATTA, yg   berjasa memajukan koprasi   di

Indonesia

2)Peran sosial
adl pelaksanaan hak & kewjibn seseorang dg status sosialnya. status dan peran tdk dpt dpishkn. krn tdk ada ada peran tnpa status & sebliknya, misaly pak Andi Lasut terplih sbg ketua  RW. ia hrz mmbantu wrga pengurus kartu tnda pnduduk (KTP), mengikuti ronda mlm  dan mimpin rpt RW.

D.BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

Mnrt gillin and gillin, proses sosial yg tumbuh sbg akibat adanya interaksi sosial ada dua. Yaitu proses  sosial

asosiatif ( procesos of association ) & proses disosiatif ( proceses of disassociation ).

1)  Proses Sosial Asosiatif

Proses sosial asosistif ( proceses of association ) adl proses sosial menuju persatuan/integrsi sosial & mndrng terbentuknya pranata , lembaga asimilasi takulturasi.

Dari proses ini dapat terbentuk kerjasama(cooperation),akomodasi(accomodation),

asimilasi(assimilation), &akulturasi(acculturation)

  1. kerja sama ( corporation )

kerja sama adl usaha bersama antar individu/ antar kelompok

*-menurut pelaksanaanya bentuk-bentuk kerja sama adl sbg Berikut:

1-    bargaining, yaitu pelaksanaan penyajian mengenai pertukaran barang juga antar 2 organisasi/ lebih.

2-    Cooltation,yaitu proses penerimaan unsur-unsurbaru dlm kepemimpinan suatu organisasi sbgsalah satu cara untuk menghindari keguncangan stabilasi.

3-    Coalition,yaitu kombinasi organisasi/lebih yg mmlki tujuan yg sama

4-    Join venture, kerja sama dlm proyek tertentu, misalnya pertambangan

*-bentuk-bentuk kerjasama lainya adl sbb:

5-kerjasama tradisional (traditional coorperation ) kerja sama ini  terbentuk krn sdh menjadi  tradisi.

Misalnya kebiasaan gotong royong membangun rmh seseorng di bbrapa daerah Indonesia.

6-kerja sama kontrak (contrktual cooperation ) : Kerja sama ini manual atas dasar kontrak/perjanjian .

Misalnya kerja sama  antara karyawan & perusahaan.

7-kerjasama langsung ( directed corporation ).

Kerja sama ini terbentuk  krn adanya atasan. Misalnya kerja Sama proyek.

8-kerja sama spontan ( spontaneous coorporation )

Kerja sama ini muncul tanpa adanya perencanaan terlebih  Dahulu.

  1. Akomondasi (accommodation )

Akomondasi memiliki 2 arti yaitu sbg keadaan dan sebagai proses yg sedang berlangsung. Akomondasi sbg keadaan merujuk pd keseimbangan interaksi sosial. Akomondasi sbg suatu proses mengacu pd usaha-usaha manusia untuk meredakan/menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan lawan.

Tujuan akomondasi dpt di simpulkan sbb:

1-mendapatkan sintesa/titik temu dr beberapa pendapat ygberbeda Agar menghasilkan suatu pola baru.

2-meredam, perselisihan untuk sementara.

3-berusahsa mengadakan kerja sama antara kelompok sosial yg Terpisah krn factor sosial, budaya & psikologis.

4-mengusahakan pernyataan antar kelompok sosial yg berselisih.

Menurut prosesnya bentuk** akomondasi adl:

1- koersi (coercion) yaitu,bntk akomondasi yg prosesnya Melalui pasaksaan fisik maupun psikologis.

Misalnya : perbudakan,penjajahan dll.

2-kompromi ( compromise ) yaitu akomondasi yg terjadi karena Pihak yg bersangketa saling mengurangi tuntutanya agar Tercapai kesepakatan. misalnya penyelesaian ganti rugi.

3-arbitrasi (arbitration ) yaitu akomondasi dgn menggunakan  jasa Pihak ke 3 krn pihak yg bersangkutan tdk mampu menyelesaiKan persangkutan.

Misal:dalam persengketaan perburuha  P4D/P4P ( panitia penyelesaian perselisihan  perburuhan tingkat Daerah / pusat) menjadi penengah pihak bersangketa ( buruh  + Pengusaha)

4-mediasi (mediation)hampir mirip dgn arbitrsi, hanya saja pihak Ke 3nya netral tdk bisa memutuskan. Ia hanya bisa  mengusahakan jalan  damai tetapi tdk mempuyai  wewenang utk menyelesai/ memutuskan masalah.

5-konsuntuk mempertemukan keinginan dr pihak yg berselisih .

6-  toleransi (tolerance ) yaitu bentuk akomondasi yg terjadi tanpa Persetujuan formal toleransi timbul secara tdk sadar dan spontan. Misalnya orang memper lambat laju motornya jika melewati Masjid saat sholat jum’at.

7- stale mate terjadi ke tika pihak** yg bertikai memiliki kekuatan   Yg seimbang misalnya  amerika serikat dan unisofiet pd waktu Perang nuklir.

8- ajudikasi (adjudication ) yaitu penyelesaian pertikaian melalui Pengadilan

9-  segregasi (segregation ) yaitu masing** pihak yg bertikai.

10-eleminasi (elimination ) yaitu pengunduran diri salah satu pihak Yg bersangkutan.

11-subjuganation/domination, yaitu pihak yg memiliki kekuasaan  Besar.

12-keputusan mayoritas ( majority rule) keputusan yg diambil Berdasarkan suara terbanyak.

13-minority consent, yaitu golongan minoritas.

14-konversi : penyelesaian pertikaian dgn memisahkan diri & saling menghindar utk menghindari  masalah.

15-gencatan senjata ( cease kire ) yaitu penagguhan permusuhan pd wkt tertentu..

  1. Asimilasi  a(ssimilation )

Merupakan upaya untukmengurangi perbedaan antar individu atau antar kelompok guna menghasilkan suatu kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan tujuan bersama.

Terjadi pada masyarakat yang memiliki perbedaan kebudayaan  shg terbentuk kebudayaan baru dalam waktu yang lama.Asimilasi terjadi setelah melalui tahap asimilasi dan akomodasi.

Syarat 2 asimilasi:

  1. Tdpt sejmlh kelompok yang mempunyai kebudayaan yang berbeda.
  2. Terjadi pergaulan antar individu atau antar kelompok scr intensif dan dalam waktu yg lama
  3. Kebudayaan masing2 kelompok mengalami perubahan dan penyesuaian.

Faktor Faktor yg mendukung asimilasi:

  1. Sikap toleransi antar kelompok yg berbeda kebudayaan
  2. Kesempatan yg berimbang dalam bidang ekonomi
  3. Sikap menghargai danmenghormati orang lain serta kebudayaannya
  4. Sikap yg terbuka dari golongan yg berkuasa dalam masyarakat
  5. Persamaan dalam unsure budaya secara universal
  6. Terjadinya perkawinan campur antar kelompok yg berbeda budaya
  7. Mempunyai musuh yg sama dan meyakini kekuatan masing2 untuk menghadapi musuh tersebut

Faktor Faktor yg menghalangi  asimilasi:

  1. ter Isolasinya golongan masyarakat tertentu dimasyarakat.Misalnya suku aborigin yg hrs mendiami wilayah wilayah tertentu(reservation)
  2. Kurangnya pengetahuan tentang kebudayaan baru
  3. Adanya prasangka buruk terhadap kebudayaan baru
  4. Adanya perasaan bahwa kebudayaan kelompok tertentu lebih tinggi dari budaya kelompoklainnya shg kelompok tertentu tdk mau menerima kebudayaan baru
  5. Adanya cirri – cirri fisik seperti tinggi badan,warna kulit,dll
  6. Adanya perasaanketerikatan yang kuat terikat dengankebudayaan yang ada
  7. Golongan minoritas mengalami gangguan dari golongan mayoritas.

Misal genocide:pembantaian secara sistemis  thd bangsa yahudi oleh bangsa jerman pada masa kekuasaan Hitler

D-Akulturasi (acculturation )

Akulturasi adl hasil perpaduan 2 kebudayaan yg berbeda yg membentuk suatu kebudayaan baru

dgn  tdk menghilangkan cirri**Kebudayaan masing**.

2)   Proses Sosial Disasiatif

Proses sosilal disasiatif disebut juga proses oposisi. Proses ini merupakan cara yg bertentangan dgn seseorang/kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Proses social yg bersifat disasosiatif dapat dpt dibedakan atas tiga bentuk yaitu: persaingan (competition ), kontravensi (contravension) dan konflik (conflict)

A -persaingan (competition )

persaingan merupakan proses sosial ketiga individu.

– individu/kelompok** manusia bersaing untuk mendapatkan sesuatu. Persaingan tersebut bersifat

prbiadi dan kelompok.

–  persaingan pribadi adl persaingan yg terjadi antara 2 orang untuk merebutkan sesuatu. Misalnya:

persaingan ( rivalry ) merebutkan grlar juara dlm pertandingan catur.

–  persaingan kelompok terjadi ketika 2 kelompok bersaing secara bebas tetapi sportive merebutkan seseutu. Misalnya : persaingan tim** sepak bola dlm suatu kejuaraan.

B -kontravensi ( contravention )

kontrofersi adl suatu proses sosial yg berada antara persaingan dan pertengkeran.

Kontrofersi biasanya bersifat rahasia mnrt leopoid von wise dan howard becker ( dlm saejan to,1994 ) kontrofersi mpy 5 bntk sbb:

1-umum misalnya: penolakan ,perlawanan, perbuatan, Menghalang-halangi,protes, ganguan,tindakan dgn

kekerasan Menghancurkan rencana pihak   lain,

2-sederhana,misalnya: menyangkal pernyataan orang di muka Umum memakimaki dgn surat kaleng

3-intensif ,dpt berupa penghasutan /penyebaran desas-desus .

4-rahasia misalnya membocorkan rahasia,lawan dan berhianat.

5-testis misalnya mengejutkan lawan seteru ,membingungkan Pihak lawan ,provokasi dan  indtimidasi.

C-Konflik (conflict )

Konflik merupakan proses soosial yg terjadi ketika pihak yg satu berusaha menyingkirkan pihak lain

dgn cara menghancurkan / membuattnya tak berdaya

Bentuk** konfliik adalah sbb:

1-konflik pribadi yaitu perselisian antara 2 pribadi yg berselisi

Karena sesuatu hal misalnya kakak beradik berebut harta waRisan .

2-konflik antar kelompok yaitu peerselisian antara 2kelompok Atau lebih utk memperebutkan sesuatu .

misalnya pertengkaran 2 organisasi utk memperebutkan pengelolaan parkir .

3-konflik rasial yaiitu pertentangan antar ras biasanya terjadi jka Ras yg 1 merupakan golongan mayoritas.

4-konflik antar kls sosial yaitu perselisian, krn adanya perbedaan Kepentingan misalnya konflik

majikan dan buruh, majikan Ingin memberi gaji yg kecil, sebaliknya buruh ingin gajinya Besar,

5-konflik politik yaitu perselisihan yg terjadi pd kelompok**Politik yg berbeda pandangan misalnya konflik

antar partai Politik menjelang pemilu

6-konflik internasional yaitu perselisihan yg disebabkan kepentingan antar Negara misalnya konflik

antara Negara** barat dan timur tengah tentang penyelesaian perang irak.

BAB II

SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN

  1. SOSIALISASI

Sesuai kodratnya manusia adalah makhluk individu dengan social, sebagai makhluk social selalu hidup bersama orang lain untuk kebutuhannya.

  1. Pengertian sosialisasi

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), sosialisasi adalah proses belajar seseorang anggota masyarakat Utk  menggenal&menghayati kebudayaan masyarakat disekitarnya.

Pendapat Para Ahli Sosial

  • Charallote Buhler sosialisasi adl proses pembentukan individu untuk belajar & menyesuaikan diri bagaimana cara hidup dan berfikir agar ia berperan & berfungsi dalam kelompok tersebut.
  • Peter L Beroer sosialisasi adalah proses seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat.
  • Bruce J Cohen sosialisasi adalah proses manusia mempelajari tata cara kehidupan masyarakat untuk memperoleh kepribadian dan membangun kapasitasnya agar berfungsi dengan baik sebagai individu maupun sebagai anggota suatu kelompok.

Dalam proses sosialisasi seseorang belajar dengan nilai norma dan kebiasaan. Jika ada

perilaku yg tdk sesuai dgn nilai tersebut, maka ia dapat dikucilkan dari  pergaulan.

  1. Peran nilai dan norma social dalam sosialisasi

Nilai          : sifat-sifat yg penting atau berguna bagi kemanusiaan.Misalnya:kegotong royongan.

Norma     : Aturan atau ketentuan yang mengikat warga masyarakat. Norma dipakai sbg panduan

atau tatanan yg mengendalikan tingkah laku agar sesuai&diterima masyarakat.

Nilai-nilai norma :

  • Sebagai acuan berperilaku dimasyarakat.
  • Dipelajari seseorang sebagai substansi yang membentuk dirinya.
  • Menjadi cermin bagaimana pola sosialisasi berlangsung pada diri seseorang

Hidup tanpa sosialisasi menyebabkan kemampuan akal, emosi dan kejiwaan tidak dapat berkembang

sesuai dengan harapan masyarakat.

  1. Proses Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

Sosialisasi berpengaruh kuat terhadap kehidupan manusia.

  1. Arti Kepribadian

Kepribadian merupakan sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang.

  1. M.A.W Brower mengatakan bahwa kepribadian merupakan corak tingkah laku.
  2. Theodore R. Newcomb mengatakan bahwa kepribadian adalah organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku.
  3. J. Milton Yinger Kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari  seseorang dengan

sistem kecenderungan.

  1. John F. Cuber Kepribadian adalah gabungan dari sifat-sifat yg tampak dilihat oleh seseorang.

Menurut Gorge Herbert Mead manusia lahir ia belum mempunyai diri/self.Selanjutnya ia berkembang tahap demi tahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat lain.

4 tahap perkembangan diri manusia :

  1. Tahap persiapan

Tahap ini berlangsung sjk seseorang dilahirkan,lalu brsh  memahami dirinya & lingk sosialnya dgn meniru orang lain meskipun tdk sempurna.Misal mengucap “cucu” pdhl maksudnya susu

  1. Tahap meniru

Tahap ini seseorang meniru orang lain.Misal : saat bermain dgn temannya ia berperan sbg petani krn melihat ayahnya yg sehari hari mencangkul.Tp ia tdk paham maksud perannya itu

  1. Tahap bertindak

Ia mulai tahu peran apa yg harus dijalannkannya.Mengetahui peran orang lain & dgn siapa ia berinteraksi.Cth seorang anak dicontohkan utk merapikan tempat tidurnya.

  1. Tahap menerima norma

Pada tahap ini seseorang mampu melaksanakan peran orang lain dengan lebih luas. Contoh : sbg siswa, seorang anak menerima peran guru. Sbg anak , memahami peran orang tua

  1. Faktor-faktor pembentukan kepribadian
  2. Warisan biologi

Beberapa ciri factor warisan biologis sangat menentukan kepribadian seseorang. Seorang anak mempunyai ciri-ciri fisik & sifat-sifat mirip orang tuanya. Seorang yg lahir etnis thionghoa akan bermata sipit&berkulit putih kecuali orang tuanya kawin campur.

  1. Lingkungan fisik (geograis)

Perbedaan kepribadian dgn dipengaruhi oleh perbeaan iklim, topografi (permukaan atau relif bumi)&sumber alam. Orang yg hidup dipegunungan berbeda dgn orang yg ditepi pantai. Demikian pula dgn orang yg hidup didaerah tandus dgn daerah subur.

  1. Kebudayaan

Kebudayaan memiliki andil dlm membentuk kepribadian seseorang & masyarakat. Contohnya orang jawa yg rajin&mau menyalurkan diri, orang-orang ini suka kerja keras & mudah bergaul.

  1. Pengalaman kelompok

Masyarakat majemuk memiliki banyak kelompok. Kelompok ini memiliki panduan yg berbeda-beda nilai suatu yg dianggap baik belum tentu dianggap baik oleh kelompok lain. Kelompok-kelompok ini sering disebut kelompok rekerensi. Kelompok rekerensi berperan penting dlm pembentukan kepribadian seseorang. Keluarga merupakan kelompok rekerensi utama. Keluarga membentuk kepribadian seseorang bayi hingga usia sekolah, ketika mencari sekolah mendapat kelompok baru yaitu kelompok teman sebaya. Peran kelompok teman sepermainan ini berkurang dgn semakin bertambahnya usia atau stlh kenaikan sekolah.

  1. Pengalaman unik

Pengalaman unik ini berperan dalam membentuk kepribadian seseorang. Contohnya, dua orang anak yg ddibesarkan oleh dua keluarga yg berbeda anak pertama dibesarkan dgn didikan yg keras&penuh ancaman.Smtr anak yg kedua dibesarkan dgn penuh rasa kasih sayang. Ketika dewasa, kepribaian mereka bertolak belakang pd saat dewasa nanti anak pertama akan menjadi anak yg sombong & suka mengancam orang, sementara anak yg kedua menjai anak yg baik & menghormati orang lain.

  1. Agen sosialisasi

Adalah pihak yg melakukan sosialisasi.Kuller&jacobs mengidentifikasi 4agen sosialisai utama sbb:

  1. Keluarga (kinship)

Secara umum keluarga adalah agen sosialisasi yang paling awal.Tahap ini sangat penting karena pada tahap ini anak sepenuhnya berada diligkungan keluarga. Orang tua sebagai agen sosialisasi sentral pada anak. Di keluarga, anak mulai mengenal nilai-nilai keadilan, kebenaran, toleransi, solidaritas dan lain-lain.

  1. Teman sebaya atau Teman sepermainan (peergroup)

Teman bermain, banyak berperan dlm bentuk kepribadian seseorang. Anak berintraksi & bersosialisai dalam hubungan yg sederajat, karena usia mereka sebaya. Berbeda dengan dikeluarga, anak berinteraksi & bersosialisasi dengan kakak atau orang tuanya atau tidak dengan sosialnya. Dikelompok  bermain ini pula, anak juga belajar menganal toleransi, partisipasi & solidaritas. Kemampuan anak utk bersosialisasi terlihat pd tiap ini. Jika anak tidak biasa menyesuaikan diri, maka anak tdk dpt diterima di lingkungan.

  1. Sekolah

Menurut Driben, sekolah termasuk agen socialisasi di sekolah, anak belajar membaca, menulis&berhitung. Selain itu anak belajar aturan-aturan kemandirian (Independece), prestasi(achievement),universalisme(universalism)&kehasan(speticity).Disekolah pula, anak mulai belajar melaksanakan tugasnya scr mandiri& penuh rasa tanggung jawab.

  1. Media masa

Media masa terbagi atas media cetak (surat kabar, majalah)&media elektronik (radio, Televisi, film) kuat lemahnya pengaruh media masa kpd masyarakat tergantung pd kualitas & frekuensi yg ditampilkan.

Media elektronik lbh domain pengaruhnya drpd media cetak.Siaran media elektronik lbh luas jangkauannya&lbh cpt diterima masyarakat shg sosialisasinya lbh luas.

  1. Jenis sosialisasi

Sosialisasi dpt dibedakan mjd 2 jenis, yaitu sosialisasi primer & sosialisasi sekunder.

Light Keller&Collhoun brpendapat bhw stlh seseorang mendptkan sosialisasi primer(primary sosialition) ia akan mendptkan sosialisasi sekunder(socondory socialition)

  1. Sosialisasi primer adalah sosialisasi yang terjadi pada tahap awal kehidupan seseorang, Peter L Berger dan Luckman menjelaskan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dialami seseorang sosialisasi ini berlangsung pada usia pra sekolah (1-5 tahun) dan biasanya terjadi pada lingkungan keluarga. Pada sosialisasi primer ini anak mulai menggenal anggota keluraganya seperti ayah, ibu, kakak dan adik.
  2. Sosialisasi sekunder adl proses sosialisasi lanjutan yg memperkenalkan individu ke lingkungan diluar keluarganya sekolah, lingkungan teman sebaya dan lingkungan kerja.

Dalam sosialisasi sekunder sering terjadi proses resosialisasi atau proses sosialisasi ulang. Proses resosialisasi terjadi ketika sesuatu yang telah di sosialisasikan dalam sosialisasi primer berbeda dengan yang disosialisasikan alam sosialisasi sekunder.

Goffman mengatakan bahwa peristiwa resosialisasi dan derosialisasi terjadi dalam sebuah instutisi total, yaitu lingkungan keluarga dan lingkungan kerja.

Selain itu ada dua tipe sosialisasi yitu sosialisasi formal dan sosialisasi informal.

  1. Sosialisasi formal

Sosialisasi ini terjadi melalui lembaga-lembaga yg brwenang menurut ketentuan yg brlaku dalam Negara atau organisasi misalnya pendidikan di sekolah dan pendidikan dimiliter.

  1. Sosialisasi informal

Sosialisasi ini tdpt dilingkungan perkumpulan&kelompok-kelompok lain di masyarakat.

  1. Pola sosialisasi

Jaeger membagi sosialisasi menjadi dua pola, yaitu ;

  1. Sosialisasi represi (represive sosialisation) memiliki ciri-ciri penerapan hukum atas kesalahan,pemberian hukuman&imbalan material,kepatuhan pd perintah orang tua, komunikasi nonverbal&searah dr orang tua kpd anak &sosialisasi berpusat pd orang tua
  2. Sosialisasi partek partopris (partici patory socialisation) memiliki cirri pemberian hukuman&imbalan bersiat simbolis adanya otonomi anak dlm pengambilan keputusan, komunikasi verbal & interaksi antara orang tua & anak, & sosialisasi berpusat pd anak.

BAB III

KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT DI INDONESIA

  1. KEDATANGAN BANGSA BARAT DI INDONESIA

Kurangnya pasokan rempah rempah diEropa adalah hal yang mendorong pedagang dan penjelajah  dari inggris, spanyol portugis dan Belanda berlayar keTimur termasuk Indonesia.

Kolonialisme  : Adalah  paham yg bertujuan menguasai Negara lain utk memperluas wilayah kekuasaan atau

menjadikannya koloni.

Revolusi industry membuat kebutuhan bahan baku eropa semakin tingi.

Imperialisme : Merupakan suatu paham yang bertujuan menjajah bangsa lain guna mendapatkan kekuasaan dan

keuntungan

Imperialisme kuno terjadi sebelum revolusi industry dan bertujuan mendapatkan logam mulia (gold), kejayaan bangsa (glory) dan menyebarkan ajaran alkitab (gospel) .

Sementara tujuan imperialism modern adalah :

  1. Mendapatkan daerah penghasil bahan baku industry
  2. Mendapatkan daerah pemasaran hasil idustri
  3. Mendapatkan daerah untuk invstasi jangka panjang

Latar belakang kedatangan dan Kekuasaan orang-orang Eropa di Indonesia

1)    Kedatangan bangsa spanyol di Indonesia

Kepulauan Hindia yang kaya akan rempah rempah pertama kali ditemukan oeh Colombus pada 1492. Tahun 1521 armada spanyol dibawah pimpinan Sebastian Del Cano  mendarat di Maluku dan membeli banyak rempah rempah. Berita keberhasilannya menemukan sumber rempah rempah membuat kapal kapal spanyol berduyun duyun ke Maluku. Selain itu kedatangan spanyol juga untuk menyebarkan agama katolik  oleh seorang pastor bernama Frasniscus xaverius

2)    Kedatangan bangsa Portugis di Indonesia

1511 , Portugis dibawah pimpinan Alfonso De Albuequequeque berhasil mencapai Tanjung Harapan( Cape of Good Hope) diujung selatan benua Afrika.Mereka berperang melawan sultan Mahmud Syah.Pelayaran selanjutnya  dipimpin Vasco da Gama mendara di calicut India tahun 1498.tahun 1510 Portugis mengirim Alfonso de Albuquerque untuk menyerang malaka,1511

Malaka berhasil dikalahkan.1512 Portugis dipimpin Fransisco Serro menaklukan Maluku. Portugis  dapat diusir dari wilayah maluku tahun 1575.Setelah terusir  Maluku dan malaka,portugis bermaksud menaklukan Sumatra yang kaya lada tapi terhalang oleh kerajaan aceh yang menguasai jalur perdagangan lada di sumatera.Portugis lalu  melebarkan sayap ke Pulau Jawa dan menjalin hubungan dagang dengan Blambangan, Pasuruan dan daerah sekitarnya.

3)    Kedatangan bangsa Belanda  di Indonesia

Jan Huygen Van Linschoten pelaut belanda yang ikut dalam pelayaran perdagangan Portugis ke Benua Asia,maka tahun 1595 menerbitkan buku yang berisi peta,gambaran wilayah dan jenis barang yang diperdagangkan berjudul Catatan Perjalanan Ke Timur atau Hindia Portugi.Berdasarkan  buku itu, 4 kapal pelayaran dagang Belanda dibawah kepemimpinan Cornelis de Houtman begerak menuju ke Maluku dan memborong rempah rempah serta  mengawali kedatangan bangsa belanda ke Indonesia.

Kekuasaan VOC di Indonesia

Harga rempah di eropa yang mahal memberi keuntungan para pedagang hal ini mendorong belanda untuk berlayar kemaluku yang menghasilkan rempah-rempah.Tahun 1598 parlemen belanda ( staten generaal ) agar perusahan pelayaran membentuk sebuah kosi dagang
Usul pelaksana maret 1602 dengan terbentuknya perserikatan maskapai hindiya timur vereenigdde Oost indine cmpagenie ( VOC ) yang bermarkas di amsterdam
Untuk mendukung keberadaan VOC parlemen belanda memberi hak oktrooi yang isinya:
a.  hak monopoli perdangangan di wilayah antara AS dan Afrika
b.  hak memiliki angkatan parang dan membangun benteng pertahanan
c.   hak untuk mengadakan perang dan menjajah
d.   hak sebagai pemerintah belanda di indonesia
e.   hak untuk mengikat perjanjian dengan raja-raja di indonesia
f.    hak untuk mengikat pegawai
g.   hak untuk mencetak dan mengedarkan uang sendiri
h.   hak untuk memungut pajak
VOC tumbuh menjadi sebuah kongsi dangang basar dan berhasil monopoli perdangangan di indonesia . Dana di angkat seorang gubernur jendral VOC di indonesia .
Dalam monopoli perdangangan rempah-rempah di indonesia VOC memberlakukan hal-hal sebagai berikut.
A. hak ekterpasi yaitu hak untuk mengurangi hasil rempah-rempah dengan cara menebang atau memusnahkanya bila

perlu bertujuan agar rempah-rempah terkendali dengan harga yang tetap menguntungkan VOC.

  1. pelayaran hongi. Yaitu pengawasan terhadap pelaksanan monopoli perdagangan di indonesia maka petani itu di tangkap dan di bakar rempah rempahnya dijual dengan pihak lain VOC.
    Kongsi dagang VOC memberikan keuntungan kepada pemerintah belanda sehinga menjadi kaya. Namun kekayan voc tida berlangsung lama pada abat XVIII. Sebap-sebap kemunduran voc.adalah
    a.      banyak pegawai voc korupsi
    b.      wilaya indonesia yang luas memrlukan biyaya besar
    c.      biaya perang untuk menumpas suku-suku indonesia sangat besar
    d.      persaingan dengan kongsi ladang negara lain mis : dgn EIC milik inggris pada ahirnya memiliki utang 130 juta gulden yang tida sangup di bayarnya semua . harta voc di indonesia menjadi milik kerajan belanda 31 desmber 1799 VOC dibubarkan.

4)               Kekuasaan bangsa Prancis di Indonesia

Prancis dibawah Napoleon Bonaparte mengalahkan Belanda dan menguasai wilayah jajahannya shg

wilayah kependudukan Belanda termasuk Indonesia menjadi wilayah kekuasaan Perancis  Tahun 1808,

Prancismengangkat Herman Willem Daendels menjadi gub.Jend Belanda di Indonesia dgn tugas utamanya

mempertahankan Pulau jawa dr serangan inggris. perhatian utama deandels adl bidang perdagangan misalnya :
a.      membangun jalan dari anyer-penaikan
b.      melaksanakan sistem kerja rodi
c.      mebangun angkatan perang
d.      mencampuri urusan itern kerjan indonesia
e.      menjadikan sistem pemerintahan di grotol

1811 Deandels ditarik kebelanda dan diganti oleh Jansens karena kekejamannya  menyengsarakan rakyat Indonesia telah menimbulkan banyak perlawanan.

18 september 1811 Jansens menandatangani Kapitulasi Tuntang yang berisi penyerahan Batavia kepada inggris karena kekalahan elanda ketika Inggris menyerang Batavia.

5)                  Kekuasaan bangsa Inggris di Indonesia

EIC/ east Indian Company(Maskapai Dagang Inggris yg mewakili Pemerintah inggris di Indonesia.Sir Thomas Stamford Raffles diangkat mjd gubernur  jenderal.yang di lakukan stamford raffels di antaralain
a.      membagi pulau jawa menjadi 16 karesidenan
b.      mengurangi kekuasan bupati
c.      menghilangkan kerja paksa
d.      menghapus pelayaran hongi model voc
e.      melarang perbudakan
f.        menghapus upeti
g.      menganut sewah tanah
h.      melaksanakan sistem pemuliyan
6)               Kekuasaan Pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia

akibat perancis kalah perang,Napoleon hrs menandatangani Konvensi London pada 1814. Hasil konvensi London 1814:

1.prancis harus mengembalikan negara-negara jajahnya sebelum ada penyerangan napolion
2. indonesia hrs diserakan kembali kpd belanda tetapi pulau bangka, belitung, &bengkulu tidak diserahkan

Untuk mengatasi perekonomian Indonesia dan kas pemerintah yang kosong akibat biaya pertahanan  besar, diangkatlah ahli ekonomi Van den Bosch.
usulan van den bosch : pemberlakuan sistem cultuur stalsel pertahanan/ tahanan paksa di pulau jawa  sejak  th 1830.
Ketentuan-ketentuan sistem tanam paksa:
1. seperlima bagian tanah milik indonesia yang subur wajib di jadikan lahan ekspor
2. tanah tersebut di bebaskan dari kewajiban bayar pajak
3. hasil panen di serakan pemerintah belanda
4. apabila tapsiran harga hasil panen melebihi pajak, maka kelebihan itu menjadi hak rakyat
5. kegagalan panen di tanggung oleh pemerintah
6. Tenaga kerja yg digunakan utk menanam padi tdk blh lbh kentuan yg dilarang pemerintah  belanda

Dalam pelaksanaannya,Pemerintah belanda banyak melanggar ketentuan misalnya:
1. tanah yang dijadikan lahan tanaman ekspor tidak hanya seperlimanya bagian, tetapi seluruhnya
2. lahan yang ditanami tanaman ekspor tetap di pungut pajak
3. gegalan panen ditangung oleh rakyat sendiri bukan pemerintah
4. jika taksiran hasil panen melebihi pajak, maka kelebihan itu tidak diberikan rakyat
5. tenagayang digunakan melebihi tenaga untuk menanam padi

B.AKIBAT Sistem Tanam Paksa

Tidak semua pihak di belanda setuju dengan pelaksanaan Tanam Paksa di Indoesia.Golongan yang menentang:

Kelompok Pemilik Modal / kaum Kapitalis

–    Mendesak agar system tanam paksa dihapus yg lalu dikabulkan Pemerintah Belanda dengan diterapkannya kebijakan pintu terbuka,yaitu diijinkannya pemodal swasta masuk menanamkan modal ke Indonesia.

  1. Golongan humanis di belanda
  • Edward douwes decker

Edward douwes decker sebelumnya merupakan birokrat pemerintahan belanda.Yang melihat dengan nama samaran Multatuli,Douwes decker menciptakan sistem tanam paksa dalam sebuah buku berjudul Max havelaar,Berkat buku ini ia,golongan humanis belanda mengetahui penderitaan rakyat indonesia.

  • Vande venter

Vande venter meng mengkritik  keberadaan sistem tanam paksa,ia mengusahakan agar pemerintah belanda melakukan balas budi yang di kenal oleh politik etis sabagai  tindak pemerintahan belanda mengadakan perbaikan di bidang industri,edukasi,dan transmigasi pada abad ke 20,pelaksanaan politik sangat membantu kemajuan indonesia di kemudian hari.

  • Baron Van Hoevel

Sesuai dengan kapasitasnya sebagai pendeta ia menentang paksa melalui kotbah – kotbah gereja.

  • Kelompok liberal di belanda

Golongan mayoritas parlemen belanda di kuasai oleh pihak konservatif,Golongan minoritas/Golongan opsisi adalah kaum liberal,Menyuarakan agar tanam paksa di hapus,Usaha tersebut mendapat simpati dari sebagian penduduk belanda,Rakyat indonesia yang ada kemenangan kaum (Liberal pd pemilu 1860)

  • Tanam paksa di hapus pada tahun 1870,Dengan penghapusan tanam paksa pada tahun tersebut.

Pemerintah belanda mengadakan politik pintu terbuka dengan mengeluarkan undang – undang agrarian kepemilikan tanah di daerah jajahan.berdirilah perkebunan- perkebunan besar milik swasta dengan menyewa tanah rakyat,politik pintu terbuka membawa manfaat bagi rakyat indonesia,muncul politik balas budi (politik etis) yang mulai politik dilaksanakan tahun 1900.

  1. PENGARUH KOLONIALISME DAN IMPERIALISME TERHADAP BANGSA INDONESIA

Berbagai upaya yang telah di lakukan penjajah mengaruhi kehidupan bangsa indonesia dalam segala bidang.Akhirnya terjadi perubahan kondisi, politik,ekonomi,sosial,dan budaya di indonesia yang sifatnya dipaksa yang tujuannya  semata – mata melanggengkan mereka di negara jajahan.

Beberapa perubahan yang terjadi dalam kehidupan bangsa indonesia tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Bidang politik.

Pemerintah belanda mengadakan beberapa perubahan pamong praja dahulu berdasarkan garis ketentuan di ubah menjadi system kepegawaian.Belanda menunjuk seseorang presiden untuk mengawasi jalannya pemerintah kolonial dan memperhatikan penanaman bahan pangan.Belanda juga Menjunjung bupati untuk mengawasi pelaksanaan tanam paksa dan memastikan perjualan hanya pada pemerintah belanda.

Sistem pemerintahan turut berubah selama Daendels berkuasa di indonesia (1808 – 1811) ia menjadikan  Jawa sbg pusat pemerintahan & membaginya menjadi kesatuan – kesatuan wilayah yg disebut perfecture.

Sistem hukum juga mengalami hal yang sangat mendasar.Daendels merintis pemberlakuan hukum barat modern melalui pengadilan pribumi disetiap perfecture yang di sebut Landgrecht.

  1. Bidang ekonomi

Kemajuan industri mendorong belanda mngeksplorasi sumber daya alam.Seperti pembangunan tambang

minyak dan pembangunan rel kereta api.

3.Bidang sosial

Pada masa pemerintahan belanda,status tertinggi di miliki oleh orang eropa karena mereka merupakan    penguasa.golongan berikutnya asia timur jauh,seperti bangsa cina,india,dan arab yg merupakan kaum pedagang.kedudukan paling rendah adl rakyat indonesia atau kaum pribumi yg mrpk golongan mayoritas.

  1. Bidang Budaya

Masuknya bangsa asing ke indonesia memunculkan westerniasi,yaitu pemujaan terhadap kebudayaan barat secara berlabihan .

Pada tahun 1848, Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan sekolah masal disetiap kabupaten di kalangan terbatas. Sekolah tersebut adalah HIS ( Hollandsche Inlandsche School ) AMS ( Algemeene Middel  Bare Schol ) dan HBS ( Hoogere Burger Schol ), tahun 1851, Pemerintah kolonial Belanda mendirikan sekolah baru Kweek School dan Hoogere Kweek School, Sekolah Dokter STOVIA . Akhir abad ke-19, pemerintah kolonial Belanda membuka sekolah untuk kaum pribumi, yaitu sekolah angka 1 dan sekolah angka 2 yang bersifat umum dan memberikan pelajaran dasar membaca, menulis, berhitung dan sebagainya .

  1. PERLAWANAN BANGSA INDONESIA TERHADAP KEKUASAAN ASING

Monopoli perdagangan rempah -rempah,tanam paksa,kerja rodi,memicu kebencian di hati rakyat indonesia & menimbulkan keinginan mereka untuk melewan kesewenangan bangsa eropa.muncul perlawanan bangsa indonesia terhadap kekuasan eropa.

  1. Perlawanan Demak

-perang terhadap Portugis di makala terjadi pada tahun 1512 dan 1513

– Penyerangan di pimpin oleh dipati unus

  1. Perlawanan rakyat aceh

– Aceh melihat bahwa keberadaan portugis di malaka mengancam aktivitas perdagangan untuk mengusir

perangan melawan portugis dari Malaka. Tahun 1607-1636 Sultan Iskandar Muda memimpin penyerangan melawan Portugis.

  1. Perlawanan kerajaan mataram

– Keberadaan VOC di batavia juga mempunyai niat yang sama,yaitu menguasai seluruh pulau jawa.

– Sultan agung berusaha mngusir Voc di batavia

– Serangan pertama di peluncurkan oleh kerajaan mataram di bawah pimpinan Bahurekso,namun gagal

  1. perlawanan Sultan Hasanudin

-Tindakan yang di lakukan Sultan Hasanudin tersebut mengakibatkan terjadinya perang 1666 – 1667.

VOC di bantu oleh Arupalaka yang merupakan musuh Sultan Hasanudin

  1. Perlawanan Patimura

– Kedatangan belanda untuk berkuasa di maluku mendapat perlawanan dari maluku

Penyebab terjadinya perlawanan maluku antara lain :

a.. Adanya penindasan dan perlakuan semena – mena dari VOC terhadap masa lalu

  1. Pengerahan Rakyat Untuk di Jadikan serdadu belanda

c.Di hidupkan kembali kerja paksa yang sudah sempat di hapus inggris

– Perang diawali pada 15 mei 1817

– Perang tanggal 3 Agustus 1817 Akhirnya belanda berhasil kembali menguasai Benteng Deurtede

  1. Perang Paderi (1821 – 1837)

– Ada 2 golongan yg berpengaruh kuat pd kehidupan masyarakat Sumatera Barat

– Gol adat yg banyak berperan sblm agama Islam berkembang di Sumatera Barat

– Golongan agama Islam atau Ulama setelah agama Islam berkembang di Bumi Minang.

  1. Periode 1821-1825

pada periode ini belanda di bawah kepemimpinan Letkol Raaf Mengarahkan pasukannya untuk membantu kaum adat pasukan belanda untuk menguasai daerah dan mendirikan benteng Fort vander Capellan.untuk menghindari kerugian yang semakin besar belanda dan dading mengadakan perjanjian Padang (1824) di lakukan penyempurnaan perjanjian oleh kolonel stuers tahun 1825.Isi kesepakatan:Diadakan gencatan senjata,Kekuasaan Tuanku Imam Bonjol diakui,Urusan agama di Sumatra Barat tidak lagi dicampuri Belanda.

  1. Periode 1826 – 1830

pada periode ini konsentrasi belanda terpecah karna dipulau jawa terjadi perang diponegoro .untuk memperkuat pertahanannya di sumatra barat belanda mendirikan Fort kock di bukit tinggi

  1. Periode 1831 – 1836

Pada periode ini, konsentrasi Belanda mengirim prajurit-prajurit Jawa yang di tangkap pada perang Diponegoro untuk membantu Belanda di Sumatra Barat.

  1. perang bone (1824 – 1825)

Perang Bone pecah tahun 1824 – 1825 rakyat bone di pimpin oleh sultan bone.Perlawanan rakyat bone  terjadi karena belanda ingin menguasai sulawesi selatan . setelah Sultan Bone menyatakan diri kalah  perang . Bone pun akhirnya berhasil dikuasai oleh Belanda.

  1. perang diponegoro (1825 – 1830)

Perang Diponegoro dipimpin oleh Pangeran Diponegoro & dibantu Ali Basyah, Pangeran Mangkubumi,&Kyai Mojo.

Penyebab Perang Diponegoro :

  1. Campur tangan Belanda dalam urusan pemerintahan kerajaan Mataram
  2. Penciutan wilayah kerajaan Mataram karena diberikan pada Belanda sebagai imbalan yang di berikan.
  3. Pungutan pajak Belanda yang  semakin memberatkan.
  4. Ketindak puasan para bangsawan karena bayak berkurangnya hak mereka.
  5. Kekuasaan raja Mataram yang semakin berkurang  dan pendapatan kerajaan semakin menurun.
  6. Kegiatan perdagangan Mataram merosot krn pelabuhan-pelabuhan dibagian utara Jawa telah dikuasai  Belanda.

Tahun 1830 di rumah Presiden kedu di Magelang terjadi perundingan. Pangeran Diponegoro di buang ke Semarang, Batavia, Manado, dan Makasar hingga meninggal tanggal 8 Januari 1855 .

Akibat perang Diponegoro:

  1. Banyak menghabiskan kas belanda
  2. Kekuasaan para raja/bangsawan di jogjakarta dan surakarta berkurang
  3. Belanda mendapatkan daerah di jogjakarta dan di surakarta
  4. Perlawanan pati jelantik dari kerajaan buleleng

Sasaran utama Belanda adalah kerajaan Buleleng di bawah pimpinan I Gusti Ketut Jelantik. Kerajaan Buleleng mengadakan perlawanan terhadap Belanda tahun 1846.

penyebabnya adalah sebagai berikut

  1. Hukum tawangkarang karena tidak di akui oleh belanda
  2. Belanda memaksa raja – raja bali untuk mengakui kedaulatannya

c.Belanda ingin monopoli perdagangan pertempuran berlangsung dari tahun 1846 – 1849 dengan kekalahan di

pihak Kerajaan Buleleng.

  1. Perang banjar

Perang Banjar pecah kerena adanya campur tangan belanda dalam urusan kerajaan. Perlawanan terus berlangsung terus dipimpin pangeran antasari sampai akhir hayat pangeran antasari pada tahun 1862.Dilanjutkan oleh anak anaknya untuk membebaskan BAnjar dari pengaruh Belanda.

  1. Perlawanan singamangaraja 12

sisingamangaraja merupakan raja ke 12 dan berpengaruh luar Dinuli & sekitarnya. Sisingamangaraja ke-XII mengadakan perlawanan thdp Belanda karena :

  1. Pengaruh singaraja semakin kecil
  2. Adanya zending ( misi penyebaran agama kristen ) di Tapanuli dan sekitarnya
  3. Belanda memperkuat kekuasaanya dalam rangka Pax Netherlandes

Penyebab khusus perlawanan adalah kegeraman Sisingamangaraja atas penempatan pasukan Belanda diteruntung dengan dalih melindungi penyebaran dan penguasaan Belanda atas daerah-daerah di Tapanuli perang tersebut dimenangkan oleh Sisingaraja ke XII tahun 1507. Setelah Sisingamangaraja gugur, Tapanuli jatuh ke tangan Belanda.

BAB IV

GERAKAN KEBANGSAAN DI INDONESIA

PenjaPenjajahan menimbulkan banyak kesengsaraan penindasan secara materil dan moril memicu kesadaran bangsa terjajah untuk bangkit melawan Penjajahan bentuk kesadaran itu berupa munculnya rasa nasionalisme dan berdirinya gerakan-gerakan kebangsaan di Indonesia.

Bab ini membahas mengenai latar belakang munculnya pergerakan nasional, pergeseran dari rasa etnik kedaerahan / golongan kerasa nasionalisme dan perkembangan gerakan kebangsaan di Indonesia. Perhatikan peta konsep :

  1. PAHAM-PAHAM YANG MENDASARI MUNCULNYA PERGERAKAN NASIONAL.

Memasuki abad ke 20, muncul kesadaran rakyat asia dan afrika untuk membangun sikap agar mereka bersatu dalam suatu wadah. Sikap tersebut dibangkitkan oleh paham nasionalisme, sosialisme dan demokrasi.

  1. Nasionalisme : adalah perasaan cinta terhadap bangsa dan tanah airnya.
  2. Liberalisme.

Paham liberalisme muncul sebagai reaksi atas perlakuan kaum bangsawan agama Islam pada masa pemerintahan monarki absolute.

  1. Sosialisme

Sosialisme merupakan paham yang menekan perhatian pada masyarakat secara keseluruhan muncul sebagai reaksi terhadap kehadiran liberalisme pada abad ke-14.

  1. Pan-islamisme

Pan-Islamisme merupakan suatu paham yang menginginkan / mencita-cita    manifestasi dari prinsip Islam mengenai pentingnya persatuan kesatuan antar umat Islam di seluruh dunia. Paham ini lazim disebut dengan al-wahdah al-islamiyah / al-itihad al-islamiyyah prinsipnya adalah umat Islam merupakan suatu kesatuan yang utuh dan universal di seluruh dunia tanpa terkecuali.

  1. Demokrasi

Demokrasi adalah suatu pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat .

Pemerintahan demokratis harusnya dilaksanakan oleh seluruh rakyat, tetapi dalam pengambilan keputusan tidak mungkin mengikut sertakan seluruh rakyat, dilakukan sistem perwakilan.

Dalam demokrasi, rakyat mempunyaihak yang sama untuk menentukan keputusan. Struktur masyarakat dlm sistm demokrasi bersifat sejajar, seperasaan dan sepenanggungan konsep demokrasi yg melahirkan sebuah pemikiran untuk mendirikan suatu Negara dan pemerintahan sendiri. Pada sistem ini kehendak rakyat mjd kekuatan utama & berfungsi seperti suara Tuhan dlm menentukan kebenaran yg sejati.

  1. Perkembangan Beberapa Gerakan Kebangsaan Di Asia Tenggara.

Sebagian besar di asia dan afrika mempunyai nasib hampir sama yaitu pernah dijajah oleh bangsa lain. Pola tingkah laku & struktur masyarakatpun masih banyak memiliki persamaan sbg bekas Negara jajahan.

  1. Perkembangan kebangsaan di Malaysia.

Penjajahan Inggris di Malaysia (Malaya)bermula ketika sultan kedah yang pada saat itu menghadapi ancaman serangan kerajaan siam (Thailand) , pulau Penangpun dikuasai Inggris pada tahun 1991.

Masalah etnisitas mewarnai proses kemerdekaan Malaya perlu diketahui pada tahun 1940-an konstelasi keberadaan etnis di Malaya adalah 50% orang melayu, 37% orang Tionghoa, dan 12% orang India. Masing-masing etnis membentuk politik untuk mengakomodasi kepentingan politik mereka. Partai politik tersebut adalah united malays National Organization (UMNO) didukung oleh (MCA) Malaya Chinese Association dan Malayan Indian Congres,partai warga keturunan India.

ketiga partai tersebut kemudian membentuk Alliance yg kemudian menjadi Barisan Nasional tahun 1973.

Pemerintah Inggris dan Aliance mengadakan perundingan. Hasil perundingan itu ialah membentuk sebuah Negara Federal dgn sistem Parlemen. Tahun 1957 Federasi Malaya mendapat kemerdekaan dari Inggris.

  1. Pergerakan kebangsaan di Filipina.

Pergerakan kemerdekaan di Filipina berawal dari terbentuknya liga Filipina yang dipimpin oleh Jose Rizal pada tahun 1892 . liga ini dibentuk dengan tujuan melepaskan Filipina dari Spanyol yang telah berlangsung selama 300 tahun. Jose Rizal dituduh mendalangi gerakan kahpunan, dia dihukum mati pada tahun1896. perjuangan merebut Kemerdekaan diteruskan oleh Emilio Aguinaldo hingga tahun 1898.

Titik lemah perjuangan Filipina terlihat ketika posisi spanyol semakin lemah karena berperang dengan Amerika Serikat untuk merebut pulau Kafibia. Emilio Aquinaldo memanfaatkan situasi tersebut dan dan beraliansi dengan Amerika Serikat untuk mengusir Spanyol. Spanyolpun menyerah dan Filipina diserahkan untuk Amerika Serikat, namun nasib Filipina juga tidak berubah. Sebab ternyata Amerika Serikat juga ingin menjajah Filipina.

Emilio melakukan perang gerilya melawan Amerika Serikat tetapi akhirnya tertangkap. Setelah perang dunia II berakhir, barulah Amerika Serikat memberikan kemerdekaan penuh pada tanggal 4 Juli 1946.

  1. Pergerakan kebangsaan di Vietnam.

Perjuangan melalui kepartaian setelah dibentuknya Indochinese Comunist Party pada tahun 1930 oleh seseorang yang berjiwa revolusioner bernama Aguyen Toy Thanh. Tahun 1941. organisasi ini bertujuan memperoleh kemerdekaan dari perancis dan melawan anekasi Jepang di kawasan Indocina. Perancis kembali menyerang Vietnam bulan Oktober tahun 1945.

Tahun 1945 pecah perang Indocina I (1946-1054) yang dimulai dengan peperangan Vietnam ke pos-pos tempur pasukan perancis. Perundinganpun dilaksanakan di Jenewa dan menghasilkan kesepakatan damai, Perancis segera hengkang dari Vietnam.

Kesepakatan tersebut juga memutuskan untuk membagi Vietnam menjadi dua Negara. Vietnam utara menjadi Negara yang berhaluan komunis, sementara Vietnam selatan menganut Liberalisme. Akibat pembagian itu pecah perang saudara antar Vietnam utara dan Vietnam selatan tahun 1956. perang berakhir dengan kemenangan Vietnam utara 1976. namun kedua Vietnam dapat dipersatukan kembali tahun 1976, dengan nama Republik Sosialic Vietnam (Vietnam).

  1. TTerbentuknya kesadaran Nasionalisme Indonesia.

Terbentuknya kesadaran Nasionalisme Indonesia tidak hanya didorong faktor dari luar, seperti perkembangan  politik Kolonial Belanda tetapi juga faktor dari dalam seperti penderitaan rakyat Indonesia.

1-    Perkembangan politik Kolonial Belanda.

Penderitaan rakyat akibat tanam paksa (1830-1870) menuai kritik terhadap pemerintah kolonial Belanda. Kaum liberal dalam parlemen mengusulkan perubahan sikap yang mendasar dalam kebijakan pemerintah kolonial Belanda di Indonesia.Usul golongan liberal di parlemen adalah membuka seluas-luasnya koloni (open deur politiek = politik pintu terbuka) bagi investasi swasta. Usul dari kaum liberal ini diterima oleh pemerintah Belanda, yang kemudian meningkatkan arus investasi swasta di Indonesia.

2-    Sebab-sebab kebangkitan nasionalisme Indonesia.

  1. Penderitaan rakyat Indonesia

Rakyat Indonesia dibawah pemerintahan kolonial hindia belanda banyak mengalami perilaku yang tidak adil seperti pelaksanaan tanam paksa, kerja rodi, dan perlakuan diskriminatif, penderitaan inilah yang mendorong para leluhur kita untuk berusaha mengusir penjajah belanja untuk memperoleh kemerdekaan.

  1. Perkembangan politik etis.

Ketidak adilan, kemiskinan, diskriminasi, pembodohan yang terjadi di Indonesia ternyata diamati oleh Negara-negara di Belanda. Muncul tokoh-tokoh yang mengkritik pemerintahannya sendiri seperti Van deventer, artikelnya yang dimuat di majalah. Berbagai kritik yang di lontarkan lebih menggerakkan pemerintah belanda untuk menerapkan kebijakan politik etis, dilakukan dengan membuka sekolah-sekolah, dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Beberapa sekolah yang berkembang pada masa penjajahan belanda adalah sekolah rakyat (volk school), sekolah guru (kweek school), dan sebagainya. Dengan bekal tersebut mereka mempelopori usaha untuk mendapatkan kemerdekaan, dari kaum terpelajar itulah lahir gagasan yang mengajarkan betapa pentingnya persatuan dan perjuangan untuk merebut kemerdekaan.

  1. Peranan Sarana Komunikasi Dan Transportasi.

Perkembangan sarana Komunikasi dan Transportasi yang semakin baik turut membantu munculnya kesadaran berbangsa dan bernegara. Semua informasi tentang penderitaan yang di alami bangsa Indonesia. Sebelum kemerdekaan dapat diketahui melalui media. Semua itu menyentuh kesadaran rakyat Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan.

  1. Pergerakan Nasionalisme Di Asia Dan Afrika

Gerakan kebangsaan diNegara-negara Asia&Afrika turut mjd andil dlm menggerakkan kebangsaan.

Peristiwa-peristiwa yang menajadi andil dalam menggerakkan jiwa kebangsaan antara lain :

v Keteladanan Mahatma Gandhi dan Jawaharlal Nehru untuk merebut kemerdekaan India dari Inggris.

v Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905 memberi sinyal bahwa bangsa asia dapat memenangkan pertarungan melawan bangsa Eropa.

v Keberhasilan bangsa Filipina mengusir Spanyol tahun 1898.

v Keberhasilan rakyat cina yang menurunkan kaisar yang korup di awal abad ke-20.

PERGESERAN DARI RASA ETNIK KEDAERAHAN/GOLONGAN MENUJU IDENTITAS KEBANGSAAN INDONESIA
Setelah  pemerintah belanda merupakan politik etnis atau politik balas budi munculah organisasi-oranisasi kepemudaan. para pemuda mulai mengubah taktik dari perjuangan secara fisik untuk mengikis kebodohan dan  keterbelakangan.
Pada 7 maret 1915 kepemudaan trikorodharmo yang anggotanya adalah pemuda yang berasal dari suku jawa sunda dan Madura.9 Desember 1917 berdiri JSB(Jong Sumatranen Bond) di wilayah lain pada tahun 1918 berdirinya organisasi kepemudaan seperti jong ambon,jong pasun, dan jong selebes dan jong borneo
Berbagai organisasi kepemudaan mengadakan berbagai pertemuan diskusi dan seminar. Melalui pertemuan tersebut perasaan kedaerahan sampai menjadi perasaan kebangsaan dan nasionalisme.Pada puncak kongres pemuda 20 oktober 1928 merupakan kongres untuk meleburkan berbagai identitas etnit dan menjadi satu identitas indonesia.
PERKEMBANGAN GERAKAN KEBANGSAAN INDONESIA

Pergerakan nasional indonesia dapat di bagi menurut periode perkembangannya :

  1. Periode awal

pergerakan nasional indonesia baru bergerak dibidang sosial budaya.Yang mengemuka saat itu adalah Boediartomo, Sarekat Islam dan  Muhammadiyah.

  1. Periode nasional politik
    Pergerakan nasional indonesiasudah mulai bergerak dibidang Politik.beberapa organisasi yang muncul adalah indische particj & gerakan kepemudaan.
  2. Periode nasional radikal
    pergerakan nasional indonesia secara jelas mencantumkan tujuan untuk mencapai kemerdekaan. organisasi pergerakan kebangsaan yang berdiri adalah perhimpunan  indonesia PKI & PNI /Partai Nasional Indonesia
  3. periode nasional bertahan
    gerakan mungkin strategi dengan penuh pertimbangan. Gerakan kebangsaan memilih strategi bertahan sambil menunggu kesempatan untuk dapat merealisasikan tujuan . Yang terkenal adalah Parindra/Partai Indonesia Raya,GAPI/Gabungan Politik Indonesia,GERINDO/Gerakan Rakyat Indonesa,Fraksi Nasional

Berikut adalah uraian organisasi tersebut diatas:

BOEDI OETOMO
Organisasi boedi oetomo berdiri atas prakarsa mas Ngabehi Wahidin Sudirohusodo. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas bangsa melalui kegiatan pengajaran.Tapi dalam perjalanan selanjutnya , boedi utomo memperluas cakupan dengan melaksanakan pembelajaran bahasa belanda sebab pada waktu itu mustahil untuk menduduki jabatan birokrasi  pada pemerintahan belanda tanpa mengetahui bahasa belanda.pengajuan tanggal 20 mei merupakan hari lahir boedi oetomo di peringati sebagai hari kebangkitan nasional.

kendala yang di hadapi Boedi Oetomo:

  • pembatasan keanggotaan boedi oetoma hanya untuk masyarakat jawa & madura
  • Boedi Oetomo tidak mencampuri urusan politik, atas perkembangan itu banyak anggota terutama kaum muda yang kecewa lalu mengundurkan diri. Banyak dari anggota duduk dalam dewan rakyat (volksroad) adanya tekanan organisasi nasional dan masuknya Boedi Utomo ke bidang politik menyebabkan Boedi Oetomo mengalami kemunduran.

SERIKAT ISLAM (SI)
SI semula bernama serikat dagang islam yang didirikan H.Sumanhudi di Surakarta 1911. tujuan awal adalah memajukan perdagangan indonesia, menyaingi pedagang cina di solo, melawan kecurangan yang di lakukan pemerintah kolonial. Organisasi ini mengalami kemajuan pesat setelah di pimpin oleh H.O.S  Tjokroaminoto.
MUHAMMADIYAH
Muhammadiyah di dirikan oleh Kh.Ahmad Dahlan pada tgl 18 nov 1912, tujuannya untuk menyebarkan ajaran nabi, & memajukan agama islam. MU mendirikan lembaga pendidikan, tabligh islam, badan waqof, serta penerbitan. MU memiliki pengaruh di P.jawa, Sumbar, Aceh, Benkulu, Banjarmasin & Ujungpandang. Saat ini MU menjadi mitra pemerintah dalam memajuakan pendidikan.

INDISCHE PARTICJ (IP)
Di dirikan oleh E.F.E Dowesdekker atau Danudirja setya budi pada tgl 25 Des 1912 tujuannya membangun patriotisme semua orang indonesia terhadap tanah air. Dowes dekker menginginkan jangan sampai ada perbedaan yang mencolok antara belanda & pribumi. Melalui karangannya yang di muat di majalah het tijdschrift & de express. Ia melancarkan propagandanya melalui program “Hindia” untuk setiap gerakan politik yang sehat. IP membentuk komite yaitu “Komite bumi putra”. Kegiatan bumi putra di anggap bahaya pada bulan agustus 1913 Douwes Dekker,Dr .Cipo mangunkusumo dan Suwardi dihukum buang ke Belanda dan IP dianggap sbg organisasi terlarang.walaupun itu sudah bubar jiwa & semangatnya memberi banyak inspirasi, menegakan jiwa kebangsaan.
GERAKAN PEMUDA (GP)
Organisasi pemuda kedaerahan mrpk  titik awal pertumbuhan bangsa indonesia dr proses integrasi nasional.

Cth GP :

  1. Tri korodharmo
    di dirikan oleh Setiman Wirjo Sandjoyo, Suradi Wongsonegoro & Soepomo pada tgl 7 maret 1915 tujuannya sbg tempat latihan bagi calon pemimpin bangsa atas dasar cinta tanah air pada kongres Tri korodharmo yg petama di solo tahun 1918 ada 2 keputusan : 1. nama tri korodharmo di ganti menjadi Jong Java, 2. tujuan
    organisasi di pusatkan untuk membangun jawa raya. Setelah kongresnya yang ke 8, pada tgl 28 des 1925 sampai 2 januari 1926 di bandung jong java turut meningkatkan persatuan & cita-cita indonesia merdeka.
  2. Jong sumatra bond
    di dirikan pada tgl 9 des 1917 di gedung Volkslecture jakarta oleh pemuda sumatra yang ada di jakarta, tujuannya untuk memper kokoh hubungan antara pelajar sumatra di jakarta. Memuncukan pemimpin bangsa seperti M.Yamin & M.Hatta

Berdirinya jong java & jong sumatra bond menggerakan pemikiran pemuda lainnya untuk mendirikan perkumpulan pemuda serupa di berbagai daerah  seperti di:

  1. Ambon
    ambon yang di bentuk WILHELMINA, AMBONSCH STUDY FONDS & AMBON BONS. Ambon mendirikan organisasi serikat ambon pimpin yang di kenal A.J.PATIY.
  2. Jong MINAHASA & Jong CELEBES
    Berdiri pada 1919, dari pendirian organisasi ini muncul seorang tokoh muda minahasa yaitu Sam Ratu Langi.
  3. SUNDA & BETAWI
    Berdiri pada tahun 1920 berdiri organisasi pemuda sunda pendirinya adalah sekar rukun. betawi berhasil membentuk organisasi bernama pemuda betawi di pimpin oleh Moh.Husni Thamrin.
  4. TIMOR
    Atau nama lainnya Timorsche Verbond di makasar tahun 1922 pada saat itu pula berdiri jong Bataks Bond yang merupakan pecahan jong sumatra bond.
  5. ORGANISASI KEPANDUAN
    Organisasi kepanduan  antara lain javaansche padvinders organistle (jpo), nationali islamietiche padvinders (natipy) & pandu pemuda sumatra (pps). Persaudaraan antara pandu indonesia (papi) yg mrpk gabungan dari seluruh organisasi kepanduan Tahun 1918 berdiri Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia/ BPPKI yg mjd pengikat semua organisasi kepanduan di Indonesia.
  6. TAMAN SISWA
    Berdiri pada tgl 3 juli 1922, oleh R.M.Suwardi Suryadiningrat (ki hajar dewantoro) tujuannya untuk memajukan bidang pendidikan.

Asaz Taman siswadiwujudkan dalam system among :

  1. mewajibkan guru-guru sebagai pemimpin di belakang member kesempatan kepada anak didik untuk

berjalan sendiri atau tut wuri handayani.
2.  Guru berada di tengah-tengah & dapat membangkitkan pikiran atau ing madyo mangun karso.
3.  Guru dapat memberi contoh bila di depan atau ing ngarso sung tulodho

  1. PARTAI KOMUNIS INDONESIA
    Keberadaan paham komunis di indonesia tidak dapat di hapuskan dari nama seorang pemimpin buruh belanda bernama H.J.F.N Saeevley yang masuk ke indonesia thn 1913.
    pada kongres ISDV 23 mei 1920 nama ISDV diganti menjadi partai Komunis hindia. Selanjutnya pada Bulan Desember diubah menjadi PKI.
  2. PERHIMPUNAN HINDIA (indische vereeniging)
    Bergerak di bidang sosial, yang berkembang setelah adanya 3serangkai (douwes dekker, dr.Cipto mangun kusumo & suwardi S,mereka mengubah ke oreintasi politik.

Dengan Asas :
–        penentuan nasib
–        perjuangan mengandalkan kekuatan & kemampuan sendiri
–        bangsa indonesia haru bersatu melawan penjajah

  1. PARTAI NASIONAL INDONESIA (PNI)
    ketuanya ir.Soekarno, pada tgl 29 des 1929 Ir.soekarno & kawan-kawan di tangkap di jogjakarta di bawa ke bandung, Ir.soekarno membela diri dengan tulisan “indonesia menggugat” dalam pidatonya Ir.soekarno mengobarkan semangat revolusi bagi seluruh lapisan rakyat indonesia. Yg membuat para pemimpin PNI akhirnya dijatuhi hukumandakwaan melakukan perbuatan mengganggu ketertiban dan menentang pemerintah. April 1931 PNI dibubarkan.1 Mei 1931 Mantan anggotanya mendirikan Partindo(Partai Indonesia) dengan ketuanya Sartono.Sementara Sutan Syahrir,M Hatta dan kawan kawannya mendirikan Pendidikan NAsional Indonesia.
  2. Gerakan Wanita

Perkumpulan Istri Sedar merupakan perkumpulan wanita yg radikal dan non kooperatif yg bertujuan  meningkatkan kesadaran kaum wanita dan mulai menginginkan kemerdekaan bagi bangsa.Organisasi ini menghimbau agar wanita jangan hanya memikirkan pendidikan dan rumah tangga tapi juag juga harus ikut dalam kegiatan politik.organisasi ini aktif mengikuti beberapa aksi seperti menentang poligami

Kongres Perempuan I 1928 di Yogyakarta

Kongres Perempuan II 22 Desember 1930  di Jakarta kemudian ditetapan sebagai tanggal hari ibu.

  1. PPPKI/Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia

17-18 Desember 1927 wakil wakil dari PSI,BU,Pasungan,Jong Sumatranen Bond,Pemuda betawi,Kelompok Studi Indonesia  berkumpul di Bandung dan sepakat membentuk PPPKI/Permufakatan Perhimpunan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia.

Kongres PPPK I di Surabaya pada 30 Agustus-2 September 1928 memilih Sutomo sbg Ketua Pertimbangan .

  1. Kongres Pemuda

30 April-2 Mei 1926,wakil wakil dari Jong Java,Jong Sumatranen Bond,Jong Ambon,Jong Islamiten Bond,Sekar Rukun Jong Batak dan Jong Minahasa mengadakan kongres Pemuda I untuk menyamakan  persepsi. Dengan tujuan :

  1. Membentuk Badan sentral organisasi Kepemudaan
  2. Memajukan Paham Persatuan Kebangsaan
  3. Mempererat hubungan diantara semua perkumpulan kepemudaan.

kongres Pemuda II 26-28 Oktober 1928 dihadiri 750 Pemuda yg melahirkan semangat nasionalisme yang lebih tinggi dengan perwujudan identitas nasional yg mjd pemersatu dalam meraih kemerdekaan:

  1. Diucapkannya ikrar Satu nusa ,satu bangsa ,satu bahasa
  2. Dinyanyikannya lagu Indonesia Raya karya WR Soepratman pada acara penutupan
  3. Dikibarkannya bendea merah putih
  4. Parindra/Partai Indonesia Raya

Pada  1930,Boedi Utomo,Serikat Celebes,Serikat Sumatra,Ambon, & perkumpulan kaum Betawi melebur membentuk Partai Indonesia Raya yg diketuai Dutomo.Tujuannya membentuk Indonesia  yg sempurna .

  1. GAPI/Gabungan Politik Indonesia

Lahir sbg kesepakatan PSII,Gerindo,PII,Pasundan,Persatuan Minahasa,Partai Katholik  dimana masing masing organisasi anggotanya tetap memiliki otonomi melaksanakan programnya masing masing.jika timbul perselisihan antar partai,GAPI bertindak sebagai juru damai.21 Mei 1939 Husni Thamrin  mendirikan federasi GAPI dgn alasan :

  1. Kegagalan Petisi Sutarjo
  2. Kegentingan Internasional akibat fasisme
  3. Sikap Pemerintah colonial yang tidak memperhatikan kepentingan bangsa Indonesia.

BAB V

KEBUTUHAN DAN KELANGKAAN BARANG DAN JASA

  1. KEBUTUHAN
  2. Pengertian kebutuhan

Adalah segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk mencapai kemakmuran

  1. Jenis jenis kebutuhan
  2. a) Menurut tingkat intensitas/tingkat kebutuhan

~   Kebutuhan primer : Kebutuhan yang harus dipenuhi/kebutuhan alamiah

~   Kebutuhan Sekunder: Kebutuhan pelengkap stlh kebutuhan primer terpenuhi.sepeda,kipas angin

~   Kebutuhan Tersier : Kebutuhan pelengkap stlh kebutuhan primer & sekunder terpenuhi.mobil,kapal pesiar

  1. b) Menurut sifat

~   Kebutuhan jasmani: Kebutuhan yg berhubungan dengan jasmani.makan minum

~   Kebutuhan rohani: Kebutuhan yg bersifat kejiwaan.

nonton film/konser music untuk menghindarkan diri dari kejenuhan sekolah

  1. c) Menurut subyek yang membutuhkan

~   Kebutuhan individu : kebutuhan orang yang berbeda beda.Kebutuhan petani adalah cangkul dan pupuk,sedangkan guru kapur tulis dan buku pelajaran.

~   Kebutuhan umum : berhubungan dengan penggunaan barang dan jasa oleh banyak orang.misal jembatan penyeberangan  digunakan oleh semua penyeberang jalan

  1. d) Menurut waktu

~   Kebutuhan sekarang : Kebutuhan mendesak yg hrs dipenuhi saat ini.

~   Kebutuhan yg akan datang : Kebutuhan yg sifatnya  dapat ditunda sampai waktu yang ditentukan.

~   misal orang tua menabung utk persiapan uang sekolah anaknya,atau utk berekreasi bersama keluarga.

  1. Faktor faktor yang memenuhi kebutuhan
  2. a) Peradaban

Saat peradaban manusia masih rendah,kebutuhan masih tertuju pada kebutuhan primer.semakin maju peradaban manusia mulai membutuhkan makanan yg bervariasi,pakaian dari bahan yang bagus dll.

  1. b) Lingkungan

Lingkungan berpengaruh pada jenis kebutuhan.Penduduk pesisir  lebih membutuhkan jaring, perahu, pancing. Penduduk gunung membutuhkan cangkul,benih dll

  1. c) Adat istiadat

Pria jawa membutuhkan blangkon sementara pria didaerah lain tidak.

  1. d) Agama

Penganut Islam membutuhkan sajadah,.penganut hindu butuhkan sesajen.dll

  1. KETERSEDIAAN BARANG DAN JASA

Ø inti masalah ekonomi adalah bagaimana manusia memenuhi kebutuhanya yang tak terbatas dengan benda pemuas kebutuhan yang terbatas

Sebab kelangkaan pemuas kebutuhan :

  1. Keterbatasan jumlah benda pemuas kebutuhan yang ada di alam
  2. Kerusakan SDA akibat ulah manusia.penebangan hutan yg tdk terencana dg baik mengakibatkan hutan menjadi

cepat rusak dan gundul

3-  Keterbatasan atas penguasaan iptek maupun krn kekurangan modal&factor lain utk mengolah SDA yg ada

  1. Peningkatan kebutuhan manusia yang lebih cepat dibanding kemampuan sarana kebutuhan

Keterbatasan sumber daya dan keharusan melakukan pilihan dapat dapat dilihat dari contoh berikut:

misalnya, jika ingin nonton bioskop membeli makanan dan membeli minuman, sementara uang yang kamu miliki hanya Rp 25.000,00 dan harus dialokasikan untuk memenuhi ketiga keinginan tersebut jika harga tiket adalah Rp 20.000,00 makanan ringan Rp 4000,00 dan minuman Rp 2000,00 maka yang bisa kamu peroleh adalah kombinasi antara tiket bioskop dan makanan ringan saja, total Rp 24.000,00 atau tiket bioskop dan minuman saja total Rp 22.000,00 atau makanan dan minuman saja tanpa nonton bioskop total Rp 6.000,00. kamu harus melakukan pilihan untuk memenuhi semua kebutuhan kamu, berdasarkan kemampuan / sumber daya yg tersedia.

C.BIAYA PELUANG / OPPORTUNITY COST

Biaya Peluang / Biaya Implisit :

adalah nilai barang /jasa yg harus dikorbankan krn harus memilih salah satu alternative kegiatan dari beberapa pilihan..Atau penggunaan sumber daya milik perusahaan atau milik perusahaan

Biaya eksplisit :

adalah biaya yang benar benar dikeluarkan

Biaya sesungguhnya / genuine cost: adalah biaya eksplisit dan biaya implicit yang harus diperhitungkan dalam melakukan keputusan keputusan ekonomi.

Laba Akuntansi  adalah pendapatan atau penerimaan dikurangi biaya eksplisit

Laba Ekonomi adalah pendapatan dikurangi biaya eksplisit dan implisit .

Laba Sesungguhnya yg dinikmati perusahaan adl laba akuntansi dikurangi biaya peluang .

Biaya peluang ( opportunity cost)

biaya peluang adalah nilai barang atau jasa yg dikorbankan karena memilih alternatife kegiatan

misalnya: jika kamu telah lulus SMK & memutuskan untuk kuliah perguruan tinggi, kamu mkn menghitung biaya kuliah (antara lain uang semester,kos, buku pelajaran, uang praktikum, & uang pembayaran pembangunan) berjumlah total Rp 10.000.000 setahun. apakah jml tersebutadl biaya peluang ..? untuk kuliah diperguruan tinggi selama setahun…? bukan, kamu juga hrs menghitung biaya peluang waktu yg dihabiskan krn kuliah jika stlh lulus SMK kamu tdk memilih kuliah, melainkan bekerja di sebuah pabrik selama setahun kamu bisa mendapatkan gaji total Rp 13.000.000 dgn demikian jika kita menambah biaya yg benar-benar dikeluarkan untuk kuliah dan pendapatan yg terpaksa kita korbankan karena tdk bekerja, kita akan mendapatkan biaya peluang kuliah sebesar Rp 23.000.000 ( sama dgn Rp 10.000.00 + Rp 13.000.000 ) biaya yg benar-benar di keluarkan disebut dgn biaya eksplisit. Adapun biaya peluang merupakan biaya implisit.

Laba rugi untuk bulan maret 2006

Rp 160.000.000,00

Rp 75.000.000,00

Rp 48.000.000,00

Rp 47.230.000,00

Rp.37.000.000,00

Rp12.000.000,00

3.000.000,00

500.000,00

Rp20.000.000,00

Laba Ekonomi Rp17.000.000,00

laporan perhitungan

penerimaan total dikurangi biaya eksplisit

Biaya tenaga kerja

Bahan dan peralatan

Laba akuntansi dikurangi biaya eksplisit

Gaji honjuan sebagai karyawan

Bunga deposito

Sewa rumah sebelum dijadikan bengkel

Untul membahas permasalahan tersebut beserta solusi yg di tawarkan kita dpt melihat peta konsep berikut ini

Rp.17 Jt merupakan biaya peluang. mengapa jumlah-jumlah itu disebut biaya peluang ? sebab, jika tujuan tdk membuka usaha bengkel, maka jml uang tsb akan tetap diterima.

bgmn hubungan biaya peluang dengan laba? apa bengkel mujur termasuk beruntung jika hon juan mendapat laba akuntansi sebesar Rp 18.000.000,00, jawabnya tidak tentu !  laba rugi bengkel mujur dgn mengandalkan penerimaan total Rp 141.000.000,00 yg mengakibatkan laba akuntansi berjml Rp 18.000.000,00

Jika laba akuntasi lebih kecil drpd  biaya peluang maka perusahaan sebenarnya merugi. jadi jika penerimaan bengkel mujur hanya Rp 141.000.000,00 lebih baik hon juan kembali peraga 5.2 bengkel mujur

ilustrasi                                                                     laporan perhitungan laba – rugi untuk bulan Maret 2006

Rp. 141.000.000,00

Rp.75.000.000,00

48.000.000,00

Rp.(123.000.000,00)

Rp.18.000.000,00

Rp.12.000.000,00

3.000.000,00

5.000.000,00

Rp.20.000.000,00

– Rp.2.000.000,00

penerimaan total dikurangi biaya eksplisit

Biaya tenaga kerja

Bahan dan peralatan

Laba akuntansi dikurangi biaya implisit:

Gaji honjuan sebagai karyawan

Bunga deposito

Sewa rumah sebelum dijadikan bengkel

perhitungan

biaya peluang

BAB VI

PERMASALAHAN UTAMA EKONOMI DAN SISTEM EKONOMI

1)   MASALAH EKONOMI MENURUT EKONOMI MODERN

3 masalah menurut aliran ekonomi klasik  dan modern : produksi , distribusi dan konsumsi.

Pada aliran ekonomi klasik 3 aspek ada yg  harus dikelola dgn baik agar tercipta hasil maksimaldemi kemakmuran masyarakat.

  1. Apa dan berapa diproduksi

Sistem ekonomi pasar berpendapat bahwa sedikit atau banyak distribusi tergantung pada persaingan, jadi, distribusi tergantung pada mekanisme pasar, sedangkan pada sistem Ekonomi Komando produksi dan distribusi diatur oleh pemerintah.

  1. Bagaimana cara memproduksi

Produksi dgn teknologi padat karya banyak menggunakan tenaga manusia,tapi jumlah produksinya terbatas, jika yg digunakan adl teknologi padat modal, maka yg menjadi masalah adl drmn akan diperoleh modalnya.

Hal yang berkaitan dengan masalah metode produksi adalah bagaimana melakukan prodes produksi adalah bagaimana melakukan proses produksi tersebut seefisien mungkin sehingga produksi dapat berjalan dengan baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang

  1. Untuk siapa diproduksi

Sedangkan aliran modern menekankan pada 3 masalah pokok yaitu :

  1. barang apa yang diproduksi dan berapa jumlahnya?
  2. Bagaimana cara berproduksi?

Menyangkut berapa jumlah tenaga kerja,jenis mesin apa,bahan mentah apa yang akan digunakan.Produksi dengan menggunakan tekhnologi padat karya banyak menggunakan tenaga manusia tapi jumlah produksinya terbatas.jika menggunakan teknologi padatmodal,drmn modal akan diperoleh.Kesimpulannya bgmn melakukan proses produksi agar dapat berjalan dengan baikdan menghasilkan keuntungan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.Sistem ekonomi pasar berpendapat banyak sedikitnya  distibusi hasil produksi tergantung pada persaingan/mekanisme pasar.Sedangkan pada sistim ekonomi komando,produksi dan distribusi diatur pemerintah.

  1. Dan untuk siapa  barang tersebut diproduksi?

2)   SISTEM EKONOMI SEBAGAI SOLUSI MASALAH EKONOMI

1)   Sistem Ekonomi Tradisional :

merupakan sistem ekonomi yg di terapkan oleh masyarakat tradisional. Sesuai dgn keadaannya yg tradisional,corak perekonomianpun bersifat tradisional.

Ciri- ciri :

  1. teknik produksi di pelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana.
  2. Hanya sedikit menggunakan modal.
  3. Pertukaran di lakukan dengan sistem barter ( barang dengan barang ).
  4. Belum mengenal pembagian kerja.
  5. Masih terikat dengan tradisi.
  6. Tanah merupakan tumpuhan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran.

2)    Sistem Ekonomi Komando.

Pada sistem ekonomi komando ( sistem ekonomi pusat / perencanaan ) , peran pemerintah sangat dominan, sedangkan peran masyarakat atau pihak swasta sangat kecil. Pada sistem ini, pemerintah menentukan : barang dan jasa apa yang akan di produksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut di produksi, serta kepada siapa atau untuk siapa barang tersebut di produksi

Ciri ciri:

  1. Semua alat & sumber daya produksi dimiliki & dikuasai oleh Negara.hak milik perorangan hampir tdk diakui
  2. Pekerjaan yg tersedia dan siapa yg akan bekerja ditentukan oleh pemerinah.Rakyat tdk memiliki kebebasan utk memilih pekerjaan
  3. Kebijakan ekonomi diatur pemerintah
  4. Perencanaan,pengorganisasian dan pengawasan sepenuhnya dilaksanakan oleh pemerintah.

Kebaikan system ekonomi komando :

  1. Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi,pengangguran dan berbagai keurukan ekonomi lain
  2. Pemerintah menentukan jenis  kegiatan produksi sesuai perencanaan shg pasar barang dlm negeri lancar.
  3. Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
  4. Jarang terjadi krisis ekonomoikrn  kegiatan ekonomi direncanakan pemerintah.

Keburukan system ekonomi komando :

  1. Mematikan inisiatif individu untuk amju karena semua kegiatan diatur pemerintah
  2. Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat.
  3. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memiliki sumber daya

keadilan menjadi sangat utama di dalam sistem ekonomi Indonesia. Keadilan merupakan titik tolak, proses, dan tujuan sekaligus.

3)    Sistem Ekonomi Pasar

Sistem Ekonomi Pasar dikenalkan oleh adam smith dalam bukunya “ A Inquiry into the nature and causes of the wealth of nations

Ciri- ciri :

  1. Semua sumber produksi mjd milik masyarakat sehingga bebas tanpa batas utk memiliki sumber produksi
  2. Tidak ada campur tangan langsung pemerintah dalam kegiatan ekonomi
  3. Masyarakat terbagi dalam2 golongan : golongan pemberi kerja/pemilik sumber daya produksi dan golongan penerima kerja
  4. Timbul persaingan dalam mengejar keuntungan di masyarakat
  5. Setiap kegiatan ekonomi selalu dikaitkan dengan mencari keuntungan
  6. Kegiatan ekonomi selalu mempertimbangkan keadaan pasar.misalnya barang apa yg dibutuhkan masyarakat dan bagaimana memproduksi barang yang bermutu tinggi.

Kebaikan system ekonomi Pasar :

  1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi di masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi karena tidak perlu menungu komando dari pemerintah
  2. Individu bebas memiliki sumber daya produksi shg mendorong partisipasi masyarakat dlm perekonomian
  3. Rimbul persaingan untuk maju karena semuakegiatan ekonomi diserahkan pada masyarakat
  4. Menghasilkan barang bermutu tinggi karena  barang  yg kurang bermutu tdk akan  tidak laku dipasar.
  5. Efisiensi & efektifitas  tinggi krn setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari keuntungan.

Keburukan system ekonomi Pasar :

  1. Sulit melakukan pemerataan pendapatan
  2. Pemilik sumber daya produksi mengeksploitasi golongan pekerja
  3. Sering muncul monopoli yang merugikan masyarakat
  4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu

4)    Sistem Ekonomi Campuran

Dalam sistem ekonomi campuran,pemerintah & swasta (masyarakat) saling berinteraksi dlm memecahkan masalah ekonomi.Kegiatan ekonomi masyarakat diserahkan kepada kekuatan pasar,tapi sampai batas tertentu pemerintah tetep melakukan kendali dan campur tangan. Tujuan pemerintah ini adl agar perekonomian tidak lepas kendali sama sekali&tdk hanya menguntungkan pemilik modal pasar.Saat ini tidak ada negara yg menganut atau menetapkan sistem ekonomi komando atau ekonomi pasar bebas secara murni.
Sistem ekonomi pasar disebut juga sebagai sistem “kapitalis”.
contoh negara yang menganut sistem ekonomi komando,campuran dan ekonomi pasar:
Dalam perekonomian yang menganut sistem ekonomi komando (seperti Kuba), sumber daya dialokasikan oleh pemerintah secara terpusat.
Dalam perekonomian pasar bebas (seperti Hongkong) pemerintah tidak ikut campur tangan terhadap kegiatan ekonomi. Diantara kedua sistem tersebut,terdapat sistem ekonomi campuran dimana kekuatan pasar memainkan peran yang besar dalam perekonomian,namun masih diikuti oleh canpur tangan pemerintah (seperti negara Swedia).

PRINSIP DAN MOTIF EKONOMI

A.Prinsip Ekonomi

  1. Pengertian Prinsip Ekonomi

Adalah tindakan untuk mendapatkan hasil yang maksimun dengan pemanfaatan biaya tertentu

  1. Politik Ekonomi

Adalah kebijakan yang dijalankan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat.

Contoh : kebijakan pemerintah untuk menjalankan politik moneter guna menanggulangi inflasi.

  politik moneter : Tindakan moneter pemerintah untuk menekan laju inflasi  dengan menaikkan diskonto, melaksanakan operasi pasar terbuka,dan meningkatkan cadangan umum bank komersial.

B.Motif Ekonomi

  1. Pengertian Motif Ekonomi

Motif ekonomi adalah untuk melakukan tindakan ekonomi dalam rangka mencapai kemakmuran. Dengan motif ekonomi orang melekukan kegiatan ekonomi, misal produksi suatu barang atau menjalankan sebuah perusahaan. akan tetapi yang jelas motif ekonomi mula-mula adalah golongan untuk kesejahteraan diri sendiri dan keluarga. setelah hasrat terpenuhi barulah muncul kehendak mensejahterakan pihak lain, atau pun tetap ada hubungannya dengan yang bermotifasi.

  1. a) Motif ekonomi individu atau perorangan

adalah dorongan untuk melakukan tindakan ekonomi dalam rangka mencapai kemakmuran . walaupun org tersebut sudah makmur . tetap saja dia dia ingin membuka usaha baru. Misal memproduksi barang atau menjalankan suatu perusahaan .motif paling tinggi/mulia adalah membuka usaha nuk menolong orang lain

b)Motif Ekonomi Perusahaan

Perusahaan mempunyai 3 motif ekonomi, yaitu:

  • motif mencari keuntungan

setiap perusahaan termotivasi melakukan kegiatan adalah rangka mencari keuntungan dengan kata lain  perusahaan selalu berorientasi.

  • motifasi memproduksi barang dengan harga murah

dalam rangka menang persaingan, perusahaan memiliki motif untuk memproduksi barang dengan harga murah tetapi mempunyai harga tinggi.

  • motif menjaga kontinuitas perusahaan

perusahaan didirikan dalam waktu yang tidak terbatas tetapi perusahaan tetap ada jika kesenambungannya dijaga yaitu tetapi memiliki laba.Sehingga pihak-pihak yang lain ada di perusahaan maelaksanakan aktifitasnya.

BAB 7

KEGIATAN EKONOMI DAN PELAKUNYA

  1. KEGIATAN EKONOMI

Kegiatan ekonomi adalah:kegiatan yang dilakukan dalam bidang ekonomi.secara umum,kegiatan ekonomi meliputi produksi,distribusi,dan konsumsi.

  1. PRODUKSI
    Produksi adalah:kegiatan menambah faedah(kegunaan) suatu benda/menciptakan benda baru lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. dinamakan produksi barang.sedangkan kegiatan

menambah faedah suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa.
Produksi barang : kegiatan menambah faedah suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuk Produksi barang selanjutnya dibedakan atas produksi barang konsumsi dan produksi barang modal.

  • barang konsumsi dan merupakan barang yang siap untuk dikonsumsi
  • sedangkan barang modal merupakn barang yg dipergunakan untuk menghasilkan barang berikutnya.jadi,barang modal tdk dapat  digunakan secara langsung utk kebutuhan.

Produksi jasa
Produksi jasa dapat dibedakan atas jasa yang langsung dapat memenuhi kebutuhan dan jasa yang tidak secara langsung memenuhi kebutuhan.film,perawatan,dokter,pengajaran,dari seorang guru, atau pagelaran musik,merupakan contoh produksi jasa yang langsung memenuhi kebutuhan. sedangkan pengakuan,pergudangan,dan perbankan merupakan contoh produksi yang secara tidak langsung memenuhi kebutuhan.

B.tujuan kegiatan produksi.

Kita dapat melihat bahwa tanpa kegiatan produksi,kebutuhan manusia yang banyak ragamnya itu tidak dapat dipenuhi.kemajuan dalam hal melakukan produksi ada hubungannya dengan standar hidup. jadi, secara umum tujuannya produksi adalah memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. perlu diketahui bahwa dalam kegiatan produksi ada beberapa pihak yang terkait.pertama adalah pihak yang menghasilkan/produksi barang dan jasa yang kita sebut sebagai produsen.sedangkan pihak yang kedua adalah pihak yang mengkonsumsi barang dan jasa yaitu konsumen.karenanya tujuan produksi juga dapat dilihat secara khusus dari sudut kepentingan pihak-pihak tersebut.

Bagi pihak produsen,tujuan produksi adalah untuk meningkatka nkeuntungan serta menjaga kesinambungan kehidupan perusahaan.

Sementara bagi masyarakat atau konsumen ,tujuan produksi adalah untuk menyediakan berbagai benda pemuas kebutuhan.

  1. Distribusi
  2. Pengertian Distribusi

Agar barang dari tempat produsen sampai ketempat konsumen di perlukan kegiatan distribusi.Jadi, distribusi adalah penyaluran atau penyampaian barang – barang dan jasa – jasa dari produsen kekonsumen.

  1. Tujuan Kegiatan Distribusi

Sebagaimana kita ketahui bahwa produsen memproduksi barang dan jasa bukan untuk dipakai sendiri tetapi disalurkan pada produsen lainnya atau disalurkan kekonsumen akhir.Jadi ada jarak atau perbedaan tempat antara produsen dan pengguna. Tujuan distribusi adalah untuk menyampaikan barangdan jasa dari tempat produsen ketempat pengguna atau pemakai.

  1. Fungsi Kegiatan Distribusi

Setelah mengetahui pengertian dantujuan dari kegiatan distribusi tersebut, dapat di simpulkan peranan atau fungsi distribusi adalah sebagai berikut.

  1. Memperlancar arus penyaluran barang dan jasa kepada pengguna – pengguna dapat berupa produsen yang menggunakan bahan dasar maupun penggunaakhir.
  2. Menyampaikan barang dan jasa dari produsen sampa iketangan pengguna.
  1. Saluran Distribusi

Karena perbedaan saluran, keadaan, dankarakteristik yang berbeda maka saluran distribusi  fisik dapat di bedakan atas saluran barang – barang konsumsi, barang – barang hasil industry dan barang hasil pertanian.

( i ) Saluran distribusi barang Konsumsi

  • Distribusi Langsung

Yaitu produsen langsung menyalurkan kepada konsumen.

  • distribusi tidak langsung, yaitu produsen masih memakai perantara dalam penyaluran.

(ii) Saluran distribusi hasil industri.

karena kekhasaasn atau karakteristik barang industri, yang lebih tahan lama dan diproduksi dalam jumlah baynak (saluran distribusi yang  dipilih inderect) maka penyaluran barang industri menggunakan saluran yang berbeda dengan barang konsumsi yang relatif tidak tahan lama  (saluran yang dipilih biasanya direct). secara umum, penyaluran barang industri menggunakan empat saluran yaitu :

  • Produsen – agen – distributor hasil industri hasil industri – pemakai hasil industri.
  • Produsen – agen – pemkaai hasil industri
  • Produsen – distributor hasil industri – pemakai hasil industri
  • produsen – pemakai hasil industri

iii.   Saluran distribusi hasil pertanian

dibandingkan dengan hasil industri, hasil pertanian mempunyai karakteristik yang berbeda. Hasil industri umumnya terkumpul dalam jumlah yang relatif besar jumlahnya sedangkan hasil pertanian tersebar dalam jumlah-jumlah yang relatif kecil. Oleh karena itu, untuk keperluan distribusi diperlukan pedagang pengumpul yang disebut tengkulak. Kecuali kegiatan pertanian lahan yang diolah secara luas, di mana hasilnya dalam jumlah besar maka saluran distribusi hampir sama dengan perusahaan industri.

Secara umum saluran distribusi hasil pertanian secara kecil-kecilan adalah :

–   Petani – langsung ke pemakai

–   Petani – tengkulak – ke pemakai

–   Petani – tengkulak – grosir – pedangang kecil – pemakai

–   Petani – pasar swalayan – pemakai

  1. Konsumsi
  2. Pengertian konsumsi

dalam ilmu ekonomi, konsumsi adalah tindakan menghabiskan atau mengurangi          secara benagsur-angsur manfaat suatu barang dalam memenuhi kebutuhan untuk memeliharakelangsungan hidpunya.

  1. Tujuan Kegiatan konsumsi

Tujuan kegiatan konsumsi adalah kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selanjutnya pihak-pihak yang melakukan kegiatan ekonomi itu disebut pelaku ekonomi.

B.PELAKU EKONOMI

1.Pelaku ekonomi

A.Rumah Tanggal Keluarga

Ada 2 peran  bagi rumah tangga keluarga bagi kegiatan ekonomi :

~   Pertama sebagai konsumen : tangga keluarga membeli  barang konsumsi dari rumah tangga produsen

~                     Sebagai produsen : menyediakan jasa factor 2 produksi berupa tenaga kerja,tanah,maupun modal.

B.Rumah Tangga Produsen

Sering disebut juga sebagai perusahaan ,merupakan kesatuan yuridis dan ekonomis dari factor factor produksi yang  bertujuan mencari laba atau memberi  layanan kepada masyarakat.

C.Pemerintah

Pada pasal 33 ayat 2 UUD 1945 tertulis.”cabang-cabang produksi yang penting bagi nagara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.”selanjutnya pada pasal 33 ayat 3 UUD 1945 disebutkan bahwa”bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.ats dasar pasal 33 ayat 2 dan 3 tersebut,pemerintah harus bertindak sebagai pelaku ekonomi.atas dasar pasal itu pula pemerintah mendirikan berbagai badan usaha milik negara,misalnya pertamina.disamping itu,pemerintah juga melakukan kegiatan konsumsi.konsumsi itu dapat terlihat misalnya pada belanja barang untuk penyelenggaraan negara dan biaya untuk perawatan harta negara.

selain itu,pemerintah juga ikut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. tugas ini diwujudkan dengan berbagai tindakan antara lain membangun sarana dan prasarana umum seperti jalan raya,jembatan dan taman umum. pemerintah juga berusaha menciptakan kondisi yang baik untuk berusaha dengan menjaga stabilitas harga-harga dan memperlakukan peraturan yang mendorong iklim berusaha.peran pemerintah lainnya yang tak kalah penting adalah melakukan distribusi pendapatan agar tidak timbul jurang pemisah yang terlalu lebar antara sikaya dan simiskin.distribusi pendapatan ini misalnya dilakukan pemerintah melalui penerapan sistem perpajakan yang dapat membantu masyarakat miskin.

  1.  Masyarakat luar negeri

masyarakat luar negeri juga merupakan pelaku ekonomi yang harus diperhitungkan. tanpa hubungan dengan masyarakat luar negeri,keadaan ekonomi akan semakin buruk.

berikut ini adalah keuntungan-keuntungan yang diperoleh melalui kerja sama dengan masyarakat luar negeri.

  1. pemerintah dapat memperoleh pinjaman untuk membiayai pembangunan.
  2. hasil bumi dan hasil kerajinan indonesia dapat diekspor keluar negeri untuk  mendapatkan devisa.
  3. memungkinkan pengiriman tenaga kerja untuk bekerja diluar negeri.
  4. memungkinkan dilakukannya alih teknologi maju dari masyarakat luar negeri yang

sangat bermanfaat bagi negara kita yang membangun.

E.Interaksi antar pelaku ekonomi

Dalam melakukan kegiatan ekonomi, 4 pelaku ekonomi selalu melakukan interaksi satu sama lain sesuai dengan ragam transaksi yang dilakukan.Misalnya :rumah tangga keluarga membeli  barang konsumsi dari rumah tangga produsen.sebaliknya rumah tangga produksi membutuhkan factor 2 produksi dari rumah tangga keluarga.Perusahaan membayar pajak kepada pemerintah,sebaliknya pemerintah membangun berbagai saran dan prasarana umum untukkepentingan rumah tanga keluarga dan rumah tangga produsen.dll

BAB 8

PRINSIP DAN MOTIF EKONOMI

  1. Prinsip Ekonomi
  2. Pengertian Prinsip Ekonomi

Adalah tindakan untuk mendapatkan hasil yang maksimun dengan pemanfaatan biaya tertentu

  1. Politik Ekonomi

Adalah kebijakan yang dijalankan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat.

Contoh : kebijakan pemerintah untuk menjalankan politik moneter guna menanggulangi inflasi.

  politik moneter : Tindakan moneter pemerintah untuk menekan laju inflasi  dengan menaikkan diskonto, melaksanakan operasi pasar terbuka,dan meningkatkan cadangan umum bank komersial.

  1. Motif Ekonomi
  2. Pengertian Motif Ekonomi

Motif ekonomi adalah untuk melakukan tindakan ekonomi dalam rangka mencapai kemakmuran. Dengan motif ekonomi orang melekukan kegiatan ekonomi, misal produksi suatu barang atau menjalankan sebuah perusahaan. akan tetapi yang jelas motif ekonomi mula-mula adalah golongan untuk kesejahteraan diri sendiri dan keluarga. setelah hasrat terpenuhi barulah muncul kehendak mensejahterakan pihak lain, atau pun tetap ada hubungannya dengan yang bermotifasi.

  1. b) Motif ekonomi individu atau perorangan

adalah dorongan untuk melakukan tindakan ekonomi dalam rangka mencapai kemakmuran . walaupun org tersebut sudah makmur . tetap saja dia dia ingin membuka usaha baru. Misal memproduksi barang atau menjalankan suatu perusahaan .motif paling tinggi/mulia adalah membuka usaha nuk menolong orang lain

b)Motif Ekonomi Perusahaan

Perusahaan mempunyai 3 motif ekonomi, yaitu:

  • motif mencari keuntungan

setiap perusahaan termotivasi melakukan kegiatan adalah rangka mencari keuntungan dengan kata lain

perusahaan selalu berorientasi.

  • motifasi memproduksi barang dengan harga murah

dalam rangka menang persaingan, perusahaan memiliki motif untuk memproduksi barang dengan harga murah tetapi mempunyai harga tinggi.

  • motif menjaga kontinuitas perusahaan

perusahaan didirikan dalam waktu yang tidak terbatas tetapi perusahaan tetap ada jika kesenambungannya dijaga yaitu tetapi memiliki laba.Sehingga pihak-pihak yang lain ada di perusahaan maelaksanakan aktifitasnya.

BAB 9

KONSUMEN DAN PRODUSEN

Kebutuhan dpt di penuhi benda pemuas kebutuhan yg berupa barang dan jasa .

3 tujuan kgiatan kunsumsi

Makan ,minum berpakaian adalah utuk memenuhi kebtuhan fisik scra lgsung artinya benda kunsumsi tersebut kmu  gunakan utk memenuhi kbthnmu hdup scara langsung

  1. konsumsi
  2. konsumsi ialah suatu bagian yg bertujuan utk mengurangi atau menghabiskan suatu benda ( barang dan jasa ) dlm rangka memenuhi kebutuhan
  3. ciri –ciri dan pembagian benda konsumsi

ciri – ciri benda konsumsi :

  1. benda yg dikonsumsi ditujukan utk memenuhi kebutuhan hidup.Penggunaan gergaji,cangkul , mesin -mesin dan barang barang modal lainya yg bertujuan menambah faedah benda tidak termasuk  kegiatan konsumsi
  2. manfaat ,nilai ataupun volume benda2.yg digunakan tersebut akan habis sekaligus atau berangsur angsur

pembagian habis / tidaknya benda konsumsi:

  1. benda yg habis sekali pakai : makanan,minuman,obat obatan
  2. benda yg pemakaiannya berulang ulang : baju,tas,sepatu dll

3 .tujuan kegiatan kunsumsi

Tujuan kegiatan konsumsi adalah utk memenuhi kebutuhan hidup secara langsung. Makan ,minum ,berpakaian adalah untuk memenuhi kebutuhan fisik secara langsung

  1. Teori perilaku kunsumen

Sumber daya yg tersedia sangat terbatas sedangkan pilihan kebutuhan tak terbilang banyaknya .

 Konsep Pilihan merupakan perilaku mendasar dari konsumen.Konsep dasar perilaku konsumen menyatakan bahwa konsumen pd umumnya berusaha untuk mencapai Utilitas (Utility}yg maksimal dari benda yang di konsumsinya.

utilitas adalah seberapa besar sebuah barang atau jasa dapat memuaskan kebutuhan seseorang  atau ukuran kepuasan yg diterima dari penggunaan barang dan jasa..

utilitas nilai /guna adalah kata lain dari kepuasaan .

Walau tiap individu memiliki perbedaan kebutuhan,namun ada persamaan yaitu setiap kunsumen berusaha memaksimalkan kepuasaanya dlm mengkonsumsi barang.

Teori perilaku konsumen dpt menjelaskan bagaimana cara seseorang memilih suatu prodak yang diyakini memberikan kepuasan maksimum walaupun dibatasi oleh pendapatan dan barang barang

Manfaat dan nilai guna suatu barang

Kegunaan benda

  1. Kegunaan berdasarkan bentuk (utility of form)
  2. Kegunaan berdasarkan tempat (utility of pleace)
  3. Kegunaan berdasarkan waktu (utility of time)
  4. Kegunaan berdasarkan kepemilikian (utility of possession / imnership)
  1. b) Teori cardinal dan masalah kepuasan

PENDEKATAN KARDINAL  ( sering juga disebut pendekatan marijinal utilty )

Pendekatan cardinal dlm analisis kunsumen didasarkan pada : tingkat kepuasan  atas konsumsi suatu barang dapat diukurnya dengan satuan seperti uang,jumlah,buah. Semakin besar jumlah barang yg di kunsumsi semakim besar juga tingkat kepuasaan kunsumen.

Konsumen yang rasional akan berusaha memaksimalkan kepuasan dgn pendapatan yg dimilikinya  dan selalu membuat pilihan yang akan memberi mereka kepuasaan yg paling besar .

nilai guna total  : Kepuasan total  yg dinikmati konsumen atas barang/jasa secara keseluruhan

nilai guna marjinal /kepuasan marjinal : adalah tambahan kepuasaan yg dinikmati oleh kunsumen atas setiap tambahan barang /jasa yg dikonsumsinya

1.HUKUM GOSEEN 1  (sering juga disebut Hukum nilai guna marjinal yang semakin menurun)

menurut peneltian herman wenriich goseen  :

hukum goseen 1

Jika pemenuhan kebutuhan  akan suatu jenis barang dilakukan secara terus menerus,maka rasa nikmatnya mulamula akan tinggi,namun semakin lama kenikmatan tesebut akan smakin menurun sampai kahirnya mencapai batas jenuh

2.HUKUM GOSEEN II

Manusia membutuhkan bermacam barang sementara penghasilan terbatas..shingga pemenuhan kebutuhan harus mempertimbangkan tingkat intensitas/mendesak/tidaknya  kebutuhan tersebut.

hukum goseen 2

Konsumen akan melakukan konsumsi sedemikian rupa sehingganilai guna marginal setiap barang dan jasa yang dikonsumsi akan sama.

Artinya nilai akhir dari masing masing produk yang dikonsumsi memiliki nilai yang sama.

  1. PRODUKSI

produksi adalah kegiatan menambah faedah suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan

tujuanya adalah memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran.Kemakmuran dapat tercapai jika barang dan jasa tersedia mencukupi.

  1. FAKTOR PRODUKSI

adalah segala suatu yang di butuhkan untuk memproduksi barang dan jasa .

Factor factor produksi terdiri dari :

  1. Faktor produksi alam / Faktor produksi asli.

Terdiri dari tanah ,air,sinar matahari,udara dan bahan tambang

  1. Faktor produksi tenaga kerja
  2. Faktor produksi produksi modal
  3. Faktor produksi produksi keahlian
  1. TEORI PRODUKSI

-faktor produksi di sebut juga masukan atau output

-faktor yang sbagai pengeluaran atau output cntoh produksi mabel

  1. Klasifikasi faktor produksi

Untuk tujuan analisis proses produksi, faktor produksi (input) dapat dibedakan  :

  • Faktor produksi tetap adalah faktor  produksi yang tidak dapat diubah jumlahnya dalam waktu tertentu. Faktor produksi ini dapat diubah, tetapi dengan biaya yang sangat besar dan biasanya dalam jangka panjang. Contohoya adalah gedung, mesin, dan kendaraan.
  • Faktor produksi variabel adalah faktor produksi yang dapat diubah dengan cepat dalam jangka pendek. Contohnya adalah tenaga kerja dan bahan baku.

Keputusan – keputusan yang diambil oleh produsen berkaitan dengan penggunaan faktor produksi dibedakan atas :

  • Jangka pendek adalah periode waktu di mana minimal terdapat satu faktor produksi yang bersifat tetap ditambah dengan satu atau beberapa faktor produksi variabel.
  • Jangka panjang  merupakan periode waktu, di mana semua faktor produksi berubah. Dengan demikian dalam jangka panjang semua faktor produksi adalah variabel.
    Jadi, konsep jangka waktu dalam hal ini tidak didasarkan pada periode waktu (hari, minggu, bulan, tahun), tetapi merupakan istilah paraa pakar ekenomi untuk tetap atau berubahnya faktor produksi.

2.Perluasan Factor Produksi                              

Penambahan hasil produksi dapat dilakukan dengan jalan menambah factor produksi yang ada(ekstensifikasi) atau meningkatkan produktifitas factor produksi yang ada (intensifikasi).

Hal hal yang harus diperhatikan untuk meningkatan produksi :

 a.keterbatasan factor produksi

setiap daerah memiliki sumber daya alam yang berbeda. Misalnya, pulau jawa dan bali memiliki perkembangan penduduk yang begitu pesat sehingga lahan pertanian menjadi sangat terbatas. Meningkatkan hasil pertanian tidak mungkin dilakukn dengan lahan baru. Oleh karena itu, meningkatkan produksi pertanian di pulau jawa akan lebih cepat jika dilakukan dengan cara intensifikasi. Misalnya, melalui perbaikan saluran irigasi,penerapan teknologi yang baik, pemupukkan,dan pembibitan yang baik.sedangkan peningkatan hasil produksi pangan diluar pulau jawa dan bali masih mungkin di lakukan dengan menambah areal pertanian (ekstensifikasi), yaitu dengan membuka lahan lahan pertanian baru yang saat ini belum di kelola dengan baik.

  b.besar kecilnya pengaruh penambahan input terhadap output

kenyataan menunjukan bahwa penambahan luas tanah dan penduduk dengan biaya yang sama terhadap suatu produk dapat memberikan hasil yang berbeda.oleh karena itu,agar kuantitas output dapat meningkat,kita perlu memilih kombinasi input yang tepat.dalam meningkatkan produksi pertanian,perlu di teliti kombinasi penambahan input yang di perkirakan akan memberikan output paling besar (paling maksimal).apakah perlu dilakukan dengan menambah sumber daya alam,sedangkan sumbber daya lainya tetap atau menambah dua sampe tiga sumber daya.

c.Produk total, produk marjinal dan produk rata rata

Telah kamu ketahui bahwa dalam produksi diperlukan factor-faktor produksi atau input untuk menghasilkan barang dan jasa. petani jagung akan memerlukan lahan pertanian, bibit jagung, pupuk,peralatan,dan tenaga kerja.dalam hal ini,output yang dihasilkan oleh petani adalah jagung.

sekarang bagaimana jika petani tadi menambah salah satu inputnya,katakanlah tenaga kerjanya? setiap pertambahan input tentunya akan menambah output. jika petani tadi menambah jumlah tenaga kerjanya maka munkin ia akan meng hasilkan jagung labih banya karena semua lahan dapat di tanami lebih cepat.
jadi,jika kita lihat bahwa denga menambah tenaga kerja dan menganggap faktor produksi atau input lainya tetap,maka output juga bertambah.dlm hal ini,tenaga kerja dianggap sebagai faktor produksi variabel {dapat di ubah}.

D.Hukum produk marjinal yang smakin menurun
kita sekarang kembali ke contoh petani jagung tadi.penambahan satu pegawai ternyata dapat meningkatkan jumlah hasil jagung karena lahan ditanami secara maksimal.

Sumber: http://sripudjiatiipsx.blogspot.co.id/2012/02/materi-ips-smk-kelas-x.html

IPS

Untuk Materi Pelajaran Kelas X sampai dengan Kelas XII SMK dapat di klik link dibawah.

Ringkasan Materi Kelas X

Ringkasan Materi Kelas XI

Ringkasan Materi Kelas XII

TERIMKASIH ATAS KUNJUNGANNYA. SEMOGA BERMANFAAT

Best Regard,

BAHYUDIN NOR, S.Pd.I

SENI BUDAYA

Untuk Materi Pelajaran Kelas X sampai dengan Kelas XII SMK dapat di klik link dibawah.

Ringkasan Materi Seni Budaya Kelas X

Ringkasan Materi Seni Budaya Kelas XI

Ringkasan Materi Seni Budaya Kelas XII

TERIMKASIH ATAS KUNJUNGANNYA. SEMOGA BERMANFAAT

RANGKUMAN MATA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS XII

SENI RUPA TRADISIONAL

Pengertian
Seni tradisional adalah unsur kesenian yang menjadi bagian hidup masyarakat dalam suatu kaum/puak/suku/bangsa tertentu. Seni tradisional yang ada di suatu daerah berbeda dengan yang ada di daerah lain, meski pun tidak menutup kemungkinan adanya seni tradisional yang mirip antara dua daerah yang berdekatan.
Ciri-ciri
* Penciptaannya selalu berdasarkan pada filosofi sebuah aktivitas dalam suatu budaya, bisa berupa aktivitas religius maupun seremonial/istanasentris.
*Terikat dengan pakem-pakem tertentu.
Contoh
Wayang kulit, wayang golek, wayang beber, ornamen pada rumah-rumah tradisional di tiap daerah, batik, songket, dan lain-lain.
SENI RUPA MODERN
Pengertian
Seni rupa modern adalah seni rupa yang tidak terbatas pada kebudayaan suatu adat atau daerah, namun tetap berdasarkan sebuah filosofi dan aliran-aliran seni rupa.
Ciri-ciri
*Konsep penciptaannya tetap berbasis pada sebuah filosofi , tetapi jangkauan penjabaran visualisasinya tidak terbatas.
*Tidak terikat pada pakem-pakem tertentu.
Contoh
Lukisan-lukisan karya Raden Saleh Syarif Bustaman, Basuki Abdullah, Affandi, S.Soedjojono dan pelukis era modern lainnya.
Seniman
Raden Saleh Syarif Bustaman, Abdulah Sr, Pirngadi, Basuki Abdullah, Wakidi, Wahid Somantri, Agus Jaya Suminta, S. Soedjojono, Ramli, Abdul Salam, Otto Jaya S, Tutur, dan Emira Sunarsa.
SENI RUPA KONTEMPORER
Pengertian
Seni Kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi. Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini. Jadi seni kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang. Lukisan kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui. Misalnya lukisan yang tidak lagi terikat pada Rennaissance. Begitu pula dengan tarian, lebih kreatif dan modern.
Ciri-ciri
*Tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman.
*Tidak adanya sekat antara berbagai disiplin seni, alias meleburnya batas-batas antara seni lukis, patung, grafis, kriya, teater, tari, musik, hingga aksi politik.
Contoh
Karya-karya happening art, karya-karya Christo dan berbagai karya enviromental art.
Seniman
Gregorius Sidharta, Christo, dan Saptoadi Nugroho

  1. Menjelaskan perkembangan seni rupa modern/kontemporer di Indonesia

Perjalanan Seni Rupa Modern
Ketika manusia memulai peradabannya di dunia ini, di mana manusia belum mengenal tulisan bahkan teknologi seperti sekarang ini, manusia sudah mengenal seni rupa, meskipun masih dalam taraf yang sangat sederhana. Sebagai bukti bahwa seni rupa sudah ada sejak zaman Pra-sejarah adalah banyaknya peninggalan-peninggalan purbakala yang memiliki nilai estetika seperti kapak dari batu (peninggalan zaman Neolitikum/batu muda), Menhir dan lain-lain.

Hapir di seluruh penjuru dunia banyak ditemukan peninggalan-peninggalan yang berupa karya seni rupa. Karya seni rupa zaman pra-sejarah, cenderung bersifat magis dan religius seperti salah satu peninggalan karya seni rupanya yaitu menhir yang berupa sebuah patung dari batu. Patung ini berfungsi sebagai tanda peringatan peristiwa pemujaan terhadap roh nenek moyang dan terkadang dianggap sebagai tempat bersemayamnya roh nenek moyang mereka.

Budaya rupa semacam ini masih bertahan sampai masuknya berbagai agama khususnya di Indonesia. Era modernisme dimulai dari belahan dunia bagian barat (Eropa dan Amerika) dengan banyaknya muncul seniman-seniman dari benua biru.

Di awal zaman raenessance, para seniman (perupa) masih belum bisa mendapatkan kebebasan dalam menuangkan ekspresinya, karena pada masa ini, seniman masih berada di bawah tekanan para bangsawan dan kaum gereja, dimana para seniman membuat sebuah karya berdaarkan permintaan para diktator di atas. Dalam situasi ini, para diktator diktator seni  yang bisa memaksakan arah perkembangan seni, karena merekalah yang membiayainya.
Dengan mulainya masyarakat menyukai karya-karya seni seperti lukisan dan patung yang ukurannya relative kecil, maka para seniman mulai menemukan kebebasannya dalam berkarya, karena tidak bergantung lagi pada para bangsawan sebagai sponsor. Para seniman dapat membiayai pembuatan karyanya sendiri yang kemudian banyak diminati oleh para rakyat kecil.

Abad ke-15 dimana masa raenessance berkembang, merupakan awal mulainya seni modern. Rene Descartes (1556-1650), Cugito Ergosum (1646-1716), Thomas Hobbes (1588-1679) dan John Lockee (1632-1704), mereka adalah para filsuf peletak dasar modernisme dalam dunia seni.

Pecahnya revolusi Perancis 1789, merupakan salah satu tanda kebangkitan seni rupa modern, yang kemudian diikuti dengan munculnya pelukis dari Perancis yang bernama J.L. David. Tidak hanya J.L. David, tetapi pelukis seperti Vincent Van Gogh dan Leonardo Da Vinci juga seniman yang menjadi tanda kebangkitan era seni rupa modern

  1. Menampilkan sikap apresiatif terhadap  keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa modern/kontemporer di Indonesia

Apresiasi karya seni rupa modern/kontemporer Indonesia

Karya seni rupa modern/kontemporer di Indonesia beragam bentuk, jenis, dan corak, antara lain berupa karya seni rupa dua dimensi: seni lukis, grafis, batik, dll; tiga dimensi: seni patung, keramik, seni instalasi, dll. Dengan kreativitas masing-masing, para seniman Indonesia menciptakan suatu karya seni rupa sebagai perwujudan ekspresi jiwanya.
Kreativitas para seniman Indonesia telah meramaikan perkembangan seni rupa di Indonesia. Munculnya berbagai karya seni rupa menyebabkan terjadinya komunikasi apresiasi untuk memahami makna yang tersirat di baik karya-karya para seniman Indonesia tersebut. Apresiasi adalah penghargaan atau penilaian. Apresiasi seni rupa adalah kegiatan dalam menilai atau memberi penghargaan terhadap karya-karya seni rupa. Apresiasi terhadap karya-karya seni rupa dapat ditunjukkan dengan sikap empati berupa ungkapan kata-kata atau tanggapan secara lisan/tertulis. Beberapa seniman mengkomunikasikan pesan-pesan melalui hasil karyanya dengan cara vulgar dan mudah dipahami, akan tetapi ada pula yang mengkomunikasikan karyanya melalui simbol-simbol yang mengandung makna tertentu.
Kegiatan apresiasi dapat digolongkan menjadi tiga tingkatan, yaitu:

  1. Apresiasi simpatik adalah merasakan tingkat keindahan suatu karya berdasarkan pengamatan (kasat mata), seperti suka atau tidak suka.
  2. Apresiasi empatik/estetik adalah merasakan secara mendalam nilai estetik yang tersirat dalam suatu karya, seperti ada perasaan kagum atau terharu.
  3. Apresiasi kritis adalah apresiasi yang disertai analisis terhadap suatu karya dengan mempertimbangkan gagasan, teknik, unsur-unsur rupa, dan kaidah-kaidah komposisi seni rupa.

Pendekatan/metode dalam melakukan apresiasi karya seni rupa, yaitu:

  1. Deskriptif  (paparan secara obyektif)
  2. Analitis (paparan berdasarkan kaidah-kaidah estetika)
  3. Interpretatif (paparan berdasarkan sudut pandang pengamat)
  4. Penilaian (paparan dengan pengukuran nilai)
  5. Interdisiplin (berbagai disiplin keilmuan)

Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa

  1. Membuat karya seni rupa murni dan terapan yang dikembangkan dari beragam corak dan teknik seni rupa

Seni murni :

Gaya atau corak atau aliran dalam seni rupa beraneka ragam. Secara garis besar, gaya karya seni rupa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu : tradisional, modern, dan postmodern.

  1. Tradisional

Seperti halnya karya seni rupa Nusantara, perupa seni rupa mancanegara juga memiliki gaya tradidional. Gaya ini juga terbagi menjadi dua, yaitu primitif dan klasik.

  1. Modern

Gaya seni rupa modern adalah corak karya seni rupa yang sudah mengalami kemajuan, perubahan, dan pembaharuan. Secara umum, modernisasi gaya seni rupa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: gaya representatifdepormatif, dan nonrepresentatif.

  1. 1. Representatif

Kata representatif berasal dari representasi yang mengandung pengertian sesungguhnya, nyata, atau sesuai dengan keadaan. Perwujudan gaya seni rupa ini menggambarkan keadaan yang nyata pada kehidupan masyarakat atau keadaan alam. Gaya seni rupa yang tergolong representatif, antara lain : romantis, naturalis, dan realis.

  1. a) Romantisme

Istilah romantisme berasal dari roman yang berarti cerita dan ismeyang berarti aliran/gaya. Romantisme adalah gaya/aliran seni rupa yang menggambarkannya mengandung cerita kehidupan manusia atau binatang. Perupa mancanegara yang mempelopori gaya ini, antara lain : Fransisco Goya (Spanyol), Turner (Inggris), dan Rubens (Belanda). Perupa Nusantara yang mengambil gaya itu adalah Raden Saleh.

  1. b) Naturalisme

Istilah naturalisme berasal dari kata nature atau natural yang berarti alam dan isme yang berarti aliar/gaya. Naturalisme adalah gaya/aliran seni rupa yang menggambarkannya sesuai dengan keadaan alam atau alami. Pelukis gaya ini pada umumnya mengambil pemandangan alam sebagai objeknya. Perupa mancanegara yang mengambil gaya ini antara lain Rubens, Claude, Gainsborough, Constable, dan Turner. Perupa Nusantara yang mengambil gaya ini antara lain Abdullah Suryosubroto, Wakidi, Mas Pringadi, dan Basuki Abdullah.

  1. c) Realisme

Istilah realisme berasal dari kata real yang berarti nyata dan ismeyang berarti gaya/aliran. Realisme adalah gaya/alaran seni rupa yang menggambarkannya sesuai dengan kenyataan hidup. Perupa nusantara yang mengambil gaya ini antara lain Trubus, Tarmizi, Wardoyo, dan Dullah. Seedangkan perupa mancanegara yang mengambil gaya ini adalah Remandt van Rijn (Belanda).

  1. 2. Deformatif

Istilah deformatif berasal dari deformasi yang berarti perubahan bentuk. Bentuk alam diubah sedemikian rupa sehingga menghasilkan bentuk baru, namun masi menyerupai bentuk aslinya. Gaya seni rupa yang tergolong deformatif, antara lain : Surrealisme, impresionisme, ekspresionisme, dan kubisme.

  1. a) Surealisme

Istilah surrealisme berasal dari kata sur yang berarti melebih-lebihkan, kata real yang berarti nyata, dan isme berartigaya/aliaran. Surrealisme adalah gaya/aliran seni rupa yang menggambarkannya melebih-lebihkan kenyataan, bahkan ada yang menyebutnya otomatisme psikis yang murni atau mimpi. Perupa mancanegara yang mempelopori gaya ini adalah Salvador Dali.

  1. b) Impressionisme

Impressionisme berasal dari kata impression yang berarti kesan sesaat dan isme yang berarti gaya/aliran. Impressionalisme adalah gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat objek tersebut dilukis. Gaya ini dipelopori oleh perupa mancanegara seperti Claude Monet, Paul Cezanne, Georges Seurat, dan Paul Gauguin. Perupa nusantara yang mengambil gaya ini, antara lain S. Sudjojno.

  1. c) Ekspressionisme

Ekspressionisme berasal dari kata expression yang berarti ungkapan jiwa yang spontan dan isme yang berarti gaya/aliran. Ekspressionisme adalah gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa perupa yang spontan pada saat melihat objek. Gaya seni rupa ini diplopori oleh pelukis Belanda bernama Vincent van Gogh. Perupa Nusantara yang mengambil gaya ini adalah Affandi.

  1. d) Kubisme

Kubisme berasal dari kata kubus yang berarti bidang atau bentuk persegi empat dan isme yang berarti gaya/alrian. Kubisme adalah aliran/gaya seni rupa yang penggambarannya berupa bidang persegi empat atau bentuk dasarnya kubus. Gaya seni rupa ini dipelopori oleh pelukis Spanyol yang bernama Pablo Picasso. Perupa Nusantara yang mengikuti gaya ini adalah But Muchtar, Mochtar Apin, Srihadi, dan Fajar Sidik.

  1. Nonrepresentatif (Abstraksionalisme)

Kata Nonrepresentatif atau abstrak mengandung pengertian suatu bentuk yang sukar dikenali. Suatu gaya yang lebih sederhana bahkan bentuknya sama sekali meninggalkan bentuk alam. Karya seni rupa abstrak berupa susunan garis, bentuk, dan warna yang terbebas dari bentuk alam. Gaya seni rupa yang berbentuk abstrak ini ada yang abstrak ekspresionis dan abstrak murni. Gaya ini dipelopori oleh perupa mancanegara, antara lain : Paul Klee, Piet Mondrian, Wassily Kandinsky, dan Jackson Pollock. Perupa Nusantara yang mengikuti gaya ini adalah Amry Yahya, Fajar Sidik, But Muchtar, dan Srihadi.

  1. Postmodern

Postmodern atau disingkat “Posmo” adalah gaya seni rupa pasca atau sesudah modern. Sejalan dengan perkembangan budaya masyarakat dunia, seni rupa pun ikut mengalami perkembangan gaya. Jika seni rupa tradisional memiliki ciri perpaduan antara penyederhanaan bentuk dan sedikit ornamental. Gaya “posmo” lebih bebas dan cenderung tidak memiliki aturan tertentu. Eksplorasi unsur rupa banyak dilakukan untuk gaya ini. Kritik sosial dan kemasyarakatan merupakan tema yang cukup dominan untuk karya-karya posmo

Seni Terapan

Seni rupa terapan adalah hasil karya seni rupa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan mempunyai fungsi atau manfaat. Fungsi karya seni rupa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi estetis dan fungsi praktis. Fungsi estetis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia tentang rasa keindahan. Misalnya lukisan, patung,dan benda hias. Fungsi praktis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia akan benda pakai. Misalnya vas bunga, kursi ukir, dan bingkai foto.

Selain itu karya seni rupa terapan juga dibedakan menjadi 3, yaitu hasil karya ukiran, hasil karya patung, dan hasil karya batik.

  • Menurut hasil karya ukiran, contoh benda-bendanya adalah ukiran kayu dari Jepara dan ukiran kayu dari Bali.
  • Menurut hasil karya patung, contoh benda-bendanya adalah patung kayu dari suku Asmat, patung batu Pangeran Diponegoro, dan Patung kayu dari Bali.
  • Menurut hasil karya batik, contoh benda-bendanya adalah baju, sprei, kain, gorden, dll
  1. Membuat karya seni rupa murni dan terapan yang dikembangkan dari beragam unsur seni rupa Nusantara

Unsur-unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa. Unsur-unsur itu terdiri dari :
a. Titik /Bintik
Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil. Semua wujud dihasilkan mulai dari titik. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian, bila berkumpul atau berwarna beda.Titik yang membesar biasa disebut bintik.
b.Garis
Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang, warna, texture, dan lainnya. Garis mempunyai dimensi memanjang dan mempunyai arah tertentu, garis mempunyai berbagai sifat, seperti pendek, panjang, lurus, tipis, vertikal, horizontal, melengkung, berombak, halus, tebal, miring, patah-patah, dan masih banyak lagi sifat-sifat yang lain. Kesan lain dari garis ialah dapat memberikan kesan gerak, ide, simbol, dan kode-kode tertentu, dan lain sebagainya. Pemanfaatan garis dalam desain diterapkan guna mencapai kesan tertentu, seperti untuk menciptakan kesan kekar, kuat simpel, megah ataupun juga agung. Beberapa contoh symbol ekspresi garis serta kesan yang ditimbulkannya, dan tentu saja dalam penerapannya nanti disesuaikan dengan warna-warnanya
c. Bidang
Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi, menyatakan permukaan, dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain, bidang segitiga, segiempat, trapesium, lingkaran, oval, dan segi banyak lainnya
d. Bentuk
Bentuk dalam pengertian bahasa, dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form). Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos, seperti yang terlihat oleh mata, sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat, persegi, ornamental, tak teratur dan sebagainya. Sedang bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut, contohnya lemari. Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat, akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya.

Bentuk atau bangun terdiri dari bentuk dua dimensi (pola) dan bentuk tiga dimensi. Bentuk dua dimensi dibuat dalam bidang datar dengan batas garis yang disebut kontur. Bentuk-bentuk itu antara lain segitiga, segi empat, trapezium dan lingkaran. Sedang bentuk tiga dimensi dibatasi oleh ruang yang mengelilinginya dan bentuk-bentuk itu antara lain limas, prisma, kerucut, dan silinder.
Sifat atau karakteristik dari tiap bentuk dapat memberikan kesankesan tersendiri seperti :
1) Bentuk teratur kubus dan persegi, baik dalam dua atau tiga dimensi memberi kesan statis, stabil, dan formal. Bila menjulang tinggi sifatnya agung dan stabil.
2) Bentuk lengkung bulat atau bola memberi kesan dinamis, labil dan bergerak.
3) Bentuk segitiga runcing memberi kesan aktif, energik, tajam, dan mengarah.

  1. Menyiapkan karya seni rupa yang diciptakan untuk pameran sekolah atau luar sekolah

Mengumpulkan Hasil Karya

Pengertian

Hasil karya yang dipamerkan dikumpulkan dengan cara seleksi. Jenis karya ini terdiri dari karya seni rupa yang meliputi dua dimensi dan tiga dimensi serta kerajinan tangan. Pengumpulan karya ini sekaligus sebagai pengumpulan atau pemasukan nilai mata pelajaran Seni Budaya dan Kerajinan.

Karya yang bisa dikerjakan secara pribadi (individu) dan kelompok (kolektif) adalah:

  • Menggambar bentuk (benda), pemandangan, gambar reklame, karikatur, kartun, wayang purwa gambar hiasan vignete, dan menggunakan huruf (kaligrafi).
  • Mengukir atau ukiran pada kayu, cadas, tanah liat dan relief.
  • Seni lukis.
  • Seni pahat (seni patung).
  • Seni kerajinan dengan membuat benda pakai dan benda hias.
  • Merangkai bungan, merangkai sayur, merangkai janur, dan merangkai buah.
  • Hasil karya menjahit, menyulam, kruistik, dan bordir.

Hasil karya seni tersebut disimpan di tempat khusus yang aman sehingga pada waktu yang ditentukan untuk pameran siap untuk ditata.

Pengelompokan Hasil Karya

Untuk memudahkan kegiatan pengumpulan dan pendaftaran hasil karya dapat langsung diselesaikan dengan mengadakan pengelompokan sebagai berikut:

  1. Berdasarkan Jenis Karya
  • Karya kerajinan tangan adalah hasil seni kriya/kerajinan karena kreativitas tangan.
  • Karya seni rupa adalah karya seni yang dapat diraba, dilihat serta mempunyai wujud.
  • Karya seni musik
  • Karya seni tari.
  1. Berdasarkan Dimensi

Ada dua dimensi dan tiga dimensi.

Yang termasuk dua dimensi , contohnya : gambar lukisan, mozaik, dan anyaman.

Yang termasuk tiga dimensi, contohnya : patung, perabot ukir, anyaman berkerangka.

  1. Berdasarkan Ukuran

Kerajinan tangan dan seni rupa yang dibuat siswa tentu memiliki ukuran yang bervariasi. Karya yang berukuran kecil dikelompokkan dengan ukuran kecil dan yang berukuran besar dikelompokkan dengan yang besar. Pengelompokkan ini dilakukan untuk mempermudah penataan karya dalam ruang pameran.

  1. Berdasarkan Tema

Hasil karya yang dibuat tentunya memiliki tema yang berbeda-beda, untuk mempermudah penataan karya dan urutannya.

Kelengkapan Pameran Kerajinan Tangan dan Seni Rupa

Kelengkapannya antara lain :

  1. Meja untuk menempatkan karya-karya kerajinan tangan.
  2. Meja untuk menempatkan karya-karya patung.
  3. Sketsel atau papan panel, untuk menempatkan karya-karya gambar dan lukisan.
  4. Meja untuk menempatkan buku tamu dan buku saran.
  5. Katalog yang memuat daftar karya dan penciptaannya.
  6. Tape recorder untuk memutar lagu atau musik instrumentalia.
  7. Label untuk mencantumkan judul, media, penciptaan dan karya.
  8. Lampu penerangan ruangan.
  9. Spanduk untuk publikasi.

Pengorganisasian Pameran

Pengorganisasian merupakan proses pengelolaan serta pengaturan, agar apa-apa yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Organisasi yang baik hendaknya memiliki persyaratan sebagai berikut:

  • AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga)
  • Susunan Panitia
  • Program Kerja
  • Kegiatan

pengorganisasian Pameran

penentuan masalah tempat dan waktu seharusnya dibicarakan bersama setelah panitia tersusun, sehingga merupakan suatu kesepakatan yang harus dipatuhi bersama.

  1. Menata karya seni rupa yang diciptakan dalam bentuk pameran sekolah atau luar sekolah

Penyelenggaraan pameran dapat dilakukan dalam kelas ataupun sekolah. dimana pun pameran digelar perlu persiapan agar pelaksanaan pameran dapat berlangsung sukses. persiapan tersebut meliputi: pembentukan panitia pameran, menentukan materi atau karya yang akan dipamerankan, penyiapan ruang pameran, persiapan publikasi serta dokumentasi, dan lain sebagainya.

Setelah pembentukan panitia, maka semua anggota panitia segera bekerja sesuai dengan tugasnya. Langkah awal adalah mengumpulkan karya seni rupa dari semua siswa berupa karya seni rupa, baik dua dimensi maupun tiga dimensi. Selanjutnya, karya dibuat daftarnya sehingga memudahkan untuk membuat katalog yang berisi nama pembuat karya, judul karya, ukuran, teknik dan media yang dipakai untuk membuat karya.

Selanjutnya , menyiapkan ruang pameran. Ruang pameran harus ditata agar dapat memberikan suasana nyaman. Selain itu, usahakan komunikasi antara pengunjung dengan penyelenggara pameran dapat berjalan dengan baik.

Jalur lalu lintas dalam ruang pameran diatur dan diusahakan satu arah dengan membedakan pintu masuk dan pintu keluar. Hal ini memudahkan mobilisasi pengunjung dalam pameran tersebut.

Karya harus disusun yang menarik dan mudah dilihat. Jadi, tugas yang akan dibuat tidak hanya menyiapkan hasil karya sendiri, tetapi juga menatanya dengan artistik. Penataan karya seni yang dipamerkan dapat menarik pengunjung untuk menikmati dan mengapresiasi karya tersebut.

Penyelenggaraan pameran perlu dipublikasikan lewat pengumuman yang ditempel di papan pengumuman atau menggunakan spanduk yang dipasang di tempat yang strategis.

Bentuk dokumentasi dapat berupa catatan jumlah pengunjung pameran, pesan, kesan, atau saran pengunjung. Oleh karena itu, perlu adanya buku tamu yang disediakan d: dekat pintu masuk clan dijaga oleh petugas. Pesan, kesan, clan saran pengunjung dapat ditampung pada buku khusus yang diletakkan di atas meja dekat pintu keluar yang juga dijaga oleh penjaga. Dokumentasi ini dapat menjadi bahan evaluasi atas pelaksanaan pameran.

Pada saat yang telah ditetapkan, pameran dibuka secara resmi.  Pembukaannya dapat berupa kata pengantar atau sambutan dan kepala sekolah atau yang mewakili. Dapat pula dimeriahkan dengan hiburan berupa musik, teater, atau tari.

Kegiatan pameran dapat ditutup dengan diskusi dan mendatangkan para kritikus, seniman, ataupun pengamat serta pemerhati seni rupa. Tujuan diskusi adalah untuk menambah wawasan akan seni rupa. Selain itu, kegiatan tersebut dapat menjadi evaluasi terhadap pelaksanaan pameran ataupun ajang kritik terhadap karya-karya yang baru saja dipamerkan.

Seni Rupa (IPA)

Mengapresiasi karya seni rupa

  1. Membandingkan corak seni rupa tradisional dengan seni rupa modern/kontemporer

SENI RUPA TRADISIONAL

Pengertian
Seni tradisional adalah unsur kesenian yang menjadi bagian hidup masyarakat dalam suatu kaum/puak/suku/bangsa tertentu. Seni tradisional yang ada di suatu daerah berbeda dengan yang ada di daerah lain, meski pun tidak menutup kemungkinan adanya seni tradisional yang mirip antara dua daerah yang berdekatan.
Ciri-ciri
* Penciptaannya selalu berdasarkan pada filosofi sebuah aktivitas dalam suatu budaya, bisa berupa aktivitas religius maupun seremonial/istanasentris.
*Terikat dengan pakem-pakem tertentu.
Contoh
Wayang kulit, wayang golek, wayang beber, ornamen pada rumah-rumah tradisional di tiap daerah, batik, songket, dan lain-lain.
SENI RUPA MODERN
Pengertian
Seni rupa modern adalah seni rupa yang tidak terbatas pada kebudayaan suatu adat atau daerah, namun tetap berdasarkan sebuah filosofi dan aliran-aliran seni rupa.
Ciri-ciri
*Konsep penciptaannya tetap berbasis pada sebuah filosofi , tetapi jangkauan penjabaran visualisasinya tidak terbatas.
*Tidak terikat pada pakem-pakem tertentu.
Contoh
Lukisan-lukisan karya Raden Saleh Syarif Bustaman, Basuki Abdullah, Affandi, S.Soedjojono dan pelukis era modern lainnya.
Seniman
Raden Saleh Syarif Bustaman, Abdulah Sr, Pirngadi, Basuki Abdullah, Wakidi, Wahid Somantri, Agus Jaya Suminta, S. Soedjojono, Ramli, Abdul Salam, Otto Jaya S, Tutur, dan Emira Sunarsa.
SENI RUPA KONTEMPORER
Pengertian
Seni Kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi. Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini. Jadi seni kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang. Lukisan kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui. Misalnya lukisan yang tidak lagi terikat pada Rennaissance. Begitu pula dengan tarian, lebih kreatif dan modern.
Ciri-ciri
*Tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman.
*Tidak adanya sekat antara berbagai disiplin seni, alias meleburnya batas-batas antara seni lukis, patung, grafis, kriya, teater, tari, musik, hingga aksi politik.
Contoh
Karya-karya happening art, karya-karya Christo dan berbagai karya enviromental art.
Seniman
Gregorius Sidharta, Christo, dan Saptoadi Nugroho

  1. Menjelaskan perkembangan seni rupa modern/kontemporer di Indonesia

Perjalanan Seni Rupa Modern
Ketika manusia memulai peradabannya di dunia ini, di mana manusia belum mengenal tulisan bahkan teknologi seperti sekarang ini, manusia sudah mengenal seni rupa, meskipun masih dalam taraf yang sangat sederhana. Sebagai bukti bahwa seni rupa sudah ada sejak zaman Pra-sejarah adalah banyaknya peninggalan-peninggalan purbakala yang memiliki nilai estetika seperti kapak dari batu (peninggalan zaman Neolitikum/batu muda), Menhir dan lain-lain.

Hapir di seluruh penjuru dunia banyak ditemukan peninggalan-peninggalan yang berupa karya seni rupa. Karya seni rupa zaman pra-sejarah, cenderung bersifat magis dan religius seperti salah satu peninggalan karya seni rupanya yaitu menhir yang berupa sebuah patung dari batu. Patung ini berfungsi sebagai tanda peringatan peristiwa pemujaan terhadap roh nenek moyang dan terkadang dianggap sebagai tempat bersemayamnya roh nenek moyang mereka.

Budaya rupa semacam ini masih bertahan sampai masuknya berbagai agama khususnya di Indonesia. Era modernisme dimulai dari belahan dunia bagian barat (Eropa dan Amerika) dengan banyaknya muncul seniman-seniman dari benua biru.

Di awal zaman raenessance, para seniman (perupa) masih belum bisa mendapatkan kebebasan dalam menuangkan ekspresinya, karena pada masa ini, seniman masih berada di bawah tekanan para bangsawan dan kaum gereja, dimana para seniman membuat sebuah karya berdaarkan permintaan para diktator di atas. Dalam situasi ini, para diktator diktator seni  yang bisa memaksakan arah perkembangan seni, karena merekalah yang membiayainya.
Dengan mulainya masyarakat menyukai karya-karya seni seperti lukisan dan patung yang ukurannya relative kecil, maka para seniman mulai menemukan kebebasannya dalam berkarya, karena tidak bergantung lagi pada para bangsawan sebagai sponsor. Para seniman dapat membiayai pembuatan karyanya sendiri yang kemudian banyak diminati oleh para rakyat kecil.

Abad ke-15 dimana masa raenessance berkembang, merupakan awal mulainya seni modern. Rene Descartes (1556-1650), Cugito Ergosum (1646-1716), Thomas Hobbes (1588-1679) dan John Lockee (1632-1704), mereka adalah para filsuf peletak dasar modernisme dalam dunia seni.

Pecahnya revolusi Perancis 1789, merupakan salah satu tanda kebangkitan seni rupa modern, yang kemudian diikuti dengan munculnya pelukis dari Perancis yang bernama J.L. David. Tidak hanya J.L. David, tetapi pelukis seperti Vincent Van Gogh dan Leonardo Da Vinci juga seniman yang menjadi tanda kebangkitan era seni rupa modern

  1. Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa modern/kontemporer Indonesia dengan memperhatikan konteks kehidupan masyarakat

Apresiasi karya seni rupa modern/kontemporer Indonesia

Karya seni rupa modern/kontemporer di Indonesia beragam bentuk, jenis, dan corak, antara lain berupa karya seni rupa dua dimensi: seni lukis, grafis, batik, dll; tiga dimensi: seni patung, keramik, seni instalasi, dll. Dengan kreativitas masing-masing, para seniman Indonesia menciptakan suatu karya seni rupa sebagai perwujudan ekspresi jiwanya.
Kreativitas para seniman Indonesia telah meramaikan perkembangan seni rupa di Indonesia. Munculnya berbagai karya seni rupa menyebabkan terjadinya komunikasi apresiasi untuk memahami makna yang tersirat di baik karya-karya para seniman Indonesia tersebut. Apresiasi adalah penghargaan atau penilaian. Apresiasi seni rupa adalah kegiatan dalam menilai atau memberi penghargaan terhadap karya-karya seni rupa. Apresiasi terhadap karya-karya seni rupa dapat ditunjukkan dengan sikap empati berupa ungkapan kata-kata atau tanggapan secara lisan/tertulis. Beberapa seniman mengkomunikasikan pesan-pesan melalui hasil karyanya dengan cara vulgar dan mudah dipahami, akan tetapi ada pula yang mengkomunikasikan karyanya melalui simbol-simbol yang mengandung makna tertentu.
Kegiatan apresiasi dapat digolongkan menjadi tiga tingkatan, yaitu:

  1. Apresiasi simpatik adalah merasakan tingkat keindahan suatu karya berdasarkan pengamatan (kasat mata), seperti suka atau tidak suka.
  2. Apresiasi empatik/estetik adalah merasakan secara mendalam nilai estetik yang tersirat dalam suatu karya, seperti ada perasaan kagum atau terharu.
  3. Apresiasi kritis adalah apresiasi yang disertai analisis terhadap suatu karya dengan mempertimbangkan gagasan, teknik, unsur-unsur rupa, dan kaidah-kaidah komposisi seni rupa.

Pendekatan/metode dalam melakukan apresiasi karya seni rupa, yaitu:

  • Deskriptif  (paparan secara obyektif)
  • Analitis (paparan berdasarkan kaidah-kaidah estetika)
  • Interpretatif (paparan berdasarkan sudut pandang pengamat)
  • Penilaian (paparan dengan pengukuran nilai)
  • Interdisiplin (berbagai disiplin keilmuan)

Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa

  1. Menggambar teknik/ perspektif lanjutan

Teknik Dasar Menggambar Perspektif

Teknik Dasar Menggambar Perspektif

Teknik ini tercipta karena keterbatasarn jarak pandang mata kita dalam melihat objek. Semakin jauh jarak mata dengan benda, semakin kecil pula penampakannya dan bahkan akan hilang dari pandangan pada jarak tertentu. Sebaliknya, semakin dekat jarak mata kita dengan benda, maka benda tersebut akan terlihat semakin besar. Secara teknis, perspektif terdiri dari perspektif satu titik mata, 2 titik mata, dan tiga titik mata.

A. Perspektif 1 Titik Mata

Pada dasarnya, perspektif satu titik mata, dua titik mata, dan tiga titik mata bisa dibagi lagi menjadi berbagai sudut pandang berdasarkan posisi mata kita berada. Lebih sederhananya, sudut pandang bisa dibagi menjadi menjadi 3 macam sudut pandang, yaitu sudut pandang mata burung, sudut pandang normal, sudut pandang mata kucing.

  1. Sudut pandang mata burung. 
    Pada sudut pandang mata burung, mata kita seolah-olah berada di atas dan melihat objek berada di bawah. Jadi, letak garis horizon berada pada garis itu, bisa di bagian kiri, tengah, atau kanan. Bahkan bisa juga ditelakkan di luar bidang gambar. Setiap objek yang digambar, garisnya bersumber dari titik mata.

    b. Sudut pandang normal 
    Pada sudut pandang normal, diri kita seolah-olah berdiri normal memandang lurus kedepan. Dengan demikian, bagian atas dan bagian bawah nya terlihat seimbang. Letak garis horizon tepat di tengah-tengah bidang dan titik mata bisa diletakkan di mana saja pada garis tersebut. Semua objek yang digambar garisnya berasal dari satu titik mata.c. Sudut pandang mata kucing 
    Pada sudut pandang ini, seolah-olah mata kita dalam posisi tiarap dan melihat kedepan sehingga penampakan objek bagian atas akan lebih domain. Letak Garis horizon di bagian bawah bidang gambar dan letak titik hilang pada garis horizon. TItik mata ini dijadikan pusat untuk menarik garis dalam menggambarkan setiap objek benda.

    B. Perspektif 2 Titik Mata

Secara teknis, perspektif 2 titik mata hampir sama dengan teknik perspektif 1 titik mata. Pada teknik perspektif 2 titik mata, pada garis horizon terdapat 2 titik fokus. Persimpangan garis yang berasal dari 2 titik mata ini akan membentuk sebuah sudut. Biasanya, jika jarak antara 2 titik ini terlalu dekat, penampakan objek gambar mengalami distorsi. Tahapan untuk menggambar teknik perpektif 2 titik mata juga hampir sama dengan teknik perspektif 1 titik mata,

  1. Perspektif 3 Titik Mata

Perspektif dengan 3 titik mata biasanya hanya dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang sangat luas, besar, tinggi, dan secara visual mengalami distorsi yang sangt ekstim.

Biasanya teknik ini dipakai untuk menggambar outdoor dan sudut pandang dari udara, meskipun bisa juga dipakai untuk sudut pandang dari bawah(sudut pandang mata kucing). Agar tidak mengalami distorsi yang berlebihan, sebaiknya titik mata diletakkan jauh diluar bidang gambar.

Pada dasarnya, teknik dan tahapan menggambar perspektif 3 titik mata ini hampir sama dengan teknik menggambar dengan perspektif 1 dan 2 titik mata.
Garis horizon tidak selamanya harus diletakkan horizontal, namun bisa juga diagonal untuk menggambarkan impresi yang berbeda.

Menentukan Sudut Pandang dan Titik Mata


Kadang kita menemui gambar perspektif yang terlihat tidak seimbang atau beberapa furniturnya terpotong. Permasalahan ini dapat di atasi dengan cara:
– Garis Horison dapat diturunkan atau dinaikkan sehingga bagian objek dapat terjangkau oleh sudut
pandang pengamat.
– Kedudukan pengamat dimundurkan lebih jauh dari bidang gambar sehingga seluruh bagian objek dapat
terjangkau oleh sudut pandang pengamat.

Untuk menentukan titik mata dapat dengan cara menentukan terlebih dahulu bagian ruang yang akan ditampilkan secara maksimal. Pada perspektif satu titik, bila bagian ruang yang akan ditampilkan adalah bagian kanan, maka titik mata cenderung berada di sebelah kiri menjauhi garis normal dan bagian kanan ruang pada gambar. Cara ini berlaku untuk bagian ruang lainnya (kiri, atas dan bawah). Sedangkan pada perspektif dua titik, bila bagian ruang yang akan ditampilkan adalah bagian kanan, maka titik mata sebelah kiri akan menjauhi dan titik mata kanan akan mendekati bagian kanan ruang pada gambar

  1. Membuat karya seni rupa murni dan terapan yang dikembangkan dari beragam corak dan teknik seni rupa

Seni murni :

Gaya atau corak atau aliran dalam seni rupa beraneka ragam. Secara garis besar, gaya karya seni rupa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu : tradisional, modern, dan postmodern.

  1. Tradisional

Seperti halnya karya seni rupa Nusantara, perupa seni rupa mancanegara juga memiliki gaya tradidional. Gaya ini juga terbagi menjadi dua, yaitu primitif dan klasik.

  1. Modern

Gaya seni rupa modern adalah corak karya seni rupa yang sudah mengalami kemajuan, perubahan, dan pembaharuan. Secara umum, modernisasi gaya seni rupa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: gaya representatifdepormatif, dan nonrepresentatif.

  1. 1. Representatif

Kata representatif berasal dari representasi yang mengandung pengertian sesungguhnya, nyata, atau sesuai dengan keadaan. Perwujudan gaya seni rupa ini menggambarkan keadaan yang nyata pada kehidupan masyarakat atau keadaan alam. Gaya seni rupa yang tergolong representatif, antara lain : romantis, naturalis, dan realis.

  1. a) Romantisme

Istilah romantisme berasal dari roman yang berarti cerita dan ismeyang berarti aliran/gaya. Romantisme adalah gaya/aliran seni rupa yang menggambarkannya mengandung cerita kehidupan manusia atau binatang. Perupa mancanegara yang mempelopori gaya ini, antara lain : Fransisco Goya (Spanyol), Turner (Inggris), dan Rubens (Belanda). Perupa Nusantara yang mengambil gaya itu adalah Raden Saleh.

  1. b) Naturalisme

Istilah naturalisme berasal dari kata nature atau natural yang berarti alam dan isme yang berarti aliar/gaya. Naturalisme adalah gaya/aliran seni rupa yang menggambarkannya sesuai dengan keadaan alam atau alami. Pelukis gaya ini pada umumnya mengambil pemandangan alam sebagai objeknya. Perupa mancanegara yang mengambil gaya ini antara lain Rubens, Claude, Gainsborough, Constable, dan Turner. Perupa Nusantara yang mengambil gaya ini antara lain Abdullah Suryosubroto, Wakidi, Mas Pringadi, dan Basuki Abdullah.

  1. c) Realisme

Istilah realisme berasal dari kata real yang berarti nyata dan ismeyang berarti gaya/aliran. Realisme adalah gaya/alaran seni rupa yang menggambarkannya sesuai dengan kenyataan hidup. Perupa nusantara yang mengambil gaya ini antara lain Trubus, Tarmizi, Wardoyo, dan Dullah. Seedangkan perupa mancanegara yang mengambil gaya ini adalah Remandt van Rijn (Belanda).

  1. 2. Deformatif

Istilah deformatif berasal dari deformasi yang berarti perubahan bentuk. Bentuk alam diubah sedemikian rupa sehingga menghasilkan bentuk baru, namun masi menyerupai bentuk aslinya. Gaya seni rupa yang tergolong deformatif, antara lain : Surrealisme, impresionisme, ekspresionisme, dan kubisme.

  1. a) Surealisme

Istilah surrealisme berasal dari kata sur yang berarti melebih-lebihkan, kata real yang berarti nyata, dan isme berartigaya/aliaran. Surrealisme adalah gaya/aliran seni rupa yang menggambarkannya melebih-lebihkan kenyataan, bahkan ada yang menyebutnya otomatisme psikis yang murni atau mimpi. Perupa mancanegara yang mempelopori gaya ini adalah Salvador Dali.

  1. b) Impressionisme

Impressionisme berasal dari kata impression yang berarti kesan sesaat dan isme yang berarti gaya/aliran. Impressionalisme adalah gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat objek tersebut dilukis. Gaya ini dipelopori oleh perupa mancanegara seperti Claude Monet, Paul Cezanne, Georges Seurat, dan Paul Gauguin. Perupa nusantara yang mengambil gaya ini, antara lain S. Sudjojno.

  1. c) Ekspressionisme

Ekspressionisme berasal dari kata expression yang berarti ungkapan jiwa yang spontan dan isme yang berarti gaya/aliran. Ekspressionisme adalah gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa perupa yang spontan pada saat melihat objek. Gaya seni rupa ini diplopori oleh pelukis Belanda bernama Vincent van Gogh. Perupa Nusantara yang mengambil gaya ini adalah Affandi.

  1. d) Kubisme

Kubisme berasal dari kata kubus yang berarti bidang atau bentuk persegi empat dan isme yang berarti gaya/alrian. Kubisme adalah aliran/gaya seni rupa yang penggambarannya berupa bidang persegi empat atau bentuk dasarnya kubus. Gaya seni rupa ini dipelopori oleh pelukis Spanyol yang bernama Pablo Picasso. Perupa Nusantara yang mengikuti gaya ini adalah But Muchtar, Mochtar Apin, Srihadi, dan Fajar Sidik.

  1. Nonrepresentatif (Abstraksionalisme)

Kata Nonrepresentatif atau abstrak mengandung pengertian suatu bentuk yang sukar dikenali. Suatu gaya yang lebih sederhana bahkan bentuknya sama sekali meninggalkan bentuk alam. Karya seni rupa abstrak berupa susunan garis, bentuk, dan warna yang terbebas dari bentuk alam. Gaya seni rupa yang berbentuk abstrak ini ada yang abstrak ekspresionis dan abstrak murni. Gaya ini dipelopori oleh perupa mancanegara, antara lain : Paul Klee, Piet Mondrian, Wassily Kandinsky, dan Jackson Pollock. Perupa Nusantara yang mengikuti gaya ini adalah Amry Yahya, Fajar Sidik, But Muchtar, dan Srihadi.

  1. Postmodern

Postmodern atau disingkat “Posmo” adalah gaya seni rupa pasca atau sesudah modern. Sejalan dengan perkembangan budaya masyarakat dunia, seni rupa pun ikut mengalami perkembangan gaya. Jika seni rupa tradisional memiliki ciri perpaduan antara penyederhanaan bentuk dan sedikit ornamental. Gaya “posmo” lebih bebas dan cenderung tidak memiliki aturan tertentu. Eksplorasi unsur rupa banyak dilakukan untuk gaya ini. Kritik sosial dan kemasyarakatan merupakan tema yang cukup dominan untuk karya-karya posmo

Seni Terapan

Seni rupa terapan adalah hasil karya seni rupa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan mempunyai fungsi atau manfaat. Fungsi karya seni rupa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi estetis dan fungsi praktis. Fungsi estetis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia tentang rasa keindahan. Misalnya lukisan, patung,dan benda hias. Fungsi praktis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia akan benda pakai. Misalnya vas bunga, kursi ukir, dan bingkai foto.

Selain itu karya seni rupa terapan juga dibedakan menjadi 3, yaitu hasil karya ukiran, hasil karya patung, dan hasil karya batik.

  • Menurut hasil karya ukiran, contoh benda-bendanya adalah ukiran kayu dari Jepara dan ukiran kayu dari Bali.
  • Menurut hasil karya patung, contoh benda-bendanya adalah patung kayu dari suku Asmat, patung batu Pangeran Diponegoro, dan Patung kayu dari Bali.
  • Menurut hasil karya batik, contoh benda-bendanya adalah baju, sprei, kain, gorden, dll
  1. Menyiapkan karya seni rupa yang telah diciptakan untuk pameran di sekolah atau luar sekolah

Mengumpulkan Hasil Karya

Pengertian

Hasil karya yang dipamerkan dikumpulkan dengan cara seleksi. Jenis karya ini terdiri dari karya seni rupa yang meliputi dua dimensi dan tiga dimensi serta kerajinan tangan. Pengumpulan karya ini sekaligus sebagai pengumpulan atau pemasukan nilai mata pelajaran Seni Budaya dan Kerajinan.

Karya yang bisa dikerjakan secara pribadi (individu) dan kelompok (kolektif) adalah:

  • Menggambar bentuk (benda), pemandangan, gambar reklame, karikatur, kartun, wayang purwa gambar hiasan vignete, dan menggunakan huruf (kaligrafi).
  • Mengukir atau ukiran pada kayu, cadas, tanah liat dan relief.
  • Seni lukis.
  • Seni pahat (seni patung).
  • Seni kerajinan dengan membuat benda pakai dan benda hias.
  • Merangkai bungan, merangkai sayur, merangkai janur, dan merangkai buah.
  • Hasil karya menjahit, menyulam, kruistik, dan bordir.

Hasil karya seni tersebut disimpan di tempat khusus yang aman sehingga pada waktu yang ditentukan untuk pameran siap untuk ditata.

Pengelompokan Hasil Karya

Untuk memudahkan kegiatan pengumpulan dan pendaftaran hasil karya dapat langsung diselesaikan dengan mengadakan pengelompokan sebagai berikut:

  1. Berdasarkan Jenis Karya
  • Karya kerajinan tangan adalah hasil seni kriya/kerajinan karena kreativitas tangan.
  • Karya seni rupa adalah karya seni yang dapat diraba, dilihat serta mempunyai wujud.
  • Karya seni musik
  • Karya seni tari.
  1. Berdasarkan Dimensi

Ada dua dimensi dan tiga dimensi.

Yang termasuk dua dimensi , contohnya : gambar lukisan, mozaik, dan anyaman.

Yang termasuk tiga dimensi, contohnya : patung, perabot ukir, anyaman berkerangka.

  1. Berdasarkan Ukuran

Kerajinan tangan dan seni rupa yang dibuat siswa tentu memiliki ukuran yang bervariasi. Karya yang berukuran kecil dikelompokkan dengan ukuran kecil dan yang berukuran besar dikelompokkan dengan yang besar. Pengelompokkan ini dilakukan untuk mempermudah penataan karya dalam ruang pameran.

  1. Berdasarkan Tema

Hasil karya yang dibuat tentunya memiliki tema yang berbeda-beda, untuk mempermudah penataan karya dan urutannya.

Kelengkapan Pameran Kerajinan Tangan dan Seni Rupa

Kelengkapannya antara lain :

  1. Meja untuk menempatkan karya-karya kerajinan tangan.
  2. Meja untuk menempatkan karya-karya patung.
  3. Sketsel atau papan panel, untuk menempatkan karya-karya gambar dan lukisan.
  4. Meja untuk menempatkan buku tamu dan buku saran.
  5. Katalog yang memuat daftar karya dan penciptaannya.
  6. Tape recorder untuk memutar lagu atau musik instrumentalia.
  7. Label untuk mencantumkan judul, media, penciptaan dan karya.
  8. Lampu penerangan ruangan.
  9. Spanduk untuk publikasi.

Pengorganisasian Pameran

Pengorganisasian merupakan proses pengelolaan serta pengaturan, agar apa-apa yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Organisasi yang baik hendaknya memiliki persyaratan sebagai berikut:

  • AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga)
  • Susunan Panitia
  • Program Kerja
  • Kegiatan

pengorganisasian Pameran

penentuan masalah tempat dan waktu seharusnya dibicarakan bersama setelah panitia tersusun, sehingga merupakan suatu kesepakatan yang harus dipatuhi bersama.

  1. Menata karya seni rupa yang diciptakan dalam bentuk pameran sekolah atau luar sekolah

Penyelenggaraan pameran dapat dilakukan dalam kelas ataupun sekolah. dimana pun pameran digelar perlu persiapan agar pelaksanaan pameran dapat berlangsung sukses. persiapan tersebut meliputi: pembentukan panitia pameran, menentukan materi atau karya yang akan dipamerankan, penyiapan ruang pameran, persiapan publikasi serta dokumentasi, dan lain sebagainya.

Setelah pembentukan panitia, maka semua anggota panitia segera bekerja sesuai dengan tugasnya. Langkah awal adalah mengumpulkan karya seni rupa dari semua siswa berupa karya seni rupa, baik dua dimensi maupun tiga dimensi. Selanjutnya, karya dibuat daftarnya sehingga memudahkan untuk membuat katalog yang berisi nama pembuat karya, judul karya, ukuran, teknik dan media yang dipakai untuk membuat karya.

Selanjutnya , menyiapkan ruang pameran. Ruang pameran harus ditata agar dapat memberikan suasana nyaman. Selain itu, usahakan komunikasi antara pengunjung dengan penyelenggara pameran dapat berjalan dengan baik.

Jalur lalu lintas dalam ruang pameran diatur dan diusahakan satu arah dengan membedakan pintu masuk dan pintu keluar. Hal ini memudahkan mobilisasi pengunjung dalam pameran tersebut.

Karya harus disusun yang menarik dan mudah dilihat. Jadi, tugas yang akan dibuat tidak hanya menyiapkan hasil karya sendiri, tetapi juga menatanya dengan artistik. Penataan karya seni yang dipamerkan dapat menarik pengunjung untuk menikmati dan mengapresiasi karya tersebut.

Penyelenggaraan pameran perlu dipublikasikan lewat pengumuman yang ditempel di papan pengumuman atau menggunakan spanduk yang dipasang di tempat yang strategis.

Bentuk dokumentasi dapat berupa catatan jumlah pengunjung pameran, pesan, kesan, atau saran pengunjung. Oleh karena itu, perlu adanya buku tamu yang disediakan d: dekat pintu masuk clan dijaga oleh petugas. Pesan, kesan, clan saran pengunjung dapat ditampung pada buku khusus yang diletakkan di atas meja dekat pintu keluar yang juga dijaga oleh penjaga. Dokumentasi ini dapat menjadi bahan evaluasi atas pelaksanaan pameran.

Pada saat yang telah ditetapkan, pameran dibuka secara resmi.  Pembukaannya dapat berupa kata pengantar atau sambutan dan kepala sekolah atau yang mewakili. Dapat pula dimeriahkan dengan hiburan berupa musik, teater, atau tari.

Kegiatan pameran dapat ditutup dengan diskusi dan mendatangkan para kritikus, seniman, ataupun pengamat serta pemerhati seni rupa. Tujuan diskusi adalah untuk menambah wawasan akan seni rupa. Selain itu, kegiatan tersebut dapat menjadi evaluasi terhadap pelaksanaan pameran ataupun ajang kritik terhadap karya-karya yang baru saja dipamerkan.

Seni Musik

Mengapresiasi karya seni musik

  1. Mengidentifikasi makna dan peranan musik tradisional Mancanegara dalam konteks kehidupan budaya masyarakat.

Sumber: http://xiipemasarannahwiyah.blogspot.co.id/2014/02/rangkuman-seni-budaya-kelas-xii.html

RANGKUMAN MATA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS X

Materi BAB 1

  1. PENGERTIAN DAN DEFINISI SENI

Mengapresiasi artinya berusaha mengerti tentang seni dan menjadi peka terhadap segi-segi di dalamnya, sehinga secara sadar mampu menikmati dan menilai karya dengan semestinya.

Seni adalah salah satu unsur kebudayaan yang tumbuh dan berkembang sejajar dengan perkembangan manusia selaku penggubah dan penikmat seni.

Kebudayaan adalah hasil pemikiran, karya dan segala aktivitas (bukan perbuatan), yang merefleksikan naluri secara murni.

Seni memiliki nilai estetis (indah) yang disukai oleh manusia dan mengandung ide-ide yang dinyatakan dalam bentuk aktivitas atau rupa sebagai lambang.

Dengan seni kita dapat memperoleh kenikmatan sebagai akibat dari refleksi perasaan terhadap stimulus yang kita terima. Kenikmatan seni bukanlah kenikmatan fisik lahiriah, melainkan kenikmatan batiniah yang muncul bila kita menangkap dan merasakan simbol-simbol estetika dari penggubah seni. Dalam hal ini seni memiliki nilai spiritual.

Kedalaman dan kompleksitas seni menyebabkan para ahli membuat definisi seni untuk mempermudah pendekatan kita dalam memahami dan menilai seni. Konsep yang muncul bervariasi sesuai dengan latar belakang pemahaman, penghayatan, dan pandangan ahli tersebut terhadap seni.

Beberapa definisi tersebut antara lain :

  1. Ensiklopedia Indonesia

Seni adalah penciptaan benda atau segala hal yang karena keindahan bentuknya, orang senang melihat atau mendengar.

  1. Ki Hajar Dewantara

Seni merupakan perbuatan manusia (penggubah) yang timbul dari perasaannya dan bersifat indah, sehingga dapat menggerakkan jiwa dan perasaan manusia (penerima).

  1. Achdiat Kartamihardja

Seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksikan realitas ke dalam suatu karya. Bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam batin penerimanya.

  1. Aristoteles

Seni adalah peniruan bentuk alam dengan kreatifitas dan ide penggubahnya agar lebih indah.

  1. Leo Tolstoy

Seni adalah suatu kegiatan manusia (penggubah) yang secara sadar dengan perantara tanda-tanda lahiriah tertentu menyampaikan perasaan-perasaan yang telah dihayatinya kepada orang lain (penerima) sehingga ikut merasakan perasaan-perasaan seperti yang ia (penggubah) alami.

  1. Schopenhauer

Seni adalah suatu usaha untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan. Meskipun musik adalah seni yang paling abstrak, tapi tiap orang menyukainya.

  1. Thomas Munro

Seni adalah alat buatan manusia (penggubah) untuk menimbulkan efek-efek psikologis atas manusia lain (penerima) yang melihatnya. Efek-efek tersebut mencakup segala tanggapan yang berwujud pengamatan, pengenalan, imajinasi yang rasional maupun yang emosional.

  1. CABANG-CABANG SENI

Berdasarkan realita yang berkembang di masyarakat, seni digolongkan menjadi 5 cabang yang memiliki kesatuan dan keterkaitan.

  1. Cabang seni rupa bentuk medianya benda.
  2. Cabang seni sastra bentuk medianya tulisan
  3. Cabang seni musik bentuk medianya suara, benda, manusia dan gerak proses
  4. Cabang seni tari bentuk medianya tubuh manusia, gerak dan musik
  5. Cabang seni teater bentuk medianya manusia, benda/alam, akting, adegan, suara atau musik
  6. SENI SEBAGAI ESTETIKA

Estetika berada di luar lingkup logika ataupun etika. Definisi menurut para ahli sebagai langkah pendekatan memahaminya antara lain sebagai berikut.

  1. Al Ghazali

Keindahan suatu benda terletak pada perwujudan dari kesempurnaan karakteristik benda itu dan ditambah dengan adanya jiwa atau roh di dalamnya.

  1. Alexander Baumgarten

Keindahan itu dipandang sebagai kesatuan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang mempunyai hubungan erat satu dengan yang lain secara keseluruhan.

  1. Herbert Read

Keindahan adalah suatu kesatuan hubungan formal dari pengamatan yang menimbulkan rasa senang.

  1. Immanuel kant

Keindahan ditinjau dari dua sisi, yaitu:

Objektif : Keindahan adalah keserasian suatu objek terhadap tujuan yang dikandungnya, sejauh objek tersebut tidak ditinjau dari segi fungsi.

Subjektif : Keindahan adalah sesuatu yang tanpa direnungkan dengan logika dan konsep dan tanpa disangkutpautkan dengan kegunaan praktis dapat mendatangkan rasa senang pada si penghayat.

  1. Zulser

Keindahan adalah sesuatu yang baik dan dapat memupuk rasa moral.

  1. Thomas Aquines

Keindahan akan terbentuk jika memenuhi 3 syarat, yaitu adanya :

  1. Integritas (kesatuan) atau kesempurnaan,
  2. Proporsi yang tepat dan harmonis.
  3. Klaritas (kejelasan).

Penganut teori objektif menempatkan rasa estetis lebih utama sehingga memliki konsep, pola pikir, atau alasan logis mengapa sesuatu itu dikatakan indah. Penganut teori subjektif meletakkan keindahan secara pribadi dalam diri si penikmat karya seni sehinga tidak dapat memberi alasan mengapa sesuatu itu dikatakan indah.

Keindahan seni adalah keindahan ekspresi, kreasi seniman. Jadi, pemandangan alam bukan keindahan seni

  1. SENI SEBAGAI KREATIVITAS

Manusia memiliki kelebihan berupa akal pikiran, kalbu, emosi, nafsu, dan kemampuan membuat sesuatu. Usaha menggunakan akal pikiran untuk membuat sesuatu (kreasi) yang baru, baik, nyata atau abstrak disebut kreativitas. Proses kreasi seni mempunyai ciri khusus antara lain seperti dibawah ini.

  1. Unik

Unik artinya sesuatu yang lain dari pada yang lain, yang belum pernah dibuat orang sebelumnya, baik dalam hal ide, teknik, dan media. Alangkah baiknya jika karya senimu adalah hasil kreasimu sendiri, bukan mencontoh dari yang sudah ada. Karya lain dapat digunakan sebagai pemicu munculnya gagasan. Kembangkanlah gagasan tersebut menjadi sesuatu yang unik dan baru. Dengan demikian, kreativitasmu akan terasah.

  1. Individual (pribadi)

Artinya memiliki kekhususan ciri dari seniman pembuatnya, yang berbeda dengan seniman lain karena perbedaan pandangan, penghayatan, pengalaman, dan tehnik dalam membuat karya seni. Bandingkanlah karyamu dengan karya temanmu. Objek yang dipakai sebagai pemicu gagasan seni bisa jadi sama. Tapi karena pandangan, penghayatan, pengalaman, dan teknik yang berbeda, hasilnya tentu akan berbeda.

  1. Ekspresif

Karya seni merupakan hasil curahan bathin berupa penjabaran dari ide, renungan, perasaan, atau pengalaman seniman. Seni yang tanpa curahan bathin seolah-olah kering dan tak dapat menyentuh perasaan yang menikmatinya.

  1. Universal

Karya seni dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, bangsa, dan generasi karena adanya persamaan rasa estetik dan artistik.

  1. Survival (tahan lama)

Nilai seni dalam suatu karya seni dapat dinikmati sepanjang masa karena nilai estetikanya bersifat konsisten. Contohnya, karya seni peninggalan zaman kuno, masih bisa kita nikmati sekarang.

  1. FUNGSI DAN TUJUAN SENI

Menurut antropologi, kesenian adalah salah satu unsur budaya manusia. Kita dapat merasakan dalam pengalaman hidup sehari-hari, betapa kita sangat membutuhkan sarana berekspresi dan menikmati keindahan dalam berbagai bentuk.

Berdasarkan fungsinya sebagai pemenuh kebutuhan, seni dipilah menjadi beberapa kelompok.

  1. Fungsi Individual

Manusia terdiri dari unsur fisik dan psikis. Salah satu unsur psikis adalah emosi. Maka fungsi individual ini dibagi menjadi fungsi pemenuhan kebutuhan seni secara fisik dan psikis / emosional.

  1. Fisik

Fungsi ini banyak dipenuhi melalui seni pakai yang berhubungan dengan fisik. Seperti busana, perabot, rumah, musik senam, dan sebagainya.

  1. Emosional

Dipenuhi melalui seni murni, baik dari segi si pembuat / penggubah, maupun konsumen penikmat. Contohnya, lukisan, novel, musik, tari, film, dan sebagainya.

  1. Fungsi Sosial

Fungsi sosial artinya dapat dinikmati dan bermanfaat bagi kepentingan orang banyak dalam waktu relatif bersamaan. Fungsi ini dikelompokkan menjadi beberapa bidang.

  1. Religi / keagamaan

Karya seni dapat dijadikan ciri atau pesan keagamaan. Contoh: kaligrafi, busana muslim, arsitektur atau dekorasi rumah ibadah, lagu-lagu rohani.

  1. Rekreasi/hiburan

Seni dapat dijadikan sebagai sarana melepas kejenuhan atau mengurangi kesedihan. Hal itu dapat terjadi misalkan pada saat kita menyaksikan musik, tarian,

film, dan lawak.

  1. Komunikasi

Seni dapat digunakan untuk mengkomunikasikan sesuatu, seperti pesan, kritik, kebijakan, gagasan, dan produk kepada orang banyak. Contoh: lagu balada, poster, drama komedi, dan reklame. Tema yang sering dibuat antara lain:

  1. Ketidakdisiplinan anggota masyarakat terhadap lingkungan.
  2. Himbauan melaksanakan program pemerintah.
  3. Anjuran kesehatan / kesejahteraan.
  4. Ketidakadilan suatu kebijakan.
  1. Pendidikan

Pendidikan juga memanfaatkan seni sebagai sarana penunjangnya. Contoh: gambar ilustrasi buku pelajaran, film ilmiah atau dokumenter, poster ilmiah, lagu anak-anak dan foto.

Materi BAB 2

  1. PENGERTIAN TEATER MODERN

Teater berasal dari kata Yunani, “theatron” (bahasa Inggris, Seeing Place) yang artinya tempat atau gedung pertunjukan. Dalam perkembangannya, dalam pengertian lebih luas kata teater diartikan sebagai segala hal yang dipertunjukkan di depan orang banyak. Dengan demikian, dalam rumusan sederhana teater adalah pertunjukan, misalnya ketoprak, ludruk, wayang, wayang wong, sintren, janger, mamanda, dagelan, sulap, akrobat, dan lain sebagainya (Harrymawan, 1993). Namun demikian, teater selalu dikaitkan dengan kata drama yang berasal dari kata Yunani Kuno “draomai” yang berarti bertindak atau berbuat dan “drame” yang berasal dari kata Perancis yang diambil oleh Diderot dan Beaumarchaid untuk menjelaskan lakon-lakon mereka tentang kehidupan kelas menengah. Dalam istilah yang lebih ketat berarti lakon serius yang menggarap satu masalah yang punya arti penting tapi tidak bertujuan mengagungkan tragika. Kata “drama” juga dianggap telah ada sejak era Mesir Kuno (4000-1580 SM), sebelum era Yunani Kuno (800-277 SM). Hubungan kata “teater” dan “drama” bersandingan sedemikian erat seiring dengan perlakuan terhadap teater yang mempergunakan drama lebih identik sebagai teks atau naskah atau lakon atau karya sastra (Bakdi Soemanto, 2001).

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa istilah “teater” berkaitan langsung dengan pertunjukan, sedangkan “drama” berkaitan dengan lakon atau naskah cerita yang akan dipentaskan. Jadi, teater adalah visualisasi dari drama atau drama yang dipentaskan di atas panggung dan disaksikan oleh penonton. Jika “drama” adalah lakon dan “teater” adalah pertunjukan maka “drama” merupakan bagian atau salah satu unsur dari “teater”. Jika digambarkan maka peta kedudukan teater dan drama adalah sebagai berikut.

Dengan kata lain, secara khusus teater mengacu kepada aktivitas melakukan kegiatan dalam seni pertunjukan (to act) sehingga tindak- tanduk pemain di atas pentas disebut acting. Istilah acting diambil dari kata Yunani “dran” yang berarti, berbuat, berlaku, atau beraksi. Karena aktivitas beraksi ini maka para pemain pria dalam teater disebut actor dan pemain wanita disebut actress (Harymawan, 1993).

Meskipun istilah teater sekarang lebih umum digunakan tetapi sebelum itu istilah drama lebih populer sehingga pertunjukan teater di atas panggung disebut sebagai pentas drama. Hal ini menandakan digunakannya naskah lakon yang biasa disebut sebagai karya sastra drama dalam pertujukan teater. Di Indonesia, pada tahun 1920-an, belum muncul istilah teater. Yang ada adalah sandiwara atau tonil (dari bahasa Belanda: Het Toneel). Rombongan teater pada masa itu menggunakan nama Sandiwara, sedangkan cerita yang disajikan dinamakan drama. Sampai pada Zaman Jepang dan permulaan Zaman Kemerdekaan, istilah sandiwara masih sangat populer. Istilah teater bagi masyarakat Indonesia baru dikenal setelah Zaman Kemerdekaan (Kasim Achmad, 2006). Istilah Sandiwara konon dikemukakan oleh Sri Paduka Mangkunegoro VII dari Surakarta. Kata sandiwara berasal dari bahasa Jawa “sandi” berarti “rahasia”, dan “wara” atau “warah” yang berarti, “pengajaran”. Menurut Ki Hajar Dewantara “sandiwara” berarti “pengajaran yang dilakukan dengan perlambang” (Harymawan, 1993).

  1. Asal Mula Teater

Waktu dan tempat pertunjukan teater yang pertama kali dimulai tidak diketahui. Adapun yang dapat diketahui hanyalah teori tentang asal mulanya. Di antaranya teori tentang asal mula teater adalah sebagai berikut.

  1. Berasal dari upacara agama primitif. Unsur cerita ditambahkan pada upacara semacam itu yang akhirnya berkembang menjadi pertunjukan teater. Meskipun upacara agama telah lama ditinggalkan, tapi teater ini hidup terus hingga sekarang.
  2. Berasal dari nyanyian untuk menghormati seorang pahlawan di kuburannya. Dalam acara ini seseorang mengisahkan riwayat hidup sang pahlawan yang lama kelamaan diperagakan dalam bentuk teater.
  3. Berasal dari kegemaran manusia mendengarkan cerita. Cerita itu kemudian juga dibuat dalam bentuk teater (kisah perburuan, kepahlawanan, perang, dan lain sebagainya).

Rendra dalam Seni Drama Untuk Remaja (1993), menyebutkan bahwa naskah teater tertua di dunia yang pernah ditemukan ditulis seorang pendeta Mesir, I Kher-nefert, di zaman peradaban Mesir Kuno kira-kira 2000 tahun sebelum tarikh Masehi. Pada zaman itu peradaban Mesir Kuno sudah maju. Mereka sudah bisa membuat piramida, sudah mengerti irigasi, sudah bisa membuat kalender, sudah mengenal ilmu bedah, dan juga sudah mengenal tulis menulis.

I Kher-nefert menulis naskah tersebut untuk sebuah pertunjukan teater ritual di kota Abydos, sehingga terkenal sebagai Naskah Abydos yang menceritakan pertarungan antara dewa buruk dan dewa baik. Jalan cerita naskah Abydos juga diketemukan tergambar dalam relief kuburan yang lebih tua. Para ahli bisa memperkirakan bahwa jalan cerita itu sudah ada dan dimainkan orang sejak tahun 5000 SM. Meskipun baru muncul sebagai naskah tertulis di tahun 2000 SM. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui juga bahwa   pertunjukan teater Abydos terdapat unsur-unsur teater yang meliputi pemain, jalan cerita, naskah dialog, topeng, tata busana, musik, nyanyian, tarian, selain itu juga properti pemain seperti tombak, kapak, tameng, dan sejenisnya.

  1. Teater Modern
  2. Teater Transisi

Teater transisi adalah penamaan atas kelompok teater pada periode saat teater tradisional mulai mengalami perubahan karena pengaruh budaya lain. Kelompok teater yang masih tergolong kelompok teater tradisional dengan model garapan memasukkan unsur-unsur teknik teater Barat, dinamakan teater bangsawan. Perubahan tersebut terletak pada cerita yang sudah mulai ditulis, meskipun masih dalam wujud cerita ringkas atau outline story (garis besar cerita per adegan). Cara penyajian cerita dengan menggunakan panggung dan dekorasi. Mulai memperhitungkan teknik yang mendukung pertunjukan.

Pada periode transisi inilah teater tradisional berkenalan dengan teater non-tradisi. Selain pengaruh dari teater bangsawan, teater tradisional berkenalan juga dengan teater Barat yang dipentaskan oleh orang-orang Belanda di Indonesia sekitar tahun 1805 yang kemudian berkembang hingga di Betawi (Batavia) dan mengawali berdirinya gedung Schouwburg pada tahun 1821 (Sekarang Gedung Kesenian Jakarta).

Perkenalan masyarakat Indonesia pada teater non-tradisi dimulai sejak Agust Mahieu mendirikan Komedie Stamboel di Surabaya pada tahun 1891, yang pementasannya secara teknik telah banyak mengikuti budaya dan teater Barat (Eropa), yang pada saat itu masih belum menggunakan naskah drama/lakon. Dilihat dari segi sastra, mulai mengenal sastra lakon dengan diperkenalkannya lakon yang pertama yang ditulis oleh orang Belanda F.Wiggers yang berjudul Lelakon Raden Beij Soerio Retno, pada tahun 1901. Kemudian disusul oleh Lauw Giok Lan lewat Karina Adinda, Lelakon Komedia Hindia Timoer (1913), dan lain-lainnya, yang menggunakan bahasa Melayu Rendah.

Setelah Komedie Stamboel didirikan muncul kelompok sandiwara seperti Sandiwara Dardanella (The Malay Opera Dardanella) yang didirikan Willy Klimanoff alias A. Pedro pada tanggal 21 Juni 1926. Kemudian lahirlah kelompok sandiwara lain, seperti Opera Stambul, Komidi Bangsawan, Indra Bangsawan, Sandiwara Orion, Opera Abdoel Moeloek, Sandiwara Tjahaja Timoer, dan lain sebagainya. Pada masa teater transisi belum muncul istilah teater. Yang ada adalah sandiwara. Karenanya rombongan teater pada masa itu menggunakan nama sandiwara, sedangkan cerita yang disajikan dinamakan drama. Sampai pada Zaman Jepang dan permulaan Zaman Kemerdekaan, istilah sandiwara masih sangat populer. Istilah teater bagi masyarakat Indonesia baru dikenal setelah Zaman Kemerdekaan.

  1. Teater Indonesia tahun 1920-an

Teater pada masa kesusasteraaan angkatan Pujangga Baru kurang berarti jika dilihat dari konteks sejarah teater modern Indonesia tetapi cukup penting dilihat dari sudut kesusastraan. Naskah-naskah drama tersebut belum mencapai bentuk sebagai drama karena masih menekankan unsur sastra dan sulit untuk dipentaskan. Drama-drama Pujangga Baru ditulis sebagai ungkapan ketertekanan kaum intelektual dimasa itu karena penindasan pemerintahan Belanda yang amat keras terhadap kaum pergerakan sekitar tahun 1930-an. Bentuk sastra drama yang pertamakali menggunakan bahasa Indonesia dan disusun dengan model dialog antar tokoh dan berbentuk sajak adalah Bebasari (artinya kebebasan yang sesungguhnya atau inti kebebasan) karya Rustam Efendi (1926). Lakon Bebasari merupakan sastra drama yang menjadi pelopor semangat kebangsaan. Lakon ini menceritakan perjuangan tokoh utama Bujangga, yang membebaskan puteri Bebasari dari niat jahat Rahwana. Penulis lakon lainnya, yaitu Sanusi Pane menulis Kertajaya (1932) dan Sandyakalaning Majapahit (1933) Muhammad Yamin menulis Ken Arok dan Ken Dedes (1934). Armiijn Pane mengolah roman Swasta Setahun di Bedahulu karangan I Gusti Nyoman Panji Tisna menjadi naskah drama. Nur Sutan Iskandar menyadur karangan Molliere, dengan judul Si Bachil. Imam Supardi menulis drama dengan judul Keris Mpu Gandring. Dr. Satiman Wirjosandjojo menulis drama berjudul Nyai Blorong. Mr. Singgih menulis drama berjudul Hantu. Lakon-lakon ini ditulis berdasarkan tema kebangsaan, persoalan, dan harapan serta misi mewujudkan Indonesia sebagai negara merdeka. Penulis-penulis ini adalah cendekiawan Indonesia, menulis dengan menggunakan bahasa Indonesia dan berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Bahkan Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno, pada tahun 1927 menulis dan menyutradarai teater di Bengkulu (saat di pengasingan). Beberapa lakon yang ditulisnya antara lain, Rainbow, Krukut Bikutbi, dan Dr. Setan.

  1. Teater Indonesia tahun 1940-an

            Semua unsur kesenian dan kebudayaan pada kurun waktu penjajahan Jepang dikonsentrasikan untuk mendukung pemerintahan totaliter Jepang. Segala daya kreasi seni secara sistematis di arahkan untuk menyukseskan pemerintahan totaliter Jepang. Namun demikian, dalam situasi yang sulit dan gawat serupa itu, dua orang tokoh, yaitu Anjar Asmara dan Kamajaya masih sempat berpikir bahwa perlu didirikan Pusat Kesenian Indonesia yang bertujuan menciptakan pembaharuan kesenian yang selaras dengan perkembangan zaman sebagai upaya untuk melahirkan kreasi – kreasi baru dalam wujud kesenian nasional Indonesia. Maka pada tanggal 6 oktober 1942, di rumah Bung Karno dibentuklah Badan Pusat Kesenian Indonesia dengan pengurus sebagai berikut, Sanusi Pane (Ketua), Mr. Sumanang (Sekretaris), dan sebagai anggota antara lain, Armijn Pane, Sutan Takdir Alisjabana, dan Kama Jaya. Badan Pusat Kesenian Indonesia bermaksud menciptakan kesenian Indonesia baru, di antaranya dengan jalan memperbaiki dan menyesuaikan kesenian daerah menuju kesenian Indonesia baru. Langkah-langkah yang telah diambil oleh Badan Pusat Kesenian Indonesia untuk mewujudkan cita-cita kemajuan kesenian Indonesia, ternyata mengalami hambatan yang datangnya dari barisan propaganda Jepang, yaitu Sendenbu yang membentuk badan perfilman dengan nama Djawa Eiga Kosy’, yang dipimpin oleh orang Jepang S. Oya. Intensitas kerja Djawa Eiga Kosya yang ingin menghambat langkah Badan Pusat Kesenian Indonesia nampak ketika mereka membuka sekolah tonil dan drama Putra Asia, Ratu Asia, Pendekar Asia, yang kesemuanya merupakan corong propaganda Jepang.

Dalam masa pendudukan Jepang kelompok rombongan sandiwara yang mula-mula berkembang adalah rombongan sandiwara profesional. Dalam kurun waktu ini semua bentuk seni hiburan yang berbau Belanda lenyap karena pemerintah penjajahan Jepang anti budaya Barat. Rombongan sandiwara keliling komersial, seperti misalnya Bintang Surabaya, Dewi Mada, Mis Ribut, Mis Tjitjih, Tjahaya Asia, Warna Sari, Mata Hari, Pancawarna, dan lain-lain kembali berkembang dengan mementaskan cerita dalam bahasa Indonesia, Jawa, maupun Sunda. Rombongan sandiwara Bintang Surabaya tampil dengan aktor dan aktris kenamaan, antara lain Astaman, Tan Ceng Bok (Si Item), Ali Yugo, Fifi Young, Dahlia, dan sebagainya. Pengarang Nyoo Cheong Seng, yang dikenal dengan nama samarannya Mon Siour D’amour ini dalam rombongan sandiwara Bintang Surabaya menulis lakon antara lain, Kris Bali, Bengawan Solo, Air Mata Ibu (sudah difilmkan), Sija, R.A Murdiati, dan Merah Delima. Rombongan Sandiwara Bintang Surabaya menyuguhkan pementasan-pementasan dramanya dengan cara lama seperti pada masa Dardanella, Komedi Bangsawan, dan Bolero, yaitu di antara satu dan lain babak diselingi oleh tarian-tarian, nyanyian, dan lawak. Secara istimewa selingannya kemudian ditambah dengan mode show, dengan peragawati gadis-gadis Indo Belanda yang cantik-cantik .

Menyusul kemudian muncul rombongan sandiwara Dewi Mada, dengan bintang-bintang eks Bolero, yaitu Dewi Mada dengan suaminya Ferry Kok, yang sekaligus sebagai pemimpinnya. Rombongan sandiwara Dewi Mada lebih mengutamakan tari-tarian dalam pementasan teater mereka karena Dewi Mada adalah penari terkenal sejak masa rombongan sandiwara Bolero. Cerita yang dipentaskan antara lain, Ida Ayu, Ni Parini, dan Rencong Aceh.

Hingga tahun 1943 rombongan sandiwara hanya dikelola pengusaha Cina atau dibiayai Sendenbu karena bisnis pertunjukan itu masih asing bagi para pengusaha Indonesia. Baru kemudian Muchsin sebagai pengusaha besar tertarik dan membiayai rombongan sandiwara Warna Sari. Keistimewaan rombongan sandiwara Warna Sari adalah penampilan musiknya yang mewah yang dipimpin oleh Garsia, seorang keturunan Filipina, yang terkenal sebagi Raja Drum. Garsia menempatkan deretan drumnya yang berbagai ukuran itu memenuhi lebih dari separuh panggung. Ia menabuh drum-drum tersebut sambil meloncat ke kanan – ke kiri sehingga menarik minat penonton. cerita-cerita yang dipentaskan antara lain, Panggilan Tanah Air, Bulan Punama, Kusumahadi, Kembang Kaca, Dewi Rani, dan lain sebagainya.

Rombongan sandiwara terkenal lainnya adalah rombongan sandiwara Sunda Mis Tjitjih, yaitu rombongan sandiwara yang digemari rakyat jelata. Dalam perjalanannya, rombongan sandiwara ini terpaksa berlindung di bawah barisan propaganda Jepang dan berganti nama menjadi rombongan sandiwara Tjahaya Asia yang mementaskan cerita-cerita baru untuk kepentingan propaganda Jepang.

Anjar Asmara, Ratna Asmara, dan Kama Jaya pada tanggal 6 April 1943, mendirikan rombongan sandiwara angkatan muda Matahari. Hanya kalangan terpelajar yang menyukai pertunjukan Matahari yang menampilakan hiburan berupa tari-tarian pada awal pertunjukan baru kemudian dihidangkan lakon sandiwara dari awal hingga akhir. Bentuk penyajian semacam ini di anggap kaku oleh penonton umum yang lebih suka unsur hiburan disajikan sebagai selingan babak satu dengan babak lain sehingga akhirnya dengan terpaksa rombongan sandiwara tersebut mengikuti selera penonton. Lakon-lakon yang ditulis Anjar Asmara antara lain, Musim Bunga di Slabintana, Nusa Penida, Pancaroba, Si Bongkok, Guna-guna, dan Jauh di Mata. Kama Jaya menulis lakon antara lain, Solo di Waktu Malam, Kupu-kupu, Sang Pek Engtay, Potong Padi. Dari semua lakon tersebut ada yang sudah di filmkan yaitu, Solo di Waktu Malam dan Nusa Penida.

Pertumbuhan sandiwara profesional tidak luput dari perhatian Sendenbu. Jepang menugaskan Dr. Huyung (Hei Natsu Eitaroo), ahli seni drama atas nama Sendenbu memprakarsai berdirinya POSD (Perserikatan Oesaha Sandiwara Djawa) yang beranggotakan semua rombongan sandiwara profesional. Sendenbu menyiapkan naskah lakon yang harus dimainkan oleh setiap rombongan sandiwara karangan penulis lakon Indonesia dan Jepang, Kotot Sukardi menulis lakon, Amat Heiho, Pecah Sebagai Ratna, Bende Mataram, Benteng Ngawi. Hei Natsu Eitaroo menulis Hantu, lakon Nora karya Henrik Ibsen diterjemahkan dan judulnya diganti dengan Jinak-jinak Merpati oleh Armijn Pane. Lakon Ibu Prajurit ditulis oleh Natsusaki Tani. Oleh karena ada sensor Sendenbu maka lakon harus ditulis lengkap berikut dialognya. Para pemain tidak boleh menambah atau melebih-lebihkan dari apa yang sudah ditulis dalam naskah. Sensor Sendenbu malah menjadi titik awal dikenalkannya naskah dalam setiap pementasan sandiwara.

Menjelang akhir pendudukan Jepang muncul rombongan sandiwara yang melahirkan karya ssatra yang berarti, yaitu Penggemar Maya (1944) pimpinan Usmar Ismail, dan D. Djajakusuma dengan dukungan Suryo Sumanto, Rosihan Anwar, dan Abu Hanifah dengan para anggota cendekiawan muda, nasionalis dan para profesional (dokter, apoteker, dan lain-lain). Kelompok ini berprinsip menegakkan nasionalisme, humanisme dan agama. Pada saat inilah pengembangan ke arah pencapaian teater nasional dilakukan. Teater tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga untuk ekspresi kebudayaan berdasarkan kesadaran nasional dengan cita-cita menuju humanisme dan religiositas dan memandang teater sebagai seni serius dan ilmu pengetahuan. Bahwa teori teater perlu dipelajari secara serius. Kelak, Penggemar Maya menjadi pemicu berdirinya Akademi Teater Nasional Indonesia di Jakarta.

  1. Teater Indonesia Tahun 1950-an

Setelah perang kemerdekaan, peluang terbuka bagi seniman untuk merenungkan perjuangan dalam perang kemerdekaan, juga sebaliknya, mereka merenungkan peristiwa perang kemerdekaan, kekecewaan, penderitaan, keberanian dan nilai kemanusiaan, pengkhianatan, kemunafikan, kepahlawanan dan tindakan pengecut, keiklasan sendiri dan pengorbanan, dan lain-lain. Peristiwa perang secara khas dilukiskan dalam lakon Fajar Sidik (Emil Sanossa, 1955), Kapten Syaf (Aoh Kartahadimaja, 1951), Pertahanan Akhir (Sitor Situmorang, 1954), Titik-titik Hitam (Nasyah Jamin, 1956) Sekelumit Nyanyian Sunda (Nasyah Jamin, 1959). Sementara ada lakon yang bercerita tentang kekecewaan paska perang, seperti korupsi, oportunisme politis, erosi ideologi, kemiskinan, Islam dan Komunisme, melalaikan penderitaan korban perang, dan lain-lain. Tema itu terungkap dalam lakon-lakon seperti Awal dan Mira (1952), Sayang Ada Orang Lain (1953) karya Utuy Tatang Sontani, bahkan lakon adaptasi, Pakaian dan Kepalsuan oleh Akhdiat Kartamiharja (1956) berdasarkan The Man In Grey Suit karya Averchenko dan Hanya Satu Kali (1956), berdasarkan Justice karya John Galsworthy. Utuy Tatang Sontani dipandang sebagai tonggak penting menandai awal dari maraknya drama realis di Indonesia dengan lakon-lakonnya yang sering menyiratkan dengan kuat alienasi sebagai ciri kehidupan moderen. Lakon   Awal dan Mira (1952) tidak hanya terkenal di Indonesia, melainkan sampai ke Malaysia.

Realisme konvensional dan naturalisme tampaknya menjadi pilihan generasi yang terbiasa dengan teater barat dan dipengaruhi oleh idiom Hendrik Ibsen dan Anton Chekhov. Kedua seniman teater Barat dengan idiom realisme konvensional ini menjadi tonggak didirikannya Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) pada tahun 1955 oleh Usmar Ismail dan Asrul Sani. ATNI menggalakkan dan memapankan realisme dengan mementaskan lakon-lakon terjemahan dari Barat, seperti karya-karya Moliere, Gogol, dan Chekov. Sedangkan metode pementasan dan pemeranan yang dikembangkan oleh ATNI adalah Stanislavskian. Menurut Brandon (1997), ATNI inilah akademi teater modern yang pertama di Asia Tenggara. Alumni Akademi Teater Nasional yang menjadi aktor dan sutradara antara lain, Teguh Karya, Wahyu Sihombing, Tatiek Malyati, Pramana Padmadarmaya, Galib Husein, dan Kasim Achmad. Di Yogyakarta tahun 1955 Harymawan dan Sri Murtono mendirikan Akademi Seni Drama dan Film Indonesia (ASDRAFI). Himpunan Seni Budaya Surakarta (HBS) didirikan di Surakarta.

  1. Teater Indonesia Tahun 1970-an

Jim lim mendirikan Studiklub Teater Bandung dan mulai mengadakan eksperimen dengan menggabungkan unsur-unsur teater etnis seperti gamelan, tari topeng Cirebon, longser, dan dagelan dengan teater Barat. Pada akhir 1950-an JIm Lim mulai dikenal oleh para aktor terbaik dan para sutradara realisme konvensional. Karya penyutradaraanya, yaitu Awal dan Mira (Utuy T. Sontani) dan Paman Vanya (Anton Chekhov). Bermain dengan akting realistis dalam lakon The Glass Menagerie (Tennesse William, 1962), The Bespoke Overcoat (Wolf mankowitz ). Pada tahun 1960, Jim Lim menyutradari Bung Besar, (Misbach Yusa Biran) dengan gaya longser, teater rakyat Sunda.

Tahun 1962 Jim Lim menggabungkan unsur wayang kulit dan musik dalam karya penyutradaraannya yang berjudul Pangeran Geusan Ulun (Saini KM., 1961). Mengadaptasi lakon Hamlet dan diubah judulnya menjadi Jaka Tumbal (1963/1964). Menyutradarai dengan gaya realistis tetapi isinya absurditas pada lakon Caligula (Albert Camus, 1945), Badak-badak (Ionesco, 1960), dan Biduanita Botak (Ionesco, 1950). Pada tahun 1967 Jim Lim belajar teater dan menetap di Paris. Suyatna Anirun, salah satu aktor dan juga teman Jim Lim, melanjutkan apa yang sudah dilakukan Jim Lim yaitu mencampurkan unsur-unsur teater Barat dengan teater etnis.

Peristiwa penting dalam usaha membebaskan teater dari batasan realisme konvensional terjadi pada tahun 1967, Ketika Rendra kembali ke Indonesia. Rendra mendirikan Bengkel Teater Yogya yang kemudian menciptakan pertunjukan pendek improvisatoris yang tidak berdasarkan naskah jadi (wellmade play) seperti dalam drama-drama realisme. Akan tetapi, pertunjukan bermula dari improvisasi dan eksplorasi bahasa tubuh dan bebunyian mulut tertentu atas suatu tema yang diistilahkan dengan teater mini kata (menggunakan kata seminimal mungkin). Pertunjukannya misalnya, Bib Bop dan Rambate Rate Rata (1967,1968).

Didirikannya pusat kesenian Taman Ismail Marzuki oleh Ali Sadikin, gubernur DKI jakarta tahun1970, menjadi pemicu meningkatnya aktivitas, dan kreativitas berteater tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di kota besar seperti Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Padang, Palembang, Ujung Pandang, dan lain-lain. Taman Ismail Marzuki menerbitkan 67 (enam puluh tujuh) judul lakon yang ditulis oleh 17 (tujuh belas) pengarang sandiwara, menyelenggarakan festival pertunjukan secara teratur, juga lokakarya dan diskusi teater secara umum atau khusus. Tidak hanya Stanislavsky tetapi nama-nama seperti Brecht, Artaud dan Grotowsky juga diperbincangkan.

Di Surabaya muncul bentuk pertunjukan teater yang mengacu teater epik (Brecht) dengan idiom teater rakyat (kentrung dan ludruk) melalui Basuki Rahmat, Akhudiat, Luthfi Rahman, Hasyim Amir (Bengkel Muda Surabaya, Teater Lektur, Teater Mlarat Malang). Di Yogyakarta Azwar AN mendirikan teater Alam. Mohammad Diponegoro dan Syubah Asa mendirikan Teater Muslim. Di Padang ada Wisran Hadi dengan teater Padang. Di Makasar, Rahman Arge dan Aspar Patturusi mendirikan Teater Makasar. Lalu Teater Nasional Medan didirikan oleh Djohan A Nasution dan Burhan Piliang.

Tokoh-tokoh teater yang muncul tahun 1970-an lainnya adalah, Teguh Karya (Teater Populer), D. Djajakusuma, Wahyu Sihombing, Pramana Padmodarmaya (Teater Lembaga), Ikranegara (Teater Saja), Danarto (Teater Tanpa Penonton), Adi Kurdi (Teater Hitam Putih). Arifin C. Noor (Teater Kecil) dengan gaya pementasan yang kaya irama dari blocking, musik, vokal, tata cahaya, kostum dan verbalisme naskah. Putu Wijaya (teater Mandiri) dengan ciri penampilan menggunakan kostum yang meriah dan vokal keras. Menampilkan manusia sebagai gerombolan dan aksi. Fokus tidak terletak pada aktor tetapi gerombolan yang menciptakan situasi dan aksi sehingga lebih dikenal sebagai teater teror. N. Riantiarno (Teater Koma) dengan ciri pertunjukan yang mengutamakan tata artistik glamor.

  1. Teater Indonesia Tahun 1980 – 1990-an

Tahun 1980-1990-an situasi politik Indonesia kian seragam melalui pembentukan lembaga-lembaga tunggal di tingkat nasional. Ditiadakannya kehidupan politik kampus sebagai akibat peristiwa Malari 1974. Dewan-dewan Mahasiswa ditiadakan. Dalam latar situasi seperti itu lahir beberapa kelompok teater yang sebagian merupakan produk festival teater. Di Jakarta dikenal dengan Festival Teater Jakarta (sebelumnya disebut Festival Teater Remaja). Beberapa jenis festival di Yogyakarta, di antaranya Festival Seni Pertunjukan Rakyat yang diselenggarakan Departemen Penerangan Republik Indonesia (1983). Di Surabaya ada Festival Drama Lima Kota yang digagas oleh Luthfi Rahman, Kholiq Dimyati dan Mukid F.

Pada saat itu lahirlah kelompok-kelompok teater baru di berbagai kota di Indonesia. Di Yogyakarta muncul Teater Dynasti, Teater Jeprik, Teater Tikar, Teater Shima, dan Teater Gandrik. Teater Gandrik menonjol dengan warna teater yang mengacu kepada roh teater tradisional kerakyatan dan menyusun berita-berita yang aktual di masyarakat menjadi bangunan cerita. Lakon yang dipentaskan antra lain, Pasar Seret, Meh, Kontrang- kantring, Dhemit, Upeti, Sinden, dan Orde Tabung.

Di Solo (Surakarta) muncul Teater Gapit yang menggunakan bahasa Jawa dan latar cerita yang meniru lingkungan kehidupan rakyat pinggiran. Salah satu lakonnya berjudul Tuk. Di samping Gapit, di Solo ada juga Teater Gidag-gidig. Di Bandung muncul Teater Bel, Teater Re-publik, dan Teater Payung Hitam. Di Tegal lahir teater RSPD. Festival Drama Lima Kota Surabaya memunculkan Teater Pavita, Teater Ragil, Teater Api, Teater Rajawali, Teater Institut, Teater Tobong, Teater Nol, Sanggar Suroboyo. Di Semarang muncul Teater Lingkar. Di Medan muncul Teater Que dan di Palembang muncul Teater Potlot.

Dari Festival Teater Jakarta muncul kelompok teater seperti, Teater Sae yang berbeda sikap dalam menghadapi naskah yaitu posisinya sejajar dengan cara-cara pencapaian idiom akting melalui eksplorasi latihan. Ada pula Teater Luka, Teater Kubur, Teater Bandar Jakarta, Teater Kanvas, Teater Tetas selain teater Studio Oncor, dan Teater Kami yang lahir di luar produk festival (Afrizal Malna,1999).

Aktivitas teater terjadi juga di kampus-kampus perguruan tinggi. Salah satu teater kampus yang menonjol adalah teater Gadjah Mada dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Jurusan teater dibuka di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada tahun 1985. ISI menjadi satu-satunya perguruan tinggi seni yang memiliki program Strata 1 untuk bidang seni teater pada saat itu. Aktivitas teater kampus mampu menghidupkan dan membuka kemungkinan baru gagasan-gagasan artistik.

  1. TEATER TRADISIONAL

Kasim Achmad dalam bukunya Mengenal Teater Tradisional di Indonesia (2006) mengatakan, sejarah teater tradisional di Indonesia dimulai sejak sebelum Zaman Hindu. Pada zaman itu, ada tanda-tanda bahwa unsur-unsur teater tradisional banyak digunakan untuk mendukung upacara ritual. Teater tradisional merupakan bagian dari suatu upacara keagamaan ataupun upacara adat-istiadat dalam tata cara kehidupan masyarakat kita. Pada saat itu, yang disebut “teater”, sebenarnya baru merupakan unsur-unsur teater, dan belum merupakan suatu bentuk kesatuan teater yang utuh. Setelah melepaskan diri dari kaitan upacara, unsur-unsur teater tersebut membentuk suatu seni pertunjukan yang lahir dari spontanitas rakyat dalam masyarakat lingkungannya.

Proses terjadinya atau munculnya teater tradisional di Indonesia sangat bervariasi dari satu daerah dengan daerah lainnya. Hal ini disebabkan oleh unsur-unsur pembentuk teater tradisional itu berbeda-beda, tergantung kondisi dan sikap budaya masyarakat, sumber dan tata-cara di mana teater tradisional lahir. Berikut ini disajikan beberapa bentuk teater tradisional yang ada di daerah-daerah di Indonesia.

  1. Wayang

Wayang merupakan suatu bentuk teater tradisional yang sangat tua, dan dapat ditelusuri bagaimana asal muasalnya. Dalam menelusuri sejak kapan ada pertunjukan wayang di Jawa, dapat kita temukan berbagai prasasti pada Zaman Raja Jawa, antara lain pada masa Raja Balitung. Pada masa pemerintahan Raja Balitung, telah ada petunjuk adanya pertunjukan Wayang seperti yang terdapat pada Prasasti Balitung dengan tahun 907 Masehi. Prasasti tersebut mewartakan bahwa pada saat itu telah dikenal adanya pertunjukan wayang.

Petunjuk semacam itu juga ditemukan dalam sebuah kakawin Arjunawiwaha karya Mpu Kanwa, pada Zaman Raja Airlangga dalam abad ke-11. Oleh karenanya pertunjukan wayang dianggap kesenian tradisi yang sangat tua. Sedangkan bentuk wayang pada zaman itu belum jelas tergambar model pementasannya.

Awal mula adanya wayang, yaitu saat Prabu Jayabaya bertakhta di Mamonang pada tahun 930. Sang Prabu ingin mengabadikan wajah para leluhurnya dalam bentuk gambar yang kemudian dinamakan Wayang Purwa. Dalam gambaran itu diinginkan wajah para dewa dan manusia Zaman Purba. Pada mulanya hanya digambar di dalam rontal (daun tal). Orang sering menyebutnya daun lontar. Kemudian berkembang menjadi wayang kulit sebagaimana dikenal sekarang.

B. Wayang Wong (wayang orang)

Wayang Wong dalam bahasa Indonesia artinya wayang orang, yaitu pertunjukan wayang kulit, tetapi dimainkan oleh orang. Wayang wong adalah bentuk teater tradisional Jawa yang berasal dari Wayang Kulit yang dipertunjukan dalam bentuk berbeda: dimainkan oleh orang, lengkap dengan menari dan menyanyi, seperti pada umumnya teater tradisional dan tidak memakai topeng. Pertunjukan wayang orang terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sedangkan di Jawa Barat ada juga pertunjukan wayang orang (terutama di Cirebon) tetapi tidak begitu populer. Lahirnya Wayang Orang, dapat diduga dari keinginan para seniman untuk keperluan pengembangan wujud bentuk Wayang Kulit yang dapat dimainkan oleh orang. Wayang yang dipertunjukan dengan orang sebagai wujud dari wayang kulit -hingga tidak muncul dalang yang memainkan, tetapi dapat dilakukan oleh para pemainnya sendiri. Sedangkan wujud pergelarannya berbentuk drama, tari dan musik.

Wayang orang dapat dikatakan masuk kelompok seni teater tradisional, karena tokoh-tokoh dalam cerita dimainkan oleh para pelaku (pemain). Sang Dalang bertindak sebagai pengatur laku dan tidak muncul dalam pertunjukan. Di Madura, terdapat pertunjukan wayang orang yang agak berbeda, karena masih menggunakan topeng dan menggunakan dalang seperti pada wayang kulit. Sang dalang masih terlihat meskipun tidak seperti dalam pertunjukan wayang kulit. Sang Dalang ditempatkan dibalik layar penyekat dengan diberi lubang untuk mengikuti gerak pemain di depan layar penyekat. Sang Dalang masih mendalang dalam pengertian semua ucapan pemain dilakukan oleh Sang Dalang karena para pemain memakai topeng. Para pemain di sini hanya menggerak-gerakan badan atau tangan untuk mengimbangi ucapan yang dilakukan oleh Sang Dalang. Para pemain harus pandai menari. Pertunjukan ini di Madura dinamakan topeng dalang. Semua pemain topeng dalang memakai topeng dan para pemain tidak mengucapkan dialog.

C. Makyong

Makyong merupakan suatu jenis teater tradisional yang bersifat kerakyatan. Makyong yang paling tua terdapat di pulau Mantang, salah satu pulau di daerah Riau. Pada mulanya kesenian Makyong berupa tarian joget atau ronggeng. Dalam perkembangannya kemudian dimainkan dengan cerita-cerita rakyat, legenda dan juga cerita-cerita kerajaan. Makyong juga digemari oleh para bangsawan dan sultan-sultan, hingga sering dipentaskan di istana-istana.

Bentuk teater rakyat makyong tak ubahnya sebagai teater rakyat umumnya, dipertunjukkan dengan menggunakan media ungkap tarian, nyanyian, laku, dan dialog dengan membawa cerita-cerita rakyat yang sangat populer di daerahnya. Cerita-cerita rakyat tersebut bersumber pada sastra lisan Melayu. Daerah Riau merupakan sumber dari bahasa Melayu Lama. Ada dugaan bahwa sumber dan akar Makyong berasal dari daerah Riau, kemudian berkembang dengan baik di daerah lain.

Pementasan makyong selalu diawali dengan bunyi tabuhan yang dipukul bertalu-talu sebagai tanda bahwa ada pertunjukan makyong dan akan segera dimulai. Setelah penonton berkumpul, kemudian seorang pawang (sesepuh dalam kelompok makyong) tampil ke tempat pertunjukan melakukan persyaratan sebelum pertunjukan dimulai yang dinamakan upacara buang bahasa atau upacara membuka tanah dan berdoa untuk memohon agar pertunjukan dapat berjalan lancar.

  1. Randai

Randai merupakan suatu bentuk teater tradisional yang bersifat kerakyatan yang terdapat di daerah Minangkabau, Sumatera Barat. Sampai saat ini, randai masih hidup dan bahkan berkembang serta masih digemari oleh masyarakatnya, terutama di daerah pedesaan atau di kampung-kampung. Teater tradisional di Minangkabau bertolak dari sastra lisan. begitu juga Randai bertolak dari sastra lisan yang disebut “kaba” (dapat diartikan sebagai cerita). Bakaba artinya bercerita.

Ada dua unsur pokok yang menjadi dasar Randai, yaitu.

  1. Pertama, unsur penceritaan. Cerita yang disajikan adalah kaba, dan disampaikan lewat gurindam, dendang dan lagu. Sering diiringi oleh alat musik tradisional Minang, yaitu salung, rebab, bansi, rebana atau yang lainnya, dan juga lewat dialog.
  2. Kedua, unsur laku dan gerak, atau tari, yang dibawakan melalui galombang. Gerak tari yang digunakan bertolak dari gerak-gerak silat tradisi Minangkabau, dengan berbagai variasinya dalam kaitannya dengan gaya silat di masing-masing daerah.
  1. Mamanda

Daerah Kalimantan Selatan mempunyai cukup banyak jenis kesenian antara lain yang paling populer adalah Mamanda, yang merupakan teater tradisional yang bersifat kerakyatan, yang orang sering menyebutnya sebagai teater rakyat. Pada tahun 1897 datang ke Banjarmasin suatu rombongan Abdoel Moeloek dari Malaka yang lebih dikenal dengan Komidi Indra Bangsawan. Pengaruh Komidi Bangsawan ini sangat besar terhadap perkembangan teater tradisional di Kalimantan Selatan. Sebelum Mamanda lahir, telah ada suatu bentuk teater rakyat yang dinamakan Bada Moeloek, atau dari kata Ba Abdoel Moeloek. Nama teater tersebut berasal dari judul cerita yaitu Abdoel Moeloek karangan Saleha.

  1. Lenong

Lenong merupakan teater rakyat Betawi. Apa yang disebut teater tradisional yang ada pada saat ini, sudah sangat berbeda dan jauh berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat lingkungannya, dibandingkan dengan lenong di zaman dahulu. Kata daerah Betawi, dan bukan Jakarta, menunjukan bahwa yang dibicarakan adalah teater masa lampau. Pada saat itu, di Jakarta, yang masih bernama Betawi (orang Belanda menyebutnya: Batavia) terdapat empat jenis teater tradisional yang disebut topeng Betawi, lenong, topeng blantek, dan  jipeng atau jinong. Pada kenyataannya keempat teater rakyat tersebut banyak persamaannya. Perbedaan umumnya hanya pada cerita yang dihidangkan dan musik pengiringnya.

  1. Longser

Longser merupakan jenis teater tradisional yang bersifat kerakyatan dan terdapat di Jawa Barat, termasuk kelompok etnik Sunda. Ada beberapa jenis teater rakyat di daerah etnik Sunda serupa dengan longser, yaitu banjet. Ada lagi di daerah (terutama, di Banten), yang dinamakan ubrug.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa longser berasal dari kata melong (melihat) dan seredet (tergugah). Artinya barang siapa melihat (menonton) pertunjukan, hatinya akan tergugah. Pertunjukan longser sama dengan pertunjukan kesenian rakyat yang lain, yang bersifat hiburan sederhana, sesuai dengan sifat kerakyatan, gembira dan jenaka. Sebelum longser lahir, ada beberapa kesenian yang sejenis dengan Longser, yaitu lengger. Ada lagi yang serupa, dengan penekanan pada tari, disebut ogel atau doger.

  1. Ubrug

Ubrug merupakan teater tradisional bersifat kerakyatan yang terdapat di daerah Banten. Ubrug menggunakan bahasa daerah Sunda, campur Jawa dan Melayu, serupa dengan topeng banjet yang terdapat di daerah Karawang. Ubrug dapat dipentaskan di mana saja, seperti halnya teater rakyat lainnya. Dipentaskan bukan saja untuk hiburan, tetapi juga untuk memeriahkan suatu “hajatan”, atau meramaikan suatu “perayaan”. Untuk apa saja, yang dilakukan masyarakat, ubrug dapat diundang tampil.

Cerita-cerita yang dipentaskan terutama cerita rakyat, sesekali dongeng atau cerita sejarah Beberapa cerita yang sering dimainkan ialah Dalem Boncel, Jejaka Pecak, Si Pitung atau Si Jampang (pahlawan rakyat setempat, seperti juga di Betawi). Gaya penyajian cerita umumnya dilakukan seperti pada teater rakyat, menggunakan gaya humor (banyolan), dan sangat karikatural sehingga selalu mencuri perhatian para penonton.

  

  1. Ketoprak

Ketoprak merupakan teater rakyat yang paling populer, terutama di daerah Yogyakarta dan daerah Jawa Tengah. Namun di Jawa Timur pun dapat ditemukan ketoprak. Di daerah-daerah tersebut ketoprak merupakan kesenian rakyat yang menyatu dalam kehidupan mereka dan mengalahkan kesenian rakyat lainnya seperti srandul dan emprak.

Pada mulanya ketoprak merupakan permainan orang-orang desa yang sedang menghibur diri dengan menabuh lesung pada waktu bulan purnama, yang disebut gejogan. Dalam perkembangannya menjadi suatu bentuk teater rakyat yang lengkap. Ketoprak merupakan salah satu bentuk teater rakyat yang sangat memperhatikan bahasa yang digunakan. Bahasa sangat memperoleh perhatian, meskipun yang digunakan bahasa Jawa, namun harus diperhitungkan masalah unggah-ungguh bahasa. Dalam bahasa Jawa terdapat tingkat-tingkat bahasa yang digunakan, yaitu:

  1. Bahasa Jawa biasa (sehari-hari)
  2. Bahasa Jawa kromo (untuk yang lebih tinggi)
  3. Bahasa Jawa kromo inggil (yaitu untuk tingkat yang tertinggi)

Menggunakan bahasa dalam ketoprak, yang diperhatikan bukan saja penggunaan tingkat-tingkat bahasa, tetapi juga kehalusan bahasa. Karena itu muncul yang disebut bahasa ketoprak, bahasa Jawa dengan bahasa yang halus dan spesifik.

  1. Ludruk

Ludruk merupakan teater tradisional yang bersifat kerakyatan di daerah Jawa Timur, berasal dari daerah Jombang. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa dengan dialek Jawa Timuran. Dalam perkembangannya ludruk menyebar ke daerah-daerah sebelah barat seperti karesidenan Madiun, Kediri, dan sampai ke Jawa Tengah. Ciri-ciri bahasa dialek Jawa Timuran tetap terbawa meskipun semakin ke barat makin luntur menjadi bahasa Jawa setempat. Peralatan musik daerah yang digunakan, ialah kendang, cimplung, jidor dan gambang dan sering ditambah tergantung pada kemampuan grup yang memainkan ludruk tersebut. Dan lagu-lagu (gending) yang di­gunakan, yaitu Parianyar, Beskalan, Kaloagan, Jula-juli, Samirah, Junian.

Pemain ludruk semuanya adalah pria. Untuk peran wanitapun dimainkan oleh pria. Hal ini merupakan ciri khusus ludruk. Padahal sebenarnya hampir seluruh teater rakyat di berbagai tempat, pemainnya selalu pria (randai, dulmuluk, mamanda, ketoprak), karena pada zaman itu wanita tidak diperkenankan muncul di depan umum.

  1. Gambuh

Gambuh merupakan teater tradisional yang paling tua di Bali dan diperkirakan berasal dari abad ke-16. Bahasa yang dipergunakan adalah bahasa Bali kuno dan terasa sangat sukar dipahami oleh orang Bali sekarang. Tariannya pun terasa sangat sulit karena merupakan tarian klasik yang bermutu tinggi. Oleh karena itu tidaklah mengherankan kalau gambuh merupakan sumber dari tari-tarian Bali yang ada. Sejarah gambuh telah dikenal sejak abad ke-14 di Zaman Majapahit dan kemudian masuk ke Bali pada akhir Zaman Majapahit. Di Bali, gambuh dipelihara di istana raja-raja.

Kebanyakan lakon yang dimainkan gambuh diambil dari struktur cerita Panji yang diadopsi ke dalam budaya Bali. Cerita-cerita yang dimainkan di antaranya adalah Damarwulan, Ronggolawe, dan Tantri. Peran-peran utama menggunakan dialog berbahasa Kawi, sedangkan para punakawan berbahasa Bali. Sering pula para punakawan menerjemahkan bahasa Kawi ke dalam bahasa Bali biasa.

Suling dalam gambuh yang suaranya sangat rendah, dimainkan dengan teknik pengaturan nafas yang sangat sukar, mendapat tempat yang khusus dalam gamelan yang mengiringi gambuh, yang sering disebut gamelan “pegambuhan”. Gambuh mengandung kesamaan dengan “opera” pada teater Barat karena unsur musik dan menyanyi mendominasi pertunjukan. Oleh karena itu para penari harus dapat menyanyi. Pusat kendali gamelan dilakukan oleh juru tandak, yang duduk di tengah gamelan dan berfungsi sebagai penghubung antara penari dan musik. Selain dua atau empat suling, melodi pegambuhan dimainkan dengan rebab bersama seruling. Peran yang paling penting dalam gamelan adalah pemain kendang lanang atau disebut juga kendang pemimpin. Dia memberi aba-aba pada penari dan penabuh.

  1. Arja

Arja merupakan jenis teater tradisional yang bersifat kerakyatan, dan terdapat di Bali. Seperti bentuk teater tradisi Bali lainnya, arja merupakan bentuk teater yang penekanannya pada tari dan nyanyi. Semacam gending yang terdapat di daerah Jawa Barat (Sunda), dengan porsi yang lebih banyak diberikan pada bentuk nyanyian (tembang). Apabila ditelusuri, arja bersumber dari gambuh yang disederhanakan unsur-unsur tarinya, karena ditekankan pada tembangnya. Tembang (nyanyian) yang digunakan memakai bahasa Jawa Tengahan dan bahasa Bali halus yang disusun dalam tembang macapat.

  1. TEATER TRADISIONAL MADURA
  2. Wayang Kulit

Pasangan Brandts Buys-van Zijp (1928: 4-5) mencatat bahwa orang Madura jauh lebih menyukai pertunjukan topeng daripada pertunjukan wayang kulit. Hal itu sangat berbeda dari apa yang terjadi di Jawa Timur terutamanya. Demikian pula Pigeaud menulis (1938: 148): “Budaya Jawa kuno yang disertai ‘budaya pewayangan’ seperti yang dijumpai di Jawa Tengah tidak pernah berakar dalam di lingkungan budaya Sunda dan Madura”.

  1. Pengaruh Budaya

Wayang kulit mungkin dibawa ke Madura oleh kaum bangsawan. Banyak diantara para bangsawan Madura berkerabat dengan bangsawan Jawa Tengah, dan amat meminati segala jenis seni Jawa yang juga merupakan sumber prestise. Dengan demikian, sedikit demi sedikit berkembanglah suatu ragam pewayangan Madura, yang berada di antara ragam Jawa dan ragam Bali.

Dengan merosotnya keraton‑keraton Madura secara bertahap pada akhir abad ke‑19, nampaknya kesenian dari keraton ini tidak diambil alih oleh masyarakat perdesaan yang memang tidak memiliki tradisi pendukung. Itulah sebabnya, wayang kulit Madura kini hampir hilang sama sekali. Ada kemungkinan bahwa pada masa lalu wayang kulit hadir bersamaan dengan wayang topeng, seperti yang terjadi di Jawa.

Wayang kulit mungkin telah berkembang secara khusus di lingkungan keraton dan keluarga bangsawan, sedangkan wayang topeng dipertunjukkan baik di kalangan keraton maupun di lingkungan pedesaan, di dalam bentuk yang kadang-­kadang berbeda, suatu keadaan yang melindunginya dari kepunahan total.

  1. Pagelaran wayang kulit Madura

Pertunjukan wayang madura memiliki banyak ciri khas dan sangat berbeda dari jenis wayang kulit yang kini dipergelarkan di Jawa dan Bali. Dhalang duduk di atas sebuah lencak (tempat tidur rendah dari kayu dan bambu) yang ditempatkan di dalam sebuah ruang kecil tertutup di tiga sisi, kecuali di depan, dan dengan sebuah plafon dari terob. Segi keempat yang menghadap ke penonton ditutup bagian bawahnya dengan layar yang menyembunyikan sang dhalang. hanya bagian atasnya yang terbuka untuk permainan boneka wayang. Hiasan‑hiasan berupa layar, ukiran, dan tiang keemasan membingkai tempat panggung bersegi empat itu.

Boneka wayang, terbuat dari kulit berukir, langsung dimainkan tanpa layar dan bayangan, seperti memainkan boneka berbentuk patung. Sebuah bola lampu besar tergantung di plafon dan menerangi dhalang serta bonekanya. Seorang sinden duduk berdekatan dengan dhalang. Gamelan berada di luar, di sisi luar ruang dhalang, tepat di depan penonton.

Tata ruang semacam itu tidak memungkinkan dhalang untuk mernberi isyarat langsung kepada gamelannya, seperti yang lazim dilakukan pada pertunjukan wayang lain. Oleh karena itu, dhalang menggunakan larnpu beraneka warna (dua putih, satu hijau, satu kuning dan satu merah) yang ditempatkan di kaki kotaknya, di depan orkes, agar dapat mernberikan perintah mengenai tempo, kornposisi, dan sebagainya, dengan menggunakan isyarat yang telah ditentukan sebelumnya.

Sebagai perbandingan, tata letak wayang kulit Jawa dan Bali adalah sebagai berikut: orkes, seorang pesinden atau lebih, dan dhalang sernua berada di sisi yang sama dengan layar; penonton berada di kedua sisi, dapat di sisi dhalang atau di sisi wayang, tergantung pada kebiasaan setempat. Dengan demikian, dhalang dapat mernimpin dari dekat semua segi pertunjukan yang serba rumit itu. Perbedaan lain: yang memukul lernpengan‑lempengan logam kepprak, untuk mernberi tekanan pada adegan kekerasan atau percakapan seru, serta untuk mempercepat tempo, adalah seorang anak laki‑laki yang duduk dekat dhalangnya, sedangkan di Jawa dan Bali dhalanglah yang melakukannya.

Adapun wayang agaknya dibuat supaya dapat dilihat dan digerakkan tanpa bayangan karena ukirannya sederhana dan warnanya agak mencolok. Perangkat wayang relatif masih baru dan gayanya mirip wayang dari Bali. Kayon atau gunungannya terdiri dari tiga unit dan bukan satu seperti di dalam wayang kulit klasik. Cerita yang dimainkan berjudul Aji Pancasona dengan tokoh dari kisah Mahabharata dan dimainkan dengan bahasa Madura tidak mengikuti pola biasa dan tampak sebagai kreasi bebas dari dhalang

  1. Topeng Dhalang

Pertunjukan topeng sebagai genre kesenian mandiri, yaitu pertunjukan musikal dengan topeng clan tarian, disutradarai hanya oleh seorang pencerita, yakni dhalang. Oleh karena itu, pertunjukan topeng sering disebut topeng dhalang, untuk membedakannya dari pertunjukan topeng lain yang tidak menggunakan dhalang. Kadang‑kadang ada pelawak bertopeng setengah muka turut berbicara‑karena mulut mereka bebas‑tetapi sernua tokoh lain diwakili oleh suara dhalang, seperti di dalarn pertunjukan wayang kulit (itulah sebabnya pertunjukan topeng ini disebut juga wayang topeng).

  1. Panggung Pertunjukan

Dhalang duduk bersila di antara pemusik gamelan dan tidak terlihat oleh penonton karena disekat oleh kain yang dicat. Dialah yang menuntun penari topeng yang sedang berpentas di sebelah kain itu, di depan penonton. Para penari itu memberikan raga yang hidup, walaupun bertopeng, kepada suara dhalang yang berubah‑ubah dan mereka bergerak dengan memberi kesan bahwa mereka adalah boneka wayang yang hidup.

Pada kain penyekat dibuat beberapa lubang pada ketinggian yang cocok supaya dhalang dapat mengikuti pernentasan yang berlangsung dibelakang kain. Jarang disediakan panggung tinggi; pada umumnya para penari atau pemain bermain di lantai, pada ketinggian yang sama dengan penonton yang mengitari panggung di tiga sisinya. Sisi keempat adalah tirai latar belakang yang menyembunyikan dhalang, orkes, dan tempat persiapan penari.

Rombongan biasa terdiri dari dua puluh sampai empat puluh anggota, termasuk pernain musik, pernain‑penari dan juru teknik. Rombongan itu tidaklah terdiri dari pemain profesional, tetapi menggabungkan petani, tukang, pedagang kecil, karyawan yang mencari tambahan nafkah, terutama pada musim kemarau. Hanya beberapa dhalang terkenal dapat dianggap sebagai semi­profesional.

  1. Lakon atau Cerita pada pertunjukan Topeng Dhalang

Dhalang menggunakan sernua tingkatan bahasa Madura dan Jawa, bahkan dengan sedikit menggunakan bahasa Indonesia pula. Di daerah Sumenep kebanyakan lakon yang dimainkan mengangkat dari adegan wiracerita Ramayana dan Mahabharata. Adegan itu disesuaikan oleh setiap dhalang yang kerap pula menciptakan adegan baru berdasarkan cerita rakyat yang demikian luas itu.

Beberapa lakon yang diainkan pada pementasan topeng Dhalang diantaranya; Arjuna Kembhar, Romo Gandrung, Gatotkaca Palsu, Romo Panganten, Pandhaba Uma, Kresna Toron, Sumbodro Tondhung, Prabu Dosomoko, dsb. Salah satu rombongan dari Dasok selain mengambil lakonnya dari Ramayana dan Mahabharata, juga merujuk kepada cerita Panji, atau menggabungkan adegan dari beberapa cerita rakyat (misalnya Panji Jaeng Kusumo, nama. tokohnya). Rombongan itu juga mengangkat banyak cerita yang dianggap kuno yang konon diturunkan dari leluhur dan disimpan di dalam buku yang terbuat dari kulit kayu: Polo Salaka (Pulau Perak), Polo Mas (Pulau Mas), Tase’ Beddhi (Lautan Pasir), Kole’Pesse (Kulit Besi).

Meskipun topeng Panji dikenal populer di daerah Jawa Timur dan Pamekasan, topeng‑topeng daerah Sumenep lebih sering mengambil gaya Panji (dari wayang gedog) daripada gaya Purwo (dari wayang purwa yang mengangkat cerita Ramayana dan Mahabharata).

Untuk ritus‑ritus tertentu, yaitu rokat pandhaba, rombongan topeng mementaskan cerita khusus. Rokat adalah upacara yang berfungsi mencegah bahaya yang menghantui sebuah rumah, seseorang, atau suatu masyarakat. Rokat pandhaba (berasal dari Lima Pandawa dalarn teks Mahabharata) dilaksanakan khusus untuk orang yang dianggap mengidap bala karena kelahirannya: beberapa konfigurasi dalam hubungan persaudaraan dianggap pembawa sial untuk kakak/adik yang bersangkutan, dan sial itu harus dienyahkan melalui ritus yang sesuai, yaitu rokat pandhaba. Hanya sebuah cerita yang dipentaskan selama ritus ini: rokat Bhatara Kala yang dipentaskan seusai pertunjukan topeng biasa, apa pun lakon yang dipilih untuk yang terakhir ini menjelang mata hari terbit.

Rombongan topeng biasanya dipanggil untuk berpentas pada perayaan perkawinan atau rokat atau hajhat, yaitu upacara hajatan pribadi yang bersifat ritual atau untuk membayar nadar? Pada umumnya tuan rumahlah yang memesan lakon yang diinginkan. Kadang‑kadang rombongan mementaskan lakon pendek sebelum atau sesudah pertunjukan pokok pada malam hari, pada tengah hari jika rombongan itu disewa untuk acara perkawinan yang lama sekali, dan bukan untuk satu malam saja (dari pukul 21.00 malam sampai terbitnya matahari).

  1. Jenis Topeng Madura

Topeng Madura terpasang berkat dua tali yang diselipkan ke belakang kepala. Sistem topeng cokotan Jawa, dengan pernain menggigit lidah kayu atau kulit yang ada di bagian dalam topeng, jarang digunakan. Topeng Madura lebih kecil daripada topeng Jawa. Tingginya dari 12 sampai 16 cm, dan lebarnya 15 sampai 21 cm (menurut Soelarto, 1977: 111). Dewasa ini semua topeng terbuat dari kayu, pada umumnya kayu dadap.

Semua pertunjukan topeng tanpa perkecualian (dari ta‑bhutaan sampai ke topeng sendiri) dimainkan oleh pernain laki‑laki saja. Yang paling muda dengan berdandan ala waria, dapat memainkan peran perempuan.

Sumber: http://aengtasek.blogspot.co.id/2013/09/materi-uts-seni-budaya-kelas-x.html

RANGKUMAN MATA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS XI

RANGKUMAN MATA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS XI

PENGANTAR

Pada dasarnya, pelajaran seni rupa untuk kelas XI adalah lanjutan materi di kelas X. soal – soal yang akan dibuat sebenarnya adalah “percampuran” dari Pelajaran kelas X dan XI (semester 1). Berikut adalah rangkuman dari materi kelas X dan XI (Semester 1) semoga dapat membantu kalian dalam belajar Mata Pelajaran Seni Budaya. Sukses untuk kalian.

Penulis

  1. SENI RUPA
  2. Apresiasi Seni

Apresiasi berasal dari Bahasa Latin, Appretiatus yang artinya penilaian/penghargaan.

Apresiasi dilihat dari Bahasa Inggris, Appreciate, yang artinya menentukan atau menunjukkan nilai, atau menilai, melihat bobot karya, menikmati kemudian menyadari kepekaan rasa dan menghayati.

Mengapresiasi artinya berusaha mengerti tentang seni dan menjadi peka terhadap segi-segi di dalamnya, sehingga secara sadar mampu menikmati dan menilai karya dengan semestinya.

Apresiasi Seni adalah suatu proses penghayatan suatu karya seni yang dihormati dan penghargaan pada karya seni itu sendiri serta penghargaan pada pembuatnya.

Secara umum, Apresiasi dapat diartikan sebagai kesadaran menilai lewat penghayatan suatu karya seni.

Kegiatan Apresiasi yaitu melakukan pengamatanm pemahaman, penilaian atau mengevaluasi serta mengkritik.

Kegiatan seni adalah kegiatan yang berbeda dengan kegiatan manusiawi yang lain, karena mempunyai sifat yang khusus dan istimewa.

Kegiatan seni merupakan kegiatan member kesan tentang dunia disekitar kita lewat sentuhan – sentuhan artistik dan estetik/seni dan keindahan pada ciptaan yang ada.

Proses apresiasi terbentuk dari dua kemungkinan, yaitu Afektif dan Kreatif. Proses apresiasi afektif terjadi apabila pengamatan seni cepat mengalami empati dan rasa puas.

Proses apresiasi kreatif terjadi apabila pengamat seni sadar dalam melakukan penghayatan dan penilaian serta menggunakan aspek logika dalam menentukan nilai suatu karya seni.

Apresiasi kreatif dapat didefinisikan sebagai proses aktif dan kreatif sehingga secara efektif pengamat dapat memahami nilai seni, yaitu untuk mengalami pengalaman estetik.

Dalam proses apresiasi kreatif dapat melalui beberapa tahapan khusus,                     antara lain :

  1. Pengamatan objek karya seni

Menurut Verbeek, pengamatan bukanlah mengunakan satu indra saja, melainkan pemberdayaan seluruh pribadi. Yang artinya: ketajaman pengamatan seseorang tergantung pada pengetahuan pengetahuan, pengalaman, perasaan, keinginan dan anggapan seseorang.

Pengamatan terhadap objek/hasil karya seni merupakan pengamatan terhadap suatu objek yang terdiri atas totalitas yang penuh arti.

  1. Aktivitas fisiologis

Tindakan nyata untuk melakukan sesuatu

  1. Aktivitas psikologis

Terjadinya persepsi sampai dengan evaluasi kemudian timbul interpretasi imajinatif dan dorongan berbuat kreatif

  1. Aktivitas penghayatan

Terjadinya sebuah perenungan terhadap sebuah objek

  1. Aktivitas penghargaan

Terjadiya sebuah evaluasi terhadap objek. Evaluasi dapat berapa saran dan kritikan

Dalam proses penciptaan karya seni, seorang seniman atau kreator seni harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Konsep/gagasan

Konsep/Ide datang dapat digolongkan menjadi 2, yaitu :

  1. Ide datang lebih awal

Ketika seniman telah memiliki ide tertentu, langkah selanjutnya baru menentukan media, teknik dan penyelesaian ide

  1. Ide datang setelah melihat media

Ketika seniman menemukan ide setelah mengamati media. Bentuk ditemukan dari media yang ada sebagai bentuk frontal (Shape)

  1. Teknik

adalah cara yang digunakan dalam membuat karya, hal ini terkait dengan media yang dihadapi dan dikerjakan

  1. Corak atau gaya

setiap daerah memiliki bentuk yang berbeda dari ragam hias dan teknik penyelesaian karya

  1. Keunikan atau ciri khusus

yang dimiliki antar daerah dan bangsa berbeda-beda

  1. Unsur – Unsur Seni Rupa
  2. Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang, warna, texture, dan lainnya. Garis mempunyai dimensi memanjang dan mempunyai arah tertentu, garis mempunyai berbagai sifat, seperti pendek, panjang, lurus, tipis, vertikal, horizontal, melengkung, berombak, halus, tebal, miring, patah-patah, dan masih banyak lagi sifat-sifat yang lain. Kesan lain dari garis ialah dapat memberikan kesan gerak, ide, simbol, dan kode-kode tertentu, dan lain sebagainya. Pemanfaatan garis dalam desain diterapkan guna mencapai kesan tertentu, seperti untuk menciptakan kesan kekar, kuat simpel, megah ataupun juga agung. Beberapa contoh symbol ekspresi garis serta kesan yang ditimbulkannya, dan tentu saja dalam penerapannya nanti disesuaikan dengan warna-warnanya.
  3. Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi, menyatakan permukaan, dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain, bidang segitiga, segiempat, trapesium, lingkaran, oval, dan segi banyak lainnya
  4. Bentuk dalam pengertian bahasa, dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form). Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos, seperti yang terlihat oleh mata, sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat, persegi, ornamental, tak teratur dan sebagainya. Sedang bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut, contohnya lemari. Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat, akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya.
  5. Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan, termasuk di dalamnya hawa udara. Dalam pengertian yang sempit ruang dibedakan menjadi dua, yaitu ruang negatif dan ruang positif. Ruang negatif adalah ruang yang mengelilingi wujud bentuk, sedang ruang positif adalah ruang yang diisi atau ditempati wujud bentuk.
  6. Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya desain. Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya. Warna dapat dikelompokkan berdasarkan jenis warna, sifat warna, dan makna warna.
  • Jenis warna

Dalam sistem Prang (The Prang System), warna dalam hal ini adalah pigmen yang dapat dikelompokkan sebagai jenis-jenis warna sebagai berikut :

  • Warna primer, yaitu tiga warnapokok yakni merah, biru, dan kuning.
  • Warna sekunder / biner, yaituperpaduan antara 2 warna primer
  • dan menghasilkan warna hijau,jingga dan ungu.
  • Warna intermediate, yaitu percampuran antara warna primer dengan warna sekunder, menghasilkan warna kuning hijau,hijau-biru, biru-ungu, merah-ungu,merah-jingga, dan kuning-jingga.
  • Warna tertier, yaitu percampuran antara warna sekunder dan warna

intermediate dan menghasilkan sebanyak 12 warna.

  • Warna quarterner, yaitu pencampuran warna intermediate dengan warna tertier dan menghasilkan sebanyak 24 warna.

Lingkaran Warna

  • Sifat warna

Sifat warna dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : hue, value, dan

intensity.

  • Hue

Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari

suatu warna, seperti merah, biru, kuning, hijau, coklat, ungu, jingga, dan warna lainnya. Perbedaan antara merah dengan biru, atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam hue.

  • Value

Value adalah istilah untuk menyatakan gelap terangnya warna atau harga dari hue. Untuk mengubah value, misalnya dari merah normal ke merah muda dapat dicapai dengan cara menambahputih atau mempercair warna tersebut hingga memberi kesan terang. Dan untuk memberi kesan gelap misalnya merah tua dapat dicapai dengan menambah hitam. Value yang berada dipertengahan disebut middle value dan yang berada di atas middle value disebut high value, sedang yang berada dibawahnya disebut low value. Value yang lebih terang dari warna normal disebut tint dan yang lebih gelap disebut shade. Close value adalah value yang berdekatan atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang.

  • Intensity

Intensity atau chroma adalah istilah untuk menyatakan cerah atau

suramnya warna, kualitas atau kekuatan warna. Warna-warna yang intensitasnya penuh nampak sangat mencolok dan menimbulkan efek tegas, sedang warna-warna yang intensitasnya rendah nampak lebih lembut.

Berdasarkan paduan warna (colour scheme), warnadapat dibagi dalam tiga tipe yakni

  • Warna monokromatrik adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan satu warna, misalnya urutan dari merah tua sampai ke merah yang paling muda.
  • Warna Complementer, yaitu dua warna yang berlawanan dalam kedudukan berhadap-hadapan, memiliki kekuatan berimbang, misalnya kuning kontras ungu, biru kontras jingga, dan merah kontras hijau.
  • Warna analogus adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan beberapa warna, misalnya urutan dari biru, biru kehijauan, hijau, hijau kekuningan, dan kuning.
  • Makna Warna

Sebagaimana unsur desain yang lain, warna juga mempunyai makna yang berbeda, antara lain sebagai berikut :

  • Merah mempunyai makna api, panas, marah, bahaya, aksi, gagah, berani, hidup, riang dan dinamis.
  • Putih mempunyai makna suci, mati, bersih, tak berdosa, dan jujur.
  • Kuning mempunyai makna matahari, cerah, sukacita, terang, iri, dan benci.
  • Kuning emas mempunyai makna masyhur, agung, luhur, dan jaya.
  • Coklat mempunyai makna stabil dan kukuh.
  • Jingga mempunyai makna masak, bahagia, senja, riang, mashur, dan agung.
  • Biru mempunyai makna tenang, kenyataan, damai, kebenaran, kesedihan dan setia.
  • Hijau mempunyai makna dingin, sejuk, tenang, segar, mentah, pertumbuhan, dan harapan.
  • Merah muda mempunyai makna romantis, dan ringan.
  • Ungu mempunyai makna kekayaan, berkabung, bangsawan, mewah, berduka cita, dan mengandung rahasia.
  • Hitam mempunyai makna tragedi, kematian, duka, kegelapan, gaib, tegas, dan dalam.

Pemaknaan warna dipengaruhi oleh aspek budaya setempat. Pemaknaan warna yang terkait dengan warna sebagai simbol, di masing-masing daerah atau wilayah, akan berbeda, sesuai dengan pemaknaannya dalam budaya setempat.

Contoh :

bendera tanda adanya kematian, di Indonesia berbeda sesuai daerah setempat. Di Yogjakarta, bendera merah, di Jakarta – kuning, di Sulawesi – putih, di Sumatera – merah, dan sebagainya.

Di negeri China, warna merah berarti Cinta, sedangkan di Indonesia berarti marah atau berani.

  • Kombinasi Warna

Cara menyusun atau memadukan dua warna atau lebih dalam sebuah komposisi

  • Kombinasi Warna yang harmonis

Kombinasi antara warna-warna yang serumpun, letaknya berdekatan dengan lingkaran warna. Misalnya : hijau tua dengan hijau muda.

  • Kombinasi warna yang kontras

Kombinasi antara warna-warna yang berlawanan letaknya dalam lingkaran warna. Misalnya : Hijau dengan Merah

  • Kombinasi warna analog

Dua atau tiga corak warna yang berdekatan letaknya dalam lingkaranan warna. Misalnya : Biru, Ungu, Merah

  • Penggunaan Warna
  • Cara Heraldis (pengertian dan contoh sudah dijabarkan dalam MANKNA WARNA)
  • Cara Murni, penggunaan warna secara lebih bebas. Misalnya Pohon dicat warna merah, Kuda dicat warna hijau,dll
  • Cara Naturalis, penggunaan warna sesuai dengan aslinya yang terdapat pada alam. Misalnya : warna daun adalah hijau
  1. Tekstur

Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan, baik itu nyata maupun semu. Suatu permukaan mungkin kasar, mungkin juga halus, mungkin juga lunak mungkin juga kasap atau licin dan lain-lain. Ada dua macam tekstur yakni tekstur nyata dan tekstur semu, sebagai berikut :

  • Tekstur nyata

Tekstur nyata adalah tekstur fisik suatu benda secara nyata yang dikarenakan adanya perbedaan permukaan suatu benda. Misalnya tekstur wool berbeda dengan kapas, kain sutera berbeda dengan plastik, dan lain sebagainya. Tekstur ini dapat dikelompokkan dalam tekstur alam, tekstur buatan dan tekstur reproduksi. Tekstur alam adalah tekstur yang berasal langsung dari alam, misalnya daun, kulit kayu, permukaan batu, dan lainnya. Tekstur buatan adalah tekstur yang tercipta dari susunan benda-benda alam, seperti tikar (dari daun yang disusun), goni (dari pasir dan kertas). Sedangkan tekstur reproduksi adalah tekstur yang dibuat melalui reproduksi benda yang sebenarnya, misalnya wallpaper.

  • Tekstur semu

Tekstur semu adalah tekstur yang terlihat saja berbeda tetapi bila diraba ternyata sama saja. Tekstur ini hadir karena adanya unsur gelap terang atau karena unsur perspektif.

Selain nilai raba pada suatu permukaan, tekstur juga dapat menimbulkan kesan berat dan ringan. Sebuah kubus dari besai yang berat bila dibagian luarnya dilapisi dengan karton maka akan memberi kesan ringan dan kosong.

  1. Karya Seni berdasarkan jenis matra (dimensi)
  • Dwi Matra, karya seni rupa berbentuk datar atau dua ukuran (panjang dan lebar) yang hanya dapat dipandang dari arah depan saja. Misalnya : gambar,lukisan,dll
  • Tri Matra, karya seni yang memiliki ukuran panjang, lebar, tinggi, dan volume yang dapat dipandang dari berbagai sisi atau arah pandang. Misalnya : patung, keramik, seni bangunan (arsitektur)
  1. Karya Seni berdasarkan teknik pembuatannya
  • Handmade (buatan tangan)
  • Masinal (dikerjakan oleh mesin)
  • Komputer
  1. Karya Seni berdasarkan tujuan pembuatannya
  • Karya seni murni sebagai media berekspresi, rekreasi, terapi, dan komunikasi
  • Karya seni terapan diciptakan untuk tujuan fungsional
  1. Karya Seni berdasarkan Aliran – Alirannya
  • Naturalisme

Aliran ini merupakan suatu aliran seni rupa yang mengutamakan kesesuaian dengan keadaan mahluk hidup, alam, dan benda mati sebenarnya. Contoh yang paling terlihat adalah pada lukisan potret diri, pemandangan alam, atau landscape.

  • Realisme

Aliran ini menunjukkan suatu keadaan sosial yang sesungguhnya dan biasanya memprihatinkan dan sedang bergejolak di dunia atau suatu tempat tertentu. Contoh aliran seni rupa ini antara lain melukiskan kemiskinan, kesedihan, atau peristiwa yang memilukan.

  • Romantisme

Aliran ini umumnya ditandai oleh tema-tema yang fantastis, penuh khayal, atau petualangan para pahlawan purba. Juga banyak menampilkan berbagai perilaku dan karakter manusia yang dilebih lebihkan.

Para pelukis ini antara lain Eugene delacroik (1798-1963), JeanBaptiste Camille Corot (1796-1875) dan Rousseau (1812-1876). Gaya inijuga berkembang di Jerman, Belanda, dan Perancis.

  • Impresionisme

Aliran ini dalam dunia seni rupa berawal dari ungkapan yang mengejek pada karya Claude Monet (1840-1926) pada saat pameran di Paris tahun

  1. Karya ini menggambarkan bunga teratai dipagi hari yang ditampilkan dalam bentuk yang samar dan warna kabur dan olehsebagian kritikus seni disebut sebagai “impresionistik “, suatu lukisanyang menampilakan bentuk yang sederhana dan terlampau biasa.
  • Ekspresionisme

Adalah suatu aliran dalam seni rupa yang melukiskan suasanakesedihan, kekerasan, kebahagiaan, atau keceriaan dalam ungkapan rupa yang emosional dan ekspresif.

Salah seorang pelukis yang beraliran Ekspresionisme adalah Vincent

van Gogh (1853-1890). Lukisan lukisannya penuh dengan ekpresi gejolak jiwa yang diakibatkan oleh penderitaan dan kegagalan dalam hidup.salah satu lukisannya yang terkenal adalah “Malam Penuh Bintang“(1889), yang mengekpresikan gairah yuang tinggi sekaligus perasaan kesepian.

  • Kubisme

Kubisme adalah suatu aliran dalam seni rupa yang bertitik tolak dari penyederhanaan bentuk-bentuk alam secara geometris (berkotak-kotak).

Pada tahun 1909 berkembang aliran kubisme Analistis yang mengembangkan konsep dimensi empat dalam seni lukis. Dan dimengerti sebagai konsep dimensi ruang dan waktu dalam lukisan. Pada setiap sudut lukisan terlihat objek yang dipecah-pecah dengan posisi waktu yang berbeda. Sedangkan Kubisme Sintetis, pelukisannya disusun dengan bidang yang berlainan yang saling tumpang dan tembus.

  • Konstruksifisme

Aliran seni ini awalnya berkembang di Rusia penggagasnya antara lain

Vladimir Tattin, Antoine Pevsner, dan Naum Gabo. Gaya ini mengetengahkan berbagai karya seni berbentuk tiga dimensional namun

wujudnya abstrak. Bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan modern seperti besi beton, kawat, bahkan plastik.

  • Abstrakisme

Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas

pada bentuk-bentuk yang ada di alam. Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam.

Kadinsky dan PietMondrian marupakan sebagian perupa beraliran abstrak ini. Seni Abstrak ini pada dasarnya berusaha memurnikan karya seni, tanpa terikat dengan wujud di alam.

  • Dadaisme

Adalah gerakan seni rupa modern yang memiliki kecendrungan menihilkan hukum–hukum keindahan yang ada.Ciri utama gaya ini adalah paduan dari berbagai karya lukisan, patung atau barang tertentu dengan menambahkan unsur rupa yang tak lazim sebagai protes pada keadaan sekitarnya, seperti lukisan reproduksi lukisan “Monalisa “ karya

Leonardo da Vinci tetapi diberi kumis, atau petusan laki-laki diberi dudukan dan tandatangan, kemudian dipamerkan di suatu galeri.

  • Surealisme

Adalah penggambaran dunia fantasi psikologis yang diekspresikan secara verbal, tertulis maupun visual. Bentuk-bentuk alam dideformasi, sehingga penuh fantasi dan di luar kewajaran.

  • Elektisisme

Yaitu gerakan seni awal abad ke- 20 yang mengkombinasikan berbagai

sumbergaya yang ada di dunia menjadi wujud seni modern. Banyak yang menjadi sumber inspirasi dari gaya seni ini. Antara lain, gaya seni primitive sejumlah suku bangsa di Afrika, karya seni pra-sejarah, seni Amerika Latin, gaya esetik Mesir Purba, dan Yunani Kuno.

Tokoh-tokoh seni yang menerapkan gaya ini antasra lain Picasso (disamping sebagai tokoh Kubisme), Paul Gaugguin, Georges Braque, Jean Arp, Henry Moore, dan Gabo.

  • Posmodernisme

Istilah seni ini umumnya disebut seni kontemporer yaitu mengelompokan

gaya-gaya seni rupa yang sezaman dengan pengamat atau yang menjadi kecenderungan popular dan dipilih oleh para seniman dalam rentang lima puluh tahun terakhir hingga sekarang.

Gaya ini sering diartikan sebagai aliran yang berkembang setelah seni modern. Jika dalam seni modern lebih memusatkan kepada ekspresi pribadi dan penggalian gaya baru, dalam seni Posmodern ungkapan seni

lebih ditekankan kepada semantika (makna rupa) dan semiotika (permainan tanda rupa).

  1. Tokoh Seni Rupa (Pelukis)
  • Golongan pelukis yang menggambarkan bentuk – bentuk alamiah dan kepersisan visual yang mewakili kelompok naturalism dan realisme. Pelukisnya terdiri dari: S.Sudjono, Sudarso, Dullah, Wardoyo, Wahdi, Basuki Abdullah,dll
  • Golongan pelukis yang menampilkan kesadaran subyektif (ekspesionisme) pelukisnya antara lain : Krisna Mutajab, Zaini, Popo Iskandar, dll
  • Golongan pelukis yang menampilkan bentuk – bentuk abstrak non figuratif. Pelukisnya adalah : Fajar Sidik, Aming Prayitno, Umi Dakhlan, dll
  • Golongan pelukis yang menampilkan bentuk – bentuk dekoratif. Pelukisnya antara lain : Suparto, Widyat, Mulyadi W, dll
  1. Seni Kriya Batik

Seni kriya batik yang berkembang pada masa sekarang merupakan kelanjutan seni kerajinan batik sebelumnya. Daerah-daerah perkembangan batik di Jawa Barat masa sekarang terdapat di daerah Cirebon.

Dalam pembuatan batik, kita mengenal ada empat cara pembuatannya, yaitu dengan cara ditulis dengan canting yang biasa di sebut dengan batik tulis, dengan cara di cetak dengan cap disebut batik cap, dengan cara diikat dengan tali/benang dinamakan batik ikat atau jumputan dan dengan cara dicetak dengan screen yang kemudian kita namakan batik cetak atau batik printing.

Pembuatan motif pada batik tulis, dibuat dengan cara memberikan malam dengan alat canting/kuas ke atas permukaan kain yang telah digambar sebelumnya. Sedang pemberian motif pada batik cap dibuat dengan menggunakan cap atau stempel logam yang permukaannya telah diberi malam lalu dicetakkan pada permukaan kain. Pemberian motif pada batik printing dibuat dengan cara mencetakkan larutan napthol yang telah dikentalkan ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat rakel.

Sedangkan pemberian motif pada batik ikat, motifnya diikat-ikat dengan tali

plastic atau benang hingga menjadi motif yang diinginkan. Proses berikut adalah pencelupan kain ke larutan naptol, garam warna dan air pembilas. Khusus untuk batik printing langsung dicelupkan kelarutan garam warna. Untuk menghasilkan warna batik yang baik proses pencelupannya harus diakukan berulang-ulang.

Proses selanjutnya disebut proses pelorotan malam. Caranya kain yang telah selesai pada proses pencelupan, dicelupkan kembali ke dalam air panas yang telah diberi bubuk soda abu atau soda ASH.

Benda-benda pakai yang dihasilkan dari kerajinan ini adalah kain, selendang, taplak meja, sprei, sarung bantal, hiasan dinding, gorden dan lain-lain. Bahasan berikut adalah penjelasan tentang bahan, peralatan dan tahap-tahap dalam pembuatan karya batik tulis. Untuk lebih jelasnya silahkan Anda perhatikan dengan saksama.

  • Tahap pembuatan gambar motif

Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah kain katun, pola gambar atau mall, pensil 4B-5B, dan meja kaca. Pembuatan gambar

motif pada kain, dapat dicapai dengan menjiplak pola / mall yang telah disiapkan atau bias juga dengan cara menuliskan langsung di atas kain.

Untuk menghasilkan gambar motif yang baik penulisannya dilakukan di atas meja kaca. Bila kain yang hendak digambari banyak lilin / kotor maka kain harus dicuci terlebih dahulu dengan sabun. Hal ini dimaksud agar dalam proses pencelupan nanti warna mudah menyerap.

  • Tahap pemberian malam

Dalam tahap ini bahan dan peralatan yang digunakan, yaitu :

  • Kain, jenis kain yang digunakan untuk membatik adalah jenis kain yang bahan bakunya terbuat dari kapas (katun) atau sutera, misalnya kain blacu, poplin, birkolin, santung, prima, premisima, vealisima, linen, dan sutera.
  • Malam, malam untuk membatik terdiri atas malam lowong (warnanya

kuning dan lebih liat), malam cetak (warnanya coklat, sifatnya kurang

kuning dan lebih liat), malam cetak (warnanya coklat, sifatnya kurang liat),dan malam putih / paraffin (sifatnya rapuh, dan mudah retak).

  • Canting, canting yang digunakan untuk membatik terdiri dari canting cecek (lubangnya kecil), canting klowong (lubangnya sedang) dan canting nembok (lubangnya besar).
  • Peralatan penunjang, alat penunjang yang digunakan dalam tahap ini adalah kompor kecil, kenceng, panci, dan lainnya.
  • Tahapan pemberian warna pada batik tulis
  • Pemberian warna rapid

Pemberian warna rapid dilakukan dengan cara menyapukan warna rapid ke bagian-bagian gambar yang diinginkan. Fungsi warna ini hanya sebagai variasi agar batik lebih menarik. Larutan rapid dibuat dengan cara mengaduk rapid dengan minyak TRO hingga kental, kemudian diberi air dingin dan diaduk kembali hingga merata. Perbandingannya adalah 1 sendok makan rapid : 2 sendok minyak TRO : 1 gelas besar air dingin.

  • Proses pencelupan
  • Proses pencelupan dalam membuat batik dilakukan dalam tiga langkah.Pertama pencelupan pada larutan naptol (bak I), kedua pencelupan pada larutan garam warna (bak II), dan ketiga pencelupan pada air pembilas (bakIII). Untuk menghasilkan warna yang memuaskan, proses pencelupan dilakukan berulang-ulang.
  • Tahap melunturkan malam

Untuk melunturkan atau melorotkan malam pada kain batik yang telah

selesai pada proses pencelupan, dilakukan dengan cara memasukkan kain ke dalam bak yang berisi air panas yang telah dicampur soda abu (Soda ASH) dan soda api (costik soda). Proses melunturkannya kain dimasukkan ke dalam bak, diangkat-angkat dengan menggunakan jepitan hingga malamnya lepas dan selanjutnya dibilas dengan air bersih, diperas, dan dianginanginkan.

  • Peralatan Membatik
  • Canting
  • Canting merupakan alat utama yang dipergunakan untuk membatik.

Penggunaan canting adalah untuk menorehkan (melukiskan) cairan malam agar terbentuk motif batik. Canting memiliki beberapa bagian yaitu:

  • Gagang merupakan bagian canting yang berfungsi sebagai pegangan pembatik pada saat menggunakan canting untuk mengambil cairan malam dari wajan, dan menorehkan (melukiskan) cairan malam pada kain. Gagang biasanya terbuat dari kayu ringan.
  • Nyamplung (tangki kecil) merupakan bgian canting yang berfungsi sebagai wadah cairan malam pada saat proses membatik. Nyamplung terbuat dari tembaga.
  • Cucuk atau carat merupakan bagian ujung canting dan memiliki lubang sebagai saluran cairan malam dari nyamplung. Ukuran beragam tergantung jenisnya. Cucuk tersebut terbuat dari tembaga.Kondisi cucuk harus senantiasa berlubang, kalau tersumbat oleh cairan malam yang sudah mengeras, cucuk dapat dilubangi lagi dengan cara mencelupkan di cairan panas malam, sumbatan keras tersebut akan turut mencair kembali. Sedangkan bila sumbatan belum mengeras maka pelubangannya dapat dipakai dengan bulu sapu lantai.
  • Kuas

Pada umumnya kuas dipergunakan untuk melukis, dalam proses membatik kuas juga dapat dipergunakan untuk Nonyoki yaitu mengisi bidang motif luas dengan malam secara penuh. Kuas dapat juga untuk menggores secara ekspresif dalam mewarnai kain. Anda dapat mempergunakan kuas cat minyak, kuas cat air, atau bahkan kuas cat tembok untuk bidang sangat luas.

  • Kompor Minyak Tanah dipergunakan untuk memanasi malam agar cair. Pilihlah kompor yang ukurannya kecil saja, tidak perlu yang besar. Pembatik tradisional biasanya menggunakan anglo atau keren. Anglo merupakan arang katu sebagai bahan bakar. Kelemahan anglo/keren adalah asap yang ditimbulkannya berbeda dengan kompor yang tidak seberapa menimbulkan asap.

Pilihlah kompor yang ukuran kecil saja, dengan diameter sekitar 13 cm,sesuai dengan besaran wajan yang digunakan. Pemanasan malam tidak membutuhkan api yang cukup besar seperti kalau kita memasak di dapur.

  • Wajan

Wadah untuk mencairkan malam menggunakan wajan, terbuat dari bahan logam. Pilihlah wajan yang memiliki tangkai lengkap kanan dan kiri agar memudahkan kita mengangkatnya dari dan ke atas kompor.

Wajan yang dipakai tidak perlu berukuran besar, wajan dengan diameter kurang lebih 15 cm sudah cukup memadai untuk tempat pencairan malam.

  • Gawangan

Pada waktu membatik kain panjang, tidak mungkin tangan kiri pembatik memegangi kain tersebut. Untuk itu membutuhkan media untuk membentangkan kain tersebut, yang disebut gawangan. Disebut demikian karena bentuknya seperti gawang sepakbola, terbuat dari kayu, agar ringan dan mudah diangkat dan dipindahkan.

Peralatan tersebut di atas sudah cukup memadai untuk kegiatan membatik Anda. Memang di masa lalu ada beberapa peralatan pendukung lainnya seperti saringan, kursi kecil (dingklik) dan lipas/tepas. Tepas diperlukan untuk membantuk menyalakan api arang kayu di anglo/keren.

Sekarang ini dengan adanya kompor, maka tepas tidak diperlukan dalam kegiatan membatik.

  • Nampan

Nampan plastik diperlukan untuk tempat cairan campuran pewarna dan

mencelup kain dalam proses pewarnaan. Pilihlah ukuran nampan yang

sesuai dengan ukuran kain yang dibatik agar kain benar-benar tercelup

semuanya.

  • Panci

Panci aluminium diperlukan untuk memanaskan air di atas kompor atau tungku dan untuk melorot kain setelah diwarnai agar malam bisa bersih. Pilihlah ukuran panci sesuai dengan ukuran kain yang dibatik

  • Sarung tangan

Sarung tangan diperlukan sebagai pelindung tangan pada saat mencampur bahan pewarna dan mencelupkan kain ke dalam cairan pewarna.

Selama penyiapan warna dan pewarnaan kain, pergunakanlah selalu sarung tangan karena bahan pewarna batik terbuat dari bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan kulit dan pernafasan, kecuali pewarna alami (natural).

  • Sendok & Mangkuk

Sendok makan dibutuhkan untuk menakar zat pewarna dan mangkuk plastik untuk mencampur zat pewarna tersebut sebelum dimasukkan ke

dalam air. Selain itu juga diperlukan gelas untuk menakar air.

  1. Seni Kriya Ikat Celup (Tie Dye)

Tie Dye atau ikat celup pada dasarnya mempunyai pengertian yang sama yaitu menghias kain dengan cara diikat atau dalam bahasa Jawa dijumput sedikit, dengan tali atau karet, dijelujur, dilipat, sampai kedap air, lalu dicelup dengan pewarna batik. Setiap daerah mempunyai nama teknik dan corak yang berbeda. Di Palembang dikenal sebagai pelangi dan cinde, di Jawa sebagai tritik atau jumputan, di Banjarmasin sebagai sasarengan. Di Jawa dan Bali teknik celup ikat ini sering dipadukan dengan teknik batik Dalam celup ikat, penggunaan kain-kain dari serat yang berbeda dapat memberikan hasil yang berbeda pula. Kain yang tipis dapat diikat dengan simpul-simpul kecil, sehingga ragam hias yang terbentuk juga lebih padat dan banyak. Makin tebal kain yang digunakan, makan sedikit pula jumlah ikatan yang bisa dibuat, karena simpul akan menjadi terlalu besar dan sulit untuk dikencangkan rapat-rapat. Akibatnya zat pewarna dapat dengan mudah merembes masuk dan menghilangkan corak yang ingin ditampilkan. Oleh karenanya kain-kain yang tebal biasanya menampilkan corak yang besar pula.

Ada berbagai jenis kain yang baik dan banyak digunakan dalam teknik celup ikat, yaitu kain katun dan sutera. Kedua jenis kain ini dengan kemampuan daya serapnya, memudahkan proses pengikatan dan pencelupan. Sementara beberapa jenis kain lainnya, seperti dari bahan rayon atau kain sintetis lainnya, proses celup ikat agak sulit dilakukan karena sifat kain yang terlalu licin, atau keras atau kurang memiliki daya serap.

Banyaknya celupan dan lamanya setiap perendaman tergantung pada hasil warna yang diinginkan. Setelah pencelupan selesai, kain digantung atau ditiskan sebentar agar tetesan cairan pewarna habis. Kemudian ikatan dibuka

dan kain dibentang, maka akan terlihat corak-corak yang terbentuk akibat ikatan yang merintanginya dari pewarnaan. Warna dari corak-corak ini memiliki gradasi warna sesuai dengan rembesan cairan pewarna saat pencelupan.

  1. Seni Rupa Murni

Seni rupa murni dalam bahasa Inggris pure art atau fine art adalah cabang seni rupa yang terlepas dari unsur – unsur praktis yang lebih mengkhususkan diri pada penciptaan karya seni berdasarkan kreativitas dan ekspresi yang sangat pribadi.

  • Seni lukis salah satu jenis seni murni berwujud dua dimensi pada umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak, cat akrilik, atau bahan lainnya.
  • Seni patung salah satu jenis seni murni berwujud tiga dimensi. Patung dapat dibuat dari bahan batu alam, atau bahan-bahan industri seperti logam,serat gelas, dan lain-lain.
  • Seni Grafis merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik cetak baik yang bersifat konvensional maupun melalui penggunaan teknologi canggih. Teknik cetak konvensional antara lain :
  • Cetak Tinggi ( Relief Print )

wood cut print, wood engraving print, lino cut print, kolase print

  • Cetak Dalam ( Intaglio )

dry point, etsa, mizotint,sugartint

  • sablon ( silk screen )

Teknik Cetak dengan teknologi modern, misalnya offset dan digital print.

  • Seni keramik termasuk seni murni tiga dimensi sebagai karya bebas yang tidak terikat pada bentuk fungsional
  1. Sejarah Seni Rupa Indonesia

Zaman prasejarah juga disebut sebagai zaman sebelum ditemukannya kegiatan tulis menulis yang digunakan untuk mencatat peristiwa – peristiwa penting dalam peradaban manusia.

Suku – suku bangsa di Nusantara pada zaman Prasejarah dikenal sebagai penganut animisme dan dinamisme. Pada awalnya, bentuk – bentuk persemayaman roh nenek moyang tersebut diwujudkan dalam bentuk sederna seperti lingga dan menhir, yaitu tugu batu yang menjulang tinggi berbentuk hingga (tonggak batu berbentuk silinder dengan ujung tumpul).

Dibeberapa tempat ditemukan guratan garis – garis pada menhir yang menyerupai mata, hidung, mulut, tangan, lengan dan kaki. Menhir menurut dugaan para ahli adalah bersemayamnya roh-roh nenek moyang masyarakat purba.

  1. Periode Seni Rupa Hindu-Budda

Sejarah peradaban masyarakat Nusantara kemudian dicatat semenjak datangnya agama Hindu melalui pendirian kerajaan – kerajaan Hindu. Pendiri kerajaan – kerajaan bercorak Hindu yang pertama berdiri di Nusantara ini diyakini berasal dari India. Mereka adalah kerabat kerajaan yang enggan tunduk kepada Raja Ashoka pada masa dinasti Chandragupta.

Motif ukuran, selain menggambarkan bentuk, kadang – kadang juga berisi kisah. Antara lain kehidupan para dewa, mitos kepahlawan,dll. Bukti sejarah peninggalannya dapat dilihat pada relief candi Penataran (Blitar), Mendut, Prambanan,dll. relief candi Prambanan menggambarkan cerita kijang mas jelmaan yang terkena panah Sri Rama. Relief candi mendut mengisahkan Dewi Hartiti sewaktu mengasuh anak-anaknya.

Terlepas dari fungsinya, sebagai media penyembahan, patung-patung, relief,dll oleh masa kejayaan Hindu dan Budha memiliki nilai seni yang tinggi dan menjadi bahan kajian hingga sekarang.

  1. Periode Seni Rupa Islam

Agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 14 telah membawa peradaban Arab dan Persia yang sesuai dengan ajaran Islam. Dalam bidang seni rupa, berbagai corak seni yang dibawa oleh penyebar Agama Islam juga mulai masuk dan mengakar dalam kehidupan masyarakat pemeluknya. Seni kaligrafi yang pada awal perkembangannya merupakan bagian dari seni grafis telah berkembang sebagai karya seni yang digunakan dalam berbagai medium.

Pada seni arsitektur,pengaruh Islam sangat jelas terlihat pada bangunan masjid dan makam – makam para tokoh/ulama besar yang tersebar di berbagai tempat seluruh Nusantara. Karateristik arsitektur Islam ini tampak pada bentuk – bentuk lengkungan setengah lingkaran yang terdapat pada pintu – pintu masjid, tiang – tiang penyangga bangunan serta kubah.

  1. Periode Seni Rupa Mutakhir Indonesia

Seni rupa mutakhir masih menjadi bahan perbedaan/perdebatan. Hal ini disebabkan eksistensi/keberadaan seni rupa ini masih dianggap bersifat eksperimental dan belum mapan. Seni mutakhir ini adalah seni murni yang lebih banyak mengacu pada konsep dan akibatnya daripada hasil karya secara keseluruhan.

Aliran Happening Art sebagai bentuk proses aktivitas seni yang mampu melibatkan banyak orang dalam proses perwujudannya. Ada pula yang disebut Performance Art dan Intallation Art (seni instalasi). Seni Instalasi kerap dipahami tak lebih dari sekedar pemandangan benda-benda yang dipajang dengan cara yang ganjil

  1. Pameran Karya Seni Rupa
  • Kegunaan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah

Pameran merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam bidang kesenirupaan, karena kegiatan pameran baik sekali kegunaannya baik bagi siswa, seniman, pengamat seni rupa, maupun bagi perkembangan seni rupa pada umumnya. Melalui pameran, seorang siswa bisa memperkenalkan karya-karyanya kepada masyarakat baik dilingkungan sekolah ataupun masyarakat umum untuk dilihat, dinilai, dikagumi, atau dikritik.

  • Jenis-Jenis Pameran

Pameran karya seni rupa berdasarkan pada ragam jenis karya yang ditampilkan, dibedakan menjadi dua, yaitu pameran homogen dan pameran

heterogen. Pameran homogen, artinya pameran yang hanya menampilkan

satu karya seni rupa saja, misalnya pameran lukisan, pameran patung, pameran keramik dan lain sebagainya.

Pameran heterogen, artinya pameran yang sekaligus menampilkan berbagai jenis karya seni rupa, misalnya pameran seni kriya, pameran lukisan, pameran patung, pameran keramik dan karya seni rupa lainnya dilakukan dalam satu ruang pameran dan dilakukan dalam waktu bersamaan.

Pameran seni rupa yang diselenggarakan dalam kaitannya dengan pendidikan seni rupa di sekolah, biasanya merupakan pameran heterogen,

karena menampilkan jenis karya seni rupa yang beragam mulai dari lukisan, patung, ukiran, keramik, karya kerajinan, dan karya seni rupa lainnya. Pameran berdasarkan pada jumlah seniman yang tampil, pameran

dapat dibedakan ke dalam :

  • Pameran perorangan atau pameran tunggal
  • Pameran kelompok, baik kelompok seniman dalam satu sanggar atau

satu almamater, kelompok seniman dalam satu aliran dan kelompok

lainnya.

  • Manfaat pameran seni rupa di lingkungan sekolah
  • Meningkatkan kemampuan berkarya

Dengan adanya pameran, karya-karya para siswa akan dilihat oleh masyarakat sehingga para siswa dituntut untuk menghasilkan karyanya yang terbaik. Di sini akan terjadi persaingan yang sehat dan terarah, dan hal ini menjadi pendorong bagi siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkarya.

  • Dapat melakukan penilaian / evaluasi

Pameran merupakan kesempatan bagi guru untuk melihat sejauh mana kemajuan yang dicapai oleh siswanya. Pameran dapat dikatakan menjadi sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kemajuan dan perkembangan yang terjadi pada diri siswa. Sehingga penilaian atau evaluasi ini dapat dimasukan dalam perhitungan nilai rapor.

Penilaian juga dilakukan oleh pihak luar sekolah seperti orang tua siswa atau masyarakat umum yang mengunjungi pameran tersebut. Dari kesan pesan yang mereka sampaikan tentunya dapat memberi gambaran sampai sejauh mana keberhasilan pendidikan seni rupa di sekolah tersebut.

  • Sebagai sarana apresiasi dan hiburan

Di samping sebagai sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi, kegiatan pameran dapat dijadikan sebagai sarana apresiasi. Apresiasi di sini dapat diartikan sebagai penikmatan, pengamatan, penghargaan, atau bisa juga penilaian terhadap karya-karya yang ditampilkan.

Penilaian yang dimaksud bukan menilai dengan angka, melainkan suatu proses pencarian nilai-nilai seni, pemahaman isi dan pesan dari karya seni, dan melakukan juga perbandingan-perbandingan terhadap karya seni sehingga nantinya akan didapat sebuah penilaian yang utuh dan komprehensif.

Dalam arti yang luas, kegiatan pameran dapat juga diartikan sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan. Di sini masyarakat dapat merasakan kesenangan atau empati, merasakan suka duka seperti layaknya menonton film atau menyaksikan pertunjukkan musik dan seni lainnya.

  • Melatih siswa untuk bermasyarakat

Melaksanakan kegiatan pameran bukanlah kerja perorangan, melainkan kerja kelompok yang melibatkan banyak orang. Jadi, dengan mengadakan pameran seni rupa di sekolah, mendidik para siswa untuk bermasyarakat. Di sini para siswa dapat bekerja sama satu sama lain, melatih untuk menghargai pendapat orang lain, dan dapat pula memberi pendpat terhadap tim kerjanya.

  1. SENI MUSIK
  2. Pengertian Musik
  3. Jamalus (1988)

Musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk dan struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan.

  1. Rina (2003)

Musik merupakan salah satu cabang kesenian yang pengungkapannya dilakukan melalui suara atau bunyi-bunyian.

  1. Prier (1991) setuju dengan pendapat Aristoteles bahwa musik merupakan curahan kekuatan tenaga penggambaran yang berasal dari gerakan rasa dalam suatu rentetan suara (melodi) yang berirama.
  2. Menurut ahli perkamusan (lexicographer)

Musik ialah: ”Ilmu dan seni dari kombinasi ritmis nada-nada,vokal maupun instrumental, yang melibatkan melodi dan harmoni untuk mengekspresikan apa saja yang memungkinkan, namun khususnya bersifat emosional”

  1. Musik adalah bagian dari seni yang menggunakan bunyi sebagai media penciptaannya
  2. Vocal adalah musik yang dibunyikan oleh suara manusia, didalamnya termasuk bersiul dan bersenandung. Vocal dibagi menjadi 3 jenis suara, antara lain :
  • Jenis suara wanita

Terbagi atas jenis suara wanita tinggi (sopran), suara wanita sedang (mezzo sopran), dan jenis suara wanita renda (alto).

  • Jenis suara pria

Terbagi atas suara pria tinggi (tenor), suara pria sedang (bariton) dan suara pria rendah (bass)

  • Jenis suara anak – anak

Terbagi atas suara anak – anak tinggi dan suara anak – anak rendah

  1. Sejarah Musik Klasik
  2. Era Kuno (Antiquity) (- 500)

Lahir tidak hanya dari bangsa Eropa, namun dari Timur Tengah dan Mesir Kuno yang meninggalkan gaya menyanyi silabis dan melismatis hingga kini tetap digunakan di seluruh dunia. Di Era Kuno, Yunani Kuno juga masuk Negara yang ikut mengukir sejarah musik ini. Di Yunani Kuno sudah mengenal penalaan nada, memilih instrumen musik, mencipta modus dan ritme-ritme, Ahli matematik Pythagoras orang pertama yang meneliti perbandingan-perbandingan getaran dawai dan menetapkan urutan nada-nada yang hingga kini menjadi dasar sistem musik diatonik. Romawi Kuno memberikan sumbangan sejarah berupa Tangga nada diatonik (tujuh nada) dijadikan standar menggantikan struktur-struktur kromatik dan enharmonik dari sistem musik Yunani.

  1. Era Abad Pertengahan (Medieval Era) 600-1450

Seni untuk pelayanan gereja, musik untuk keperluan ibadat, sebagai alat utama untuk memahami karya-karya Tuhan (menurut ajaran Kristen)

mengembangkan modus-modus gereja sebagai sistem tangga nada yang hingga kini masih digunakan dalam berbagai peribadatan Kristen

Standarisasi dalam berbagai lapangan pengetahuan juga terjadi dalam musik, diantaranya sistem menyanyi SOLMISASI (rancangan Guido d’Arezzo seorang biarawan dan teoretikus musik). Pemimpin gereja Paus Gregorius I mengatur penggunaan lagu-lagu pujian untuk peribadatan gereja yang dikenal dengan Gregorian chant. Gaya polifoni sebagai teknologi komposisi yang menggabungkan dua alur melodi atau lebih memperkaya rasa keindahan musikal dibandingkan gaya monofon sebelumnya dan cikal-bakal harmoni.

  1. Era Renaisans (1450-1600)

Berkembang di Italia dan Eropa Utara. Berwatak klasik, pengekangan, menahan diri, dan kalem. Renaisans dapat diartikan sebagai periode dalam Sejarah Eropa Barat dimana manusia mulai melakukan eksplorasi terhadap dunia, baik melalui perjalanan atau penjelajahan ke Timur maupun ke Selatan belahan bumi, tetapi mereka juga gemar mengembangkan ilmu pengetahuan dan kesenian. Oleh karena pikiran manusia menjadi semakin bebas, maka musik sekuler mulai muncul dan berkembang pula musik-musik instrumental yang semula kurang mendapatkan tempat di lingkungan tradisi gereja. Tetapi musik gereja tetap sangat penting dan gaya polifonik vokal sangat berkembang pada periode ini. Komposer-komposer terpenting ialah Josquin des Prés, Orlandus Lassus, William Byrd, dan Giovanni Pierluigi da Palestrina.

  1. Era Barok & Rokoko (1600-1750) : Musik Terbatas

Ciri – cirinya :

  • Melodi cenderung lincah
  • Banyak menggunakan ornament
  • Ada dinamika keras (forte), lunak (piano)
  • Harmoni dua nada atau lebih berbunyi bergantian (polifonik/kontrapunk)
  • Bentuk vocalnya disebut Seriosa

Tokoh :

Johann Sebastian Bach

  1. Era Klasik (1750-1820)
  • Ornament di batasi
  • Ada beberapa peralihan tempo accelerando dan ritardando
  • Ada peralihan dinamik crescendo dan decrescendo
  • Harmoni tiga nada atau lebih bunyi bersamaan (homofonik)

Tokoh :

Wolfgang Amadeus Mozart

  1. Era Romantik (1820-1900)

Bersifat ekspresif untuk mengungkapkan perasaan yang subjektif, bukan sekedar untuk keindahan

Ciri – cirinya :

  • Tidak ada ornament
  • Melodi seakan berkomunikasi
  • Harmoni bervariasi
  • Penggunaan dinamik dan tempo bervariasi

Tokoh :

Johannes Brahms, Frederic Chopin, Franz Schubert

  1. Kontemporer Klasik (Akhir Abad ke 19)

Disebut kontemporer klasik hanya untuk membedakan dengan musik kontemporer. Istilah ini tidak sesuai dengan pengertian sebenarnya. Kontemporer berarti sesuai dengan jamannya. Namun, kenyataannya justru merupakan sesuatu yang unik dan berbeda dengan popularitas zamannya.

Sifat musik :

  • Impresionis/tidak dibatasi oleh aturan untuk keindahan, atau mengekspresikan perasaan. Namun, lebih sering mengalun sekehendak mood komposernya
  • Banyak menggunakan modulasi (perubahan nada dasar)
  • Ada perubahan komposisi instrument
  • Dinamik dan tempo dengan variasi tak lazim
  • Harmoni lepas diri dari system tonal (pengelompokan tingkat akor)

Tokohnya :

Claude Debussy, George Gershwin

  1. Jenis-Jenis Musik Populer :
  2. Rock

Ciri – cirinya :

  • Wilayah nada luas dari nada rendah hingga tinggi
  • Kekuatan musik pada dinamika aransemen
  • Lagu kadang sulit disenandungkan
  • Lirik lagu cenderung ekspresif
  • Tempo bisa lambat bisa cepat
  • Harmoni bisa sangat rumit
  • Beat cenderung keras
  1. Jazz

Ciri – cirinya :

  • Vocal dan lirik cenderung dianggap bagian dari bunyi instrument, sehingga kesan dukungan melodi dan harmoni terhadap ekspresi sangat kuat
  • Harmoni rumit, memiliki tonalitas yang luas, sehingga kadang berkesan sumbang sering terjadi modulasi
  • Ritme melodi cenderung improvisasi
  1. Dance

Ciri – cirinya :

  • Ritme, Melodi, Harmoni Cenderung Sederhana
  • Beat Keras, Konstan Dan Bertempo Sedang, Sesuai Untuk Senam Atau Tari
  • Lirik Tidak Terlalu Penting Karena Cenderung Untuk Mengekspresikan Gerak, Bukan Perasaan
  1. Latin

Ciri – cirinya :

  • Beat konstan, dengan berbagai variasi bunyi perkusi, sesuai untuk tari
  • Memiliki ciri khas yang bervariasi pada setiap stylenya
  • Melodi dan harmoni cenderung sederhana
  1. Musik Kontemporer :

Ciri – ciri

  • Tekstur warna bunyi bisa heterogen ataupun homogeny
  • Notasi musik berupa symbol/tanda yang hanya dimengerti oleh pemusik
  • Musik memiliki kecenderungan improvisasi mengikuti mood pemusik
  • Bunyi yang dikomposisikan tidak terlalu berasal dari instrument musik
  • Musik bisa memiliki melodi atau hanya komposisi ritmis
  • Melodi dan harmoni tidak selalu mengikuti system tonal
  • Tidak dibatasi pada satu jenis tangga nada
  • Tidak terikat pada satu jenis birama
  • Dinamik dan tempo bervariasi

Contoh :

Kua Etnika (Djaduk Ferianto) Jogjakarta, Sinten Remen (Djaduk Ferianto) Jogjakarta, Herry Roesly (Jakarta)

  1. Klasifikasi Alat Musik Menurut Curt Suchs Dan Hornbostel :
1. Aerophone : Udara atau satuan udara yang berada dalam alat musik itu sebagai penyebab bunyi
Contoh : recorder, seruling, saxsophone
2. Membranophone : Kulit atau selaput tipis yang ditegangkan sebagai penyebab bunyi
Contoh : gendang, conga, drum
3. Idiophone : Badan alat musik itu sendiri yang menghasilkan bunyi
Contoh : triangle, cabaza, marakas
4. Chordophone : Senar (dawai) yang ditegangkan sebagai penyebab bunyi
Contoh : piano, gitar, mandolin
5. Electrophone : Alat musik yang ragam bunyi atau bunyinya dibantu atau disebabkan adanya daya listrik
Contoh : Keyboard
  1. Pengertian Karawitan

Karawitan berasal dari kata : ka – rawit – an, rawit artinya halus

  1. Karawitan menurut arti katanya adalah Kehalusan
  2. Karawitan menurut arti luas adalah Musik
  3. Karawitan menurut arti khusus adalah seni suara gamelan yang berlaraskan pelog slendro
  4. Pengertian Suara, Desah, dan Nada
  5. Suara (Swabawa) : Sesuatu yang kita ketahui sumber bunyinya
  6. Desah : Sesuatu yang tidak kita ketahui sumber bunyinya
  7. Nada :            Suara yang tertentu dan mempunyai jumlah getaran

tiap detik

  1. Laras
  2. Menurut arti khususnya, Laras adalah : Enak didengar/indah
  3. Menurut arti luasnya, Laras adalah : Urut-urutan nada dalam satu gembyangan yang tertentu tinggi rendahnya dan tertentu banyaknya.

Menggembyang adalah bila kita menabuh dengan dua kanan kiri bersama dengan atara 4 nada (mengapit)

Contoh : 123561

Laras Gamelan Jawa memiliki 5 Nada

Satu Gembyangan (1 Oktav) adalah 1200/Centi suara

Tiap satu nada yang satu dengan yang lain mempunyai nada antara atau yang biasa disebut Sruti/Interval

Untuk mencatat suatu seni suara dalam karawitan, digunakan Titi Laras atau Titi Nada

  1. Titi Latas/Titi Nada

Dibagi menjadi 2

  1. Titi Laras berdasarkan laras:

Adalah titi laras tidak ditentukan oleh frekwensi (banyaknya getaran tiap detik) tetapi ditentukan oleh unda usuk atau perbandingan

Menurut Ki Hajar Dewantara, tonika yang dipergunakan sebagai dasar adalah : 1 2 3 4 5 1 untuk laras Pelog dan Slendro, beliau menamakan titi laras “Sari Swara”

Menurut Bpk. Mahyar Kusumadinata (Bandung) cara membaca titi laras adalah : do ; mi ; na ; ti ; la.

  1. Menurut R T Wreksodiningrat membuat system titi laras berdasarkan bilahan gamelan, yaitu : 1 2 3 4 5 6 7

Cara ini dinamakan Sistim KEPATIHAN. Cara ini masih dipergunakan sampai sekarang

Sistim Kepatihan, meliputi :

  1. Menabuh Gamelan, meliputi :
  • Cara menabuh
  • Pembagian tugas tiap ricikan
  • Koposisi gending/lagu
  • Catatan titi laras gending
  1. Seni Suara
  • Lagu dolanan
  • Tembang/sekar
  • Gerong/bawa
  1. Gamelan

Ricikan Gamelan adalah satuan dari alat-alat gamelan yang ditabuh

Ricikan Kendang adalah Sebuah Kendang

Nama-Nama Ricikan Gamelan :

  1. Rebab

Hanya satu jenis saja. Untuk keperluan dua perangkat gamelan pelog dan slendro dibutuhkan dua buah rebab (satu untuk slendro dan satunya untuk pelog)

  1. Kendang

Ada 4 macam, yaitu :

  1. Kendang Ageng/Kendang Gendhing dengan diameter 45 cm
  2. Kendang Wayangan dengan diameter 40 cm
  3. Kendang Batangan (Kendang Ciblon) dengan diameter 33 cm
  4. Kendang Ketipung dengan diameter 25 cm
  5. Gender Barung

Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai tiga buah gender, yaitu :

  • Satu untuk gender Slendro
  • Satu untuk gender Pelog Nem
  • Satu untuk gender Pelog Barang
  1. Gender Penerus

Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai tiga buah gender, yaitu :

  • Satu untuk gender Slendro
  • Satu untuk gender Pelog Nem
  • Satu untuk gender Pelog Barang
  1. Bonang Barung

Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah bonang barung :

  • Satu ricikan bonang barung Slendro
  • Satu ricikan bonang barung Pelog
  1. Bonang Penerus

Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah bonang barung :

  • Satu ricikan bonang barung Slendro
  • Satu ricikan bonang barung Pelog
  1. Saron Barung

Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan,

  • Satu untuk laras slendro
  • Satu untuk laras pelog
  1. Saron Penerus

Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan,

  • Satu untuk laras slendro
  • Satu untuk laras pelog
  1. Demung

Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan,

  • Satu untuk laras slendro
  • Satu untuk laras pelog
  1. Slentem

Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan,

  • Satu untuk laras slendro
  • Satu untuk laras pelog
  1. Kenong

Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 10 pencon kenong

  • 5 Pencon kenong slendro, yaitu bernada : 2 3 5 6 1
  • 5 Pencon kenong pelog, yaitu bernada : 2 3 5 6 7
  1. Kempul

Tiap gamelan mempunyai kempul komplit slendro/pelog 10 buah

  • 5 buah laras slendro
  • 5 buah laras pelog
  1. Ketuk dan Kempyang

Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai 2 buah ketuk dan 2 buah kempyang. Untuk ketuk slendro larasnya 2, untuk ketuk pelog larasya 6

  1. Clempung

Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai 2 buah clempung, yaitu :

1 untuk laras slendro dan 1 untuk laras pelog

  1. Siter

untuk gamelan slendro dan pelog, jumlah siter ada 2

bentuknya seperti clempung, namun bentuknya lebih kecil

  1. Siter Penerus

untuk gamelan slendro dan pelog, jumlah siter ada 2, Bentuknya lebih kecil lagi. Nadanya 1 oktav lebih kecil dari siter

  1. Gambang

Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah gambang, yaitu gambang slendro dan gambang pelog

  1. Suling

Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah suling, yaitu suling slendro dan suling pelog

  1. Gong

Gamelan Slendro dan Pelog mempunyai 3 buah gong

  1. Pengertian Dalam Gamelan
  2. Gamelan Seperangkat

Gamelan laras slendro atau pelog yang komplit ricikannya

  1. Gamelan Sepangkon

2 Perangkat gamelan Slendro dan Pelog

  1. Gangsa

Gamelan yang dibuat dari bahan tembaga dicampur dengan timah

  1. Sengganen

Gamelan yang dibuat dari bahan plat-plat besi atau kuningan

  1. Wilahan

Bagian dari ricikan gamelan yang dibuat dari logam atau kayu yang berbentuk bilah

  1. Plangkan

Bagian dari ricikan gamelan yang dibuat dari pada kayu yang dapat diperinci sebagai berikut

  1. Rancakan :

Plangkan pada bonang dan kenong

  1. Pangkon :

Plangkan pada demung, saron barung dan penerus

  1. Grobokan :

Plangkan pada gender dan slentem

  1. Gayor :

Plangkan untuk menggantungkan kempul dan gong

  1. Pluntur

Tali – tali pada gender, bonang, slentem, dan lain-lain

  1. Klante

Tali-tali pada kenong, kempul dan gong

  1. SENI TARI
  2. Pengertian Tari
  • Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta
  • Soedarsono menyatakan bahwa tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah melalui gerak ritmis yang indah
  • Soeryodiningrat menyatakan bahwa tari merupakan gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari
  • Tari merupakan salah satu cabang seni, dimana media ungkap yang digunakan adalah tubuh
  1. Unsur Pokok Tari
  2. Gerak

Elemen pokok tari adalah gerak. Rudolf Laban pakar tari kreatif menyatakan bahwa gerak merupakan fungsional dari Body ( gerak bagian

kepala, kaki, tangan, badan), space (ruang gerak yang terdiri dari level, jarak, atau tingkatan gerak), time (berhubungan dengan durasi gerak, perubahan sikap, posisi, dan kedudukan), dinamyc (kualitas gerak menyangkut kuat,lemah, elastis dan penekanan gerakan).

Berpijak kepada pendapat di atas, tari terdiri dari unsur gerak sebagai

unsur utama, ruang, waktu, dan tenaga. Fungsi gerak yang dihasilkan oleh

tubuh manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi gerak keseharian,

olah raga, gerak bermain, bekerja, dan gerak sehari-hari. Pada khususnya,

tari lebih menekankan kepada gerak untuk berkesenian, di mana gerak dalam tari merupakan gerak yang sudah distilisasi atau distorsi.

  1. Motif Gerak Tari
  2. Motif Gerak Tari Berpasangan Atau Kelompok
  1. Ruang

Ruang adalah sesuatu yang harus diisi, ruang dalam tari mencakup semua gerak yang diungkapkan oleh seorang penari terbentuk melalui perpindahan gerak tubuh, posisi yang tepat dan ruang gerak penari itu sendiri.

Ruang bersentuhan langsung dengan penari. Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari. Di sisi lain,

ruang menjadi salah satu bentuk dari imajinasi penari dalam mengolah ruang gerak menjadi bagian yang berpindah tempat, posisi dan kedudukan.

  1. Tenaga

Ruang gerak penari tercipta melalui desain. Disain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk/wujud ruang secara utuh. Bentuk ruang gerak penari digambarkan secara bermakna ke dalam; desain atas dan disain lantai (La Meri: 1979: 12). Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. Gerak tari yang diperagakan menunjukan intensitas gerak yang dapat menjadi salah satu indikasi. Tenaga yang diwujudkan oleh gerakan berhubungan dengan kualitas gerak. Hal ini dapat tercermin pada tenaga yang disalurkan oleh penghasil gerak dalam mengisi gerak menjadi dinamis, berkekuatan, berisi, dan menjadi anti klimak dari tensi dan relaksasi gerak secara keseluruhan.

  1. Ekspresi

Ekspresi dalam tari lebih merupakan daya ungkap melalui tubuh ke dalam aktivitas pengalaman seseorang, selanjutnya dikomunikasikan pada penonton/pengamat menjadi bentuk gerakan jiwa, kehendak, emosi atas penghayatan peran yang dilakukan. Dengan demikian daya penggerak diri penari ikut menentukan penghayatan jiwa ke dalam greget (dorongan perasaan, desakan jiwa, ekspresi jiwa dalam bentuk tari yang terkendali).

  1. Iringan Tari

Iringan dan tari adalah pasangan yang serasi dalam membentuk kesan sebuah tarian. Keduanya seiring dan sejalan, sehingga hubungannya sangat erat dan dapat membantu gerak lebih teratur dan ritmis. Musik yang dinamis dapat menggugah suasana, sehingga mampu membuat penonton memperoleh sentuhan rasa atau pesan tari sehingga komunikatif. Musik dalam tari memberi keselarasan, keserasian, keseimbangan yang terpadu melalui alunan keras-lembut, cepat-lambat

melodi lagu. Pada dasarnya tari membutuhkan iringan sebagai pengatur

gerak.

  1. Tari Berdasarkan Konsep Garapan
  2. Tari Tradisional adalah tari yang telah baku oleh aturan-aturan tertentu. Dalam kurun waktu yang telah disepakati, aturan baku diwariskan secara turun menurun melalui generasi ke generasi. Tarian jenis ini telah mengalami perjalanan cukup panjang, bertumpu pada pola garapan tradisi yang kuat. Tari jenis ini biasanya memiliki sifat kedaerahan yang kental dengan pola gaya tari atau style yang dibangun melalui sifat dan karakter gerak yang sudah ada sejak lama. Tari-tarian tradisional yang dilestarikan oleh generasi pendukung biasanya sangat diyakini atas kemasyalakatannya. Masyarakat yang mau terlibat di sini ikut andil dalam melestarikan tari tradisional melalui rasa tanggung jawab dan kecintaan yang tidak bisa dinilai harganya. Masyarakat yang bersangkutan memandang bahwa tarian jenis ini menjadi salah satu bentuk ekspresi yang dapat menentukan watak dan karakter masyarakat yang mencintai tarian tersebut. Dengan demikian tergambar perangai, kelakukan dan cermin pribadinya.
  3. Tari Primitif

Tari primitif merupakan tari yang berkembang di daerah yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Tarian ini lebih menekankan tari yang memuja roh para leluhur. Pada jaman ini jenis tarian ini sudah mulai tidak kedengaran lagi gaungnya.

  1. Tari Rakyat

Tari-tarian yang disebut pada bab ini adalah tarian yang hingá kini berkembang di Daerah yang bersangkutan. Masalah pembagian apakah

termasuk fungsi dan peran yang dimiliki tidak diperhitungkan.

  • Aceh dan Sumatra Utara kental imbas pengaruh Melayu. Ciri dan

bentuk tari lebih dekat ke rumpun tari Melayu. Pengaruh agama Islam yang kuat. Gerakan tarinya lincah dan gesit,namun tidak ekspresif. Pakaian menutup semua anggota badan (aurat) dan iringan menggunakan alat musik sederhana dengan tepukan tangan sebagai pelengkap instrument.

Misalnya : Daerah Sumatra Utara (Sumut) tari Tor-tor gerak merapatkan dan mengembangkan ke dua telapak tangan sambil bergerak di tempat dan geser kaki, Tari Cawan dengan membawa cewan di atas kepala. Tari Serampang Dua belas dengan gerak berpasangan muda mudi yang sedang berdendang. Tari Manduda, Tari Kain, Tari Andungandung, Tari Angguk, Tari Tari Mainang Pulau Kampai, Tari Baluse, Tari Tononiha, Tari Terang Bulan, Tari Pisu Suri, Tari Baina, Tari Tari Barampek, Tari Basiram Tari Bulang Jagar, Tari Buyut Managan Sihala, Tari Cikecur, Tari Kapri, Tari Karambik dll.

  • Bali

Mempunyai sifat gerak dan iringan yang mengesankan. Gerakan tari tegas dan ekspresif. Semua anggota badan digunakan untuk mengekspresikan makna dan misi tari sehingga terkesan sakral.

Penari Pria menggunakan celana panjang sampai lutut yang dibalut kain warna cerah atau kotak – kotak hitam putih, dan ikat kepala atau kuluk bersulam benang emas. Penari wanita menggunakan kebaya panjang, berbalut selendang sampai dada dan memakai hiasan kepala

  • Sulawesi

Didominasi oleh penari wanita yang memiliki perwatakan lembut. Iringan kontras menggebu-gebu terutama instrument gendang yang dimainkan oleh seorang penari. Pakaiannya baju kurung dan ikat pinggang keemasan.

  • Jawa dan Sunda

Teknik tari Jawa dan Sunda meliputi hal-hal sebagai berikut :

  • Semangat bathin yang member kekuatan gerak, daya tahan dan kemantapan ekspresi
  • Sadar akan harga diri,yang memancarkan keagungan, kewibawaan, berisi,kepastian,keberhasilan dan kesempurnaan sikap
  • Kemanunggalan lahir bathin, pemusatan kendali ekspresi kepribadian yang bulat
  • Kukuh tak bergeming dari kemantapan, tak goyah atas segala gangguan
  1. Tari Klasik adalah tari yang berkembang di kerajaan-kerajaan yang

telah ada di Indonesia. Puncak tari klasik terdapat pada kerajaan di

Indonesia khususnya di yogyakarta, Surakarta, Kasepuhan Cirebon, kerajaanbone, Kerajaan Mataram Kuno, dan Kerajaan Klungkung di Bali.

Tari Non Tradisional adalah tari yang tidak berpijak pada aturan yang sudah ada seperti tari tradisional. Tari jenis ini tari pembaruan. Tari nontradisional lebih mengungkapkan gaya pribadi. Contoh tarinya adalah tari karya Didik nini towok misalnya tari wek-wek, persembahan. Tari karya Bagong Kussudihardjo misalnya tari yapong, wira pertiwi. Karya Wiwik Widyastuti tari cantik, tari karya Abdul rochem tari Gitek balen, tari nandak ganjen karya Entong sukirman dll.

  1. Fungsi Tari
  2. Tari Sebagai Sarana Upacara

Ciri – ciri :

  1. Hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat, sebagai sarana untuk persembahan
  2. Sebagai sarana memuja dewa (keagamaan) yang berarti bersifat sakral,
  3. Bersifat kebersamaan dan diulang-ulang.

Misalnya :

  • Upacara maju perang : Mandau (Kalimantan)
  • Upacara panen : tari Pakarena (Sulawesi Tenggara) dan tari Manimbon (Toraja)
  • Upacara khitanan : tari Sisingaan (Jawa Barat), tari Jaran Buto (Blitar)
  • Upacara mengusir roh atau mengusir penyakit : tari Sang Hyang (Bali), tari Mabugi (Toraja)
  • Upacara menjemput tamu : tari Reyog Ponorogo, tari Reyog Dodog (Tulungagung), tari Pendet (Bali), tari Cakalele (Maluku)
  1. Tari Sebagai Sarana Hiburan

Ciri – ciri :

  1. Mood yang bergembira ria
  2. Unsur gerak sederhana dan bebas
  3. Pakaian bebas
  4. Mudah melibatkan peserta lainnya
  5. Relatif mudah dipelajari

Contoh :

Tayub (Jawa Tengah & Jawa Timur), Ketuk Tilu (Jawa Barat), Gandrung (Banyuwangi), dll

  1. Tari Sebagai Sarana Seni Pertunjukan

Ciri – ciri :

  1. Pola garapannya merupakan penyajian yang khusus untuk dipertunjukkan
  2. Adanya faktor imajinatif/kreativitas
  3. Adanya Ide yang mengandung dan mengarah pada bentuk pementasan yang professional
  4. Lokasi pementasan berada ditempat yang khusus

Contoh :

Tari Gambyong (Surakarta), Golek (Yogyakarta), dll

  1. Beberapa tarian daerah di Nusantara
  • Serampang dua belas

Menggunakan irama samba, tempo cepat, teknik tarian ini menunjukkan kelembutan. Yang terasa dalam langkah dan penampakan kaki. Arah geraknya vertikal.

  • Jaipongan

Menggunakan irama gendang, pencak sunda. Diperkuat dengan musik tanjidor. Teknik Jaipongan menitik beratkan pada langkah kaki. Gerak pinggul merupakan penyedap.

  • Ngrema (rema)

Tarian khas Jawa Timur. Kerincing pada pergelaran kaki adalah khas yang merupakan bagian dari teknik tarian ini. Penari tidak hanya menari namun juga harus menyanyi “blenderan Surabayan”. Tarian ini pada awalnya adalah tari tunggal.

  1. Beberapa Koreografer Tari Indonesia
  2. D. Humardani (1923-1983) Sering dijuluki : Sang pendobrak seni tradisi, sang gladiator, Begawan seni tradisi, budayawan.

Hasil karyanya : Pemadatan Tari Bedoyo, Srimpi Dan Gambyong. Sendratari ronggolawe gugur. Babad Pajang. Sketsa III

  1. Tjetje Soemantri (1891 – 1963), pengubah peta tari Sunda.

Hasil karyanya : tari Dewi, tari Anjasmoro, Topeng Menak Jinggo, dll

  1. I. Sasmito Mardono, mengembangkan tari menak gaya Yogyakarta

Hasil karyanya : tari Golek Ayun-Ayun, Beksan Menak Umarmoyo Umarmadi, dari golek tinembe

  1. Bagong Kussudiardjo

Tokoh tari kreasi baru yang telah menciptakan idiom-idiom gerak baru yang lebih mudah menembus perasaan. Selain koreografer, beliau juga sebagai pelukis.

  1. Sardono W.Kusumo

Terkenal dengan jenis – jenis tarian yang mencoba menggunakan si penari dengan lingkungan sebagai instrument pernyataan tari. Sehingga beliau paling jauh melangkah mencari bentuk yang baru. Beliau lebih mengutamakan gerak daripada titik- titik henti berupa pose-pose

  1. Hurijah Adam

Berasal dari Sumatra. Beliau lebih menekankan pada kreasi music – musiknya. Terutama pada pencak Minang, dan mengolah bungo – bungo pencak menjadi tari.

Sumber: http://paimanasoy.blogspot.co.id/2013/09/rangkuman-materi-kelas-xi-mata.html

%d blogger menyukai ini: